Update 1 × 10 bab per 7 hari
*******************
Li Yu’er hanyalah seorang pekerja kantor biasa di dunia modern.
Hidupnya dipenuhi lembur, kopi pahit, dan rutinitas tanpa akhir… sampai sebuah kecelakaan merenggut nyawanya dan membuatnya terbangun di dunia Douluo Dalu.
Ia bereinkarnasi sepuluh tahun sebelum kelahiran Tang San.
Di dunia tempat kekuatan ditentukan oleh roh bela diri dan soul ring, Li Yu’er terlahir dengan bakat yang bahkan mampu mengguncang seluruh Spirit Hall
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mianno, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tetua Kelima Worship Hall
Malam itu Li Yu’er hampir tidak tidur.
Bukan karena gugup.
Melainkan karena pikirannya terus memikirkan banyak kemungkinan.
Worship Hall.
Tempat berkumpul para Title Douluo pilar tertinggi Spirit Hall.
Bahkan di novel asli, keberadaan mereka berada di puncak dunia spirit master.
Setiap tetua di sana adalah monster yang mampu mengguncang satu kerajaan sendirian.
Dan sekarang…
salah satu dari mereka akan datang menemuinya.
Li Yu’er duduk di dekat jendela sambil memandangi langit malam Kota Luo’an.
Cahaya bulan menyinari wajahnya dengan samar.
Entah kenapa, sejak mendapatkan soul ring pertama, resonansi Moonlit Arrow dengan cahaya bulan menjadi jauh lebih jelas.
Soul power di tubuhnya terasa lebih aktif pada malam hari.
Namun di saat bersamaan—
Freya juga menjadi semakin tidak stabil.
Li Yu’er perlahan memejamkan mata.
Di dalam ruang spiritualnya, Valkyrie bersayap emas itu kini terlihat jauh lebih nyata dibanding sebelumnya.
Aura sucinya memenuhi hampir separuh ruang spiritual.
Dan tekanan yang dipancarkannya…
bahkan membuat Moonlit Arrow terlihat lebih redup.
“Kalau terus begini…”
Li Yu’er mengerutkan alis.
Ia harus menemukan cara mengendalikan Freya.
Kalau tidak, cepat atau lambat roh kedua itu akan terungkap dengan sendirinya.
Namun untuk saat ini—
prioritasnya adalah menghadapi orang dari Worship Hall besok.
…
Pagi hari datang dengan cepat.
Langit Kota Luo’an masih sedikit gelap saat area utama Spirit Hall sudah mulai ramai.
Namun suasana hari ini terasa berbeda.
Lebih serius.
Banyak spirit master terlihat berdiri rapi di aula utama.
Bahkan Mo Han tampak mengenakan jubah resmi Spirit Hall.
Li Yu’er yang datang ke aula segera menyadari perubahan atmosfer itu.
“Tekanan ini…”
Aura soul power samar memenuhi seluruh bangunan.
Jauh lebih kuat dibanding biasanya.
Tak lama kemudian Elder Xu berjalan mendekat.
Tatapannya jatuh pada Li Yu’er beberapa detik sebelum ia berkata,
“Mereka sudah tiba.”
Li Yu’er sedikit mengangguk.
Jantungnya berdetak lebih lambat.
Bukan karena takut.
Melainkan karena fokus.
Beberapa saat kemudian—
DUUMM!
Suara berat terdengar dari luar gedung.
Seluruh aula langsung menjadi sunyi.
Langkah kaki perlahan terdengar mendekat.
Dan sesaat kemudian—
seorang pria tua memasuki aula utama.
Rambutnya putih panjang hingga punggung.
Tubuhnya tinggi dan tegap.
Ia mengenakan jubah putih keemasan dengan lambang sayap di bagian dada.
Tatapannya tenang.
Namun aura yang dipancarkannya membuat udara terasa berat.
Bahkan beberapa spirit master di aula langsung menundukkan kepala.
Mo Han segera memberi hormat dalam-dalam.
“Salam kepada Lord Gu Yue.”
Elder Xu juga ikut membungkuk hormat.
Li Yu’er diam-diam memperhatikan pria tua itu.
“Ini…”
Tekanan soul power orang ini jauh melampaui Mo Han.
Bahkan dibanding Elder Xu sekalipun, perbedaannya seperti langit dan bumi.
Dan yang paling menarik perhatian Li Yu’er—
di punggung pria tua itu tergantung sebuah busur panjang emas pucat.
Busur itu tampak sederhana.
Namun aura tajam yang dipancarkannya membuat Li Yu’er langsung merasakan resonansi dari Moonlit Arrow.
Pupil matanya sedikit mengecil.
“Roh bela diri tipe busur…”
Pria tua itu perlahan menyapu pandangan ke seluruh aula sebelum akhirnya berhenti pada Li Yu’er.
Untuk sesaat—
mata mereka saling bertemu.
Dan detik berikutnya—
DEG!
Moonlit Arrow di dalam tubuh Li Yu’er langsung bergetar.
Pria tua itu sedikit mengangkat alis.
Tatapannya berubah tipis.
“Anak ini…”
Ia bisa merasakan resonansi dari roh bela diri mereka.
Hal seperti itu hanya terjadi antara spirit master dengan atribut sangat cocok.
Gu Yue perlahan berjalan mendekat.
Semakin dekat dirinya—
semakin besar tekanan yang dirasakan seluruh aula.
Beberapa murid bahkan mulai kesulitan bernapas.
Namun Li Yu’er tetap berdiri tenang.
Tatapannya lurus menatap pria tua itu.
Gu Yue berhenti tepat di depannya.
Lalu perlahan berkata,
“Panggil roh bela dirimu.”
Li Yu’er tidak ragu.
Cahaya biru keperakan muncul di tangan kanannya.
Moonlit Arrow perlahan terbentuk.
Soul ring kuning mengelilingi busur itu dengan lembut.
Begitu melihat busur tersebut—
mata Gu Yue akhirnya berubah sedikit serius.
“Moon attribute…”
“Dan kualitas spiritual tinggi.”
Ia mengangkat tangan perlahan.
Detik berikutnya—
cahaya emas muncul di belakang tubuhnya.
WHUSSH!
Sebuah busur raksasa berwarna emas pucat perlahan muncul di udara.
Aura tajam langsung memenuhi seluruh aula.
Roh bela diri Gu Yue— Sacred Plume Bow.
Saat kedua roh bela diri itu muncul bersamaan—
seluruh aula tiba-tiba dipenuhi resonansi energi.
Moonlit Arrow milik Li Yu’er mulai bersinar lebih terang.
Bahkan soul ring kuningnya bergetar samar.
Tatapan Gu Yue semakin dalam.
“Menarik…”
Biasanya roh bela diri level rendah akan langsung tertekan di depan Sacred Plume Bow miliknya.
Namun Moonlit Arrow justru merespons dengan stabil.
Seolah tidak mau tunduk.
Li Yu’er sendiri diam-diam menahan napas.
Karena saat resonansi tadi terjadi—
Freya juga ikut bereaksi.
Aura emas samar hampir keluar lagi dari tubuh kirinya.
Untung ia langsung menekannya.
Namun—
mata Gu Yue tiba-tiba sedikit menyipit.
Ia menatap Li Yu’er beberapa detik lebih lama.
Barusan…
ia merasakan sesuatu yang sangat samar.
Aura itu sangat singkat.
Namun entah kenapa membuat roh bela dirinya sedikit bergetar.
Perasaan itu begitu aneh hingga Gu Yue sempat mengira dirinya salah merasakan.
“Anak ini…”
Tatapannya menjadi lebih tajam.
Tetapi ia tidak mengatakan apa pun.
Sebaliknya, Gu Yue perlahan menarik kembali roh bela dirinya.
Tekanan di aula langsung menghilang.
Banyak orang diam-diam menghela napas lega.
Title Douluo memang terlalu menakutkan.
Hanya berdiri saja sudah memberi tekanan luar biasa.
Gu Yue kemudian memandang Li Yu’er sambil berkata,
“Berapa usiamu?”
“Enam tahun.”
“Dan kau sudah mendapatkan soul ring pertama.”
Li Yu’er mengangguk.
Gu Yue terdiam beberapa saat.
Lalu tiba-tiba ia bertanya,
“Anak kecil.”
“Maukah kau menjadi muridku?”
BOOM!
Suasana aula langsung gempar.
Mata Mo Han membesar.
Elder Xu juga tampak terkejut.
Mereka memang menduga Gu Yue akan tertarik pada Li Yu’er.
Namun tidak menyangka pria itu langsung menawarkan status murid pribadi.
Karena Gu Yue bukan spirit master biasa.
Ia adalah Tetua Kelima Worship Hall.
Seorang Title Douluo legendaris pengguna roh busur suci.
Banyak genius Spirit Hall bahkan tidak punya kesempatan bertemu langsung dengannya.
Namun sekarang—
ia justru menawarkan diri menjadi guru Li Yu’er.
Tatapan semua orang langsung dipenuhi iri dan tidak percaya.
Sementara Li Yu’er sendiri perlahan menatap Gu Yue dengan mata dalam.
Karena ia tahu…
momen ini akan menentukan masa depannya di Spirit Hall.