NovelToon NovelToon
The Secret of Love

The Secret of Love

Status: tamat
Genre:Romantis / Action / Fantasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:697.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: embun_senja

Menceritakan tentang kehidupan seorang gadis yatim piatu yang mengalami masa-masa sulit dalam kehidupannya.

Semua bermula sejak kematian kakeknya yang tewas terbunuh saat dia masih kecil, hingga dirinya yang dijual dan dijadikan sebagai gadis penghibur di sebuah rumah bordil ternama yang mengubahnya menjadi salah seorang wanita penghibur yang menjadi favorit para bangsawan dan pejabat istana.

Hingga suatu saat, dia harus memutuskan untuk masuk ke lingkungan istana karena kematian kekasihnya yang ternyata dalang dari seseorang yang tinggal di istana.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon embun_senja, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part 31

Di padang bunga, tampak seorang pria sedang berdiri di depan sebuah makam. Pria itu terlihat sedih. Tatapannya penuh rasa kecewa. Tanpa sadar, air matanya mulai menggenangi pelupuk matanya. "Maafkan aku karena aku tidak bisa melindungi Mei Yin. Aku tidak mampu untuk memenuhi janjiku padamu, maafkan aku," ucap pria itu dengan tangisan yang mulai terdengar.

Liang Yi, sosok pria yang tengah berdiri di depan makam Lian. Hatinya hancur karena kehilangan semua anggota keluarganya. Hidupnya merana karena kahilangan kekasih hatinya. Kini, tujuan hidupnya hanya satu, yakni membalas dendam atas kematian orang-orang yang dicintainya.

Selama ini, dia tinggal di dalam hutan yang dekat dengan tambang. Tujuannya, agar dia bisa mencari tahu aktivitas dan pemilik tambang itu. Tidak ada lagi tujuan dalam hidupnya selain menghancurkan tambang itu dan kini rencananya mulai berjalan sesuai keinginannya.

Hampir dua bulan yang lalu, dia telah berhasil masuk ke dalam tambang, tapi bukan sebagai Liang Yi melainkan sebagai Ming Zi, seorang pemuda yang berhasil membantu para penjaga tambang membunuh para penyusup yang dikirimkan Raja. Semua itu terpaksa dia lakukan karena dia tidak ingin semua rencananya gagal. Dia terpaksa membunuh para penyusup itu karena dia ingin mengambil hati pemilik tambang agar dia bisa bekerja di dalam tambang itu.

Sudah tidak terhitung kegagalan yang di alaminya untuk bisa masuk ke area tambang, tapi dia tidak pernah menyerah. Semangatnya untuk membalas dendam lebih kuat hingga membuatnya melakukan segala macam cara agar bisa masuk menjadi orang kepercayaan pemilik tambang.

Penampilannya yang dulu menawan dengan wajahnya yang tampan, putih dan bersih, kini telah berubah. Selama berbulan-bulan hidup di dalam hutan telah membuat wajah tampannya berubah. Wajah yang dulu mulus kini di tumbuhi janggut dan kumis tipis yang memang sengaja dia biarkan. Tubuhnya yang sedari dulu atletis kini terlihat semakin gagah dengan dada bidangnya yang semakin berotot karena setiap hari dia berlatih untuk menambah kemampuannya dalam bertarung. Kulitnya yang dulu putih kini mulai menghitam. Dan semua itu dia lakukan agar tidak ada yang mengenalinya. Tujuannya agar dia bisa masuk ke dalam tambang dan menjadi orang kepercayaan di tambang itu. Dan semua keinginannya itu telah tercapai. Kini, namanya telah tercatat sebagai salah satu pengawal terhebat dan tersadis di dalam tambang.

"Bagaimana situasi di tambang, apa semuanya baik-baik saja?" tanya Nona Liu pada ayahnya.

"Semuanya aman. Sejak Ming Zi bergabung di tambang, tidak ada lagi penyusup yang berani mendekat karena Ming Zi pasti akan membunuh mereka."

Nona Liu tersenyum puas. Dia ingat kembali pertemuan pertamanya dengan pemuda itu. Wajahnya yang terlihat sangar dan tidak pernah tersenyum, membuat siapa saja akan bergidik ketakutan saat melihatnya. Bukan hanya itu, kemampuannya bertarung ternyata telah membuat Nona Liu berencana untuk menjadikannya sebagai pengawal pribadinya.

Sementara Mei Yin, telah diangkat menjadi selir Pangeran Zhao Li dengan panggilan Nyonya Yin. Walaupun begitu, Pangeran Zhao Li tidak pernah menyentuhnya. Pangeran Zhao Li hanya menjadikannya sebagai seorang teman di kala dia kesepian, karena dia tahu kalau dirinya hanya dijadikan alat untuk pembalasan dendam gadis itu. Walaupun begitu, Pangeran Zhao Li tidak keberatan karena rasa bersalahnya dan itu tidak mengurangi rasa cintanya pada Mei Yin. Dan untuk melindungi gadis itu, Pangeran Zhao Li akhirnya mengangkatnya menjadi selir.

Sejak saat itu, Mei Yin selalu diperlakukan dengan baik oleh para dayang dan pengawal istana. Walau telah menjadi selir, tapi Mei Yin tidak pernah menunjukan wajahnya. Wajah cantiknya selalu tertutup dengan cadar hitam dengan bordiran bunga berwarna putih di tiap sisinya. Bahkan, Pangeran Zhao Li pun belum pernah melihat wajahnya walau sebenarnya rasa penasaran telah menghantui hatinya sejak lama.

Rasa bersalah pada Mei Yin telah membuat Pangeran Zhao Li bertekad untuk mencari bukti tentang rencana pembunuhan atas gadis itu yang berujung dengan kematian kekasihnya. Karena itu, Pangeran Zhao Li berusaha untuk mencari tahu dengan cara mendekati Nona Liu.

Malam itu, Pangeran Zhao Li memutuskan untuk datang ke kamar permaisuri. Dengan memantapkan hatinya, Pangeran Zhao Li mulai melangkah memasuki kamar permaisuri.

"Paduka, ada apa Paduka datang menemuiku? Kenapa Paduka tidak memberitahuku sebelumnya kalau Paduka akan mengunjungiku?" tanya Nona Liu dengan bibirnya yang gemetar karena kaget dengan kedatangan Pangeran Zhao Li ke kamarnya. Untuk pertama kalinya, Pangeran Zhao Li menginjakkan kakinya ke kamar itu hingga membuat Nona Liu tersenyum bahagia.

"Apa aku tidak boleh datang ke kamar istriku sendiri?" tanya Pangeran Zhao Li sambil membaringkan tubuhnya di atas tempat tidur.

"Maafkan, hamba. Hamba hanya terkejut melihat Paduka datang ke kamar hamba," jawab Nona Liu dengan wajahnya yang mulai memerah.

"Apa boleh malam ini aku tidur di sini?" tanya Pangeran Zhao Li yang membuat Nona Liu terperanjat kaget.

"Apapun keinginan Paduka, hamba siap melaksanakan. Kalau itu keinginan Paduka, hamba tidak mungkin bisa menolaknya."

Malam itu, Pangeran Zhao Li menghabiskan malamnya bersama Nona Liu. Sementara Mei Yin, masih duduk melamun di dalam kamarnya karena mengingat Pangeran Zhao Li yang perlahan mulai menghindar darinya.

"Kenapa hatiku merasa gelisah? Kenapa aku kecewa ketika Pangeran mulai mengacuhkanku? Kenapa aku harus merasa sakit hati ketika Pangeran mulai dekat dengan Nona Liu? Kenapa aku seperti ini?" batinnya dalam hati.

"Nyonya, tidurlah. Paduka tidak akan datang karena malam ini Paduka tidur di kamar permaisuri," ucap Dayang Ling yang membuat hatinya kecewa.

Selama ini, Pangeran Zhao Li selalu menemaninya. Walau mereka tidur sekamar, tapi Pangeran Zhao Li tidak pernah menyentuhnya. Rasa cinta yang selama ini dia tahan, akhirnya tak bisa lagi di bendungnya. Penolakannya pada Pangeran akhirnya telah membuatnya berpikir kalau Pangeran telah melupakannya dan itu telah membuat hatinya terluka.

Perlahan, dia mengingat kembali semua kebaikan dan perhatian pangeran Zhao Li padanya. Air matanya jatuh tatkala mengingat semuanya dan kini, dia harus terluka karena Pangeran telah memilih untuk bersama Permaisuri.

Sejak saat itu, Mei Yin sudah jarang bertemu dengan Pangeran Zhao Li. Dan itu membuat hatinya gelisah. Walau hanya sekali, dia ingin bertemu dengan Pangeran, tapi dia tidak bisa karena Pangeran Zhao Li selalu menolak untuk bertemu dengannya.

"Apa yang sudah aku lakukan hingga kamu menolak untuk menemuiku? Apakah kamu sudah tidak lagi peduli padaku? Apakah aku sudah tidak lagi berarti bagimu?" Mei Yin menangis di dalam kamarnya seorang diri. Pertanyaan-pertanyaan itu seakan bermain dalam benaknya, mengganggu hatinya hingga dia tersadar kalau dirinya telah jatuh cinta pada Pangeran Zhao Li.

"Kalau ini hukuman bagiku karena selama ini telah mengacuhkan cintamu, maka aku akan terima. Aku akan selalu berada di sisimu hingga kamu menyuruhku untuk pergi darimu. Aku akan setia menunggu hingga kamu kembali lagi padaku seperti dulu."

Semenjak Pangeran Zhao Li tidak lagi mengunjunginya, Nona Liu tidak pernah mengganggunya. Villa bunga yang biasanya sering dikunjungi Pangeran, kini terlihat sepi karena Pangeran sudah tidak lagi menampakkan dirinya di tempat itu.

"Nyonya, masuklah. Sepertinya akan turun hujan," ucap Dayang Ling saat melihat Mei Yin duduk sendirian di sebuah bangku taman. Mei Yin tidak mendengar ucapan dayangnya itu. Dia masih duduk dengan tatapan kosong dan tidak menyadari kehadiran Dayang Ling. Hingga titik-titik air hujan perlahan turun dan membuyarkan lamunannya.

"Masuklah Nyonya, nanti Nyonya bisa sakit," ucap Dayang Ling sambil memayungi majikannya itu dan membawanya masuk ke dalam kamar.

"Istirahatlah, aku akan membawakan sup panas untuk Nyonya," ucap Dayang Ling yang kemudian keluar dan berjalan menuju ke dapur istana.

Di depan villa, Dayang Ling tidak sengaja berpapasan dengan Pangeran Zhao Li yang sedang melintas di tempat itu. Melihat Pangeran, Dayang Ling kemudian menunduk dan memberi hormat padanya.

"Maafkan hamba Paduka. Kenapa Paduka  tidak pernah lagi mengunjungi Nyonya? Tidakkah Paduka sekali saja mengunjunginya karena Nyonya saat ini sangat merindukan Paduka," ucap Dayang Ling sambil berlutut di depan Pangeran Zhao Li.

"Apa yang kamu lakukan? Cepat pergi dari sini!!" bentak salah satu kasim yang berjalan bersama Pangeran sambil mengusir Dayang Ling.

"Paduka, hamba mohon sekali saja Paduka mengunjungi Nyonya, karena Nyonya saat ini sangat kesepian. Hamba mohon Paduka, kasihanilah Nyonya," pinta Dayang Ling sambil mencoba melepaskan diri dari para pengawal.

Tanpa mempedulikan Dayang Ling, Pangeran Zhao Li kemudian bergegas pergi meninggalkan Dayang Ling yang masih berusaha mendekatinya dengan air mata yang mulai jatuh. "Paduka, hamba mohon kasihanilah Nyonya!!" teriak Dayang Ling yang coba mengikuti Pangeran Zhao Li, tapi tetap dihadang oleh pengawal kerajaan.

"Pergilah, kalau tidak, kami akan memenjarakanmu," ancam salah satu pengawal dengan wajahnya yang terlihat garang.

Dayang Ling kemudian terdiam. Walau tidak berhasil membujuk Pangeran Zhao Li, tapi setidaknya dia sudah memberitahukan Pangeran kalau saat ini majikannya itu sangat kesepian.

"Nyonya, makanlah sup panas ini," ucap Dayang Ling sambil membawakan semangkuk sup panas dan diletakkan di atas meja.

"Aku tidak lapar. Pergilah, aku ingin sendiri."

"Tapi Nyonya, nanti Nyonya bisa sakit."

"Tidak usah khawatir, aku tidak apa-apa. Aku hanya ingin sendiri, kalau aku memerlukan sesuatu aku pasti akan mengatakannya padamu."

Dayang Ling menghela nafas panjang. Walau sedikit khawatir, tapi dia harus menuruti permintaan majikannya itu. Dengan berat hati, Dayang Ling kemudian pergi meninggalkan majikannya itu sendirian.

"Apakah ini adalah takdirku? Kenapa aku selalu kehilangan orang yang aku cintai? Apakah aku tidak pantas untuk mencintai seseorang hingga Engkau tega merenggut orang yang aku cinta dari sisiku?" keluh Mei Yin dengan air matanya yang mulai jatuh.

"Kalau memang Engkau tidak menginginkan aku untuk mencintai, maka biarkan aku untuk membalaskan dendamku. Kuatkan aku agar aku bisa tetap kuat di depannya dan bantulah aku agar aku bisa menjaga hatiku," ucap Mei Yin tulus dalam doanya.

"Aku akan menguatkan hatiku walau aku tahu itu akan sulit. Aku akan tetap bertahan di istana ini hingga Permaisuri mau mengakui kejahatannya."

*****

Di dalam kamarnya, Pangeran Zhao Li terlihat murung. Dia kembali mengingat ucapan Dayang Ling tentang Mei Yin yang kini kesepian karena dirinya yang tak kunjung menemui gadis itu.

"Maafkan aku. Aku terpaksa harus menghindar darimu agar aku bisa mendapatkan bukti atas kejahatan Permaisuri terhadapmu. Aku tidak bisa melihatmu di sakiti olehnya, karena itu aku mohon tolong bersabarlah," batin Pangeran Zhao Li dalam hati.

Rupanya, Pangeran Zhao Li sengaja melakukan itu semua agar Permaisuri percaya padanya. Dan dia ingin melindungi Mei Yin agar tidak disakiti oleh Permaisuri. Pangeran yakin, Permaisuri bisa melakukan apa saja untuk menyingkirkan saingannya. Karena itu, agar Mei Yin bisa selamat, Pangeran Zhao Li terpaksa harus bersandiwara dengan berpura-pura mencintai Permaisuri dan meninggalkan Mei Yin.

"Putriku, apakah kamu tidak curiga dengan Paduka yang bisa secepat itu menerimamu? Kenapa dia tiba-tiba mendekatimu padahal dulu dia tidak seperti itu?"

"Aku tidak peduli, Ayah. Asalkan Paduka mau bersamaku, aku tidak peduli apapun itu."

"Tapi putriku, kalau Paduka membohongimu, apa yang akan kamu lakukan?"

"Sudahlah, Ayah. Untuk saat ini biarkan aku menikmati kebersamaanku bersama Paduka. Jangan ganggu aku dengan semua kecemasan Ayah."

Walau hatinya di liputi rasa curiga, tapi perdana menteri Liu tidak bisa berbuat apa-apa, karena putrinya benar-benar telah jatuh cinta pada Pangeran Zhao Li

*****

"Nyonya, ada utusan dari Paduka yang ingin bertemu dengan Nyonya," ucap Dayang Ling dengan girang pada majikannya itu.

"Persilakan utusan itu untuk masuk," jawab Mei Yin dengan sebuah senyuman di bibirnya.

Utusan itu kemudian masuk dan memberikan sebuah gulungan kertas pada Mei Yin. Tanpa berkata apapun, utusan itu kemudian pergi setelah Mei Yin membuka dan membaca gulungan kertas itu.

"Bagaimana, Nyonya? Apakah Paduka ingin bertemu dengan Nyonya?" tanya Dayang Ling penasaran.

Dengan senyum, Mei Yin mengangguk mengiyakan karena isi surat tersebut mengatakan kalau Pangeran Zhao Li ingin bertemu dengannya di kediamannya.

Dengan memakai gaun berwarna kuning air dan penutup wajah berwarna hitam, Mei Yin kemudian menuju kediaman Pangeran Zhao Li dengan di temani Dayang Ling.

"Yang Mulia, Nyonya Yin datang menghadap," lapor salah satu kasim pada Pangeran Zhao Li.

"Masuklah," ucap Pangeran Zhao Li mempersilakan Mei Yin untuk masuk.

Dengan perasaan yang campur aduk, Mei Yin kemudian masuk ke kamar dan mendapati Pangeran Zhao Li yang tengah duduk. Mei Yin kemudian menundukkan badannya seraya memberi hormat.

"Duduklah," ucap Pangeran Zhao Li.

Mei Yin kemudian duduk di depan Pangeran Zhao Li. Tatapan matanya tak berkedip. Betapa dia sangat rindu untuk bertemu dengan pemuda itu. Ingin rasanya dia memeluk dan melepaskan rasa rindunya yang selama ini dia tahan. "Maafkan hamba jika hamba telah melakukan kesalahan yang membuat Paduka tidak ingin bertemu dengan hamba. Hamba akan lakukan apapun jika itu bisa membuat Paduka memaafkan hamba," ucap Mei Yin dengan tulus.

Pangeran Zhao Li hanya terdiam. Raut wajahnya terlihat sedih, tapi coba dia sembunyikan. Hingga tiba-tiba saja, Nona Liu muncul dari balik kelambu tempat tidur Pangeran Zhao Li dengan bajunya yang setengah terbuka.

1
秦柔
this is very touching /Sob/
Yaser Levi
sampai episode ini, udah gak ada gregetnya, cinta kok pindah2 gak jelas..mn rajanya bego lagi ..udahan lah..
Kalief Handaru
ceritanya bagus
Purwanto Purwanto
sanfat menguras emosi
Novie Achadini
karya yg lainnya apa thor aku suka sama critanya
Novie Achadini
ceritanya bagus bgt thor
Oi Min
Ah.... Ruwet
Oi Min
Mei Yin cuma cinta ma putra mahkota saja?? Akankah dia bsa jatuh cinta lagi??
Oi Min
Jadi Liang Yi akan ttp jdi kakak dan sahabat Mei Yin
Oi Min
Apa Mei Yin akan jatuh cinta lagi.... Siapa yg akan jadi jodohnya Mei Yin??
Oi Min
Jdi.... Siapa yg memburu Mei Yin sampe2 Lian berkorban nyawa??
Oi Min
Nangis aq tor...... Syedih..... 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Oi Min
Ah.... Lian so sweet dech.....
Apa Lian itu kekasih yg di sebut di prolog itu.... Yg mati krna orang istana??
Oi Min
Jendral Cang Yi sdah lupa ma Mei Yin kah??
evilnasry_
aku bahagia mendengar meylin akhirnya hidup bahagia,,dan tak ku sangka season keduanya sdh lebih dulu selesai ku baca dibandingkan season pertamanya,,karyamu sngatt bguss thorr semangat lagi untuk berkarya👍💪
❤time traveller❤
sedia tissue
♥️♥️time travelers ♥️♥️
sedih bgt ceritanya . mudah mudahan happy ending
mejik tutik
yang benar itu yg gimanaaa?
Sri Farsan
kebanyakan bawang thor,,, nyesek ak
(*) 😑 Oppa gabut😁😐😤
di cerita ini tokoh utama nya siapa🤔
bingung aku🤔🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!