NovelToon NovelToon
I Love You, Cinta

I Love You, Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / Beda Usia / Trauma masa lalu
Popularitas:85.3k
Nilai: 5
Nama Author: dtyas

Cinta Kirana, hidup dengan masa lalu yang tragis ditinggalkan orangtua. Menyisakan trauma sampai dengan ia dewasa. Siapa sangka, seorang datang mengganti luka dengan suka cita. Perbedaan usia, status sosial dan keterkaitan di masa lalu membuatnya Cinta terpuruk dan kembali terluka. Akankah Cinta bisa menerima kenyataan yang menghampiri?

===

“Namaku Cinta, banyak yang cinta udah pasti. Yakin masih mau sama aku?”

“I love you, Cinta. Sekarang, nanti dan selamanya.”

“Masa?”

“Mahameru pantang ingkar janji.”

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dtyas, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

17. Suka Kamu

Bab 17

 

Eru menyapa dua pria itu. Yang satu ia kenal sebagai penjaga kosan, satunya entahlah. Sepertinya bukan penjaga kosan juga, dari penampilannya seperti orang berpendidikan dan memiliki value atau kaya. Ditambah bocah yang bersamanya lucu sekali.

“Temennya CInta?”

“Iya bang, teman kerja.”

“Pacarnya bos,” sahut Aceng lalu terkekeh, Eru tersenyum.

“Masih pendekatan ya? Gue kasih saran, nggak usah lama-lama pendekatan langsung tembak aja. Perasaan lo bersambut langsung ajak nikah.” Rama terkekeh setelah memberi saran anti mainstream.

“Eh, busyet. Kebelet kawin itu mah. Oh iya, ini Bos Rama, yang punya kosan,” ungkap Aceng. Rama mengulurkan tangannya disambut oleh Eru.

“Saya Eru, Mahameru.”

“Untuk lo tau, belum pernah ada cowok ngapelin CInta. Paling temen kerjanya itu, siapa namanya gue lupa.”

“Kang Asep.”

“Nah, itu. Kalau libur, Cinta biasa pulang ke Bogor. Kampung keluarganya,” tutur Rama lagi. “Biar lo makin kenal sama tuh cewek. Secara gue udah pengalaman, udah nikah dan anak gue dua. Anggap gue suhu dan lo harus denger saran dari gue. Semua cewek intinya senang dikejar dan diperhatikan, menunjukan keseriusan kita. Nggak usah sok misterius, yang ada lo ditikung cowok lain.”

“Thanks sarannya bang.”

Tidak lama CInta keluar dari kamar, menenteng goody bag dengan isi yang penuh. Mengenakan kaos dilapisi cardigan, celana high waist dan sandal. Sling bag menyilang di bahunya.

“Bye Zurra, aku jalan dulu ya.”

Zurra memeluk kaki Rama karena malu. “Udah sana pergi, kencan ‘kan?”

“Ih, abang sok tahu,” seru Cinta lalu pamit pada Rama dan Aceng. Eru mengangguk pada kedua pria itu. Mengeluarkan helm cadangan dari bagasi, helm yang cocok dipakai untuk perempuan.

“Mau dipakein nggak?”

“Itu bapak-bapak pasti masih ngeliatin, aku pake sendiri.” Eru tersenyum mengambil alih goody bag dan mengaitkan ke motor.

“Laundry mana nih?”

“Yang dekat sini, nanti aku arahin deh.”

***

 

...Pejuang Tanggal Muda...

 

Asep : Foto (Umar sedang menguap di resto)

Foto (Abil berjongkok sambil menggaruk kepala, macam orang frustasi)

Foto (Eru tertidur di sofa, agak mangap meski tidak mengurangi tampannya)

Foto (CInta dengan wajah cemberut)

Eru_kerenz : Parah

Abil : Foto sendirinya malah nggak di up, padahal banyak foto dia yang gak jelas

Umar : Sin tinggal, Lo Sep

Asep : 🤣

Cinta_cuantik : Kayaknya aku doang yang menggemaskan meski cemberut

Abil: hoek

Asep : Pengen ngelempar koin, tapi sekarang

Abil : Bony0k dong 😂

Asep : Biar sadar diri

Eru_kerenz : Ia gemesin banget sampe pengen gigit

Asep : Yaelah, ini lagi gombal

Umar  : Cepet diterima Ta, takut frustasi

Abil : Kalau udah jadian grup berubah jadi taman bunga

Cinta_Cuantik : Terima apa sih? Nggak ngerti deh, aku kan masih polos

Eru_Kerenz : nanti saya jelasin mbak. Saya suka yang polos

Asep : Mengandung keme-sum4n

Abil : Eru suhu atau cupu nih

Eru_Kerenz : 🤭

 

“Dih, apa sih maksudnya. Kamu suka yang polos maksudnya yang masih bocah gitu?”

Eru terkekeh lalu mendekat dan berbisik. “Polos itu sama dengan n4ked.”

“Ish, ngaco. Otak kamu kayaknya udah terkontaminasi. Pasti kena doktrin yang aneh-aneh dari Kang Asep sama Mas Abil ya.”

“Nggaklah, naluri lelaki. Mau sarapan apa?” tanya Eru sudah naik ke motor. mereka berada di depan laundry, masih kawasan kampung sawah.

“Hm, aku mau soto mie. Dekat pertigaan ada warung soto lumayan rame, rasanya enak loh.”

Eru menggerakan dagunya meminta Cinta naik ke motor. “Pegangan,” titahnya sambil menoleh.

“Udah.”

“Pegangan ke aku, bukan tali tas kamu.” Meraih tangan CInta dan mengalungkan di perutnya. “Yang kenceng ya, takut jatuh.”

Selesai Cinta sarapan, pasangan itu berpindah ke cafe yang buka sejak pagi dan menyediakan menu breakfast. Agak siang akan diajak ke tempat lain, mall mungkin. Café yang dipilih Eru, agak premium. Terlihat dari suasananya. Ada area outdoor dan smoking area. Di bagian dalam ada meja kursi standar seperti café pada umumnya, Eru memilih ke area lebih dalam. Tiap bagian ada sekat dan sofa yang terlihat nyaman.

Alih-alih duduk terpisah, Eru malah duduk di samping Cinta. Membuka menu dan menanyakan pesanan.

“Aku masih kenyang Ru.”

“Nggak pa-pa. Masa kita nggak mesen, cuma numpang ngobrol doang. Yang ada malah diusir. Mau minum apa?”

“Apa aja terserah. Kayaknya kamu udah biasa ke sini, pasti tahu menu andalan.” Cinta meletakan tasnya di sudut sofa setelah mengeluarkan ponsel. Eru menyebutkan pesanan pada pelayan. Ingin protes karena menu yang disebutkan agak banyak.

“Kamu belum sarapan ya, tadi bilang nggak mau.”

“Sudah, tapi sedikit. Lihat menu jadi pengen ini itu.” Isi kepala Eru agak berisik setelah pertemuan dengan Langit, belum lagi Maminya mengirim pesan masih dengan nasihat ini itu dan belum direspon.

CInta fokus dengan ponselnya, Eru menyandarkan kepala dengan pandangan ke arah ponsel gadis di sampingnya.

“Mbak, aku mau ngomong.”

“Ya ngomonglah, emang aku larang.”

“Dengerin dong, ponselnya taruh dulu,” cetus Eru dengan nada agak merengek.

Cinta tersenyum, ia letakkan ponsel di atas meja lalu merubah duduknya agak menyerong menghadap Eru dan bersedekap.

“Oke, aku dengerin!”

Eru menegakkan tubuhnya, saling pandang dengan gadis itu. “Kita kenal udah berapa lama ya, mbak. Ada setahun nggak?”

Raut wajah Cinta berubah datar, pandangannya melirik sinis dengan mulut berdecak. Saat tangannya siap mengayun untuk menggeplak, Eru sigap langsung meraih tangan itu dan digenggam.

“Ngaco kamu, mana ada setahun. Seminggu.”

“Ah, masa sih. Perasaan kayak udah lama gitu.” Cinta menarik tangannya, tapi digenggam erat oleh Eru.

“Lepas, Ru. Nggak enak dilihat orang.”

“Kalau nggak dilihat orang, berarti enak ya. Denger dulu, aku mau ngomong.”

“Ya udah ngomong, tapi lepasin tangan aku.”

Eru menggeleng. “Takut mbak terkejut terus nampar aku,” ucap Eru. Cinta menghela nafas, pasrah saja tangannya dalam genggaman. Semoga saja tidak kentara kalau dia gugup, berharap detak jantungnya tidak terdengar oleh Eru.

“Mbak, eh CInta. Terserah mau dibilang nggak sopan. KAlau di luar kantor saya mau panggil nama aja,” tutur Eru masih menatap Cinta dan raut wajah serius. “Aku tertarik sama kamu dari hari pertama kita kenal dan sekarang aku yakin kalau aku memang suka kamu, Cinta.”

“Hah?”

 

 

1
Rahmawati
nah kan karma dibayar tunai
Iccha Risa
waduh seremm bet kecelakaannya, mungkin ini pantas diterima atas kejahatan pak Akbar terhadap adik dan keponakanny
'Nchie
jangan langsung dibikin mati g seru😀biar akbar rasakan penderitaan banyak harta tapi tidak bisa menikmati nya..bikin dia tidak bisa bangun tapi dia sadar🤭
Wahyuni Abuzar
mam phooos kaan..di bayar kontan jalur karma 🤣🤣
mmh nengmuti
jgn sampai mati ke enakan mending d buat cacat parah aja biar merasakan sengsara
Setyowati Setyowati
karma di bayar instan kalau ini
Hiro Yoshi
horeeeeee kualat koe barrr🤭
Turwaty suketi
Modiaaaar kau akbar👍
juwita
jgn di buat mati dl Thor biar dia merasakan sakit klo lgsg mati ke enakan buat si akbar
Novi Tasa
sukurrr mati koe
Shee_👚
biar kamu merasakan apa yang di rasakan artha dan eru. kalau perlu kamu langsung mati di tempat😤
Shee_👚: bener, biar dia nangis darah sekalian
total 4 replies
Shee_👚
sukurrrrr.
akhirnya kau merasakan sakitnya di hantam truk, harusnya tadi tronton sekalian biar langsung end🤣🤣
Shee_👚
pulang dan berharap dapet pelukan hangat dari keluarga, serta mendukung perbuatan jahatmu?? dasar gila😏
mereka masih waras dan bisa berpikir yang bener.

tutup mulut mbah mu😤
Shee_👚
ternyata ini semua hanya karena akbar merasa iri karena opa lebih sayang artha😏
Shee_👚
langit tau niat modus mu itu Kris, jadi di mengantisipasi sebelum terjadi badai kedua🤭
gina altira
bikin lumpuh aja lah Akbar biar kapok
Shee_👚
modus aja nemenin mami pada hal mau nikung cinta dari eru🤣🤣
Shee_👚
kamu gak tau aja kang kalau eru yang lebih berkuasa 🤣
Shee_👚
sirik bilang bos🤣
Leli Suryani
karma dibayar tunai
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!