NovelToon NovelToon
Dokter'S Romantic

Dokter'S Romantic

Status: tamat
Genre:Romantis / Cintamanis / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Beda Usia / Tamat
Popularitas:126.9k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Apakah perjalanan kisah Zeva dan Askara kembali berlanjut setelah 6 tahun berpisah. Pertemuan keduanya di rumah sakit yang sama. Zeva yang sudah menjadi Dokter muda beberapa bulan di rumah sakit dan tidak lama Askara yang tiba-tiba bergabung di rumah sakit yang sama sebagai senior.

Kecanggungan pertemuan keduanya. Karena masa lalu yang mereka alami bersama. Kasus kematian model terkenal. Membuat keduanya kembali dekat. Askara yang mengetahui kelemahan Zeva sebagai seorang Dokter yang ternyata memiliki ketakutan dan bukan seperti seorang Dokter pada umumnya. Askara yang tetap mendampingi Zeva sebagai senior dalam profesional pekerjaan.

Namun kedekatan keduanya tidak lepas dari dari rasa sakit hati Zeva yang merasa di permainkan dan tidak ingin terjebak dengan masalah hati dengan pria yang sama untuk kedua kalinya.

Bagaimana hubungan mereka selanjutnya?
Bagaimana Askara yang menyembuhkan luka yang pernah di berikannya pada wanita yang dulu pernah mengisi hari-hari nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31 Jahil

"Ada apa Zeva?" tanya Askara

"Tetaplah menjadi guru untukku yang mendampingiku terus! tetap menjadi Dokter senior untukku!" ucap Zeva dengan tiba-tiba saja mengeluarkan kata-kata itu.

"Aku ingin menjadi Dokter seperti Dokter dan sejak awal Dokter adalah orang yang menjadi motivasi ku," lanjut Zeva.

Askara tersenyum dan menggenggam tangan Zeva yang menumpuk dengan kedua tangannya menatap dengan sangat tulus.

"Aku akan selalu mendampingi kamu, jangan takut untuk melakukan sesuatu yang baru," ucap Askara.

"Kamu akan menjadi Dokter seperti ku," lanjut Askara.

"Makasih Dokter. Makasih untuk hari ini dan hari-hari yang selalu ada untuk mendampingiku," ucap Apa Zeva dengan tatapan mata yang sayu.

"Sama-sama Zeva!" sahut Askara.

"Kalau begitu ayo berdiri. Aku sudah lapar dan kita harus makan,"ucap Askara.

Zeva mengangguk kepala dan langsung berdiri. Tangan keduanya masih tetap bergenggaman dengan keduanya sama-sama tersenyum.

Mata Zeva turun ketangannya yang melihat Askara masih menggenggam tangan kecil itu yang membuat Zeva tersenyum. Bahkan Askara dan Zeva berjalan dengan tangan yang masih bergenggaman.

Seperti ada tanda-tanda lampu hijau untuk hubungan Askara dan Zeva yang membaik dan sudah bisa di mulai dari awal kembali.

*********

Hari-hari Zeva di temani Askara dalam pelatihannya, baik di desa Cempaka yang bergabung dengan Dokter coast maupun di ruang pelatihan. Askara terus mengajari Zeva dengan pelan-pelan Zeva mulai berani. Karena juga sudah terbiasa memasuki ruang operasi bersama Dokter Andika teman Askara.

Sama seperti sekarang ini mereka berdua yang berada di ruang pelatihan yang mana Zeva melakukan pembedahan pada bagian perut manusia Zeva yang terlihat serius melakukan pekerjaan yang biasa sangat menakutkan untuknya.

"Hahhhh!" sentak Askara yang tiba-tiba menakutkan Zeva.

"Aaaaaa!" Zeva langsung terkejut yang membuat Askara tertawa.

"Isss Dokter!" Zeva langsung memukul Askara karena kesal yang di kerjai.

"Dasar penakut!" ejek Askara

"Siapa yang tidak takut di kagetkan seperti itu tiba-tiba!" kesal Zeva dengan menatap horor Askara.

"Hanya seperti itu saja langsung takut!" sahut Askara.

"Ya jelas takut!" kepala Zeva

"Iya-iya maaf! jangan marah-marah seperti itu," sahut Askara.

"Issss!" desis Zeva dengan wajah cemberutnya.

"Ayo cepat lanjut!" titah Askara.

"Nggak mau!" sahut Zeva mode ngambek yang membuat Askara mengkerutkan dahinya.

"Ayo cepat! kenapa tiba-tiba malah tidak mau?" Askara sampai menyenggol tubuh kecil Zeva dengan bahu Zeva yang membuat Zeva hampir jatuh

"Isss menyebalkan banget sih!" kesal Zeva melihat tingkah Askara yang jahil padanyanya.

"Makanya cepat!" tegas Askara

"Sudah sana, jangan ganggu aku. Aku mau konsentrasi!" tegas Zeva.

"Oh konsentrasi!" sahut Askara dengan mengangguk-angguk kepala yang seperti tidak yakin.

"Iya, mau konsentrasi! makanya sana dan jangan ganggu aku!" tegas Zeva dengan wajah yang sangat menyeramkan itu.

"Sok iya!" sahut Askara.

"Isss apa sih, sudah sana Dokter buruan pergi!" kesal Zeva.

"Yakin mau sendirian?" tanya Askara dengan menaikkan 1 alisnya

"Iya. Kenapa tidak yakin, buruan sana pergi dan jangan ganggu aku!" usir Zeva yang mendorong Askara keluar dari ruangan itu. Askara tidak masalah. Dia juga harus memberikan Zeva kesempatan untuk sendiri. Karena tidak mungkin di temani terus dan Zeva bisa bergantung padanya.

"Huhhh dasar menyebalkan! tiba-tiba mengagetkan ku," kesal Zeva menutup pintu.

Wajahnya yang kelihatan kesal. Namun, tiba-tiba saja mengeluarkan senyumnya. Sepertinya Zeva senang di jahili oleh Askara yang memang Askara selalu serius dan tiba-tiba jahil padanya.

*********

Setelah beberapa jam Askara yang kembali ke ruangan Zeva dan ternyata Zeva malah tertidur dengan wajahnya berada di atas meja pipinya yang menempel pada meja.

Askar menghela nafas dengan memasuki ruangan tersebut yang menghampiri Zeva yang tertidur begitu lelap.

"Sekarang malah tertidur!" gumam Askara yang membuka jas Dokter yang di pakainya dan memakaikan pada Zeva agar Zeva tidak kedinginan.

Askara berdiri di samping Zeva yang menatap begitu lama Zeva. Tangan Askara menyinggirkan anak rambut yang menutupi wajah cantik yang polos dan menggemaskan itu saat tertidur. Zeva yang meski sudah dewasa. Tetapi wajahnya tetap sangat lucu dan menggemaskan.

"Tidak ada yang berubah sebenarnya, semuanya masih tetap sama. Kamu tetap Zeva yang aku kenal dulu. Zeva yang punya semangat. Hanya saja perbedaannya kamu lebih keras kepala sekarang ini dan sangat penakut," ucap Askara dengan tersenyum tipis.

"Zeva aku sangat yakin, kamu akan bisa menjadi Dokter yang hebat Dokter yang menjadi cita-cita kamu sejak dulu dan aku akan terus mendampingi kamu. Kamu harus sukses Zeva," ucap Askara yang tidak pernah berhenti untuk memberikan dukungan dan doa kepada gadis yang sejak dulu sudah membuat dia tertarik dan pasti tidak mudah melupakan Zeva begitu saja.

*******

Rumah sakit

Mobil Zeva berhenti di rumah sakit, seperti biasa Zeva yang menjalankan aktivitasnya. Zeva keluar dari mobil yang melangkah masuk ke rumah sakit. Namun langkah Zeva tiba-tiba berhenti saat Laras yang berada di depannya dengan kedua tangan Laras dilipat di dadanya.

"Apalagi sih mau tante-tante ini kenapa menghalangi jalanku,"batin Zeva dengan kesal yang sudah malas berhadapan dengan Laras. Untuk menghindari Laras Zeva langsung berjalan begitu saja melewati Laras.

"Tidak tahu diri!" langkah Zeva terhenti ketika mendengar kata-kata tersebut yang keluar dari mulut Laras.

"Apa maksud mu?" tanya Zeva. Laras menyunggingkan senyumnya yang berhadapan dengan Zeva dengan kedua mata mereka yang saling menatap tajam dengan saling menantang.

"Kau tuli dan tidak kapok juga dengan apa yang aku katakan sebelumnya. Kau wanita tidak tahu diri!" tegas Laras mengulang kembali pernyataannya.

"Yang tidak tahu diri dan tidak punya harga diri itu siapa. Kau apa aku. Sebaiknya ngaca dulu dan baru mengatai orang sesuka hati. Jika laki-laki yang kau sukai tidak menyukaimu kembali itu bukan salah seseorang dan makanya ngaca!" tegas Zeva dengan menantang balik Laras membuat mata Laras melotot dengan keberanian Zeva yang semakin lama padanya.

"Ini adalah rumah sakit. Aku bertugas di rumah sakit ini dan punya keperluan di rumah sakit ini dan sementara kau, aku tidak tahu apa tujuanmu berada di rumah sakit ini yang memunculkan diri dan sekarang berbicara seenaknya kepadaku. Kamu tidak sakit terlihat baik-baik saja dan itu artinya kamu yang tidak tahu diri yang masih aja mengejar laki-laki yang tidak menginginkanmu sama sekali," lanjut Zeva.

"Tapi mungkin iya, itu tujuanmu datang ke rumah sakit untuk memeriksakan kesehatan jiwamu yang sedang bermasalah karena terlalu obsesi dengan laki-laki yang tidak menginginkanmu!" kecam Zeva dengan kata-katanya yang pedas yang membuat Laras mengepal tangannya.

"Kau...." Laras mengangkat tangannya yang ingin menampar Zeva. Namun tiba-tiba ada yang menahannya yang mencengkram kuat pergelangan tangannya membuat Laras menoleh ke samping yang ternyata adalah Zavier.

"Aku sudah pernah memperingatkanmu sebelumnya. Jangan pernah sekali-sekali untuk menyentuh Zeva!" tegas Zavier.

"Lepaskan aku?' Laras aku melepaskan tangannya dari Zavier.

"Kau jangan ikut campur dengan urusanku!" tegas Laras.

"Aku jelas ikut campur. Karena Zeva adalah adikku dan kau hanya wanita yang mencari keributan terus menerus, jika sekali lagi berani macam-macam kepada Zeva, aku benar-benar tidak akan tinggal diam!" ancam Zavier dengan menatap Laras tajam yang membuat mata Laras melotot.

Bersambung

1
Sara
Akhirnya mereka bersatu.
Dyah Oktina
anak askara dgn siapa sih???aih penasaran deh... rora juga kemana thor.. singgung sedikit dong...
antha mom
emosi aku baca karakter rora ini,,
antha mom
bagaimana bisa menjadi dokter kalau melihat darah dan mengheacting (menjahit luka) tidak berani? semasa coas nya kan mesti di jalani?
farida mereza
/Ok/
Hotlin Situmorang
sama sama kasihan mereka berdua askara dan zeva
Hotlin Situmorang
biarpun dgn terpaksa melakukan operasi itu tapi semuanya berjalan lancar dan sukses
Hotlin Situmorang
serius ye
Hotlin Situmorang
dokter dan darah itu sangat bersahabat
Hotlin Situmorang
sedih
eneng eneng
Alhamdulillah akhirnya, Zeva bisa bersatu dengan Askara🥰
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
makasih banyak kak 👍👍🙏🙏❤️❤️
happy ending..so sweet ❤️❤️
achilla 82
horeeee,,,akhirnya happy ending,,,,
makasih mak othor,,,,selamat ya askara dan zeva, semangat terus berkarya ya mak othor,,,,
ainuncepenis: Makasih kak. Dukung karya aku berikutnya ya kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
akhirnya happy end...I love you othor/Heart/
ainuncepenis: Makasih kak
total 1 replies
Yani Cuhayanih
Aku pantengin sampai halal..gk usah neko2 ya thor campurin bumbu...godaan yg ada pake bumbu kacang jd gado gado..kayak nya enak niih..makan sekarang...hehehe...
Siti Aminah
ohhhh askara ,adakah cinta seperti ini di dunia nyata tolong titipkan aku satu
⁽⁽ଘ[🐾©️le🅾️🦋]ଓ⁾⁾
Oh so sweet banget 💓💓
Yani Cuhayanih
Aku merasa...tak bahagia ya..dengan clbk reva dan askara...aku suudzan askara akan kembali labil...dan menyakiti zeva lagi....
Yani Cuhayanih
jangan dulu ketemu terlalu mudah...biarkan lah kucing2an dulu sela 3 thn..baik bangeet aku kan....hahahahaha....
Yani Cuhayanih
cemen bangeet dokter askara..baru lihat zeva berpegangan tgn dengan frans..dah menyerah sebelum berjuang....apakabar dengan kebohongan dokter askara selama bertahun tahun..gk bener aaaah
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!