NovelToon NovelToon
"DELIMA" Wanita Malang

"DELIMA" Wanita Malang

Status: tamat
Genre:Romantis / Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:6.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Noona Risma

PLAGIAT DILARANG MEREKAT!😈😈
INI REAL CERITA SAYA YAH💜

Hidup sendiri didunia ini rasanya begitu sesak, hampa dan hambar bagaikan sayur tanpa bumbu pelengkap.

Menikah dengan orang yang tidak dikenal dan tidak dicintai bukanlah hal yang salah, namun menyakitkan.

Setiap hari, jam, menit bahkan detik dia tidak menganggap kehadiranmu. Dia lebih memilih bersenang-senang bersama teman-teman dan terpuruk dalam masa lalu yang tidak mungkin bisa kembali.

Sakit?

yah sangat. melebihi luka jahitan. sakit berdarah memang sakit, namun lebih sakit jika sakit tanpa darah.

Rasanya seperti menjadi iron man?

no! bukan seperti menjadi iron man, but rasanya seperti ada ratusan belati tajam menusuk-nusuk hatimu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Noona Risma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

SELAMAT MEMBACA!

***

Pagi kini telah menyapa, Delima terbangun dari tidur nyenyaknya. Dia tersenyum sekaligus terharu melihat ketiga wanita itu masih ada di sana bahkan rela tidur di sofa hanya untuk menjaganya.

"Apa selama ini aku egois yah?" lirih Delima. "Lihatlah Del! Bagaimana mereka susah payah dan lelah mengurusmu, namun apa yang kamu lakukan buat mereka? Tidak ada! Mereka hanya minta satu, turuti apa yang mereka katakan, tapi kamu begitu keras kepala," gumam Delima sembari menitikkan air matanya jika mengingat bagaimana pengorbanan kedua dokter itu sampai dia berada di titik sekarang ini.

Delima juga sadar jika apa yang ia lakukan selama ini tidak ada yang berhasil. Obat yang dia minum hanya membantunya untuk sementara waktu dan sakit itu akan kembali lagi.

Setiap malam Delima merasakan sakit kepalanya datang dan setiap malam pula ia selalu sembunyi-sembunyi untuk meninum obatnya.

Erwin? Jangan tanya tentang lelaki itu. Dia hanya ingin enaknya saja, namun tidak memikirkan Delima. Bahkan di saat Delima mengeluh sakit pun laki-laki itu seakan tuli.

Suster Tiara terbangun dari tidurnya dan secepat mungkin Delima menyeka air matanya lalu tersenyum kepada Suster Tiara.

"Selamat pagi Ra," sapa Delima.

"Eh, Del sudah bangun?" balas Suster Tiara sembari mengucek-ucek matanya.

Delima mengangguk, "Ra, boleh bantuin aku duduk gak? Aku gak enak tidur terus," keluh Delima.

"Tidur dulu aja Del! Itu alat medis masih di pasang gimana mau duduk, ada-ada saja kamu," ujar Suster Tiara menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berdiri dari tidur duduknya. "Awch... punggungku," keluh Suster Tiara.

"Del, aku ke kamar mandi dulu yah, mau cuci muka," kata Suster Tiara dan dijawab anggukan kepala oleh Delima.

Setelah kepergian Suster Tiara, Dokter Tia dan Dokter Sarah pun terbangun.

"Del sudah baikan? Kalau masih ada yang sakit bilang yah!" tutur Dokter Tia.

"Iya dok, udah mendingan kok," balas Delima tersenyum.

"Nanti kamu pulangnya jam sebelasan gppkan Del? Kita habiskan infusmu dulu!" kata Dokter Tia.

Delima mengangguk, "Baik dok," ucap Delima.

"Suster Tiara kami titip Delima yah!" kata Dokter Sarah kala Suster Tiara sudah keluar dari kamar mandi.

"Siap dok," balas Suster Tiara.

"Dan yah jangan lupa sarapan buat Delima! Del, kami pamit pulang dulu yah," seru Dokter Sarah dan dibalas anggukam kepala oleh Delima.

"Hati-hati dok dan terima kasih," kata Delima dan kedua dokter itu hanya membalas dengan anggukan kepala.

Dokter Sarah dan Dokter Tia pun keluar dari ruang rawat Delima.

"Del aku ambil sarapan buat kamu dulu yah!" ucap Suster Tiara.

"Iya makasih yah Ra, aku minta maaf sudah merepotkanmu," lirih Delima.

"Tidak usah meminta maaf ini juga adalah tugasku sebagai seorang suster,"ujar Suster Tiara kemudian berlalu.

Delima lalu meraih ponselnya yang telah di charger oleh Suster Tiara semalam. Ia pun menghidupkan ponselnya kembali.

"Banyak sekali panggilan tidak terjawab," gumam Delima lalu membuka kunci hpnya dan melihat siapa saja yang menelponnya semalam.

"Mama, Mas Erwin, telpon rumah bahkan Tio juga menelponku dan siapa nomor yang tidak dikenal ini?" ucap Delima.

Delima lalu menekan nomor orang yang tidak dikenal itu dan menghubunginya.

Berdering...

"Halo," sapa Delima saat panggilannya sudah diangkat.

"Halo Del," sapa balik orang di sebelah sana.

"Maaf ini dengan siapa?" tanya Delima bingung.

"Ini Papa Del," jawab orang yang ternyata adalah Papa agus. "Dan ini nomor papa," tambahnya.

"Pa-papa, ada apa pah?" gugup Delima. "Dari mana papa dapat nomor ponsel Delima?" tanya Delima.

"Kamu tidak perlu tahu papa mendapatkan nomormu dari mana, papa cuma mau bertanya karena kemarin belum sempat kamu jawab untuk apa kamu ke rumah sakit kemarin? Apa kamu sakit nak?" desak Papa Agus.

"Ti-tidak pah," gagap Delima menggingit bibir bawahnya.

"Jangan bohong sama papa Del! Papa melihatmu keluar dari ruang kemoterapi dan papa juga tahu kamu sudah menikah tidak lagi bekerja sebagai suster, lalu untuk apa orang biasa masuk ke dalam ruangan itu?" selidik Papa Agus pada Delima.

"Asal kamu tahu Del! Nomormu ini papa dapat dari salah satu dokter yang rawat kamu!" tukas Papa Agus.

Deg!

Delima menelan salivanya dengan susah payah bahkan sekarang lidahnya terasa keluh hanya untuk sekedar berucap.

"Pah," panggil Delima.

"Del, beritahu papa kamu sakit apa nak? Papa memang bukan papa yang baik bagi kamu, tapi papa mohon kali ini saja kalau kamu sakit beritahu papa agar papa bisa membantumu untuk sembuh. Papa cuma mau menebus semua dosa-dosa papa pada kamu dan mama kamu di masa lalu Del!" jelas Papa Agus sambil terisak di sebelah sana.

"Pah," panggil Delima lagi dengan suara bergetarnya.

"Dokter yang memberikan nomor kamu tidak menjelaskan apa-apa pada papa, dia hanya memberikan nomormu saja dan meminta papa untuk bertanya denganmu secara langsung," pungkas Papa Agus lagi.

"Pah, a-aku..."

"Cukup Del! Jangan mengelak lagi! Jujur sama papa!" potong Papa Agus.

"Kamu sakit apa nak?" tanya Papa Agus lagi dengan lembut.

"Del-Delima sakit kanker pah," jawab Delima lalu menangis kencang.

Deg!

Bagaikan dihantam batu besar dan disambar petir. Hati Papa Agus begitu hancur mendapatkan fakta yang mengejutkan dari anak sulungnya.

Baru saja ia ingin membuka lembaran baru dengan sang putri dan seketika hancur saat tahu jika Delima mengidap kanker.

"Ka-kanker Del?" gagap Papa Agus.

Delima mengangguk lalu menghapus air matanya, "Iya pah," jawabnya berusaha untuk tidak kembali menangis lagi.

"Kanker apa nak?" tanya Papa Agus.

"Kanker otak dan sekarang sudah masuk ke stadium tiga," jawab Delima lagi menahan isak tangisnya.

"Stadium ti-tiga?" Papa Agus seketika menjadi lemas. "Apa suamimu dan keluarganya tahu Del?" tanya Papa Agus.

"Tidak pah, mereka tidak tahu," ucap Delima.

"Kenapa? Apa benar mereka tidak tahu? Ataukah mereka tidak mau tahu?" tuduh Papa Agus terdengar marah.

"Bukan seperti itu pah, Delima sengaja tidak memberithu mereka. Delima tidak ingin menjadi beban buat mereka," jelas Delima.

"Lalu apa kata dokter? Apa penyakitmu masih bisa di sembuhkan?" tanya Papa Agus.

"Entahlah pah, kemungkinannya tipis dan Delima pasrah," tutur Delima.

"Del! Dengarkan papa baik-baik. Papa tahu kamu wanita yang kuat, wanita yang hebat, jadi jangan mundur, jangan mau kalah dengan penyakitmu! Berjuamg dan bertahanlah, papa akan membantumu! Papa akan mencarikanmu dokter terbaik nak," pungkas Papa Agus memberikan dukungan agar Delima tetap kuat dan tidak menyerah.

"Terima kasih pah, tapi sebaiknya gak usah. Itu merepotkan papa dan juga membuang-buang uang saja pah, percuma penyakit Delima sudah gak bisa disembuhin lagi," isak Delima. Sekuat apapun hatinya berkata bisa, namun kenyataan tetaplah kenyataan.

"Cukup Del! Jangan menolak! Kali ini biar papa yang turun tangan sendiri! Papa gak peduli mau keluar uang berapapun selama kamu bisa sembuh kenapa tidak?! Kamu anak papa dan uang papa juga hak kamu nak," jelas Papa Agus tidak mau dibantah lagi.

"Terserah papa saja," timpal Delima.

"Kamu di mana sekarang?" tanya Papa Agus.

***

Jangan lupa like, komen dan votenya yah😘

1
SRI HANDAYANI
aku kasih bunga se keranjang 🤩🤩🌹🌹🌹
SRI HANDAYANI
semoga endyng nya happy ❤❤
SRI HANDAYANI
kok kayak lagu kehilangan yaa...🤣🤣🤣
SRI HANDAYANI
lanjut thor 💪💪🌹🌹
SRI HANDAYANI
luar binasa sadisnya 😡😡😭😭
melting_harmony
Luar biasa
Yunerty Blessa
Makasih banyak kak thor buat cerita nya.. sungguh mantap sekali 👍👍
teruslah berkarya dan sehat selalu 😘😘
Cen Li
Luar biasa
Lutfi f
aku udh nyari tp gag ada
Tari Sirait: BOHONG INI JUDUL CERITANYA KAGAK ADA!?
total 1 replies
Jam'ah Sublie
kebaikan Erwin cuma ada kedua orang tua nya
Jam'ah Sublie
selalu saja wanita yg tersakiti
Fatih Qolbi
Top bgt pokoknya
stva 14
lanjutannya mana ya
May
keren
Lela Lela
sehatlah delima .
Lela Lela
semoga sembuh delimany thor
Lela Lela
sembuhkan author delimany
Lela Lela
semoga bahagia terus
Lela Lela
bagus akur erwin
Lela Lela
Awas kamu erwin jgn hanya di depan mama papamu baik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!