Raden Nandana Rahandika duda tanpa anak yang di jebak oleh seseorang mengakibatkan sebuah tragedi satu malam terjadi. Raden yang dijebak, harus merenggut kesucian gadis asing yang tidak dia kenal.
Apa yang akan Raden lakukan setelah tanpa sadar mengambil paksa kesucian seorang gadis yang tak dia kenal? ikuti kisahnya .
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Puspa Arum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bahagia.
Hari-hari di lalui Elin dan Raden dengan penuh bahagia. Kehamilan Elin pun sudah masuk ke trimester ketiga. Menjelang persalinan, Raden begitu siaga untuk menyambut kelahiran anak mereka.
"Kamu yakin mau lahiran di kampung yang?"
Elin menoleh ke arah suaminya.
"Kalau ibu di bawa kesini dia nggak betah mas, lagi pula kamu nggak perlu khawatir dengan aku juga anak kita."
"Bagaimana aku nggak khawatir, kamu kan jauh dari aku yang.."
"Bagaimana kalau ibu yang kesini, terus beberapa bulan di sini, kita ke kampung. Aku juga punya rencana untuk membuat sebuah pesta buat menyambut kelahiran anak kita."
"Apa perlu yang, kalau niat berbagi sih aku nggak masalah. Jangan sampai nanti ada yang bilang kalau keluarga ku suka pamer."
"Kalau omongan orang yang nggak suka sama kita itu nggak perlu di pikirkan sayang, kalau dia sudah dari awal nggak suka kita...mau sebaik apapun kita tetap saja dilihat salah di mata mereka. Sudahlah, mulai sekarang jangan terlalu banyak memikirkan hal yang nggak penting, ngerti?" Elin hanya menjawab dengan sebuah anggukan.
Tiba saatnya dimana Elin waktu menjalani persalinan. Dengan siaga Raden ada di samping Elin membantu menyemangati dan memberikan support kepada sang istri untuk melahirkan.
Susah payah, tangisan Raden yang melihat istrinya ke sakitan. Melihat bagaimana besarnya pengorbanan seorang perempuan untuk melahirkan keturunan. Pertaruhan nyawa diantara hidup dan mati, rintihan kesakitan membuat Raden tak tega.
Raden bahkan meminta sang istri untuk Caesar saja. Tapi, Elin menolak karena menurut nya dia masih bisa melahirkan normal.
Setelah perjuangan hampir delapan jam, bayi mungil berjenis kelamin laki-laki lahir ke dunia.
Oekk
Oekk
Tangisan bayi terdengar kencang menguasai ruangan. Sementara Raden dan Elin pun menangis. Bukan menangis sedih, namun menangis bahagia.
Tak pernah menyangka jika Raden sudah bergelar sebagai seorang ayah dari bayi mungil yang di beri nama, Araska Rahandika.
Kebahagiaan menyelimuti keluarga Raden dan Elin. Ibu Elin pun pergi ke Jakarta untuk mendampingi Elin dan menemani Elin pasca melahirkan.
Sungguh sangat beruntung bocah yang lahir dengan sendok emas nya. Pewaris tahta keluarga Rahandika.
"Terimakasih sayang, kamu perempuan terhebat." Raden dengan penuh kasih sayang mengecup kening Elin.
"Sama-sama mas, aku juga merasa beruntung punya suami siaga seperti kamu. Terimakasih sudah memilihku menjadi istri mu. Walaupun awalnya kebersamaan kita bukan dari jalan yang baik, tapi semoga kedepannya kita akan selalu belajar dari kesalahan di masalalu." Raden mengusap lembut kepala Elin dan kemudian mendaratkan sebuah kecupan manis di keningnya.
Oekk..
Oekk
"Uluhhh..uluuhhh..anak papa kebangun ya, sepertinya jagoan kita harus mam.." Perlahan Raden membawa baby Aras untuk mendapatkan asi dari sang ibu.
Raden bersyukur karena masih di berikan kesempatan untuk menjadi seorang ayah dan suami dari wanita hebat seperti Elin.
Walaupun pertemuan awal mereka tidak semanis ending tapi dari satu kejadian itu mereka belajar dan tentunya bersyukur karena Allah menghadiahkan mereka malaikat kecil penyejuk hati mereka.
Kakek Raden pun begitu bersyukur masih di berikan umur panjang untuk melihat kelahiran sang cicit dan sekaligus bersyukur karena cucu kesayangannya sudah menemukan kebahagiaan yang selalu dia harapkan.
Dia pun sudah lebih tenang dan menyerahkan semua urusan bisnisnya sepenuhnya pada Raden. Dia hanya ingin istirahat sembari menikmati kebersamaan dengan sang cicit.
Tamat.
Buat para reader maaf untuk cerita ini harus saya tamatkan