NovelToon NovelToon
REUNI

REUNI

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Cintapertama / Tamat
Popularitas:475k
Nilai: 5
Nama Author: Ade Irvianti

Jangan lupa like dan vote ya, meskipun sudah end.

Sepasang manusia yang tak kunjung menikah diusianya yang sudah matang. Reuni menjadi awal mula kisah cinta mereka yang lika-liku. Kisah asmara yang dibumbui dengan konflik batin.

Bagaimana kisah cinta mereka? Ayo baca dan nikmati.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ade Irvianti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Wejangan Playboy

Dengan wajah kesalnya, Lolita duduk di kursi rapat beberapa menit lalu. Dia terpaksa mengikuti perintah Pak Hadi untuk ikut rapat di luar kantor. Sialnya lagi, pak Hadi mengajaknya rapat di kantor milik orangtua Eric. Ini pertama kalinya, Lolita menginjakan kakinya di perusahaan itu.

"Lihat pak Eric sudah datang," bisik pak Hadi tepat di samping Lolita.

Lolita tidak berani menatap ke arah Eric. Jadi, dia hanya bisa menundukan kepalanya saat Eric tiba di ruang rapat bersama sekretaris perempuannya. Eric juga belum menyadari, bahwa Lolita berada di ruangan tersebut.

Eric kali ini sebagai pemimpin rapat di kantornya, dia menyapa seluruh orang yang ada di ruangan tersebut.

"Selamat pagi semuanya," salamnya berwibawa.

"Pagi." Seluruh orang yang ada di gempat itu membalasnya dengan ramah. Kecuali, Lolita yang masih menundukkan kepalanya, takut.

Lolita masih takut jika ketahuan Eric, bahwa dirinya di situ. Sedangakan, Eric mengamati perempuan yang duduk di samping pak Hadi. Dia menyunggingkan bibirnya sinis, sesaat setelah mengetahui siapa perempuan tersebut.

"Mohon untuk sekretaris baru pak Hadi, untuk mengikuti rapat ini dengan baik." Ucapan Eric membuat orang-orang di sana mengintrupsi pandangannya ke arah Lolita.

Lolita membenarkan duduknya tegap. Dia memandang ke arah Eric, beruntung sekarang Eric tidak menatapnya.

"Maafkan sekretaris Saya pak Eric."

Bos Lolita meminta maaf kepada Eric sambil menepuk-nepuk pelan bahu Lolita. Padahal Lolita bukanlah sekretaris sungguhan, dia hanya karyawan apes yang diajak rapat bosnya. Sedangakan, sekretaris aslinya masih di kantor dengan segudang dokumennya.

Perasaan Lolita sangat risih saat tangan bosnya berada di bahunya, belum lagi tatapan tajam yang dihadiah oleh Eric untuknya. Eric sangat emosi saat melihat tangan bos tua itu, memegang bahu tunangannya.

Selama rapat berlangsung, Eric sempat melirik-lirik ke arah Lolita tajam. Namun, Lolita tidak pernah membalas tatapan-tatapan tajam darinya. Lolita berusaha keras untuk fokus akan rapatnya supaya cepat selesai.

"Saya mengucapkan terima kasih banyak untuk Giant Company." Bos Lolita berdiri mengucapkan terima kasih ke Eric karena sudah mau menyetujui permintaannya, dia ingin perusahaan milik orangtua Eric untuk terus bekerja sama.

Beberapa kolega dari perusahaan lain sudah pergi meninggalkan ruang rapat tersebut. Sekretaris Eric mengemasi dokumen milik bosnya itu untuk di bawa ke ruangannya.

Pak Hadi meminta izin untuk pergi meninggalkan tempat rapat. Eric hanya membalas dengan wajah dingin khas miliknya. Api amarahnya semakin membara saat mengingat, bahwa tunangannya dan bosnya akan satu mobil. Namun, Eric berusaha tetap profesional.

Lolita dan pak Hadi sudah berada di dalam mobil milik bosnya itu. Mereka duduk di kursi belakang pengemudi sesuai perintah bosnya yang hari ini sangat menjengkelkan.

"Kayaknya Eric serius sama kamu," ujarnya sambil mengendurkan dasinya.

"kalau tidak serius, kami tidak akan tunangan, Pak." Suara Lolita dingin.

"Tadi lihat sekretaris Eric?" tanya bosnya.

"maksudnya?" tatapan Lolita bingung.

"Sekretaris Eric belum menikah, dia sepertinya tertarik dengan tunanganmu itu. Hati-hati, jangan mudah tertipu dengan lelaki kaya dan berkuasa."

Lolita merenungkan perkataan bosnya yang menurutnya ada benarnya juga. Selama ini, Lolita belum terlalu mengenal kepribadian Eric yang lebih jauh. Eric sudah menjadi pria dewasa, pasti ada hal yang banyak dia sembunyikan darinya.

"Soal sekretaris Eric. Apa benar, dia menyukainya?" tanya Lolita yang takut kalau bosnya itu hanya salah sangka.

"Dulu saya mantan playboy. Jangan diragukan lagi, soal pernyataan saya tadi."

"Coba perhatikan mata saya," pinta pak Hadi. "jangan takut."

Lolita mengikuti perintahnya lagi. "Lihatkan? saat saya memandang Kamu. Mata saya biasa saja." Bosnya itu benar-benar menatap mata Lolita biasa saja.

"Saya mengajak kamu, hanya ingin melihat seberapa profesionalnya Eric dalam hubungan cinta dan pekerjaannya." Bosnya tersenyum penuh kemenangan.

Lolita masih diam. Dia membuang pikiran yang tidak-tidak terhadap bosnya sendiri. Ternyata di balik semua ini, bosnya hanya ingin membuat Lolita yakin akan cinta Eric.

"Saingan kamu bukan hanya sekretaris itu saja, masih banyak lagi," ujarnya.

"Ingat kalau sudah jadi istrinya tetap pantau dia. Lelaki baik tidak selamanya baik, saat di dekat wanita cantik dan menggoda."

Nasihat bosnya ada benarnya juga. Dia mantan playboy, jadi tahu segalanya tentang permainan picik laki-laki.

Hal itu, juga mengingatkan kepadanya dengan ayahnya yang begitu baik da perhatian kepada keluarganya. Namun, di balik itu penuh dengan kejutan.

"Apa Eric tipe yang seperti pak Hadi? yang akan menikah dengan dua istri?" tanya Lolita polos.

"Kamu ini, pertanyaannya ada-ada saja." Bosnya terkekeh.

"Tanya sama dia saja langsung."

Obrolan mereka berakhir karena sudah tiba di kantor milik bosnya. Sebelum keluar mobil, Lolita mengucapkan terima kasih kepada bosnya atas nasihatnya.

Lolita duduk di kursi kerjanya sembari menghembuskan napasnya. Dia menyenderkan tubuhnya di kursi tersebut dengan tenang.

"Ternyata, pak Hadi tidak seburuk yang Aku kira." Lolita bermonolog sendiri.

Di sisi lain. Eric dibuat kelimpungan dengan pemandangan saat rapat tadi. Dia sangat kesal dengan perbuatan bos Lolita. Saat rapatpun, dia tidak bisa berkonsentrasi.

Eric tidak ingin tunangannya jatuh kepelukan rekan bisnisnya yang sudah berumur itu. Selama bekerja, pikiran Eric sangat kacau. Rasanya, dia ingin segera pulang dan minta penjelasan langsung dari Lolita.

Selepas kerja, Eric langsung menjemput Lolita di kantornya. Dia menunggu sambil menyenderkan tubuhnya di depan pintu mobil. Kaca mata hitamnya bertengger di atas hidung mancungnya.

Tidak butuh waktu lama, Lolita muncul dari balik pintu kaca besarnya. Dia berjalan mendekati Eric yang auranya terlihat menyeramkan. Namun, Ada beberapa mata yang menatap kagum ke arah Eric. Bagaimana tidak, dia berlagak sok ganteng.

"Sudah jangan tebar pesona terus." Lolita menyuruh Eric untuk masuk ke dalam mobilnya.

Dengan senyum iblisnya, Eric membukakan pintu untuk Lolita. Kemudian, dia masuk ke dalam mobil dan menyalakan mesinnya.

Di perjalanan, Eric masih terlihat diam tanpa berniat mengucapkan sepatah katapun. Lolita membuang napasnya kasar.

"Emang Kamu tahu butiknya dimana, sampai enggak nanya apapun ke aku?" Lolita mencoba memancing Eric supaya dia bertanya.

Eric masih betah dalam diamnya. Lolita malah kesal dengan tingkah Eric. Mereka memang sudah berencana mencari pakaian untuk menikah nanti.

"Jangan cemburu. Pak Hadi tidak seperti yang kamu pikirkan." Lolita masih berusaha untuk membuat Eric mengeluarkan suaranya.

"Bahkan kamu membela dia di depanku, saat dia sudah berani menyentuh kamu." Ucapannya terdengar datar dan dingin.

Lolita mencopot kaca mata Eric yang masih melekat di matanya. Dia masih berusaha membujuk Eric supaya tidak marah kepadanya.

"Susah juga, membujuk si kulkas berjalan," batinnya.

Lolita menyalakan GPS di mobil Eric untuk menuju ke arah butik yang direkomendasikan oleh ibunya. Bukannya Lolita tidak mau menggunakan gaun milik ibunya, tatapi dia butuh pakaian pengantin yang tidak ada di butik milik ibunya itu.

"Ikuti arah Ini," ujar Lolita dan Eric masih tetap diam.

Kemudian, Lolita mendapat ide cemerlang untuk membujuk Eric supaya dia dimaafkan. Sebuah kecupan melayang di pipi kiri Eric begitu saja dari Lolita.

"Masih marah?" tanya Lolita jahil.

Jangan lupa like, vote dan komen biar author semangat.

Pak Hadi sudah benar-benar tobat ya gaes. Jangan salah paham.

FYI author juga menulis di aplikasi wattp** dengan cerita yang berbeda. Mampir juga ya.

1
Iges Satria
Eric sengaja ini, biasanya dia yg dicuekin skrg balas lolita...biar tau perasaan lolita sebenarnya gimana
Iges Satria
gercep ya ric, langsung lamar
Iges Satria
modus mah si Eric
Iges Satria
keren nih ceritanya /Good/ eric : aku sebenarnya menunggu kamu lolita /Heart/
iYind Dewi
sa ae erik becandanya
iem
.
Amsya
sedih banget mana cinta pertama lahi
Amsya
iya itulah orang yg ga tau malu sdh ditolong mlah ngejebak
iem
.
Widya Aza
sebenarnya aq bingung...klo liat d cover nya ko episode nya g muncul di NT & MT 🤔🤔🤔🤔 apa cm aq yg merasa gini ya ..
novita setya
aaciieee cieee yg udah dpt lampu ijo segede bagong
novita setya
laaaah..
Huda
tau banget perasaan bagas 😥
Ulfa Riady
ahir ceritanya ternyata sangat menyakitkan buat Eric....diliuar prediksi readers semuanya....😭😭😭😭...makasih sudah memberikan karyamu untuk para readers disini...sukses selalu buat author nya💪💪🤗😍❤
Ulfa Riady
duuuh jangan salah Loli...orang diem itu beuuuuh romantis banget aslinya...baik banyak ngalah juga( kayak suami aku hehehe)✌✌✌✌
Ulfa Riady
langsung favorite aja deh...😍😍😍
Jasmine Dwielfiza
😓😓😓😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Astina Syafitri
d.3.3 .3 dd 4 x .d 3 .3 . .4 .3d .d.4 .4.3 sd.4 d.3 .4 d.3 .. .4.4 4xdd.3 3 d 3 4. d.3 .3 .3 .4 .3 ...3 d.3..3 d.33
Yusnidar Ritonga Yusnidaridar
hadir
GelsanuSahra: Nongkrong yuk di Pergi Dan Cinta
total 1 replies
Amirah iz
thor kok lolita di isdetin sih nyeneng nyeengin kita kek ya alloh kasian amat erik br nikah dah jd duren😥😥
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!