NovelToon NovelToon
Istri Pilihan Eyang

Istri Pilihan Eyang

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / CEO
Popularitas:4.6k
Nilai: 5
Nama Author: mejiku

Kelvin, pria dingin dan pewaris perusahaan besar, terpaksa menikahi Denada atas permintaan sang nenek. Awalnya ia menolak karena masih mencintai wanita lain.
Namun setelah hidup bersama, Kelvin mulai tergoda oleh Nada istrinya yang cantik, jahil, dan selalu berhasil membuatnya kehilangan kendali, terutama saat Nada mulai berani menggoda dirinya.
Di tengah pernikahan tanpa cinta, Kelvin perlahan mulai bingung… siapa sebenarnya wanita yang benar-benar ia cintai.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mejiku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

27

​Malam semakin larut ketika koridor rumah sakit mulai sepi. Atas desakan Kelvin yang bersikeras ingin menjaga istrinya sendirian, Gavin, Siska, dan Eyang Arka akhirnya setuju untuk pulang ke rumah guna beristirahat. Mereka tahu Kelvin butuh waktu berdua dengan Nada untuk menyelesaikan badai di dalam hati mereka.

​Setelah keluarganya pergi, Kelvin menyempatkan diri untuk membersihkan tubuhnya di kamar mandi ruang VIP tersebut. Baju proyeknya yang berlumuran darah telah diganti dengan kemeja kaus hitam polos yang bersih. Dengan langkah perlahan agar tidak menimbulkan suara, Kelvin berjalan mendekati ranjang tempat Nada terbaring.

​Alat pemantau detak jantung berbunyi teratur di dalam keheningan kamar. Wajah Nada masih tampak pucat di bawah sinar lampu yang temaram, dengan perban putih melingkari kepalanya. Kelvin menghela napas berat, lalu menarik sebuah kursi besi ke dekat ranjang. Ia duduk di sana, melipat kedua tangannya di atas pinggiran kasur, dan menyandarkan kepalanya di atas lengannya. Sambil terus menatap wajah damai sang istri, perlahan-lahan rasa lelah yang luar biasa membuat kelopak mata Kelvin memberat hingga ia terlelap dalam posisi berbantalkan kasur, tepat di samping tubuh Nada.

​Beberapa jam berlalu. Sekitar pukul sebelas malam, jemari lentik Nada yang terpasang jarum infus tampak bergerak kecil. Kelopak mata indahnya perlahan terbuka, berkedip beberapa kali untuk menyesuaikan diri dengan pendaran lampu ruangan yang redup. Rasa pening dan kaku seketika menyerang kepalanya, disusul rasa perih yang berdenyut di area bahu dan punggungnya.

​Nada melirik ke samping kanan. Di sana, tepat di dekat lengannya, sosok Kelvin sedang tertidur pulas. Wajah tampan suaminya yang biasa angkuh dan dingin kini terlihat begitu lelah dan rapuh dalam tidurnya.

​Nada terpaku. Ia menatap lekat-lekat pahatan wajah Kelvin dalam keheningan malam yang sunyi. Pikirannya mendadak berputar mundur pada detik-detik mengerikan di lokasi proyek tadi siang.

​‘Aku... kenapa?’ batin Nada lirih, bertanya pada dirinya sendiri dengan rasa heran yang teramat sangat.

​Kenapa tubuhnya bergerak begitu cepat tanpa memedulikan keselamatan dirinya sendiri? Mengapa ia rela menjadi perisai hidup untuk pria ini?

​‘Bukankah melihatnya menderita, hancur, dan mati adalah keinginan terbesarku selama ini? Bukankah aku mendekatinya untuk membalas dendam?’ Pertanyaan-pertanyaan itu berkecamuk hebat di dalam dada Nada, membuatnya merasa asing dengan instingnya sendiri semalam. Mengapa ada bagian dari hatinya yang merasa takut kehilangan pria yang seharusnya ia benci ini?

​Tanpa sadar, tangan kiri Nada yang bebas bergerak perlahan. Ia menjulurkan jemarinya, lalu dengan sangat lembut mengelus rambut hitam legam Kelvin yang berantakan. Sentuhan itu begitu halus, seolah takut merusak tidur nyenyak sang suami.

​Namun, gerakan kecil itu rupanya cukup untuk mengusik tidur Kelvin yang memang tidak nyenyak sejak awal. Kelvin tersentak, kelopak matanya langsung terbuka lebar. Begitu mendongak, netra hitamnya langsung berbenturan dengan sepasang mata sayu Nada yang sedang menatapnya.

​"Denada? Kau... kau sudah sadar?!" suara Kelvin terdengar serak khas orang bangun tidur, namun nada kepanikan dan kelegaan yang luar biasa tak mampu ia sembunyikan.

​Kelvin langsung menegakkan tubuhnya, mencondongkan badannya ke arah ranjang dengan raut wajah yang dipenuhi kecemasan. Kedua tangannya bergerak panik, bingung harus menyentuh bagian mana karena takut menyakiti luka istrinya.

​"Katakan padaku, di mana yang sakit? Kepalamu masih pusing? Bahumu perih? Biar kupanggilkan dokter sekarang," cecar Kelvin beruntun tanpa jeda, matanya bergerak liar memeriksa kondisi Nada dari atas ke bawah.

​Melihat kepanikan yang begitu tulus dari seorang CEO Alexander Group yang terkenal kejam, sudut bibir Nada perlahan melengkung. Sifat menggoda dan lidah tajamnya seketika kembali berfungsi dengan sempurna, mengabaikan rasa sakit fisik yang menderanya.

​Nada menatap Kelvin dengan binar mata yang sayu namun penuh bumbu asmara buatan. "Bagian yang paling sakit... di sini, Mas," bisik Nada lirih, sembari mengarahkan tangan kirinya untuk menyentuh dada kirinya sendiri, tepat di posisi jantung.

​Kelvin mengerutkan keningnya, wajahnya semakin memucat karena panik. "Dadamu sakit? Pipa itu mengenai dadamu juga?! Sial, kenapa dokter tidak bilang—"

​"Bukan kena pipa, Mas..." potong Nada dengan nada suara yang sengaja dibuat manja dan mendayu-dayu. Ia menahan senyumnya saat menatap wajah panik Kelvin dari jarak dekat. "Dadaku sakit karena jantungku terus-menerus berdebar terlalu kencang setiap kali melihat wajah suamiku yang ternyata jauh lebih tampan saat sedang mengkhawatirkanku seperti ini."

​Kelvin seketika membeku. Kalimat medis atau keluhan sakit yang ia antisipasi ternyata berubah menjadi gombalan maut di tengah malam.

​Kesadaran Kelvin pulih sepenuhnya. Rasa cemas dan bersalah yang sempat menggunung di dadanya selama berjam-jam seketika runtuh, digantikan oleh rasa kesal yang luar biasa karena merasa telah dipermainkan oleh wanita di hadapannya ini. Rahang Kelvin mengetat, dan ia langsung menarik kembali tubuhnya menjauh, melipat tangan di dada dengan wajah yang kembali sedingin es.

​"Kau... dalam kondisi sekarat begini masih bisa-bisanya bicara omong kosong seperti itu, Denada!" gerutu Kelvin kesal dengan suara tertahan, wajah tampannya sedikit merona merah karena perpaduan antara gengsi dan dongkol. "Kira-kira sedikit kalau mau bercanda! Aku hampir gila menunggumu di luar operasi tadi!"

​Nada justru melepaskan kekehan kecil yang lirih karena menahan nyeri di punggungnya. Melihat Kelvin yang mengomel dengan wajah tertekuk kesal justru menjadi pemandangan yang sangat menghibur baginya. Permainan ini masih berada di bawah kendalinya, dan reaksi Kelvin malam ini membuktikan bahwa sang CEO tidak lagi sedingin dulu.

1
Nasya
hadeh kelvin masi aja ingat mantan
Nasya
masa lalu yang tragis
falea sezi
klo abis ne lu jutek 😒 gue timpuk lu empin
Nasya
Wkwkwk kelvin sampai pangling lihat nada, selamat buat pengantin baru
falea sezi
nah loo😕 denada celaka demi lu kevin😒
falea sezi
lanjut klo kevin g bucin q tendang ya🤣🤣 lanjut banyak thor tak kirim kembang sekebon🤣
falea sezi
lanjut q ksih hadiah lagi🤣
falea sezi
klo uda anu2 tp lu masih berat ma katalina siap2 di buang sama nada lu kevin🤭
falea sezi
wah apakah unboxing😒
falea sezi
😒 di kasih berlian kyak nada milih jalang kayak catalina🤣 siap siap gigit jari lu klo nada uda bales dendam dan pergi jauh🤣
falea sezi
q ksih hadiah lagi seruu liat kisah bales dendam. gini asal gk kemakan permainan sendiri aja🤣
falea sezi
lanjut banyakk q kasih hadiah banyakk ya🤣🤣
falea sezi
bner jalang Catalina dan kevin lu emank goblok🤣
falea sezi
fashion thor bukan feshen🤭
zra
balas dendam jdi cinta?atau nanti ada yang lebih baik dari kelvin
zra
pasti nanti catalina menyesal wkwk,thor jangan buat kevin kembali dengan cathalina
zra
bagus
Alia Chans
"Menulis cerita ini membutuhkan waktu berjam-jam, tetapi satu like mungkin mampu menghapus lelah itu dalam sekejap. Semangat thor✍️👈☺
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!