Aretha memilih hidup menderita bersama suaminya. padahal Kemewahan disediakan oleh orangtuanya. Namun Suaminya berselingkuh karena tekanan dari mertuanya. Apakah Aretha bisa mempertahankan rumah tangganya??
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wisye Titiheru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rahasia Terbuka
Pagi - pagi sekali Andreas sudah bangun. Meskipun dingin. Andreas masih kepikiran, wanita yang ia lihat di restoran itu. Dia tahu dan kenal betul bahwa itu adalah Aretha Lopez mantan istrinya.
"Selamat pagi Andreas, kenapa kamu bangun pagi sekali. Apa tidurmu tidak nyenyak?"
"Selamat pagi oma. Nyenyak oma. Mungkin belum terbiasa dengan perubahan waktunya." omanya James tersenyum. Meskipun umurnya sudah tua namun oma Abigail masih terlihat sangat cantik dan kuat.
"Kamu oma lihat seperti bukan orang Indonesia saja. Seperti ada darah campuran."
"Aku tumbuh dari kecil sampai besar ini, di jaga oleh pamanku. Kakak dari mamaku yang meninggal pada saat melahirkan aku."
"Ooo maafkan oma nak." Andreas tersenyum.
"Paman dan bibiku sudah aku anggap seperti mama dan papa."
"Baru papa kandung kamu??"
"Papa kandungku tidak tahu siapa, karena mama meninggal membawa semua informasi. Yang pamanku tahu, bahwa beliau orang bule dan namanya Andreas. Tetapi tidak tahu dari negara mana." Oma Abigail menangis seketika. James yang mendengar pembicaraan oma dan Andreas langsung bergabung bersama mereka.
"Selamat pagi Ndre."
"Selamat pagi James." Oma meninggalkan kedua cucunya kembali lagi ke kamar. Asisten rumah tangga sedang menyiapkan sarapan buat keluarga ini.
"Bagaimana tidurmu?? Apakah nyenyak???"
"Sangat nyenyak."
"Puji Tuhan. Kamar itu papaku siapkan buat adikku sebelum beliau meninggal." Andreas kaget.
"Dimana adikmu??" James tersenyum.
"Papa mengidap kanker leukimia diketahui olehnya sudah stadium akhir. Papa bekerja mengurus usaha keluarga. Kami punya pabrik coklat. Sekarang usaha ini dikelola oleh tante membantu opa."
"Turut berduka cita. Terus adikmu dimana??"
"Kami keluarga berusaha mencari, yang kami tahu bahwa dia ada di Indonesia."
"Pasti mama kamu tahu dimana dia, kan mama kamu orang Bali."
"Papa dan mama menikah hanya catatan sipil. Karena waktu itu aku sudah ada di perut mama. Tetapi sebenarnya cinta papa itu pada seorang wanita yang bekerja sebagai sekretaris di perusahaan asing yang ada di Jakarta."
Andreas menikmati cerita temannya. Oma dan opa juga tantenya juga sudah ada bersama mereka di ruang keluarga itu. Karena ruangan itu sedikit hangat.
"Papa tidak tahu, bahwa wanita yang dia cintai itu sedang hamil. Karena wanita itu tidak memberitahu kepada dia. Waktu itu papa ke Bali karena mamaku mau melahirkan aku. Padahal wanita yang melahirkan adikku juga sudah hamil besar. Itu papa ketahui dari temannya, sahabatnya bos perusahaan asing tempat mama adikku bekerja."
"Ini foto perempuan yang melahirkan cucuku. Kami tidak tahu namanya siapa dan dimana dia tinggal. Karena foto ini di berikan Andreas anak kami sebelum dia meninggal."
Andreas kaget ketika melihat foto itu, karena foto itu mirip dengan foto mamanya Maria Jatmiko adik dari papa Markus Jatmiko.
"Foto ini, wanita di foto itu sama seperti mamaku Maria Jatmiko."
"Iya. Orang yang kami bayar untuk mencari kalian pun mengatakan hal yang sama." Oma langsung berterus terang kepada Andreas. Sedangkan opa yang mulai sakit - sakit sudah menangis. Begitu juga dengan tantenya.
"Dan maafkan aku Andreas, waktu di Bali saya sempat mengambil sehelai rambut kamu untuk memeriksa DNA kamu dan saya. Dan ini hasilnya." Andreas kaget, dia menatap James.
"Kalau kamu belum yakin, bahwa kamu adalah cucu kami yang di cari. Kamu boleh tes DNA bersama opa." Andreas langsung memeluk saudaranya James dan dibalas dengan pelukan yang erat dari James. Kemudian Andreas melihat kedua orangtua tua yang sedang menanti cucu mereka yang terpisah. Kemudian di peluk oma dan opanya. Kedua orangtua tua itu menangis sambil memohon maaf karena selama tiga puluh tahun usia Andreas tidak perna mengurusnya.
Rahasia hidup Andreas sudah terbuka. Teka teki hidupnya tentang siapa papanya sudah dia tahu. Sekarang Andreas sedang tertidur dalam pangkuan omanya. Dia merasakan belaian tangan tua yang membelainya. Andreas tidak menyangka bahwa pemilihan nama anaknya sama seperti nama omanya Abigail. Saat itu Andreas langsung menceritakan masalah kehidupannya kepada oma dan opa juga tantenya.
"Ooo... cucuku sayang. Maafkan kami tidak ada dalam masalah kamu."
"Andre iklas menjalaninya oma. Andreas juga mempunyai seorang anak perempuan."
"Dimana dia?? Apa bersama mamanya??"
"Dia sudah meninggal oma." Andreas memperlihatkan foto anak perempuannya yang cantik. Sangat mirip dengan foto tantenya waktu kecil tante Bernadeta.
"Siapa namanya??"
"Abigail oma, Andreas tidak menyangka bahwa bidadari kecil Andreas beri nama sama seperti nama oma." Omanya langsung memeluk cucunya.
"Ooo cucuku. Kamu harus kuat sayang. Agar kamu bisa mencari mantan istrimu. Kita sama - sama memperbaikinya." James melihat kebersamaan Andreas bersama oma dan opa juga tantenya dia merasa lega. Akhirnya adiknya ini bisa di temukan lagi.
Mareka sarapan bersama. Hari ini James masih masuk kerja dan dia baru mendapat informasi bahwa ada pasiennya yang harus dia tolong bersama dokter Aretha. Hari ini James berencana mau mempertemukan Andreas dan Aretha cinta pertama mereka.
"James, bisakah sebentar malam kita makan di restoran kemarin."
"Jika itu kemauanmu. Bisa dong adikku."
"Terima kasih kak." Andreas memeluk kakaknya James.
"Sampai juga sore hari. Mohon maaf hari ini belum bisa membawa kamu jalan - jalan."
"Tidak masalah kak. Aku mau menghabiskan waktu sampai sore hari bersama oma dan opa. Apa kakak tidak keberatan."
"Tentu tidak dong. Silahkan."
Sementara itu, di rumah sakit kota St Moritz dokter James Meier dan dokter Aretha Lopez sedang berada di dalam ruang operasi sedang menolong pasien kecelakaan. Operasi empat jam pun berakhir.
"Thea kita bisa bicara??"
Aretha melihat James. Laki - laki yang dia hindari. Dia takut rasa rindunya kepada Andreas membuat dia salah langka lagi. Dia mau menghindar, namun muka James sangat berharap.
"Bisa. Kita ketemu di kantin rumah sakit sepuluh menit lagi."
"Oke. Terima kasih Thea." James bertekat untuk menemukan Aretha dengan Andreas, agar ada semangat hidup lagi adiknya. James menelepon oma dan opanya untuk menyiapkan makan siang di rumah. Dia sudah berbicara dengan tante Bernadeta.
"Ada perlu apa??"
"Kamu kenal dia kan??"
"Dari mana kamu mendapat gambar ini. Kamu mengecek hidup saya ya??"
James langsung menjelaskan semua. Aretha begitu kaget. Dan dia merasa hina akan dirinya. James melihat reaksi Aretha. James tahu, bahwa ini berhubungan dengan apa yang perna dia lakukan kepada Aretha.
"Thea maafkan aku. Aku tidak tahu, bahwa orang yang kamu cintai itu adalah adikku yang keluarga kami cari selama ini. Maafkan aku sudah memanfaatkan kerinduanmu. Mungkin ini berat tetapi saya memohon lupakan semuanya. Anggap itu kesalahanku. Bukan kamu." Aretha menangis.
"Andreas ada di rumahku. Semalam dia melihat kamu makan di restoran di tepi sungai."
"Andreas melihatku??"
"Ya dia mengejar kamu. Tetapi kamu sudah keburu pulang." Aretha tambah sedih.
"Aku mau kamu bertemu dengannya??"