Anjani, seorang aktris multitalenta yang terpaksa menerima pinangan kakak angkatnya atas perjodohan yang diatur orang tua. Sekian tahun menikah, tak ada sentuhan apapun yang terjadi. Pria bernama Mahaka Wiratama itu sibuk dengan wanita yang ia cintai.
Di tahun ke 5 pernikahan, Anjani nekat kabur dan hidup sendiri. Semua itu berkat bantuan Devan, sahabat Mahaka, tetapi masalah baru justru hadir dalam hidupnya.
Hampir setiap malam ia merasakan kehangatan seorang pria dalam tidurnya. Ia bahkan harus kehilangan mahkotanya, tapi Anjani tak pernah tahu siapa yang melakukannya.
Semuanya semakin rumit saat dirinya dinyatakan hamil dan vidio asusilanya dengan seorang pria misterius tersebar di jagad maya. Hidup Anjani hancur dalam sekejap, lalu apa yang akan ia lakukan demi bisa memperoleh harga dirinya kembali.
Follow Instagram El khiyori
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El khiyori, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Rekaman cctv malam itu akhirnya Mahaka gunakan untuk melawan pernyataan Devan. Sudah pasti hal itu memancing rasa tak terima pada diri Devan. Apalagi Mahaka tak main-main dengan ancaman yang pernah ia lontarkan. Mahaka benar-benar membuat Devan tak bisa masuk ke firma hukum manapun.
Bagi Mahaka, kekacauan hubungannya dengan Anjani juga karena ulah Devan, jika tidak, mungkin ia masalahnga tak serumit sekarang dan Anjani tak sampai kabur.
Semua yang terjadi membuat Devan nekat mencegat Mahaka di depan pintu gerbang rumahnya. Malam sudah cukup larut. Mahaka yang memang baru bisa pulang setelah menyelesaikan pekerjaannya yang menumpuk masih dihadang oleh Devan. Kebetulan malam ini Mahaka mengendarai mobilnya seorang diri tanpa sopir.
Belum semlat mobil yang ia kendarai masuk ke pintu gerbang tiba-tiba Devan datang tiba-tiba dengan pipa besi dan menghantam kaca yang tepat berada di sampingnya. Tentu saja hal itu membuat Mahaka terluka, tak cukup sampai di sana. Dengan gerakan cepat sebuah pisau lipat kecil diarahkan tepat ke perutnya, namun Mahaka masih berhasil menangkis hingga hal itu gagal terjadi.
Sayangnya tajamnya pisau justru mengenai lengan atasnya. Di saat yang sama penjaga rumahnya datang dan langsung menangkap Devan tapi tak semudah itu karena Devan melakukan perlawanan dengan kembali mengayunkan pipa besi ke sana kemari, sementara Mahaka yang mengalami luka di wajah karena pecahan kaca yang cukup keras serta sabetan senjata tajam di lengan atasnya langsung dibawa ke rumah sakit dengan mobilnya meski kaca di bagian samping kemudi sudah pecah.
Devan sendiri masih belum berhenti, sebelum kembali menyerang orang-orang Mahaka, ia kembali melempar pipa besi di tangannya ke arah mobil, beruntung kali ini kaca depan yang kena. Kaca tersebut tentu memiliki ketahanan yang lebih kuat sehingga tidak sampai pecah.
Ternyata malam itu Devan berhasil kabur. Meski begitu Mahaka tentu tak tinggal diam. Ia melaporkan semua perbuatan Devan pada polisi. Semua bukti terekam jelas di cctv. Sayangnya Devan juga kabur.
Saat polisi datang ke apartemennya, sudah tak ada siapapun di sana, sedangkan Mahaka sendiri masih dirawat di rumah sakit. Bukan hanya luka di kepala dan tangannya yang membuat tubuhnya terasa remuk, rasa tak tenang karena sampai detik ini orang suruhannya belum berhasil menemukan apapun tentang Anjani, juga membuat kesehatan Mahaka sedikit terganggu.
Pola makan yang tak teratur disertai pikiran yang tak tenang membuat asam lambungnya naik. Apalagi akhir-akhir ini ia sengaja menyibukkan diri dengan terus bekerja. Sayangnya fisiknya tak cukup kuat akan hal itu.
Saat suster hendak menutup pintu balkon yang ada di ruang rawat inapnya, Mahaka justru melarang.
"Biarkan saja terbuka Sus," ucap Mahaka yang kini duduk bersandar dengan kedua mata terpejam."
"Tapi Pak Mahaka, angin malam tidak baik untuk kesehatan anda," ucap sang suster yang seketika membuat kedua mata Mahaka terbuka.
Tatapannya tajam dan dingin.
"Kubilang biarkan pintu itu terbuka!! pergilah dari sini aku tidak membutuhkanmu!!" bentaknya yang membuat suster wanita di hadapannya ketakutan.
Sejak hari itu dalam sekejap Mahaka Wiratama terkenal dengan sosoknya yang menakutkan dan dingin. Tak hanya para karyawannya yang dibuat ketakutan karena sikap dan peraturan ketat yang ia terapkan, tapi juga Amelia.
Ia yang mencoba menggoda Mahaka agar pria itu mau mencabut laporannya untuk pencemaran nama baik justru langsung dijebloskna dalam penjara. Amelia tak mengerti kenapa sikap Mahaka begitu berubah. Hari demi hari pria itu justru semakin dingin dan menyeramkan.
Sementara Anjani justru mulai bahagia dengan hidupnya yang sekarang. Kehamilannya mulai terlihat dan itu membuatnya bahagia. Selain rutin cek up ke dokter Anjani juga sangat menerapkan pola hidup sehat.
Sebuah rumah yang tak terlalu besar namun sangat nyaman menjadi tempat tinggalnya saat ini. Ia juga mempekerjakan seorang pembantu. Tabungannya masih cukup untuk persiapan melahirkan. Apalagi kehidupannya yang sekarang tergolong sederhana, meski begitu ia mencoba mencari kesibukan dengan membuat cake.
Ternyata itu membuatnya bahagia. Dengan membuat kue-kue cantik yang lezat bisa membuat pikirannya semakin rileks karena adanya kesibukan yang menyenangkan. Anjani pun coba-coba memasarkan karya cantiknya melalui akun sosial media.
Sebuah akun baru khusus sudah selesai ia buat. Tujuannya memang bukan uang, tapi Anjani mulai meraba-raba, hal apa yang bisa ia lakukan untuk bertahan hidup setelah anaknya nanti lahir ke dunia.
Usahanya pun tak sia-sia, atas bantuan sahabatnya satu persatu pesanan mulai datang. Hanya saja untuk saat ini Anjani sengaja tak menerima banyak pesanan. Selain masih ingin fokus pada kehamilan ia juga belum memiliki tempat yang memadai dalam proses produksi.
"Bumil, jangan terlalu lelah," tegur Melly yang sore itu datang mengunjungi Anjani.
"Tidak, jangan khawatir. Aku tahu batasannya," sahut Anjani sambil menyuapkan kue lemon ke bibir Kenzo, putra kecil Melly.
"Pantes ya rame, Kenzo yang biasanya tidak suka manis-manis sekarang jadi suka."
"Karena ini kuenya tidak terlalu manis, ada rasa segar dari lemonnya juga," ujar Anjani menjelaskan.
Melly sendiri mengakui kalau kue buatan Anjani memang berbeda dari yang lain, cukup unik. Selain bentuknya yang elegan dan mahal, serta tidak banyak warna, ada rasa segar yang terselip di dalamnya. Maninsnya pun pas. Tidak membuat orang yang memakannya merinding karena kemanisan.
"Dapat ide dari mana kok bisa membuat yang seperti ini?" tanya Melly penasaran saat menikmati cake buatan Anjani.
"Dari kehamilanku."
"Hahh?!" sahut Melly tak percaya, namun Anjani segera menjelaskan kalau selama masa kehamilan, buah lemon segar menjadi favoritnya.
Awalnya ia iseng saja mencampurkan rasa itu ke dalam kue yang manis dan lembut, ternyata berhasil. Rasanya seistimewa itu hingga Anjani ketagihan dan mencoba menghiasnya dengan begitu cantik untuk menaikkan mood, dan lagi-lagi cara itu ternyata cukup efektif sampai akhirnya ia memiliki ide untuk menjual karya cantiknya itu.
"Tak disangka ya, ternyata artis cantik satu ini memang benar-benar multi talenta," celetuk Melly yang seketika membuat keduanya tertawa, disaat itulah mereka mulai masuk membahas Mahaka.
"Mau sampai kapan kau bersembunyi darinya?" tanya Melly dengan tatapan lembut.
"Aku tidak tahu, yang pasti, aku ingin menghukumnya agar dia tahu dan merasakan betapa sakitnya hatiku."
"Tapi aku mendengar dari seseorang kalau sekarang Mahaka sangat berbeda," ucap Melly lagi.
Belum sempat Anjani melarang Melly untuk bercerita, wanita berambut pendek itu sudah menceritakan banyak hal tentang Mahaka. Sesuai cerita yang ia dengar.
Perubahan sikap Mahaka yang dingin dan garang menjadi topik utama mereka kali ini.
"Bukankah seharusnya dia berubah menjadi lebih baik? kenapa malah menjadi seperti itu?" sahut Anjani yang masih tak memahami apa yang terjadi.
"Jangan pura-pura tidak tahu apa penyebabnya .... "
"Memangnya apa?"
"Penyebabnya adalah kau!!" Jawab Melly tegas.
🤣🤣🤣🤣🤣
*seorang berstatus istri tapi berhubungan dengan pria lain bahkan sampai serius mau menikah padahal dia masih berstatus istri orang
*memberi harapan dan membohongi pria lain
*berbohong pada suami untuk menemui pria lain
*menuduh suami
*istri berhati batu setelah melakukan kesalahan pada suami bukan nya minta maaf malah dia merasa paling benar
baru beberapa episode saja aku baca tapi kelakuan laknat pemeran utama wanita sudah banyak, dan membuat novel miris dan tidak bermoral adalah karena author membela dan membenarkan semua kesalahan pemeran utama wanita
😄😁ahtor nya galak jg😄😄
ngatain pembaca galak, kan yg bikin galak pembaca ahtor nya😄😄 di bikin marah jengkel gemes lucu penasaran
kapok perempuan sombong angku keras,sok percaya diri ,
orang yg terlalu pede,berakhir dgn ,masalah
kalian lagi happy pasti ga nyadar kalau bahaya mengintai siap" salah faham lagi ribut lagi Weh Weh