NovelToon NovelToon
The power of santri

The power of santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Teen
Popularitas:256.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurheti

The power of santri sekilas menceritakan perjuangan seorang santri putra bernama Ade firdaus atau biasa di panggil adef. terlahir dari seorang ayah yang pekerjaan nya hanya seorang petani.sedangkan ibunya telah meninggal saat ia masih berusia tiga belas tahun.
rasa syukur adef karena ayahnya sangat mendukung ia untuk bisa belajar di pesantren besar Sehingga ia selalu menggunakan waktunya untuk sungguh sungguh dalam belajar.
Saat sedang semangat mencari ilmu Adef harus menerima kenyataan pahit yang memaksa ia keluar dari pondok.


😊Semoga kisahnya Ada Manfaatnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurheti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sebuah kenyataan pahit 2

Motor yang aku tumpangi masih menelusuri jalananan panjang, Menempuh beberapa rumah dan Toko di setiap pinggir jalan.

Rasanya aku sudah tidak sabar ingin segera sampai di rumah.

"Abahmu sakit parah def, sudah satu minggu tidak makan." Kalimat itu berkali-kali mencengkram pikiranku.

Pikiran ku jadi tidak tenang, antara sedih dan gelisah, aku berusaha menahan air mata.

Motor kang Darma terus menerobos jalanan panjang, hingga sampai di kampung tempat ku berpijak sewaktu kecil.

"Makasih yaa kang." Ucapku saat turun dari motor kang Darma yang berhenti di depan rumahnya.

"Iyaa Def, Kamu yang sabar yaa." Ucap kang Darma.

Aku tersenyum mengangguk dan berjalan menuju rumahku.

Sesampainya aku tercengeng melihat banyak orang di depan rumahku, Ada apakah?.

"Assalamu alaikum." Ucapku.

"Wa alaikum salam." Jawab mereka, Aku menyalami tangan orang-orang yang ada di depan rumahku.

Satu langkah kaki ku memasuki rumah.

"Deggg." Dadaku bagai tertimpah durian, melihat seseorang terbujur kaku, lemah tak berdaya, dengan di bantu mengucap kalimat tahlil oleh Mbah Arda.

"LA ILAHA ILLALLAH."

"LA ILAHA ILLALLAH."

"Hiks..hikss..hikss." Kedua adikku menangis iba di samping abah yang sedang di talqin oleh mbah Arda.

"Sabilah, Habibah." Bisiku yang langsung memeluk pundak mereka dari belakang.

"Ka Adeeff, Abah kaa..hiks...hiks." Keduanya menangis kencang saat melihatku.

Aku merangkulnya, Mencoba menguatkan keduanya.

"LA ILAHA ILLAALLAH". Mbah Arda terus menuntun sakaratul maut sang Abah.

"LA...ILA..HA..ILAALLAH." Ucap Abah, Perlahan matanya menutup dan nafasnya berhenti.

"Abaaaahhhhh.....hiks...hiks...hiks." Teriak sabilah.

"Abah bangun.....abah....abah...." Habibah mengoyang-goyangkan tubuh sang Ayah.

Duniaku terasa gelap tampak makna, Dadaku sangat sesak melihat abah terbujur kaku, Aku Juga ingin menangis meraung-raung.

Tapi aku harus bisa menguatkan kedua adik perempuanku.

Bruuk......Tiba tiba aku ambruk tak berdaya, ku lihat sesaat ada orang yang berusaha menggotong tubuhku.

Dua jam kemudian, Barulah aku tersadar akan pingsanku.

Isak tangis kedua adik masih terdengar jelas.

Ya Allah, kenapa engkau ambil abahku secepat ini.....

Deraian air mata tidak bisa ku bendung lagi, Wanita yang paling berharga dalam hidupku, yang selalu ku sebut ibu sudah tiada.

Sekarang laki-laki yang juga sangat berharga dalam hidupku, Sudah tiada.

Rasanya aku sudah tidak semangat menjalani hari-hari.

"Hiks....hiks...hiks....." Tangisan sabilah terdengar dari luar kamarku.

Aku mencoba menguatkan diri sendiri, Aku bangkit mendekati Sabilah yang sedang di peluk Habibah.

Ku hapus air mata sabilah dengan tanganku, Ku elus kepalanya, Seperti Abah yang selalu

mengelus kepalanya jika ia menangis.

"Deff mau ikut ke kuburan ?. Tanya seseorang bapak-bapak, Aku tidak menjawab, Hanya bangkit berjalan sambil menuntun Sabilah dan Habibah, mengikuti orang-orang yang menggotong abahku di dalam keranda.

"La ilaha illaallah..La ilaha illaallah...."

Habibah dan Sabilah terus menangis terisak-isak, Sampai datang di tempat penguburan.

Aku dan kedua adikku menyaksikan bagaimana Abah kami di ke bumikan, dan tutupi dengan tanah.

Selesai sudah, Batinku menjerit keras dan Menangis meraung-raung.

Sosok laki-laki yang amat berharga sudah tiada, Sosok yang selalu menjadi motivasuku.

"Abaaaaahhh". Hanya batinku saja yang berteriak keras.

Satu persatu orang orang meninggalkan tempat kuburan, Hanya menyisakan tiga orang anaknya yang sedang menangis.

" Abaahhh....kenapaa abah ninggalin sabilah, Abah..hiks...hiks...hiks...."

Habibah menatap sabilah, Ia memeluk adik satu satunya.

Begitu juga dengan aku, Aku memeluk keduanya.

.

.

.Bersambung............ .

1
Imran Kalimanjaro
Alur ceritanya dgn latar kehidupan pesantren yg asing bagi yg bukan santri sangat menarik bagi saya untuk dibaca.
Imran Kalimanjaro
update lah thor, sudah saya kasi kopi tuh....
edy Sagai
Lumayan
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y
Zulfa Haniya
masyaAllah bgt ceritanya bikin saya nyesel knp waktu sekolah gk milih untuk mondok aja
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Agam Khadziq
masih ngambang ceritanya , kurang mengena , dan dari awal belum ada gregetnya
karyaku: hi kk mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
upnya thor
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
jd sangat terharu thor
Fatkhur Kevin
motor legenda msh ketinggalan
Fatkhur Kevin
motor peninggalan abah ketinggalan def
Fatkhur Kevin
mantul thor
Fatkhur Kevin
andaikan ada artinya sekalian malah bagus thor
Fatkhur Kevin
kok turut berkaca kaca ya mataku
Anis Thambayonk
lanjut dong
Anis Thambayonk
sudah lama gak up thor
Muhammad Mahendra Syaputra
maksud nya
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh
Muhammad Mahendra Syaputra
jd teringat almarhum ayah saya jd baca novel ini,😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!