NovelToon NovelToon
Shanum: SAMUEL & HANUM

Shanum: SAMUEL & HANUM

Status: tamat
Genre:Istri ideal / Cinta setelah menikah / Crazy Rich/Konglomerat / Cintapertama / Konflik etika / Anak Genius / Tamat
Popularitas:75.1k
Nilai: 5
Nama Author: Musim_Salju

Hanum: Dia bukan idiot, dia makhluk spesial yang di hadirkan Allah dalam hidupku, dan tidak ada yang boleh menghina suamiku.

Begitulah perkataan yang di lontarkan orang-orang terhadap Samuel. Pria Dewasa yang sejak kecil selalu di hina idiot oleh orang-orang. Dokter mengatakan jika Samuel Autism dari lahir. Namun Hanum yakin, jika suaminya pasti sembuh suatu saat nanti atas kehendak Allah. Walaupun ia di katakan autism, Samuel adalah pemuda yang sangat pintar. Dan Hanum tidak pernah terima jika ada yang merendahkan apalagi menghina suaminya. Walaupun awalnya pernikahan ia dan Samuel terjadi karena keterpaksaan.

Bagaimana lanjutan kisah antara Samuel dan Hanum? dapatkah mereka melalui cobaan demi cobaan yang datang?

Yang tidak suka skip saja dari sekarang, terimakasih.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Musim_Salju, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Fakta Mengejutkan

Perlahan Hanum juga terlelap di samping Samuel. Hingga tak terasa mereka tertidur hingga suara azan berkumandang. Hanum terjaga saat Samuel menoel-noel pipinya yang terlihat menggemaskan. Cadar yang ia kenakan sekarang entah di mana. Hanum menggeliat dan tersentak saat sosok seorang lelaki begitu dekat dengan dirinya.

"Astaghfirullahal'adzim!"

"Anum kenapa kaget? Muel ganggu tidur Anum ya? Pipi Anum lucu, lembut seperti jelly kesukaan Muel."

Hanum baru tersadar jika ia dan Muel sudah menikah. Bahkan tadi dia juga yang menemani Samuel hingga terlelap, dan ia bahkan ikut terlelap dengan nyenyak di samping suaminya. Hanum sendiri bingung kenapa ia bisa tidur dengan nyenyak padahal ada lelaki asing di samping dirinya. Asing karena ini pertama kalinya ia satu tempat tidur dan seintim itu dengan yang namanya lawan jenis.

"Maaf, Hanum mengejutkan mas Muel ya. Sudah adzan, mas Muel mandi terus wudhu ya."

"Malas mandi Anum, dingin!" Bibirnya maju lima sentimeter, Hanum hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah sang suami. Sabar Hanum, begitulah yang ia ucapkan di dalam hati. Dengan menekan sabar sebanyak-banyaknya, Hanum kembali membujuk Muel dan menuntunnya ke kamar mandi. Akhirnya Muel menurut dan mandi dengan cepat.

"No-no, mas Muel harus mandi, kalau tidak Hanum marah nih!" Sedikit ancaman tak masalah. Buktinya Muel langsung menurut.

Setelah memastikan Samuel mandi, Hanum keluar dari kamar suaminya setelah mengenakan cadar kembali dan menyiapkan pakaian ganti untuk Samuel. Lebih tepatnya kini itu sudah menjadi kamarnya juga. Namun pakaiannya yang masih berada di kamar tamu membuat Hanum harus keluar dari kamar mereka. Namun siapa sangka saat ia keluar dari kamarnya dan sang suami, Satria yang baru saja menaiki tangga dan hendak memasuki kamarnya melihat Hanum keluar dari kamar Samuel. Betapa ia meradang melihat pemandangan itu dan membuat seisi rumah menghampiri sumber suara.

Ceklek!

"Lo! ngapain lo keluar dari kamar adik gue ha!" Hanum terkejut karena di todong pertanyaan seperti itu. Ia yang hendak menjelaskan tak bisa berkata karena Satria tidak memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan.

"Saya..."

"Dasar cewek munafik Lo. Lo mengambil kesempatan dengan ke adaan adik gue yang seperti itu? Ngaku Lo! Semua cewek emang sama dan tidak bisa di percaya, cuih!" Satria menatap nyalang Hanum. Hanum sekali lagi ingin menjelaskan, namun di saat ia ingin menjelaskan, Samuel keluar dari kamarnya dengan hanya menggunakan handuk sebatas pinggang, dan terekspos lah bagian atas tubuh Samuel.

"Anum, Abang kenapa marahin Anum-nya Muel!" Samuel menatap abangnya marah.

Melihat adiknya seperti baru selesai mandi. Pikiran Satria sudah traveling kemana-mana. Sonia, Surya dan Pratama juga muncul mendengar keributan yang di buat oleh Satria.

"Ada apa sayang? Satria, kamu apakan Hanum!" Sonya bertanya lembut kepada menantunya, dan menatap marah kepada Satria.

Satria mendengus kesal karena mamanya malah bersikap lembut kepada wanita bercadar yang ia pikir telah melakukan sesuatu kepada adiknya. Ia begitu benci dengan kehadiran Hanum, sejak Hanum menginjakkan kaki di rumah itu. Entah apa sebab ia tidak menyukai Hanum sedari awal. Padahal sikap Hanum selama ini sangat sopan dan ramah, bahkan ia selalu menyapa ketika bertemu.

"Ma, jangan bersikap sok lembut dengan dia. Mama tahu, barusan aku mergokin dia keluar dari kamar Sam, dan sekarang Sam malah keluar dengan handuk seperti ini. Tanpa Satria jelaskan, mama pasti mengerti maksud Satria. Cewek ini tidak benar ma, pa." Dengan penuh kebencian dan amarah ia menunjuk-nunjuk wajah Hanum.

Pratama yang juga ada di sana menggeleng pelan. Apa benar Hanum seperti yang di jelaskan oleh adiknya itu. Sepertinya itu tidak mungkin. Perasaan Satria yang semakin dalam tidak mau percaya begitu saja. Sepertinya ada kesalahpahaman di sini.

"Sat, lo yang sopan dengan Hanum. Kasih Hanum kesempatan untuk menjelaskan." Pratama tentu saja membela Hanum. Ia yakin Hanum tidak seperti itu, walaupun ada keraguan di hatinya. Bagaimanapun Hanum berhak menjelaskan.

Sonya dan Surya hanya bisa menghela nafas panjang. Ini ni, karena mereka belum sempat menjelaskan posisi Hanum di rumah itu. Jadinya putra mereka salah paham. Bisa jadi pekerja di rumah itu bisa salah paham juga. Sepertinya ini harus di obrolkan sekarang juga dengan kepala dingin.

Hanum yang sedari tadi ingin berbicara langsung menyela." Mohon maaf sebelumnya, izinkan Hanum shalat ashar dulu. Nanti Hanum akan jelaskan kepada semuanya. Permisi ya ma, pa, semuanya. Assalamualaikum." Bukannya tak sopan pergi begitu saja, namun ia sudah ketinggalan empat raka'at sore itu. Melihat Surya dan Sonya mengizinkan Hanum pergi begitu saja, membuat Satria semakin di kuasai oleh amarah.

"Ck, pelarian. Alasan mau shalat, sudah berbuat mesum di kamar adek gue, sekarang sok-sokan mau shalat. Klise banget alasan lo. Gue tunggu Lo di ruang keluarga."

"Abang Satria jahat! Muel tidak terima Anum-nya Muel Abang marahi!" Samuel menghentakkan kakinya memasuki kamar. Ia langsung memasang bajunya yang sudah di siapkan Hanum dan segera melaksanakan shalat seperti yang di perintahkan Hanum tadi kepadanya.

Tak perlu waktu lama, semua sudah duduk di ruang keluarga. Seperti janji Hanum, selepas shalat ia juga langsung menuju tempat berkumpulnya semua orang di rumah itu. Bahkan para pekerja juga tengah berkumpul di sana. Semua itu ide Sonya yang ingin mengumumkan posisi Hanum di rumah itu, agar tidak ada lagi yang salah paham di rumah mereka.

Hanum duduk tepat di samping Sonya, Samuel pun langsung mendekat ke arah Hanum. Ia duduk menempel dengan istrinya. Melihat hal itu, membuat Satria semakin yakin dengan praduganya. Bahkan Hanum sama sekali tidak menghindar saat ada seseorang lelaki di sampingnya. Pratama juga terkejut melihat pemandangan tersebut. Ia tidak menyangka jika Hanum membiarkan adiknya menempel dengan Hanum. Apa benar Hanum sedang memanfaatkan Samuel untuk keinginannya semata. Melihat kondisi Samuel yang tentu saja akan menurut begitu saja dengan apa yang di minta Hanum.

Pikiran-pikiran itu terus saja menghantui Pratama. "Hanum, apa benar yang di katakan Satria, kamu tadi keluar dari kamar Sam?" Pratama yang bertanya untuk pertama kali, ia tidak tahan menunggu begitu lama penjelasan hanum.

Hanum menganggukkan kepalanya tanpa takut. Melihat itu secuil hati Pratama terasa perih. Apa Hanum benar-benar terpergok oleh adiknya. Dan kini Hanum tidak bisa mengelak? kecewa mulai menjalari hati Pratama. Saat ia mulai memiliki perasaan kepada wanita cantik yang ada di hadapannya.

Kini giliran Satria yang bertanya kepada Samuel. "Tadi Lo ngapain aja di kamar sama dia Sam?" Samuel yang di tanya tentu saja menjawab dengan jujur.

"Kepo bangsat. Tentu saja Muel bobok dengan Anum. Muel bobok nyenyak karena di tiduri Anum. Muel suka tidur sama Anum, tidur Muel jadi nyenyak." Perkataan Samuel tentu saja membuat semua isi kepala mereka jadi traveling. Padahal maksudnya, Samuel hanya di puk-puk oleh Hanum hingga terlelap, namun jawabannya membuat semua orang salah paham. Hanum hanya menghela nafas pelan, suaminya tentu saja polos. Tapi kata polos tidak tepat. Namun Hanum masih terlihat biasa saja.

"Apa! benar Num! Kamu tidur sama Sam! Jadi Satria tidak salah? Kamu... aku fikir kamu wanita baik-baik, tapi nyatanya kamu tidak lebih dari wanita..." Pratama tak sanggup melanjutkan ucapannya. Bagaimanapun hatinya baru saja di isi oleh nama Hanum. Sakit hati karena kecewa membuat Pratama tak mampu menatap Hanum.

"Cukup! Kalian sudah kelewatan dengan Hanum. Hanum ini wanita Sholehah dan wanita baik-baik. Tidak pantas kalian berdua berkata seperti itu. Papa kecewa dengan kalian karena mengatakan sesuatu yang telah melukai hati Hanum!" Surya tak tahan lagi. Padahal ia ingin langsung menjelaskan jika Hanum itu suami Samuel, namun ke dua putranya terus saja berceloteh.

"Pa!" Satria kesal karena papanya kini ikut-ikutan membela Hanum.

"Papa belum selesai! Setelah ini kalian berdua harus minta maaf dengan Hanum. Asal kalian tahu, Hanum ini kini istri adik kalian Samuel. Hanum menantu mama dan papa sekarang. Tiga hari lalu Hanum dan Muel resmi menikah di kampung halaman Hanum. Karena itu juga Hanum sekarang bersama ayahnya tinggal bersama kita."

Degh!

......................

...To Be Continued ...

Assalamualaikum sahabat Salju, mohon maaf karena semalam othor tidak sempat update, karena othor sibuk seharian dengan acara 17-san dan setelah pulang dari aktivitas kecapean, niatnya malam mau update tapi malah ketiduran.

Selamat merayakan kemerdekaan (Dirgahayu Republik Indonesia yang ke-79🇲🇨🇲🇨🇲🇨) kira-kira semalam kalian mengikuti lomba apa saja ni?

1
Ndari Assufi
terus semangat berkarya
Dyah Oktina
aamiin yaa Allah
Dyah Oktina
waduh....adik kakak jatuh cinta pd pesona hanum... 🤦🏻‍♀️
Dyah Oktina
Luar biasa
Dyah Oktina
Lumayan
Dyah Oktina
jd tama bukan putra sambung sonya...tp anak kandung beda bapak dgn samuel.. terus satria anak siapa thor... btw anak2nya apa tahu status mereka?
Dyah Oktina
cadarnya...dah lepas kah?pasti hanum malu kla cadarnya terlepas
Dyah Oktina
aamiin
Dyah Oktina
siapakah yg lancang mau.membuka pintu kamar yg d pakai hanum???
Nurgusnawati Nunung
terimakasih thor.. sehat selalu
Amin Srgfoo
ceritanya selalu bagus
Musim_Salju: Maa Syaa Allah tabarakallah, terimakasih kak🤗
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
InsyaAllah ayah Haitsam berumur panjang bisa melihat baby El sampai dewasa.
Nurgusnawati Nunung
lanjut Thor... semangat
Nurgusnawati Nunung
Belum lepas juga cinta bang Tama untuk Hanum... semoga nanti ada jodoh yang lebih baik ya.
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah sehat sehat semuanya..
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah akhirnya Samuel bisa sembuh... semoga Hanum dimudahkan dalam melahirkan.
𝐈𝐬𝐭𝐲
lanjuut Thor... up nya jangan lama² dong
Nurgusnawati Nunung
Muel... semangat untuk sembuh.
lanjut Thor
Musim_Salju: 🤍🤍🤍🤍🤍
total 1 replies
Nurgusnawati Nunung
Alhamdulillah... Muel bangun dari tidur panjangnya.
𝐈𝐬𝐭𝐲
alhamdulillah akhirnya Samuel sadar juga..
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!