Sesuatu yang bernama CINTA memang selalu membawa HAL BARU dalam kehidupan MAFIA GROUP.
Mengandung unsur kedewasaan 17++
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon DeviRazRhasti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
30
Sampai di mobil, Bulkrish langsung menyalakan mobilnya tanpa bicara apapun,
Dalam perjalanan,
"Bulkrish kau kenapa?" tanya Mei
"Jangan tanya aku kenapa, kamu gak liat tatapan para penjabat asing itu, tatapan mereka seakan akan ingin melemparmu ke ranjang mereka, cih, jika saja bukan karena Paman Dewa menyuruhku aku gak akan sudi ke rapat itu," gerutu Bulkrish
"Ahhh sudahlah Bulkrish, kau ini seperti tak biasa dengan hal seperti itu, waktu SMA kan kau juga pernah memukuli orang hanya karena orang itu menggodaku," Mei
"Aku tidak terima jika ada yang menggodamu kecuali diriku Mei, kamu hanya milikku," Bulkrish, Bulkrish menghela nafas, "Kamu lihat saja apa yang akan kulakukan pada para penjabat hidung belang itu," tambah Bulkrish
"Memang kau akan berbuat apa, aku harap kau tidak membunuh mereka,"
"Ck membunuh mereka langsung hanya akan merugikan tanganku saja, aku akan membalas mereka supaya aku dan negara ini untung besar," Bulkrish
Mei mendesah, "terserah kau saja,"
Tiba tiba suara telepon Mei berdering,
"Yuda nelpon,"
Saat Mei akan mengangkat, Bulkrish sudah keburu mengambil ponsel Mei dan mengangkat telepon dari Yuda,
"Halo Mei," Yuda
"Cih kau berharap sekali Mei yang akan mengangkat telepon darimu," Bulkrish
"Eka, kau kah itu?"
"Iya, mau apa kau menelepon Mei,"
"Aku hanya ingin mengajaknya jalan jalan bersamaku,"
"Apa kau kira aku akan biarkan itu hah, kau ingat baik baik perkataanku ini, kau jauhilah Mei jika kau masih sayang pada nyawamu Yuda, jika kau berani menghubungi atau mendekati Mei, aku pastikan kau akan pergi ke neraka," ujar Bulkrish dengan nada mengintimidasi, Bulkrish mematikan teleponnya dan membuang ponsel Mei ke luar jendela mobil,
"Baka apa yang kau lakukan?" Mei
"Aku hanya tidak mau ponsel sialan itu menjadi penghubungmu dengan mantanmu," Bulkrish
"Tapi itu ponselku satu satunya," Mei
Bulkrish mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya,
"Ini untukmu,"
Mata Mei terbelalak melihat ponsel terbaru dan harganya cukup untuk membeli sebuah mobil yang Bulkrish keluarkan dari saku jasnya,
"Bulkrish ini,"
"Aku sengaja membelinya untukmu, sebelumnya aku ingin memberikan ini sebagai hadia, tapi kamu sudah keburu ketahuan selingkuh," Bulkrish
"Hah? Selingkuh? Apa maksudmu Baka, aku tidak selingkuh, lagipula aku kan hanya kekasih sementaramu saja,"
Bulkrish memberhentikan mobilnya, dan langsung mencium bibir Mei dengan posesifnya, setelah pasokan oksigen mereka habis,
"Bulkrish kau itu kenapa sik? Habis nafasku tau," gerutu Mei
"Kamu yang mulai duluan, siapa yang bilang kalau kamu hanya kekasih sementaraku hah, jika kamu mau aku bisa menikahimu sekarang juga," Bulkrish
"Hu-uh kau itu menyebalkan Baka, aku tidak mau menikah denganmu, kau kan harus menikah dengan wanita lain dan membangun keluarga kecil," Mei membuang muka ke arah lain,
"Dan aku hanya ingin menikahimu dan memiliki anak bersamamu, sudahlah jangan membahas wanita lain diantara kita, yang perlu kamu tau, aku hanya mencintaimu dan aku hanya milikmu, dan kamu juga adalah milikku, aku tidak akan biarkan siapapun merebutmu dariku," ujar Bulkrish
Mei hanya cemberut mendengar Bulkrish yang secara tegas mengklaim dirinya sebagai milik Bulkrish seorang.
.
.
.
Saat sampai di mansion, luka Mei langsung diobati oleh Bulkrish, setelah selesai diobati dan minum obat, Mei tertidur karena efek obat yang ia minum, sedangkan Bulkrish tiduran di samping Mei sambil memeluk Mei dan membelai rambut hitam Mei,
"Mei apa sampai sekarang pun kamu masih meragukan cintaku. Memang dulu aku pernah membencimu tapi perasaan itu sudah hilang lebih dari 20 tahun yang lalu Mei, aku sekarang mencintaimu, sangat mencintaimu Mei," Bulkrish bermonolog lirih
Bulkrish teringat saat dirinya masih sangat kecil dan membenci Mei.
.
Flashback On,,,
Saat Bulkrish baru berumur 6 tahun, Mei memang sengaja menyuruh Dwi untuk melatih bela diri Bulkrish sedari umur Bulkrish 5 tahun, dan itu memicu kebencian dan ketidaksukaan Bulkrish kecil kepada Mei karena menganggap Mei mau merebut masa kanak kanaknya.
Suatu hari, Mei menjemput Bulkrish kecil dari tempat latihan Bulkrish kecil belajar karate, selama diperjalanan,
"Wahhh Eka, kamu sudah bersabuk kuning, kalau gak salah apa ya namanya??" uajr Mei dengan gaya orang sedang memikir
"Kirodi," jawab Bulkrish kecil dengan dingin
"Oh ya, selamat ya, aku senang sekali deh, hm kamu mau hadia apa dariku," Mei
"Gak ada," jawab Bulkrish kecil lagi dengan dingin
"Bagaimana kalo kita jalan jalan ke mall dan ke pantai,"
"Ngak mau,"
"Kenapa? Kamu kan suka jalan jalan,"
"Aku bilang ngak mau berarti ngak mau, lebih baik bibi pergi saja jangan berada di dekatku," usir Bulkrish yang langsung pergi meninggalkan Mei,
Saat Bulkrish akan menyebrang jalan, Mei melihat ada sebuah mobil dengan cepatnya melaju ke arah Bulkrish,
"EKA!!" Teriak Mei
Mei langsung berlari ke arah Bulkrish kecil dan mendorong keponakan ke-3 nya itu hingga akhirnya Mei lah yang tertabrak mobil itu, sedangkan Bulkrish hanya mengalami lecet di tangan kanannya,
Bulkrish kecil terbengong saat melihat Mei yang tak sadarkan diri bersimbah darah didepannya, Bulkrish kecil berlari mendekat ke arah Mei sambil menangis,
"KaMei, bangunlah, KaMei,"
Bulkrish menelepon orang tuanya menggunakan ponsel Mei.
.
Saat Mei sudah mendapat pertolongan dan nyawanya dapat diselamatkan, Mei masih belum tersadar dari komanya walau sudah hampir seminggu Mei sudah koma.
Dan selama itu juga, Bulkrish kecil tidak sekolah dan bahkan sesekali membolos untuk menjenguk Mei di rumah sakit.
Saat Mei sudah tersadar, Mei melihat Bulkrish kecil duduk tertidur di samping Mei, Mei tersenyum melihat wajah menggemaskan Bulkrish kecil,
"Eka sayang, bangunlah," Mei mencoba membangunkan Bulkrish kecil walau suaranya masih lemah
Bulkrish kecil yang sudah terlatih untuk tidur dan bangun pun terbangun dengan suara Mei yang hampir tak terdengar jelas,
"KaMei, Kaka udah sadar," Bulkrish kecil
"Kamu memanggilku apa Eka,"
"KaMei, kaka Mei,"
Mei tersenyum,
"Akhirnya kamu mau memanggilku dengan sebutan itu Eka,"
"Hm kaka sepertinya nama Bulkrish lebih bagus deh, kaka maukan menjadi satu satunya orang yang memanggilku Bulkrish, anggap sebagai hadia kaka untukku," pinta Bulkrish kecil
"Tentu saja Bulkrish, aku sangat menyayangimu,"
"Aku juga, kaka jangan meninggalkanku lagi ya, aku mau selalu bersama KaMei,"
"Tentu,"
Bulkrish memeluk Mei dengan erat,
"KaMei juga maukan memaafkanku karena aku selalu jahat sama kaka,"
"Hn iya, kamu itu keponakan kesayanganku Bulkrish," ujar Mei sambil mengelus rambut hitam Bulkrish
"Aku menyayangimu KaMei, sekarang dan selamanya," Bulkrish kecil,
Mei hanya tersenyum mendengar perkataan Bulkrish. Namun kebahagiaan mereka membuat seorang anak laki laki yang lebih kecil dari Bulkrish kecil merasa sangat sedih dan kesal, anak laki laki adalah Aji yang sengaja datang untuk menjenguk bibi kesayangannya namun dirinya melihat Sang Rival a.k.a Sang Kakak Sepupu sedang bermanja manja dengan Kaka Mei kesayangannya setelah berdamai dengan Sang Bibi.
Sejak saat itu juga, Aji menganggap Bulkrish bukan hanya sebavai rival dalam hal pendidikan atau bela diri tapi sebagai musuh besar yang notabene bisa menjadi tembok cina antara dirinya dan Mei.
Flashback End.
semangt jngn lupa crazy up
ga seru klau hnya stop sampai dsini.
critanya menyayat hati kali thour
Mei harus hidup bersama aji
Baca novelku judulnya 'Cinta sejati'. Tentang dua orang yang menemukan cinta sejatinya serta lika-liku perjalanannya. Klik foto profilku buat baca...
Baca dulu sinopsisnya dan 3 episode awal.
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA
bdw mampir juga ya kak di novel Ku judulnya TERSISIH KARENA MENDUA