NovelToon NovelToon
Immortal Phoenix Emperor

Immortal Phoenix Emperor

Status: tamat
Genre:Action / Balas dendam dan Kelahiran Kembali / Fantasi Timur / Tamat
Popularitas:13.7k
Nilai: 5
Nama Author: AnginBiru

Seorang Kaisar Abadi yang sedang melewati rangkaian Ujian Langit, mengalami kegagalan karena diserang oleh Pasukan Berjubah. Dirinya yang mengalami luka cukup parah sebab gagal melewati Ujian Langit, serta merasa geram terhadap Pasukan Berjubah. Menggunakan sebuah Teknik Terlarang untuk melawan Pasukan Berjubah hingga menyebabkan tubuh dan jiwanya hancur.

Lima Ribu Tahun kemudian, Ia terlahir kembali sebagai seorang Tuan Muda dari Klan Xiao. Namun sayangnya, Ia terlahir dengan kondisi lautan energi yang tersegel sehingga membuat dirinya tidak bisa berkultivasi.

Tetapi, kondisi yang kurang baik tersebut tidak membuat dirinya menyerah. Ia akan berusaha keras untuk mendapatkan kembali seluruh kekuatannya seperti di masa lalu, demi membalaskan dendamnya serta melindungi orang yang ia cintai!!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon AnginBiru, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Ch. 31 - Ahli Kelompok Kalajengking Darah

Tangan Xiao Yun tampak bergerak sangat terampil, merawat luka kawan kecilnya tersebut dengan penuh kehati-hatian dan ketepatan. Ia tidak ingin tubuh Xiao Zi terluka karena mata pisaunya yang tajam. Xiao Zi pun sesekali mengeluarkan erangan kesakitan, ketika luka pada tubuhnya saling bersentuhan dengan cairan penyembuh buatan Xiao Yun.

Dan setelah beberapa balutan kain kasa yang Xiao Yun berikan, seluruh luka di tubuh Xiao Zi akhirnya selesai mendapatkan perawatan. Selepas ini, Xiao Zi hanya perlu menunggu waktu saja sampai semua lukanya dapat sembuh secara total. Sedangkan Xiao Yun, tubuhnya yang telah melalui berbagai hal berat nan melelahkan hari ini.

Harus segera beristirahat, memulihkan energinya yang telah hilang agar esok hari dapat berkonsentrasi penuh untuk meningkatkan tahap kultivasinya. "Baiklah. Aku sudah selesai merawat seluruh lukamu, Zi'er." ucap Xiao Yun sambil menyimpan kembali perlengkapan obatnya ke dalam cincin ruang, lalu berganti mengeluarkan kasur lipatnya. "Sekarang, waktunya kita beristirahat."

Permukaan tanah Gua yang cukup kasar, tidak menghalangi kelembutan kasur lipatnya untuk memberikan sensasi nyaman kepada setiap inci anggota tubuh Xiao Yun yang telah terbaring. Hari yang panjang dan menegangkan, sudah berhasil Xiao Yun lewati dengan berbagai momen penting yang tak pernah masuk ke dalam perkiraan benaknya.

Momen tidak terduga yang terjadi hari ini, bukan hanya membuat Xiao Yun mengetahui fakta tentang masa lalu Xiao Zi. Namun juga membawa dirinya menuju konflik yang telah menjadi permasalahan umum di Kota Bulan Malam. Melenyapkan keberadaan Kelompok Kalajengking Darah, merupakan tugas berat yang harus dilakukannya secara cepat ataupun lambat.

Tetapi saat ini, Xiao Yun ingin meningkatkan kultivasinya terlebih dahulu agar mampu menghadapi masalah baru yang akan menghampirinya.

_______

Pada saat bersamaan..

Ketika Xiao Yun sudah beristirahat dengan nyaman bersama Xiao Zi di Gua Ungu. Seorang Pria berambut cokelat panjang dengan jubah berlambang Kalajengking merah, terlihat berdiri sangat kokoh di atas hamparan padang rumput yang luas. Sorot matanya yang terasa sangat berat dan intens, menatap tajam ketiga mayat di sekitarnya dengan keheningan total.

Setiap gerak bola matanya, mengamati dan memeriksa secara saksama hal-hal kecil yang dapat memberikan informasi penting untuk dirinya. "Siapa..? Siapa yang berani melakukan semua ini?!" jemari Pria tersebut mulai terkepal kuat hingga buku-buku jarinya memutih

Keheningan total yang sempat mengikutinya, kini berubah menjadi kobaran api amarah. Aura membunuh di dalam dirinya seketika meledak keluar saat mengetahui bahwa Xie Yuefan serta kedua Pengawalnya telah terbunuh secara kejam. Suasana damai pada hamparan padang rumput tersebut langsung terselimuti oleh luapan aura membunuh yang menyebar luas dengan cepat.

Hingga membuat beberapa hewan Spirit Beast yang berada di sana, berlari sekuat tenaga untuk menjauh dari ancaman aura membunuh tersebut. Lalu, tembakan energi murni mulai dilepaskan ke langit oleh Pria berjubah hitam itu melalui jari telunjuknya.

BOOM!

Sebuah ledakan yang menghasilkan kepulan asap berwarna merah seketika menghiasi cakrawala, akibat tembakan energi murni sebelumnya. Beberapa detik kemudian, dua orang Pria yang berpakaian serupa dengan kedua Pengawal Xie Yuefan langsung muncul di belakang posisi Pria berambut cokelat tersebut. Sikap hormat pun segera ditunjukkan oleh mereka dengan cara menundukkan kepala serta menangkupkan kepalan tangan.

Kemudian, salah satu Pria yang mempunyai luka gores menyilang pada sisi kanan wajahnya mulai bertanya, "Apakah Tuan Yuanwu sudah menemukan keberadaan Tuan Muda Xie Yuefan?"

Xie Yuanwu -- merupakan nama dari Pria berjubah hitam yang baru saja mengirimkan sebuah pesan sinyal ke langit beberapa saat lalu. Xie Yuanwu, tampak terdiam ketika mendengar pertanyaan salah satu bawahannya. Bibirnya terkatup rapat, namun tubuh tegapnya terus bergetar hebat karena emosi yang meluap-luap.

Sementara itu, satu Pria lainnya sontak menyentuh kasar tubuh rekannya tersebut dengan siku lengannya. "Perhatikan terlebih dahulu kondisi di sekelilingmu sebelum bertanya kepada Tuan Yuanwu, dasar payah." Kesadaran Pria dengan luka menyilang di wajahnya itu seketika tersentak setelah mendapat teguran tegas dari rekannya. Kemudian, pandangan matanya segera memeriksa kondisi mengerikan yang mengelilingi dirinya.

Wajahnya berpaling dengan cepat ke sisi belakang tubuhnya dan sisi depan posisi Xie Yuanwu berdiri. "I, ini tidak mungkin?!" mata pria tersebut langsung terbelalak, tubuhnya tersentak mundur saat memandang mayat Xie Yuefan serta kedua Pengawalnya. "Tuan Muda.. Pengawal Xu dan Pengawal Li. Mereka semua telah mati..?!"

Kenyataan pahit yang harus diterima oleh kedua bawahan Xie Yuanwu, membuat kepala mereka tertunduk dengan kondisi rahang yang mengeras. Terkejut, marah dan rasa sakit. Berkecamuk hebat menjadi satu di dalam diri mereka hingga menghasilkan embusan napas yang tersengal-sengal. "Siapa yang berani melakukan semua ini, Tuan Yuanwu?!" salah satu bawahan lainnya mulai turut bertanya

"Untuk sekarang, aku masih belum menemukan petunjuk mengenai pelaku yang berani membunuh Yuefan serta kedua Pengawalnya. Tetapi.." Xie Yuanwu segera berjalan menghampiri mayat Xie Yuefan disertai tatapan mata yang dingin. "Siapapun identitas orang itu. Aku, Xie Yuanwu! Akan menemukan keberadaannya dan membalas perbuatannya ini dengan cara yang lebih kejam!"

"Tidak akan kubiarkan dirinya dapat terlepas dari cengkraman Kelompok Kalajengking Darah!!"

Meskipun sikap Xie Yuanwu terlihat cukup tenang dan tak berlebihan dalam bereaksi, namun kemarahan mendalam terasa sangat jelas dari perkataannya. Kata-kata yang lolos melalui rongga mulutnya, menjadi peringatan bahaya untuk Xiao Yun. Sebab dirinya merupakan pelaku di balik pembunuhan Xie Yuefan. "Lalu, apa yang harus kita lakukan sekarang, Tuan Yuanwu?"

"Menurutku, lebih baik jika kita saling berbagi tugas untuk mencari pelaku dari kejadian ini dan membawa pulang jasad Tuan Muda Xie Yuefan serta kedua Pengawalnya."

Kedua bawahan Xie Yuanwu saling berdiskusi, memberi saran dan pertanyaan kepada dirinya perihal tindakan yang akan mereka lakukan selanjutnya. "Kita kembali ke markas terlebih dahulu. Aku harus menghadap Ketua secar langsung untuk menjelaskan setiap detail insiden ini." jelasnya seraya mengangkat jasad Xie Yuefan dengan kedua tangannya

"Baik, Tuan!"

Setelah mendapat perintah tegas dari Xie Yuanwu, kedua bawahannya tersebut segera membawah tubuh tak bernyawa milik Pengawal Xu serta Li dengan cara yang serupa seperti Tuannya. Selepas itu, bayangan mereka seketika menghilang dari luasnya hamparan padang rumput. Mereka pergi sejenak dari Hutan Spirit Beast untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Xie Yuefan. Dan akan kembali, membawa keinginan balas dendam serta niat membunuh yang jauh lebih kuat.

_______

Keesokan harinya..

Ketenangan dan kehangatan yang menyelimuti bagian dalam Gua Ungu, memberi cukup banyak energi positif kepada tubuh Xiao Yun yang telah beristirahat satu malam penuh. Energinya kini sudah terisi kembali setelah sebelumnya sangat terkuras akibat bertarung dengan anggota Kelompok Kalajengking Darah. Dan saat ini, dirinya terlihat sangat serius mengamati setiap bagian cincin ruang milik Xie Yuefan dan kedua Pengawalnya yang ia rampas.

Jemari kecilnya memegang ketiga cincin tersebut dengan kondisi kedua alisnya yang bertaut rapat. Lalu, Xiao Yun segera memasukkan sedikit kesadarannya untuk mengetahui serta memeriksa benda-benda berharga yang terdapat di dalam cincin ruang itu. Selama pemeriksaan terhadap dua cincin milik Pengawal Xie Yuefan, kesadaran Xiao Yun hanya menemukan beberapa benda biasa yang tak menarik minatnya.

Akan tetapi, saat memeriksa bagian dalam cincin ruang milik Xie Yuefan. Kesadaran Xiao Yun menemukan sebuah Teknik Bertarung tingkat Emas tahap Menengah yang sangat menarik perhatiannya. Tanpa menunda waktu, Xiao Yun langsung mengeluarkan Teknik Bertarung tersebut untuk dirinya periksa lebih lanjut.

Sebuah gulungan Teknik Bertarung yang dilapisi oleh kayu rotan tipis serta diikat dengan tali berwarna emas, seketika keluar dari dalam cincin ruang Xie Yuefan. Kemudian, pada sisi lain gulungan tersebut tertera nama dari Teknik Bertarung itu yakni, Tebasan Pembunuh Darah. Senyum lebar pun segera terukir di wajah Xiao Yun ketika bibirnya secara spontan mengucap nama dari Teknik Bertarung yang berada di tangan kanannya tersebut.

"Tebasan Pembunuh Darah, ya. Ini akan sangat menarik." Api semangat di dalam diri Xiao Yun langsung menggebu-gebu, setelah dirinya berhasil mendapat sebuah Teknik Bertarung yang akan meningkat kekuatan bertarungnya.

Tebasan Pembunuh Darah, jelas merupakan Teknik Pedang yang sangat cocok untuk dirinya. Teknik ini akan menjadi tumpuan utamanya sementara, di saat ia belum bisa menggunakan seluruh Tekniknya pada kehidupan yang lalu. Beberapa detik setelahnya, kedua tangan Xiao Yun langsung membuka gulungan tersebut dengan kebahagiaan yang tidak dapat disembunyikan.

Ketika gulungan Teknik Bertarung itu sudah terbuka sepenuhnya, selembar kertas berwarna cokelat berisi pedoman cara melatih Tebasan Pembunuh Darah mulai terpampang jelas di depan mata Xiao Yun. Meskipun Tebasan Pembunuh Darah adalah Teknik Bertarung yang masuk ke dalam kategori tingkat Emas tahap Menengah. Tetapi, tidak ada hal spesial atau ketentuan sulit untuk melatih Teknik tersebut.

Bagi Xiao Yun yang sudah melatih sangat banyak Teknik Bertarung semasa hidupnya, hal paling menonjol dari Tebasan Pembunuh Darah hanyalah syarat wajib untuk menggunakan Teknik ini. Syarat wajib yang tertulis pada lembar kertas tersebut cukup sederhana, pengguna Teknik hanya perlu menggabungkan aura membunuh serta energi murninya untuk melepaskan Tebasan Pembunuh Darah.

Walaupun terlihat sangat sederhana dan mudah, namun bagi para kultivator yang tidak memiliki aura membunuh di dalam dirinya. Tak akan bisa menggunakan Teknik Tebasan Pembunuh Darah, sebab Teknik ini diciptakan untuk para pembunuh berdarah dingin. Dan syarat itu, bukanlah masalah besar bagi Xiao Yun yang telah membunuh tiga orang kultivator dengan tangannya sendiri.

Sedangkan bagian lainnya, seperti siluet tubuh peraga yang turut tergambar di atas lembar kertas tersebut. Juga tak mengganggu keinginan Xiao Yun untuk segera melatih Tebasan Pembunuh Darah. Sebagai salah satu kultivator pengguna pedang terbaik di Benua Petarung, dirinya belum pernah merasa kesulitan ketika mempelajari Teknik Pedang. "Apa kau ingin langsung melatih Teknik itu?" tanya Yan yang sedang hinggap pada bahu kirinya

"Tentu saja. Aku tidak mungkin menyia-nyiakan Teknik yang cukup bagus ini. Aku sangat penasaran dengan kekuatan Teknik Tebasan Pembunuh Darah." jelas Xiao Yun dengan penampilan mata yang berbinar-binar

1
Nanik S
Ternyata membuat racun untuk melapisi pedang
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo jadi lebih kuat
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
semoga selalu konsisten Thor dengan alur ceritanya
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
lanjut Thor
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
alur cerita yang menarik
Nanik S
Xiao Yun... apa mau mbuat Pil
Nanik S
Xiao Ling
Nanik S
Lanjut
Nanik S
Lelah ya Xiao Yun
Nanik S
Latihan yang Konyol
Nanik S
Xiao Lin bukan hanya berambisi tapi takut gelarnya jatuh sebagai Jenius Klan Xiao
Nanik S
Kurang seru Tir
Nanik S
Lanjutkan
echa purin
👍🏻
Arinto Ario Triharyanto
ok
Nanik S
Akhirnya dapat berkultivaai
Nanik S
Lanjutkan
Nanik S
Tidak bisa berkuktivasi tapi nekad minum Exselir 7 warna
Nanik S
Mcnya harus Cool dan jangan mudah terprokaai sikap wanita
Nanik S
Mcnya harusnya dingin pada wanita
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!