NovelToon NovelToon
SUAMIKU DI RANJANG SAHABATKU

SUAMIKU DI RANJANG SAHABATKU

Status: tamat
Genre:Lari Saat Hamil / Selingkuh / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Pelakor / Penyesalan Suami / Pelakor jahat / Tamat
Popularitas:152.8k
Nilai: 5
Nama Author: Rizki Gustiasari

Aku mengenalnya sejak kuliah. Kami bertiga—aku, dia, dan sahabatku—selalu bersama.
Aku pikir, setelah menikah dengannya, segalanya akan indah.
Tapi yang tak pernah kuduga, luka terdalamku justru datang dari dua orang yang paling kucintai: suamiku... dan sahabatku sendiri.

Ketika rahasia perselingkuhan itu terbongkar, aku dihadapkan pada kenyataan yang lebih menyakitkan—bahwa aku sedang mengandung anaknya.

Antara bertahan demi anak, atau pergi membawa kehormatan yang tersisa.

Ini bukan kisah cinta. Ini kisah tentang dikhianati, bangkit, dan mencintai diri sendiri...

"Suamiku di Ranjang Sahabatku" — Luka yang datang dari rumah sendiri.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rizki Gustiasari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tersimpan dalam sebuah tatapan..

Pagi itu langit mendung, seolah menyatu dengan rasa was-was yang menghantui Nayla. Angin dingin menyusup di sela-sela baju formal yang ia kenakan. Sepasang sepatu hitamnya menapaki pelataran gedung pengadilan dengan berat, seolah ada beban yang lebih dari sekadar gugatan yang akan kembali ia hadapi.

Di sebelahnya, Aldi berjalan dengan langkah pasti. Jas hitam yang ia kenakan membuatnya tampak lebih dewasa dari biasanya. Rambutnya disisir rapi ke belakang, dan ada ketegasan yang menyelimutinya. Namun tatapan matanya, sesekali mencuri pandang ke arah Nayla. Ia tahu, pagi ini Nayla berbeda. Wajahnya pucat, tatapannya kosong, dan senyumnya... menghilang entah ke mana.

Mereka duduk di kursi tunggu lantai dua, menanti giliran sidang. Nayla membungkam diri, menatap map berisi dokumen dan kronologi yang telah mereka susun. Tangannya sedikit gemetar.

“Nayla,” Aldi memecah keheningan. Suaranya lembut, namun ada ketegasan yang tak bisa diabaikan. “Sebelum kita masuk... ada hal yang harus kamu tahu.”

Nayla menoleh, pelan. Pandangannya tampak lelah. “Apa?”

“Semalam Raka menemuiku.”

Nayla terkejut, namun tak berkata apa pun. Aldi melanjutkan.

“Dia bilang dia akan melepasmu... tapi tidak dengan ikhlas. Dia ingin kamu percaya bahwa kamu tak akan pernah bisa bahagia. Katanya, bayang-bayang dia akan terus ikut ke mana pun kamu pergi.”

Nayla menunduk. Matanya mulai memerah. Aldi menyentuh bahunya lembut. “Aku tidak bilang ini untuk menakutimu. Tapi aku pikir kamu harus tahu, supaya kamu makin yakin bahwa langkahmu sudah benar. Karena orang yang mencintaimu tidak akan pernah berkata seperti itu.”

Nayla menarik napas panjang. “Aku tahu dia jahat, tapi tetap saja... kenangan itu tidak mudah hilang.”

“Dan kamu tidak perlu menghapus semuanya,” kata Aldi pelan. “Karena luka pun bisa jadi kekuatan, kalau kamu belajar berjalan dengan itu.”

Mereka terdiam beberapa saat, hingga Nayla berkata, “Kalau suatu saat aku jatuh... jangan tarik aku, ya.”

Aldi menoleh cepat. “Lalu aku harus apa?”

“Temani saja aku duduk. Di tanah. Sampai aku siap berdiri lagi.”

Senyum tipis terbit di wajah Aldi. Ada kekaguman di sana. “Aku akan duduk di sampingmu, bahkan kalau tanahnya becek.”

Nayla mengerjap, lalu tertawa kecil. Aldi menatapnya heran. “Loh, baru kali ini kamu ketawa lagi sejak semalam.”

“Kamu lucu juga kalau lagi serius,” gumam Nayla.

Aldi tersenyum lebih lebar. “Kamu belum tahu saja, aku ini pelawak gagal sebelum jadi advokat. Waktu kuliah, pernah jadi MC wisuda fakultas hukum, dan lupa teks. Akhirnya aku pidato sendiri dan disangka stand-up comedy.”

Nayla menahan tawa, menatapnya geli. “Beneran?”

“Serius. Dosen-dosenku sampai mikir aku salah jurusan.”

Mereka tertawa pelan. Bukan tawa lepas, tapi cukup untuk mencairkan suasana yang mencekam. Lalu, Aldi menggeser duduknya, sedikit lebih dekat.

“Kita bahas konsep sidangnya, yuk. Biar pikiranmu gak melayang ke mana-mana.”

Nayla mengangguk. Aldi membuka map dokumennya.

“Jadi, di sidang kedua ini kita masuk ke tahap pembuktian. Kita bawa bukti komunikasi kamu dan Raka, dan juga saksi tambahan yaitu tetanggamu, Bu Mirna.”

Nayla menelan ludah. “Bu Mirna mau hadir?”

“Sudah aku yakinkan. Dia mau bantu, kok. Dia bilang sudah cukup lama menahan diri, tapi setelah tahu kamu berani maju, dia ingin mendukung.”

Nayla menunduk, matanya berkaca-kaca. Aldi melanjutkan.

“Aku juga siapkan narasi bahwa kamu tidak berniat merebut hak milik atau apapun, hanya ingin bebas dan damai. Itu akan membantu meyakinkan majelis hakim bahwa kamu tidak berniat menciptakan konflik.”

“Terima kasih,” bisik Nayla. “Kalau kamu nggak bantu aku, mungkin aku masih terkurung dalam ketakutan.”

Aldi menatapnya lama. Ada getar dalam pandangannya. “Aku bantu bukan karena aku advokat. Tapi karena aku manusia.”

Nayla menoleh, bertemu tatapan itu. Dan seketika, ada keheningan yang tak bisa dijelaskan. Tatapan mereka bertaut, dalam, dan lama. Hingga pintu ruang sidang terbuka dan nama mereka dipanggil.

Aldi berdiri, lalu menatap Nayla. Tangannya terulur.

“Ayo, Bu Nayla. Kita bukan cuma akan masuk ke sidang... kita akan masuk ke awal hidup yang baru.”

Nayla mengangguk. Ia menerima uluran tangan itu, dan untuk pertama kalinya sejak berbulan-bulan lalu, ia merasa langkahnya benar.

Mereka masuk. Dan pintu tertutup pelan di belakang mereka.

1
Endjang Setiawan
Terima kasih kak Thor...ceritanya seru..ada sedihnya..ada juga ngakaknya...
Amilawati
lebay baget deee.. Naila,,itu manusia TDK usah kau pedulikan ceritanya lebay👎
Dewi Dama
laki2gk.tau diri semoga kalian ber dua kena azab🙏
Dewi Dama
pelakor itu..tdk punya malu....
Dewi Dama
harus tegas.. .👍
Novia Nurlin
kok ceritanya seperti ngulang balik ya?
iin amalia
mengharubirukan perasaan pembaca
Novia Nurlin
kok situasi nya selalu hujan atau gerimis thor ..?
Viscount Danes
Thor, bukankah Aldi Pengacara hebat, kok bisa terjebak dengan kelicikan Tania, jangan donk Thor, sebaiknya ceritanya bikin Tania hancur-sehancurnya yah
Laela Ratna Hayati
sejauh iji si raka kok ga datang nemuin si Nayla kalo suami yg lain paniklah ketauan selingkuh
Sri Sukati
selingkuh penyakit yg nggak bisa disembuhkaan akan selalu terulang
Sri Sukati
semangat nay
Sholawat Nariyah
Author begoo, sudah tahu kalau orang depresi tdk boleh di picu oleh penyebab depresi malah menggiring alur untuk memperparah kondisi pasien.
Survey dl kalau mau buat cerita
Sholawat Nariyah
Terlalu bertele tele author nya.
cerita agenda sidang bisa langsung ke putusan
Sholawat Nariyah
tokoh cerita yg menya menye, tdk tegas sbg wanita
Sholawat Nariyah
Author jangan jadikan wanita dlm cerita mu sbg wanita lemah dan tdk punya ketegasan.
Ariel pratama ardinanta
Bagusss ...suka dengan sikap tegas dan cepat mengambil keputusan nya 👍👍/Sob/
Dewi Dama
hujan...terus.ya...
Dewi Dama
baca nya di lewat2tin...
Neng Saripah
semoga makin sukses dengan karya2mu selanjutnya kak 🤲👍💪
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!