NovelToon NovelToon
Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!

Status: sedang berlangsung
Genre:Transmigrasi ke Dalam Novel / Fantasi / Time Travel / Masuk ke dalam novel / Fantasi Wanita / Mengubah Takdir
Popularitas:3.9k
Nilai: 5
Nama Author: Calista F.

Aku Jadi Villainess? Oh Tidaaaak!
Terseret masuk ke dalam novel dan menjadi Freya Valencia Vane? Bukan jadi pemeran utama wanita yang baik hati, tapi malah jadi Villainess kejam yang nasibnya pasti mati tragis di akhir cerita?
Demi menyelamatkan nyawaku, aku harus berubah total.
Di depan orang, aku jadi wanita paling suci, lembut, dan sopan sedunia.
"Tolong maafkan aku... aku tidak bermaksud begitu."
Tapi di dalam hati?
"Dasar tolol. Kalau bukan karena takut mati, udah gue hancurin muka lo dari tadi. Sabar Freya, sabar... demi nyawa gue."
Rencananya simpel: Jauhi Pangeran Zevian si algojo, lindungi Aria si Female Lead, dan hidup tenang.
Tapi kenapa semuanya berjalan salah?
Kenapa Zevian yang dulu benci aku malah natap aku begitu?
Kenapa Ares si sepupu tampan malah makin mendekat?
Oh Tidaaaak. Aku cuma mau hidup tenang kok.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Calista F., isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 31

Pagi di mansion keluarga Vane dimulai dengan terlalu damai.

Dan itu mencurigakan.

Freya duduk santai di dekat jendela ruang tengah sambil menikmati teh hangat. Cahaya matahari pagi masuk lembut melalui tirai putih-keemasan, menciptakan suasana tenang yang hampir terasa tidak nyata.

Terlalu tenang.

Terlalu normal.

Dan pengalaman hidup Freya mengatakan satu hal penting: Kalau suasana terlalu damai, berarti sebentar lagi akan ada kekacauan.

"...Aku punya firasat buruk."

Crimson Valkyrie yang melayang malas di atas sofa langsung menjawab datar, "Insting bertahan hidupmu akhirnya berkembang."

"Itu bukan pujian."

"Itu observasi."

Freya menyipitkan mata kecil. Namun sebelum ia sempat membalas...

TOK TOK TOK.

Suara langkah kaki cepat terdengar dari koridor mansion. Sangat cepat, sangat panik. Dan beberapa detik kemudian...

BRAK.

Pintu ruang tengah terbuka dramatis.

Seorang pria muda berambut cokelat abu-abu masuk dengan wajah pucat penuh penderitaan hidup.

Setelan formal hitamnya masih sangat rapi. Kacamata tipis bertengger sempurna di wajahnya. Namun ekspresinya...? Ekspresinya terlihat seperti seseorang yang baru saja melewati neraka administrasi kerajaan.

"DUKE SILAS..."

Hening. Seluruh ruangan langsung diam.

Freya berkedip kecil.

Ares yang sedang duduk di sofa langsung mengangkat alis.

Felix perlahan menurunkan dokumen di tangannya.

Sedangkan Duke Silas Blackwood sendiri yang duduk santai sambil minum teh di sofa utama... bahkan tidak terlihat terkejut sedikit pun.

"Hm?" jawabnya tenang.

Pria muda itu langsung terlihat ingin menangis. "ANDA SUDAH MENINGGALKAN KEDIAMAN BLACKWOOD SELAMA LIMA HARI."

Freya membeku. "...Lima hari?"

Ares menggigit apel santai. "Oh. Sudah selama itu rupanya."

"TUAN MUDA, TOLONG JANGAN IKUT TENANG."

Crimson Valkyrie mulai tertawa pelan. "Oh, ini menarik."

Pria muda itu berjalan masuk dengan aura kelelahan spiritual maksimal. Lalu ia membungkuk cepat pada Cassius dan Seraphina.

"Maaf mengganggu, Duke Vane, Duchess Vane."

Cassius mengangguk kecil tenang. "Tidak masalah."

Namun pria itu langsung kembali menoleh ke arah Silas dengan mata penuh penderitaan.

"Yang Mulia Duke... surat kerja Anda sudah setinggi saya."

Silas meminum tehnya santai. "Bukankah itu memang tugas sekretaris?"

DEG.

Pria itu terlihat seperti jiwanya baru saja keluar dari tubuh.

Freya perlahan berbisik pada Ares, "...Ayahmu jahat juga ternyata."

Ares mengangguk santai. "Beliau sebenarnya cukup kejam."

"HEI," protes Silas datar. "Ayah dengar itu."

"Bagus."

Freya hampir tertawa.

Ophelia yang baru masuk ke ruangan langsung bersinar melihat kekacauan pagi itu. "Oh? Edgar datang."

Edgar langsung membungkuk hormat cepat. "Duchess Blackwood."

Lalu ekspresinya berubah sedih lagi. "Duchess... tolong bujuk Duke kembali bekerja."

Ophelia duduk santai di samping suaminya. "Tidak mau."

"..."

"Aku sedang menikmati liburan."

"Itu bukan liburan, Duchess. Itu pelarian tanggung jawab."

"Itu juga benar."

Silas menghela napas kecil sambil memijat pelipis. "Edgar."

"...Ya, Duke?"

"Kau terlalu dramatis."

Pria bernama Edgar itu langsung terlihat tidak percaya. "SAYA? DRAMATIS?"

Ia menunjuk dirinya sendiri dengan mata hampir merah.

"DUKE, ADA TIGA PULUH DUA DOKUMEN PENTING MENUNGGU TANDA TANGAN ANDA."

"Hm."

"ADA EMPAT BANGSAWAN YANG HAMPIR BERKELAHI DI RAPAT WILAYAH UTARA."

"Mereka memang suka berisik."

"DAN ADA SATU PEMIMPIN YANG MENANGIS KARENA DITAKUTI NIGHT VANGUARD."

Ares langsung menyeringai kecil. "Yang itu lucu."

"TUAN MUDA JANGAN IKUT MENIKMATI INI."

Freya sekarang benar-benar menahan tawa.

Karena Edgar terlihat seperti karakter pekerja kantoran yang kehilangan harapan hidup akibat bos toxic.

Dan yang lebih parah...Bos toxic itu adalah Duke Blackwood sendiri.

Seraphina menutup senyum kecilnya dengan cangkir teh. "Silas, kau benar-benar tidak berniat kembali?"

Silas menyender santai di sofa. "Aku sedang menikmati ketenangan."

Edgar langsung menunjuk luar mansion dengan gemetar emosional. "KEDIAMAN BLACKWOOD TIDAK TENANG, DUKE."

"Itu masalahmu."

"..."

Freya hampir jatuh dari sofa karena menahan tawa.

Crimson Valkyrie mendesah panjang. "Keluarga bangsawan dunia ini benar-benar kacau."

"Itu benar."

Namun tepat saat Edgar hendak mengalami kehancuran mental total...

TOK.

Suara langkah kaki lain terdengar dari koridor. Dan beberapa detik kemudian... Zevian masuk ke ruang tengah.

DEG.

Freya langsung refleks duduk tegak.

Putra mahkota itu terlihat jauh lebih santai pagi ini. Rambut hitamnya sedikit berantakan tipis seolah baru selesai mandi. Mantel kerajaannya belum dipakai.

Dan masalah terbesar Freya sekarang adalah...'Kenapa dia tetap tampan bahkan saat baru bangun tidur sih?'

Crimson Valkyrie langsung mendesah kecewa. "Otakmu benar-benar tidak tertolong."

Zevian mengangkat pandangan pelan. Dan seperti biasa...tatapannya langsung jatuh tepat pada Freya.

DEG.

Freya buru-buru pura-pura fokus minum teh.

Edgar yang baru menyadari keberadaan putra mahkota langsung membeku total. "...Y-Yang Mulia?"

Zevian mengangguk kecil.

Edgar perlahan terlihat makin ingin menangis. Karena sekarang ia sadar satu fakta mengerikan yaitu Duke Blackwood tidak hanya kabur kerja.

Beliau kabur kerja sambil nongkrong santai bersama putra mahkota di mansion keluarga Vane.

"...Saya benar-benar akan mati muda."

Ares langsung tertarik. "Wah. Edgar akhirnya menyerah pada hidup."

"Itu salah Yang Mulia Duke."

Silas terlihat sama sekali tidak merasa bersalah.

Justru Freya yang mulai kasihan sedikit pada Edgar. Sedikit saja.

Beberapa saat kemudian... Ruang makan mansion kembali ramai.

Dan Edgar sekarang duduk dengan aura orang yang sedang menghadapi bos paling menyebalkan sedunia.

Ia membuka tumpukan dokumen tebal di depan Silas. "Yang ini laporan wilayah utara."

"Hm."

"Yang ini masalah distribusi mana crystal."

"Hm."

"Yang ini proposal pengembangan pasukan."

"Hm."

Silas menjawab semuanya sambil makan sarapan dengan tenang.

Edgar perlahan mulai kehilangan kewarasan.

Freya yang duduk di dekat Aria berbisik kecil, "...Dia benar-benar menderita."

Aria menahan tawa kecil. "Sedikit."

"Sedikit?"

"Itu terlihat lebih dari sedikit."

Dan Freya langsung sadar sesuatu.

Aria sekarang jauh lebih sering bicara dibanding dulu. Lebih santai, lebih nyaman. Dan dadanya langsung terasa hangat lagi.

'YES. HEALING ARC BERHASIL.'

Crimson Valkyrie langsung mendengus. "Kau benar-benar terdengar seperti ibu rumah tangga."

'ITU PUJIAN.'

Sementara itu di ujung meja...Edgar akhirnya memberanikan diri menatap Silas lagi.

"Duke."

"Hm?"

"Kalau boleh jujur..."

"Itu tidak boleh."

"..."

Hening.

Lalu Edgar tetap melanjutkan dengan nekat. "ANDA TERLIHAT SANGAT BAHAGIA DI SINI."

DEG.

Seluruh meja langsung diam sepersekian detik.

Silas perlahan mengangkat kepala. Dan untuk pertama kalinya sejak datang... Ekspresi Duke Blackwood benar-benar melunak kecil. "...Mansion ini tenang."

Cassius langsung mengangkat alis tipis.

Ares hampir tersedak apel.

Freya berkedip kecil.

Karena jujur saja...Kata "tenang" adalah kata terakhir yang akan ia gunakan untuk mansion ini.

Ophelia langsung tertawa kecil. "Oh? Jadi kau mengakui suka di sini?"

Silas langsung sadar kesalahannya. "...Aku salah bicara."

"Sudah terlambat."

Edgar menatap semua itu dengan wajah kosong perlahan. "...Astaga."

Freya langsung curiga. "...Kenapa?"

Edgar menatap Silas dengan ekspresi seperti baru menemukan kebenaran dunia. "Duke benar-benar sedang liburan."

Silas meminum teh dengan tenang. "Aku bekerja."

"ANDA MEMANCING IKAN DI DANAU BELAKANG KEMARIN."

Hening.

Freya perlahan menoleh. "...Ayahmu mancing?"

Ares menggigit apel santai. "Beliau memang suka memancing saat stres."

Freya langsung melihat Silas dengan tatapan baru.

Entah kenapa bayangan Duke Blackwood memancing terasa terlalu absurd.

Namun lebih absurd lagi... Silas tidak menyangkalnya.

"Itu terapi mental."

"Itu pelarian tanggung jawab."

"Itu juga benar."

Freya sekarang yakin Edgar pantas mendapat kenaikan gaji.

Setelah sarapan selesai... Edgar akhirnya menyerah secara spiritual dan mulai membereskan dokumen sambil menangis dalam hati.

Sementara itu Freya kabur ke taman belakang bersama Aria demi menyelamatkan kewarasannya.

Angin pagi bertiup lembut melewati taman bunga mansion Vane. Freya duduk santai di bangku batu sambil mendesah panjang.

"...Aku baru sadar bangsawan besar ternyata tidak sesempurna bayanganku."

Aria tertawa kecil. "Kau baru sadar?"

"Dulu mereka terlihat sangat menakutkan."

"Sekarang?"

Freya diam beberapa detik. Lalu menjawab jujur, "...Sekarang mereka terlihat seperti keluarga aneh."

Dan anehnya... Ia menyukai itu. Sangat menyukai itu. Karena untuk pertama kalinya sejak datang ke dunia ini... Freya merasa benar-benar punya tempat untuk pulang.

DEG.

Perasaan hangat itu muncul lagi. Namun sebelum suasana berubah terlalu emosional...

TOK.

Suara langkah kaki terdengar dari belakang.

Freya langsung menoleh. Dan tentu saja.

Zevian.

DEG.

Crimson Valkyrie langsung muncul lagi dengan senyum penuh dosa. "Ah. Targetmu datang."

'ITU BUKAN TARGETKU.'

Zevian berjalan mendekat perlahan. Tatapan biru gelapnya langsung jatuh pada Freya.

"Kalian di sini."

Aria buru-buru berdiri kecil. "Saya kembali ke dalam dulu."

DEG.

Freya langsung panik internal. 'ARIA JANGAN TINGGALIN AKU SENDIRIAN.'

Namun Aria hanya tersenyum kecil penuh pengkhianatan lalu pergi.

Crimson Valkyrie tertawa tanpa ampun.

Freya sekarang benar-benar sadar... Ia ditinggalkan sendirian bersama Zevian.

SENDIRIAN.

Dan jantungnya langsung mulai tidak kooperatif lagi.

DEG.

DEG.

DEG.

Zevian duduk santai di bangku sebelahnya. Hening kecil muncul. Namun anehnya... Tidak secanggung dulu lagi.

Freya menggenggam ujung bajunya kecil. "...Yang Mulia tidak ikut membantu Duke Blackwood bekerja?"

Untuk sepersekian detik... Sudut bibir Zevian bergerak tipis. "Edgar terlihat hampir menangis."

Freya langsung membeku. "...Yang Mulia ternyata bisa bercanda?"

"Itu fakta."

Dan Freya terkena critical damage lagi. Karena pria itu terlihat jauh lebih santai akhir-akhir ini. Lebih manusiawi, lebih hangat. Dan itu sangat berbahaya untuk kesehatan mental Freya.

Crimson Valkyrie mendesah panjang. "Kau benar-benar selesai."

'DIAM.'

Hening kecil kembali muncul.

Lalu Zevian tiba-tiba berkata pelan, "...Kau terlihat lebih nyaman sekarang."

DEG.

Freya berkedip kecil. "...Hah?"

"Di mansion ini." Tatapan biru gelap itu tetap tertuju padanya. "Dulu kau selalu terlihat tegang."

Freya perlahan diam. Karena itu benar. Dulu dirinya selalu takut. Takut salah bicara. Takut ketahuan. Takut suatu hari semua orang sadar dirinya hanyalah "orang asing".

Namun sekarang... Untuk pertama kalinya... Ia mulai merasa diterima.

DEG.

Freya menunduk kecil sambil tersenyum tipis. "...Karena mereka baik padaku."

Dan untuk sesaat...tatapan Zevian sedikit melunak lagi.

Angin sore bertiup pelan di antara mereka. Tenang, hangat, dan nyaman. Namun tentu saja...kedamaian tidak bertahan lama di mansion Vane.

Karena beberapa detik kemudian...

BRAK.

"DUKEEEEE..." Suara Edgar menggema dari dalam mansion. "Ada surat darurat dari wilayah utara."

Hening.

Silas yang masih memancing di dekat danau perlahan memejamkan mata seperti pria yang baru kehilangan kedamaian hidup.

Sedangkan Freya...Freya langsung tertawa. Tertawa lepas. Dan tanpa sadar... Zevian memperhatikannya diam cukup lama.

Karena sekali lagi... Senyum itu terasa terlalu familiar di hatinya.

1
aku
lagi 😁
aku
😭😭 alasan nmr 83 😭😭 🤣🤣🤣no.1 nya cembokurr 🤣🤣
aku
mulai mekar kah bunga asmara pangeran?? 😁
aku
🤣🤣🤣🤣 jlebbb 🤣🤣🤣
aku
aduduh,ngabrut 🤣🤣🤣 seminar ekonomi 🤣🤣🤣
aku
jangan2 si ares kyk emaknya 🤣
frina ayu: faktor genetik kak 😭
total 1 replies
paijo londo
lyra dulu meninggal karena TDK ada yg membantu untuk menutup gerbangnya hingga mengambil nyawanya sedangkan Freya mulai banyak yg munyukainya hingga tanpa ragu berani mengorbankan nyawanya untuk Freya 💪freya
paijo londo
celetukan Freya bikin Ares suka ketawa
paijo londo
frey lucu ya kalo ngumpat dalam hati kita yg baca jadi ketawa ngakak 🤣🤣
aku
kok kesian sm monster2 nya 😭😭
aku
res, lu lama2 gue gibeng jg. bkin reader kepo maksimal. 😭😭 agk curiga tp jg menghibur 🤣
aku
ceileeeehhh terkesimo kah kau frey 😌😌
aku
ares, lama2 kau makin mengerikan 😭😭
aku
selamatkan jantungmu frey 🤣🤣
aku
bnr, tidak fantassttt ish ish ish 😌😌🤣🤣
aku
ceplas ceplos dn bar bar kah aslinya ra??? 🤣🤣🤣
frina ayu: asbun kak dia🤣
total 1 replies
aku
heh 🤣🤣 nyukurin yg asli mati duluan 🤣🤣 astagaa
frina ayu: takutnua kalo gak dimatiin nanti rebutan tubuh kak😄
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!