NovelToon NovelToon
Turun Ranjang: Pernikahan Balas Dendam

Turun Ranjang: Pernikahan Balas Dendam

Status: tamat
Genre:Pengganti / Cinta setelah menikah / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:745.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: Santi Suki

Tarissa terpaksa mengikat janji suci dengan Nafandra, bukan karena cinta, melainkan demi melindungi Keanu dari cengkeraman Keluarga Brawijaya yang kejam. Di balik pernikahan ini, Tarissa menyimpan dendam membara. Ia bertekad mengungkap kebenaran di balik kematian tragis Nessa, yang kecelakaan itu ternyata adalah pembunuhan berencana yang didalangi oleh keluarga suaminya sendiri.

Takdir mempertemukan Tarissa dengan sebuah buku harian milik Nessa. Lembaran demi lembaran mengungkap rahasia kelam dan misteri yang selama ini tersembunyi rapat di balik tembok megah Keluarga Brawijaya. Setiap kata yang Tarissa baca, membawanya semakin dekat dengan bahaya. Mampukah Tarissa mengungkap kebenaran dan membalaskan dendam Nessa, atau justru ia akan menjadi korban selanjutnya dari keluarga Brawijaya yang penuh intrik dan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Santi Suki, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 30.

Bab 30

Penyelidikan Adimas tentang kecelakaan yang menimpa Nessa semakin berkembang dan pihak kepolisian juga sudah mengubah keterangan kalau itu kecelakaan yang direncanakan. Tarissa memberi tahu tentang kedua pelaku itu, tetapi ketika polisi mencari ke sana mereka sudah tidak ada.

Siang hari ketika kebanyakan orang sedang istirahat atau tidur siang, Tarissa melanjutkan membaca buku harian milik Yuniar yang cukup tebal dan sangat menarik perhatiannya. Dia membaca sambil duduk di sofa dekat kaca jendela.

Ketika dia menoleh ke arah luar, terlihat Adelia pergi berlari ke arah belakang. Tentu saja ini menarik perhatian Tarissa. Dia pun membuka kaca jendela dan menjulurkan kepala untuk melihat gadis itu akan melakukan apa di bagian belakang rumah. 

"Kenapa Adelia sering pergi ke gudang? Ada apa di sana?" ucap Tarissa bergumam.

Karena penasaran, Tarissa pun pergi menuju ke halaman belakang. Lebih tepatnya wanita itu mencari tahu apa yang dilakukan oleh Adelia di gudang. Karena gadis itu tidak membawa apa-apa ketika pergi ke gudang. 

'Sebenarnya dia ada keperluan ada di sana?' batin Tarissa yang kini bersembunyi di balik pohon nangka yang batangnya cukup besar, bisa untuk bersembunyi.

Adelia di dalam gudang cukup lama. Tarissa pun semakin mendekat ke bangunan itu. Dia bersembunyi di balik dinding samping.

Tarissa menengok ke dalam lewat kaca jendela. Wanita itu mengira di dalam sana akan gelap, ternyata tidak. Dia bisa melihat apa yang dilakukan oleh Adelia. Sang gadis terlihat meraba-raba dinding dan mengetuk-ngetuknya.

'Dia sedang melakukan apa?' batin Tarissa penasaran.

Setiap gerak-gerik Adelia terus diamati oleh Tarissa. Karena terlalu fokus pada dinding, gadis itu menyenggol sebuah kotak peti sehingga ambruk dan isinya berhamburan keluar.

"Aaaaaaa, siaaal! Nambah pekerjaan saja." Adelia mengumpat. Dia pun segera mendirikan peti itu dan memasukan kembali isi-isinya.

Setelah selesai, Adelia pun pergi meninggalkan gudang. Kini Tarissa sendirian di sana. Karena penasaran apa yang sebenarnya dicari oleh Adelia, dia pun masuk ke dalam gudang.

Bangunan itu sangat sederhana, hanya ada ruang depan yang cukup luas, lalu satu ruang kecil dan kamar mandi juga dapur kecil. Namun, tempat itu terlihat sempit karena banyak barang bekas di simpan di sana.

Ruang depan masih mendapat cahaya dari luar, tetapi kamar tidur itu sangat penuh oleh barang sehingga akan sulit untuk mencari sesuatu di sana. Dapur dan kamar mandi pun gelap juga penuh barang.

'Apa yang dicari Adelia di sini?' batin Tarissa.

Kaki Tarissa menginjak sesuatu di lantai. Dia pun berjongkok untuk mengambil barang yang ada di kakinya. Ternyata itu adalah sebuah jepit kawat polos model zaman dulu. [Jepit kecil panjang yang kadang bisa untuk membuka kunci di film-film]

"Ini mirip jepit rambut yang dipakai oleh Narsih yang ada di foto," ucap Tarissa sambil memerhatikan jepit yang sering digunakan agar rambut tidak jatuh menghalangi wajah.

"Jangan-jangan ini beneran milik Narsih," kata istrinya Nafandra bermonolog.

Hati Tarissa ingin sekali memeriksa kamar yang penuh oleh barang. Dia tidak bisa memeriksa sendiri di ruangan itu. 

Dengan menggunakan lampu dari ponselnya, Tarissa mulai memeriksa keadaan di dalam kamar itu. Ketika melakukan suatu penyelidikan jangan mengabaikan hal kecil atau yang sering dianggap sepele.

Gudang itu meski kotor oleh debu, tapi penyusunan barang-barang sangat rapi, sehingga tidak ada tempat yang terbuang sia-sia. Barang berat dan besar di letakkan paling bawah. 

Mata Tarissa melihat ada bekas-bekas batang di geser dari posisi awal. Dia bisa melihat itu dari ketebalan debu di sekitarnya. 

'Ini tidak baru,' batin Tarissa. Dia merasa kalau barangnya itu dipindahkan beberapa waktu karena sudah berdebu, tetapi masih tipis.

Tarissa mencoba menggeserkan barang-barang itu. Dia memindahkan satu persatu barang yang ada di sana. 

"Ada ini?" Tarissa menyorotkan cahaya ke dinding yang sudah kusam.

Ada noda seperti bekas darah mengering di dinding. Jika tidak teliti akan dikira kotoran biasa. Pandangan Tarissa kini lebaran sebuah lemari yang ada di samping. Letak penempatan lemari menurut dia agak tanggung.

"Kenapa tidak agak menengah atau sekalian di pepetkan ke panik. Menyisakan sedikit begini," kata Tarissa bergumam.

Dikarenakan rasa penasaran yang kuat, Tarissa mencoba menggeser lemari dua pintu itu. Dia kesulitan untuk menggesernya, maka mengeluarkan sebagian isi lemari yang kebanyakan dus berisi baju bekas. 

Dengan sekuat tenaga Tarissa mendorong lemari itu agar bisa melihat ada apa di baliknya. Mata wanita itu terbelalak ketika mengarahkan cahaya ke arah dinding yang menunjukkan banyak bekas darah kering di sana.

Seketika tubuh Tarissa merasa merinding. Ketika dia mengarahkan cahaya ke segala arah, ada benda yang tidak asing baginya. Yaitu bros huruf "N" dengan tangan bergetar dia mengambil benda yang menjadi hadiah ulang tahun untuk saudara kembarnya. Dia melihat di balik bros itu ada ukiran nama "Nessa".

'Apa orang yang menggeser benda-benda ini dulu adalah Nessa? Apakah dia juga melihat ini semua?' batin Tarissa.

"Nyonya. Apa yang sedang Anda lakukan?" 

Jantung Tarissa terasa jatuh ke dasar perut ketika mendengar suara seseorang di belakangnya. Dengan cepat dia menoleh. 

"P-pak Budi-man, apa yang Anda lakukan di sini?" Tarissa malah balik bertanya.

"Justru itu yang ingin saya tanyakan. Untuk apa Anda berada di sini?" Laki-laki paruh baya itu menatap tajam. 

Meski di sana remang-remang, Tarissa masih bisa melihat ekspresi wajah kepala pelayan. Laki-laki itu memperlihatkan raut muka yang tidak ramah seperti biasanya. Jelas sekali kalau dia sedang marah.

"Aku sedang mencari sesuatu," jawab Tarissa.

"Apa yang Anda cari di gudang ini?" 

"Sesuatu rahasia yang dikatakan oleh Nessa menjelang kematiannya."

Wajah Pak Budiman mengeras, tetapi pancaran sinar matanya menunjukkan ketakutan dan kegelisahan. Laki-laki itu sedang berusaha menyembunyikan perasaannya.

"Sepertinya ini yang ditemukan oleh Nessa," kata Tarissa sambil mengarahkan cahaya ke arah dinding yang menunjukkan banyak bekas darah.

"Sepertinya ada seseorang yang terluka parah sampai darahnya banyak seperti itu," lanjut Tarissa.

"Hentikan! Anda jangan berbuat macam-macam. Nanti malah celaka. Sebaiknya diam dan pura-pura tidak tahu," ujar Pak Budiman dengan penuh penekanan di setiap kata-katanya.

Mulut Tarissa terbuka, kata-katanya tersangkut di tenggorokan. Lalu, dia tertawa garing karena ucapan Pak Budiman.

"Pura-pura tidak tahu? Bagaimana bisa aku pura-pura tidak tahu, mungkin saja ini semua ada hubungannya dengan kematian Nessa," kata Tarissa pada akhirnya.

"Justru itu, sebaiknya Anda diam, jika tidak ingin mengalami nasib yang sama dengan Nyonya Nessa," ujar Pak Budiman.

"Tidak bisa. Apa pun yang terjadi aku akan ungkapkan kebenaran. Tidak peduli apa yang akan terjadi nanti, yang jelas aku tidak akan membiarkan orang yang sudah berbuat jahat itu hidup bebas dan tenang," balas Tarissa dengan tegas.

***

1
rara🍁🍃🦋
mesti kepala pelayan laki laki mbi mbok darmi
Endang Werdiningsih
ohhhh ternyata pak budiman ga terlibat,,maaf ya pak budiman,,dikoment seblom'a aku mencurigai pak budiman kerjasama sama mbok darmi🤭
Endang Werdiningsih
kok curiga sama mbok darmi dan pak budiman yg membunuh Muis karena mereka terlibat cinlok,,dan mama Yuniar sempet melihat pembunuhan itu maka'a sama pak budiman diterror hingga bundir...
kalo nafandra yg membunuh lalu motif'a apa...
Evi Goenharto
lag gmn sih Tarissa, kan td udh dijelasin kalo Nessa itu bohongin Andra kalo yg nolongin Andra itu Nessa...baru tau setelah nikah bukan sbg pelampiasan makanya dia marah ama Nessa...
sbnrnya yg dia cintai itu ya Tarissa, pake nduga2 lg
Ra~~~~~
Novelnya bagus banget g mudah ditebak 😍
🌸 Sunshine 🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Annie Soe..
Kereen ,,, asli kereenn thor karya dikau satu ini thor,,
Ga cukup sekali bacanya,,
Misterinya dapat, romancenya juga dapet,,
Tengkyu, sehat selalu & hasilkan karya2 yg ga kalah bagusnya..
🌸 Sunshine 🌸: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Jumi Eko
Bagus
Ila Lee
wahdu pak CEO tersalah bicara kerana terlalu kuatir sama nyonya nrdra 🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Ila Lee
kenapa tidak mahu pindah kerumsh buat yg tidak berkaitan dengan pembunuhan waktu itu dulu kntidak y tahu tapi sekarang d sudah tu kn seram
Ila Lee
Alhamdulillah akhirnya terissa dan nafandra saling meg maafkan saling melepas rindu semoga jodoh kalian hanya maut yg memisahkan ❤️❤️❤️❤️❤️
Ila Lee
semua orang m punya masa lalu jdi terima lh dengan Berlapang dada yg paling penting keikhlasan
Ila Lee
arwah suami MU tahu kamu sudah bahagia ndra jdi pulang ikhlas kn kesian Keanu pasti mencari mamanya terus😭😭😭😭😭
Ila Lee
terissa jgn lh membuat keadaan semakin rumit tanya hati ni apa perasaan MU terhadap nafandra suka benci atau cinta tepuk dada tanya selera 🥰🥰🥰🥰🥰
Ila Lee
jgn sampai kau meyesal di belakang hari terissa
Ila Lee
aku juga tidak faham dengan acara pemikiran terissa 😝😝😝
Ila Lee
akhirnya muncul sifat terissa yg suka marah2 dan memaki 2 suami
Ila Lee
jgn buat keputusan terburu-buru ingat kau di amanahkan untuk menjaga Keanu oleh Nissa
Ila Lee
jgn 2 tersisa hamil ya emosi nya tak menentu 😂😂😂
Ila Lee
wahdu byk ajer yg iri hati biar terbiasa menikah dengan adik ipar nya jika tidak tahu cerita itu mulut diam 😡😡😡😡
Ila Lee
betul terbiasa yg lalu biar lh berlaku Nissa juga sudah tenang di sana buka n buku baru ingat suami itu mangsa kekejaman dan adat dengki oleh orang terdekat nya apa kamu sanggup nafandra trauma kembali jdi fikir2 kn lah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!