NovelToon NovelToon
Sang Pewaris Darah Naga

Sang Pewaris Darah Naga

Status: tamat
Genre:Fantasi / Fantasi Timur / Spiritual / Mengubah Takdir / Ahli Bela Diri Kuno / Tamat
Popularitas:174k
Nilai: 5
Nama Author: Raden Alfatir

mohon maaf saya menganti nama dari Kaisar agung jadi sang pewaris darah naga.

tiktok: barxzzz

setiap hari update: 2/3 bab.

al kisah seorang pemuda Lin Xieng yang di anggap gagal oleh keluarga nya, tapi suatu ketika di dalam hutan Lin xieng menemukan bola misterius yang ternyata bola misterius tersebut adalah inti fondasi kultivasi kaisar xuan pada zaman dinastiqi

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Raden Alfatir, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 31: peta kuno

Langit mulai berubah jingga saat Lin Xieng dan rombongannya tiba di dataran landai berbatu. Di hadapan mereka berdiri sebuah kuil tua, bangunannya sebagian runtuh dimakan usia, namun aura spiritual yang terpancar dari dalamnya terasa kuat dan menekan.

“Kita sudah sampai,” gumam Lian Bo, matanya menyipit menatap reruntuhan. “Menurut naskah lama, peta kuno yang menunjukkan titik-titik sumber energi purba tersimpan di tempat ini.”

Chu Qingli mengangguk. “Tapi kita tak tahu apa yang menjaga peta itu, atau… siapa.”

Saat mereka melangkah mendekat, tiba-tiba... Miao-sama, si kucing ungu raksasa di atas kepala Chu Qingli, melompat turun dan berdiri tegak di depan kuil. Telinganya bergerak-gerak seolah mendeteksi sesuatu.

Lin Xieng mengangkat alis. “Apa dia jadi penjaga sekarang?”

“Tidak tahu,” jawab Chu Qingli, “tapi kalau dia mulai bicara bahasa manusia, aku akan mulai mempertanyakan semua keputusan hidupku.”

Miao-sama mengeluarkan suara keras: “Mmmmrrrrooowwwww!”

Dan tepat setelah itu, batu nisan di depan kuil retak, membuka jalan menuju lorong bawah tanah.

Lin Xieng tertegun. “Serius? Dengkurannya kunci pintu?”

“Dia jelas lebih berguna daripada Lian Bo,” kata Chu Qingli.

“Protes! Aku adalah—”

“Pewaris teknik Lembah Pagi, kami tahu,” potong Lin Xieng dan Chu Qingli bersamaan.

Mereka pun turun ke dalam lorong itu, cahaya spiritual memancar samar dari dinding-dindingnya. Di dalam, mereka menemukan sebuah ruangan bulat yang dipenuhi ukiran-ukiran tua dan sebuah peta besar tergantung di dinding batu.

Namun belum sempat mereka mendekat...

Tshiiiiing!

Sebuah sosok hitam muncul dari bayangan—makhluk berkaki enam, bertubuh manusia tetapi berwajah ular. Matanya bersinar hijau menyala, dan ia berbicara dalam bahasa aneh yang entah bagaimana bisa dimengerti: “Yang ingin menyentuh peta, harus melewati ujiannya.”

Chu Qingli mengangkat pedangnya. “Ujian jenis apa?”

Sosok itu menyeringai. “Ujian... tertawa.”

“Tertawa?” tanya Lin Xieng, tidak yakin ia mendengar benar.

Sosok itu tiba-tiba berubah bentuk—menjadi... Lian Bo.

Namun Lian Bo yang memakai wig aneh, berdansa sambil menyanyi fals, “Aku pewaris lembah... tapi jatuh ke sawah...”

Seluruh ruangan menjadi sunyi.

Lin Xieng menatapnya. “Ini semacam... ilusi untuk menguji kontrol emosi?”

“Kalau tertawa, gagal,” kata Chu Qingli pelan.

Lian Bo berdiri dengan wajah kaku, tapi bibirnya berkedut. “Kenapa dia jadi aku... dan kenapa begitu menghina?!”

Lin Xieng mulai berkeringat. “Jangan ketawa… jangan ketawa…”

Tiba-tiba, Miao-sama melompat ke tengah dan… memukul ilusi itu dengan ekornya.

Tshak!

Ilusi hancur, dan sosok ular itu lenyap.

“...Kita boleh begitu?” tanya Lian Bo bingung.

Miao-sama menoleh ke belakang dengan ekspresi meremehkan. “Mrrrow,” katanya, seolah berkata: Cupu.

Dengan ujian yang mendadak disingkat paksa oleh kucing misterius, mereka pun akhirnya bisa mendekati peta.

Di atas batu tertulis dengan aksara kuno: Peta ini bukan hanya peta dunia… tapi juga peta jiwamu.

Lin Xieng menatap titik-titik bercahaya di atasnya. “Ada puluhan lokasi spiritual penting… beberapa mungkin berisi teknik, peninggalan, atau bahkan… rahasia dunia.”

Chu Qingli menunjuk satu titik di bagian barat laut. “Yang ini bersinar paling terang. Kita bisa mulai dari sana.”

Namun Miao-sama mendengkur dengan keras, mengisyaratkan untuk tidak pergi ke sana.

Lian Bo bergumam. “Kalau kucing yang mendengkur bisa meramal nasib, aku menyerah.”

Lin Xieng mengusap dagunya. “Bukan meramal. Mungkin... dia punya koneksi dengan tempat itu.”

Di saat itulah, sebuah suara samar terdengar dari dalam kuil. Bukan dari mereka, bukan dari roh, dan bukan dari kucing.

Suara itu berkata lirih, seolah menembus ruang:

> “Seseorang bermarga Wang... mengubah hukum dunia, dan memutar waktu...”

Lin Xieng tersentak. Suara itu datang dari dalam pikirannya, seolah berasal dari gulungan kuno yang belum ia miliki.

Matanya menyipit. “Marga Wang... Siapa dia? Apa hubungannya dengan teknik tubuh itu...?”

Namun belum sempat ia mencerna semuanya, suara Chu Qingli memanggil. “Lin Xieng, ayo. Kita harus pergi sebelum malam. Tempat ini tidak enak didiami terlalu lama.”

Lin Xieng mengangguk. Tapi hatinya tidak tenang. Ada sesuatu... sesuatu besar yang telah mulai bergerak.

Dan entah kenapa, Miao-sama juga ikut menatapnya dalam-dalam, seolah berkata: Kau sudah mendengar bisikan masa depan. Jangan abaikan.

1
Solardy Lardy
lanjutkan💪
budi Suwarno
Japan cerita nya Bagus Dan baik, tolong setiap kata" di perbaiki,,,
Xuan Yan
😎🤩
Luo Zan Thian
Tahap Dunia ghoib???? Udah tewas dong????
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
belll nyyy
lin yan bukan ayah asli nya gitu sih hrus nya🗿
Paksi Winatha
thour ayah ny lin xieng,Lin Yan apa Lin Zhan sh dchapter sebelum ny Lin Yan kq disini jadi Lin Zhan???? yg bnr nama ayah ny siapa sh???🤔🤔🤔🤔🤔🤔🤔jdi bingung q baca ny??/Doubt//Doubt//Doubt//Doubt//Chuckle//Chuckle//Chuckle//Chuckle/
belll nyyy: lin yan harus nya ayah tiri nya jadi kaya paman gitulah
total 1 replies
Paksi Winatha
thour kata pak seharus ny dganti dg tetua/senior lbh enk dbaca ny 🫣🫣🫣🫣
Aloy Winaryo
api
Aloy Winaryo
beli
bob
baca juga novel " zaman para dewa" bagi yang suka fantasi timur
bob
rekomendasi novel " zaman para dewa" bagi yang suka fantasi timur
orang gabut
ini mah rangkuman cerita
Nay Galcite Nay Galcite
😎😎
baca yg gue suka
ni novel apa koran?
narasi doang, membosankan
KuPenjahatUsil
Batu di dlm diri mc adakah lebih kuat dari ayah atau musuh22nya. Apakah bantuan darinya atau hanya sekadar menumpang. Rasanya jika tiada batu pun mc akan bangkit sebab darah kuno ayahnya lambat atau cepat pasti bangkit juga. . 😆😂🤭
KuPenjahatUsil
Sifat manusia. Bila kota miskin yg kaya akan memandang hina yg sombong. Begitu yg lemah akan dipandang remeh jijik pada mereka. Kebanyakkan bila nafsu serakah ingin semuanya diatas hilang la sifat manusia bagi mereka nyawa hanya mainan, hakikat bila jatuh baru sedar betapa kehinaan itu adalah mereka sendiri. Menyesal tiada ubat penyesalan yg ada hanya jiwa yg dihantui rasa bersalah sakit atas perbuatan lampau.
Rinaldi Sigar
lnjut
Edu Juan
makin lama makin kacauceritanya
Edu Juan
aneh,gerbang nangis,roti bicara,novel apaan ini
belll nyyy: hehehe, cumn ada yng di otak masukin, mohon maap kalo aneh🙏
total 1 replies
Xuan Yan
😎
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!