Alexa Alvarez, seorang gadis yang tomboi, ceria, ahli bela diri, jenius tapi sangat ceroboh.
Javier Hernandez, tunangan asli Alexa yang belum pernah ditemuinya, Zaidan Hernandez, pria datar, kejam dan arrogan, Dia CEO ZH, Crops, yang juga Paman Javier, dan pria yang tidak sengaja tidur dengan Alexa.
Sampai suatu saat, Alexa salah mengenali, Zaidan sebagai tunangannya dan Javier sebagai CEO ZH, Crops.
Kisah mereka pun dimulai, antara Alexa, Zaidan dan Javier yang salah target.
Bianca, adik sepupu dari Javier, musuh dalam selimut Alexa.
Bianca orang yang hidup kembali, jadi Dia tahu cerita selanjutnya, yang selalu berusaha untuk membunuh Alexa agar bisa menjadi Nyonya besar Hernadez.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Vhiy08, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab31 Penyelamatan Bianca
Pertarungan antara Kenzo dan Albert tidak bisa terelakkan lagi.
Sementara para bawahan dan sniper itu tidak ada yang bergerak, senjata mereka semua sudah tergeletak dilantai.
Dibelakang Kenzo ada, Aland, Han, Zul, Zio dan Axel dalam posisi yang standby, dengan senjata ditangan masing-masing.
Lalu, dari sudut tersembunyi, mata tajam Aland menangkap pergerakan kecil, dan dengan secepat kilat, Aland melemparkan belatinya, dan tepat mengenai paha pria itu.
"Siapa kau?" Ucap satu suara datar dari belakang pria itu membuatnya terkejut.
"Lo... Lo bagaimana Lo bisa keluar dari peti kaca itu, peti itu akan terbuka hanya dengan menggunakan kode, jika tidak maka akan terkurung selamanya." Ucap Beno dengan tidak percaya.
"Sejauh ini, orang yang bisa mengurung gue belum lahir," Sahut Alexa datar sambil berdiri tegap dengan tangan yang memegang belati dengan mata yang mengarah ke lengannya.
"Bagaimana kau bisa dengan mudah memecahkan kodenya?" Tanya Beno dengan suara yang bergetar, dirinya masih belum mengenal siapakah indentitas asli gadis itu.
"Beno... Saudara dari Monika... Akhirnya Lo datang sendiri kehadapan gue, tanpa gue cari," Ucap Alexa tanpa menjawab pertanyaan dari Beno.
"Dari mana Lo tahu semua itu... Siapa Lo sebenarnya... Cepat katakan!!!" Teriak Beno ketakutan.
"Lo enggak perlu tahu, gue siapa, yang harus Lo tahu, gue akan menagih hutang darah yang Lo pinjem..." Jawab Alexa sambil menunjuk kearah Beno.
Lalu, dengan gerakan cepat, Alexa memukul tengkuk Beno yanga terlihat bersiap akan menyerangnya dan melarikan diri dari tempat itu.
"Kalian... Bawa Dia ke markas, ada yang ingin gue tanyain Ke Dia..." Ucap Alexa lalu berbalik menuju tempat Kenzo dan Albert bertarung.
"Apakah sudah selesai?" Tanya Alexa dari balik punggung Kenzo.
Greebs
"Honey..." Panggil Kenzo dengan memeluk tubuh Alexa dari belakang.
"Jangan lakukan ini lagi, kau tidak tahu, saat tahu dirimu diculik, separuh nyawa ku seakan dicabut paksa," Lanjut Kenzo dengan suara yang bergetar.
"Maaf... Aku juga terpaksa, awalnya juga aku tidak tahu jika aku diculik, pas aku terbangun, aku sudah didalam mobil, dan aku melihat salah satu dari mereka mempunyai tato, yang sangat familiar di ingatanku," Cerita Alexa sambil tersenyum dan mengelus kepala Kenzo yang ditelusupkan dilehernya.
"Sudah... Ayo kita pulang..." Ajak Alexa lalu berbalik sambil melepaskan belitan tangan Kenzo di pinggangnya, Alexa mengelus rahang Kenzo dengan tersenyum hangat, setelah itu, Alexa menggenggam tangan Kenzo dan menariknya keluar, dan meninggalkan tempat itu.
#####
"Jalang itu sudah diselamatkan?" Ucap Bianca terkejut dan refleks berdiri dari tempatnya duduk.
"Siapa yang menyelamatkan nya?!" Tanya Bianca lagi.
"Gue denger-denger sih Kenzo..." Sahut Arleta santai sambil memainkan kuku-kukunya.
"APA!!!" Teriak Karina terkejut dengan mata yang melotot.
"Tidak mungkin...! Karena yang gue denger Tuan besar Darren sedang dirawat, dan Kenzo baru saja kembali ke mansion lama, jadi tidak mungkin Kenzo sempat untuk menyelamatkannya," Sangkal Kirana dengan tidak percaya, seolah tengah meyakinkan dirinya sendiri dengan menggeleng-gelengkan kepalanya berkali-kali.
Sedangkan Bianca tampak terdiam, dengan dahi yang mengkerut dalam, seperti sedang berfikir keras.
'Diselamatkan Kenzo? Seharusnya bukan seperti ini, seharusnya Alexa sudah mendapatkan suntikan kembali dan dibawah kendali Beno,' Ucap Bianca dalam hatinya.
'Apakah motif penculikan nya juga berbeda dari kehidupan gue yang pertama? Ada apa ini, mengapa semuanya sangat berbeda?' Tanya Bianca tidak mengerti.
'Seharusnya saat ini Kenzo bertemu dengan gue yang juga diculik, dan mulai saat itu Kenzo menjadi anjing setiaku, terus karena kepandaian gue dalam berakting dan mengadu domba, jadi Kenzo merasa simpati dan mulai jatuh cinta dengn kelembutan gue... Mengapa semuanya berbeda, Alexa harus mati, jika tidak semuanya akan bertambah kacau ' Lanjut Bianca dengan tangan yang mencengkram erat pinggiran sofa yang didudukinya.
"Lalu apakah ada kabar dari Javier?" Tanya Bianca cepat.
"Ahkk... Ya, gue denger kalau Javier dipaksa oleh Tante Laras buat nyari Lo..." Sahut Arleta lagi.
"Iya... Dan saat ini seharusnya Dia sudah sampai ke wilayah dekat sini..." Timpal Kirana.
'Tapi, bagian yang ini sama persis, dimana kesalahannya, nanti saja gue pikirkan lagi, saat ini yang terpenting mengendalikan Javier dulu, jika Kenzo tidak bisa gue dapetin, maka Javier harus tunduk dibawah kendali gue.' Ucap Bianca penuh tekad.
"Ayo bantu gue..." Ucap Bianca lalu dengan cepat berganti pakaian dan berhias seolah bekas penyiksaan, dengan debu yang mengotori wajahnya.
*
*
*
"Tuan... Disini!" Teriak bawahan Javier sambil menunjuk pintu yang tertutup rapat.
Lalu, dengan sekuat tenaga tiga bawahan Javier langsung mendobrak pintu, sedangan Javier hanya berdiri tak bergeming dengan raut wajah yang datar melihatnya.
Dan saat terbuka mereka dapat melihat Bianca yang terikat di kursi, dengan mulut yang tersumpal kain serta baju yang tampak robek dibeberapa tempat, ada beberapa lebam di wajah dan tangannya.
Saat ikatannya terlepas, Bianca langsung berlari dan memeluk Javier sambil menangis.
Tapi belumlah tubuhnya sampai, Javier langsung menarik tubuh Laras yang juga ikut, untuk menggantikan posisi dirinya berdiri, dan alhasil, Laras lah yang dipeluk Bianca. Javier hanya menatap itu dengan sorot mata tajam danal datar.
Ada sebagian hatinya yang mengatakan jika semua ini hanya rekayasa Bianca saja agar bisa menjauhkan dirinya dari Alexa.
Setelah itu, Javier melangkah pergi begitu saja tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
"Kak Javier... Bantu Bianca, kaki Bianca sepertinya mati rasa..." Ucap Bianca dengan suara manjanya.
Javier hanya menggerakkan tangannya melambai pada bawahannya untuk membantu Bianca masuk kedalam mobil, tanpa menoleh ataupun mengentikan langkahnya.
Setelah itu langsung mengisaratkan pada Gara untuk segera meninggalkan tempat itu. Sementara Bianca menatap Javier dengan sorot mata tajam dan emosi.
"Untie... Mengapa Kak Javier sepeti kesal pada Bianca? Apakah Kak Javier marah pada Bianca karena telah menyusahkan nya?" Tanya Bianca pada Laras dengan suara yang sedih dan raut wajah sendu dan bersalah.
"Tidak Sayang... Javier hanya sedang capek saja..." Sahut Laras sambil mengelus kepala Bianca yang bersandar di bahunya.
Laras kembali teringat saat kejadian beberapa waktu yang lalu, bagaimana putus asanya Javier, bagaimana tidak berdayanya putranya itu, dan bagaiman sinis nya ucapan nya padanya.