NovelToon NovelToon
Terjerat Cinta CEO

Terjerat Cinta CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Teen
Popularitas:2.3M
Nilai: 4.7
Nama Author: Reinata Ramadani

Karin Emira Brisia adalah seorang gadis berusia 21 tahun yang ceria. Namun di malam itu, hidupnya hancur seketika saat bertemu dengan CEO yang dingin.

CEO itu menyeretnya ke sebuah kamar dan mengambil sesuatu yang paling berharga darinya. Akhirnya, Karin di usir dari rumahnya sendiri dan melakukan kawin kontrak.

Ig : @reinata_r

Untuk readers tersayang

Jangan lupa boom like dan vote nya yah, dan masukkan ke list favorite kalian. Selalu beri dukungan buat author yah...

Gomawo chingu 💞💞💞

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reinata Ramadani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pemakaman

°°°~Happy Reading~°°°

Dua mobil hitam beriringan berangsur meninggalkan mansion mewah itu. Mobil paling depan di huni Marcel, Karin dan juga Reihan. Sedangkan mobil di belakangnya menampung para bodyguard yang setia mendampingi Marcel.

Mobil mewah itu menepi di sebuah area pemakaman umum, langsung di sambut ratusan batu nisan yang berbaris rapi menyambutnya.

Karin memimpin jalan, mulai memasuki bagian dalam pemakaman itu dengan Marcel yang setia mengekor di belakangnya. Hingga akhirnya mereka sampai di sebuah makam bertuliskan Rihana Cantika di permukaan batu nisannya.

Karin menurunkan tubuhnya hingga ke posisi jongkok, air matanya kembali menyeruak dari balik matanya yang sudah memerah dan sembab. Sesak di dadanya kembali membelenggu hatinya, mengikat tenggorokannya dan membuatnya sulit mengambil nafas hingga ia mulai sesenggukan.

Marcel yang berada di sampingnya hanya membisu, ia melingkarkan tangannya ke bahu Karin berusaha untuk menguatkannya. Marcel tak banyak bicara, ia ingin memberikan Karin sedikit waktu untuk menyapa ibunya yang sudah bersemayam di bawah sana.

*Mama..., Apa kabar, mama disana baik-baik aja kan? Maafin Karin baru bisa datang menemui mama.

Maafin Karin karena nggak bisa jadi anak yang baik buat mama. Maafin Karin karena Karin sudah mengecewakan mama, karena Karin nggak bisa lagi berada di samping papa, karena Karin yang nggak pernah bisa buat papa bahagia dengan kehadiran Karin.

Mama, meski aku tak pernah melihat mama, aku rindu mama... Aku ingin melihat mama tersenyum menatapku, aku ingin mama memelukku.

Mama... Aku rindu mama*....

Karin yang telah usai menyapa ibunya, segera membangkitkan tubuhnya, kemudian beralih ke makam lain yang hanya berjarak beberapa langkah dari makam ibunya, dengan diikuti Marcel.

Mulut Karin komat kamit melantunkan bermacam doa, tangannya setia menepis mutiara bening yang sesekali masih menerobos keluar dari balik matanya.

Mobil itu berangsur meninggalkan area pemakaman, berusaha membelah jalanan yang berangsur basah karena rintik gerimis yang tak deras.

Karin hanya duduk mematung di samping Marcel, memandangi jalanan yang tampak lengang karena langit mulai memuntahkan isinya.

" Bolehkah aku bertanya sesuatu? " Sahut Marcel yang berhasil memecah keheningan, membuat Karin sontak mengalihkan pandangannya menghadap ke arah Marcel, lalu mengangguk pelan.

" Bolehkah aku tahu siapa itu Mira? " Tanya Marcel ingin tahu, mengingat nama yang bertengger di batu nisan makam kedua yang tadi ia kunjungi.

" Nenek Mira, dia nenekku. Dulu waktu kecil nenek yang mengurusku, beliau selalu mengajakku ke makam mama. Tapi setelah nenek meninggal di usiaku yang ke 9, aku membiasakan diri ke makam mama sendiri " Jawab Karin dengan muka masam, mengingat kenangan indahnya bersama nenek Mira yang kini hanya tinggal cerita.

" Mulai sekarang kamu tidak akan sendirian lagi, aku akan selalu menemanimu " Ucap Marcel sembari menyenderkan kepala Karin ke dada bidangnya. Membuat hati Karin yang sedari tadi terkoyak dengan perasaan sedih, kini berangsur merasakan kenyamanan.

🍁🍁🍁

Pagi mulai menyingsing, sinar matahari mulai menembus celah-celah kaca jendela yang basah penuh dengan rembesan embun pagi.

Kini Karin telah menempati kamar barunya, tepatnya kamar Marcel yang bertengger di lantai 3 mansion itu. Setelah komitmennya dengan Marcel untuk memulai rumah tangganya dari awal, Marcel langsung meminta pelayannya untuk memindahkan semua barang-barang Karin ke kamar mewahnya.

Karin mengerjapkan matanya, pandangannya langsung menangkap wajah Marcel yang kini masih tertidur pulas di sampingnya.

" Kenapa dia tetap setampan ini meski sedang tidur... . " Gumam Karin, jemarinya mulai menelusuri wajah tenang Marcel yang masih di alam mimpi.

" Ahhh, iya. Jam berapa ini? Nggak boleh telat "

Karin pun terperanjat setelah mengingat hari ini adalah hari pertamanya magang di sebuah perusahaan properti.

Pelan-pelan, Karin menyingkirkan tangan Marcel yang sudah semalaman bertengger di pinggangnya. Bukannya terlepas, Marcel yang masih menutup matanya itu malah mengeratkan pelukannya, membuat wajah Karin lagi-lagi terbenam di dada bidang Marcel.

" Marcel, lepas..., "

" Ahhh, sebentar sayang... . " Ucap Marcel dengan suara khas bangun tidur.

" Ini hari pertamaku magang, nggak boleh telat... ." Ucap Karin, tangannya setia menggoyang-goyangkan lengan itu.

Namun laki-laki itu masih tak menggubris, membuat Karin bersungut. "Marcell..."

"Baiklah..." Laki-laki itu akhirnya membuka matanya yang masih menyisakan kantuk. "Morning kiss" pinta nya menunjuk pada dahinya.

Karin menghela nafas dalam sebelum akhirnya menuruti permintaan laki-laki itu.

Cup

Sebuah kecupan mendarat di dahi Marcel dengan mulus.

" Sini " tunjuk Marcel di pipi kanannya.

" Lagi?... " Gerutu Karin yang hanya di respon Marcel dengan anggukan.

Cup

" Sini " Marcel mengalihkan telunjuknya di pipi kirinya.

Cup

" Sudah, aku sudah telat " Geram Karin.

" Ini yang terakhir " Marcel mengalihkan telunjuknya di bibirnya.

Dengan wajah kesal, terpaksa Karin mengecup bibir itu.

" Sudah. Aku mau mandi " Ucap Karin mulai kesal dengan sikap Marcel yang sangat kekanak-kanakan.

" Ayo mandi bersama... "

" Aku sudah telat Marcel... . " Karin menekan kata-katanya, tidakkah Marcel berpikir kalau ia sudah terburu-buru.

Marcel pun merelakan Karin untuk meninggalkannya dan berlalu ke kamar mandi, sedang ia mulai mengotak-atik layar ponselnya sembari menunggu Karin selesai dengan mandi paginya.

" Bukannya dulu dia sangat dingin padaku, kenapa sekarang jadi manja kayak anak kecil saja... . " Gerutu Karin sembari melakukan ritual mandinya.

____________

Hi Readers

maaf ya kemarin nggak jadi update banyak, ada insiden mati lampu di malam hari, karena author takut gelap, buru-buru author tidur deh, hehehe

di tambah lagi insiden naskah yang sudah ku edit ilang, jadi harus edit ulang yang jauh bikin frustasi

ini aku lagi curhat ya, wkwkwk

Love you all💞💞💞

1
Napoleon
si Sinta blm tau aja kalo suaminya sahabat nya CEO di perusahaan dia magang 😂
Napoleon
moga aja paman Ama bibi nya Marcel baik sih , Jan sampe kek ibu Ama adek nya
Napoleon
ngidam nya banyak kali ah ,
Napoleon
waduh ketahuan ini
Napoleon
lagi hamil permintaan nya gak bisa ditolak
Napoleon
sepertinya ini tidak akan ke 1 tahun pasti selamanya
Ucie
siap2 Ratih. n
Kezie fitri
bagus thor,,
tapi cba penulisan nya jangan kbnyakan nya 🙏🙏🙏
Rina Yulianti
sepertinya karin hamil deh
Rina Yulianti
ini pasti marcel anaknya marcus dan ana
Amelia Putri
rejeki nomplok marcelllll menyala abangku
Eno Pahlevi
ayo up lagi yg banyak thor
Jumi Eko
bagus
Sunarmi Narmi
Kpan ini belnjut Thor...kutunggu ya ...
melting_harmony
Luar biasa
Rita Susanti
ggk pake lama kali thor upnys
senja indah
torrr lnjutin lgi donk ini
Rafael Dika
aqu mampir kk..
Irna Slalu Dy Hati
cerita nya bgus bget.
Ida Lailamajenun
sekian banyak baca baru ini ktmu ma tokoh wanita nya yg lembek kayak bubur ayam.🤭🤭🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!