Kesalahan yang dilakukan demi melepaskan diri dari jeratan pinjaman online tak disangka harus membuat Rudi harus membayarnya dengan menyelamatkan sembilan manusia dari kematian tragis. Mampukah Rudi menyelamatkan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Its Zahra CHAN Gacha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
9 Nyawa 31
#Ball Room Hotel Grand Hyatt Jakarta
Rudi tampak turun dari mobilnya bersama sang manajer. Malam itu ia terlihat begitu menawan dengan pakaian casual ditemani sang manajer yang memakai out fit senada dengannya.
Suasana mewah dan elegan terlihat jelas saat memasuki ruangan tersebut. Semua tamu undangan tampak menikmati pesta malam itu. Bukan hanya tempat pestanya yang elegan, namun para pengunjungnya pun sama elegannya.
Tak sedikit orang-orang penting di negeri ini yang datang ke acara tersebut. Bukan hanya itu, bahkan para pejabat tinggi pun menyempatkan diri untuk hadir.
"Gak sia-sia kan akting kamu kemarin, lihat yang datang di pesta ini, semuanya orang-orang penting. Kita bisa gunakan kesempatan ini untuk mendapatkan projek besar dari orang-orang penting di sini, jadi manfaat kesempatan ini sebaik-baiknya. Tebarkan pesonamu dan mari kita berpesta!" bisik sang manajer
Suara alunan jedag jedug musik DJ membuat suasana pesta semakin meriah. Tak sedikit para tamu undangan yang segera turun untuk berjoget mengikuti alunan musik yang terdengar begitu candu
Semua orang semakin bersemangat, saat sang Dj sengaja memutarkan lagu-lagu yang sedang viral hingga membuat semua orang tak malu-malu untuk menggerakkan tubuhnya. Tak terkecuali dengan manajer Rudi yang tak malu-malu segera turun dan bergabung dengan tamu undangan lain untuk dugem.
Sementara itu Rudi berjala pelan untuk melihat-lihat setiap sudut ruangan. Ia tampak melihat ke kanan kiri sambil mencari tuan rumah, yaitu Jonathan.
"Halo," sapa Jonathan datang menghampirinya
Lelaki itu tampak sumringah saat menemuinya. Rudi pun tersenyum tipis membalas sapaannya.
"Terimakasih sudah datang ke pestaku, aku harap kedepannya kita bisa terus bekerjasama. Aku sangat suka dengan hasil kerjamu yang luar biasa. Aku sangat puas!" seru Jonatan
"Terimakasih Pak, aku juga berharap kita bisa terus bekerjasama," jawab Rudi
Jonathan tampak begitu bahagia saat Rudi tak menolak untuk menjadi brand ambassador produk skincarenya.
Ia bahkan mengajak Rudi untuk minum minuman beralkohol bersama di ruang VIP nya.
Selesai minum, Jonathan mengajak Rudi untuk berjoget bersama tamu lain.
Rudi tampak terhanyut sejenak. Ia berjoget dengan penuh semangat mengikuti hentakan suara musik. Ia terlihat begitu bahagia meskipun hatinya diliputi duka nestapa.
"Bagaimana pestanya?" tanya seorang perempuan menghampiri Rudi
"Amazing, i like it!" jawab Rudi
Wanita itu kemudian menggandengnya dan mengajaknya untuk kembali berjoget bersama tamu lain.
Rudi tak menolaknya, ia yang sedikit mabuk, langsung berjingkrak-jingkrak mengikuti akunan musik DJ, berjoget dan menyatu dengan para tamu undangan lainnya.
Saat pesta usai, Rudi berjalan sempoyongan menuju keluar.
*Bruugghh!
Pemuda itu terlihat jatuh di samping mobilnya .
Rudi tampak kesulitan saat hendak bangun. Namu tiba-tiba seseorang mengulurkan tangannya membuat ia langsung meraih lengannya.
Ia tampak terkejut saat melihat sosok wanita yang membantunya.
"Ayu, Bagaimana ia bisa ada di sini. Apa yang dia lakukan?" tanyanya dalam hati
Belum sempat ia bertanya kepadanya, Ayu sudah pergi meninggalkannya setelah memastikan dirinya masuk kedalam mobilnya.
Rudi segera menyalakan mobilnya dan mencari wanita itu. Namun sayangnya ia tak bisa menemukannya.
Dengan wajah kesal, Rudi pun melesatkan mobilnya kembali sambil mencari Ayu.
"Sial, kenapa aku selalu kehilangan jejaknya," gerutu Rudi
Keesokan harinya ia sengaja pergi menuju ke masjid tempat ia menitipkan uang. Ia begitu senang saat mengetahui jika uangnya masih utuh.
Ia buru-buru membawa ransel itu menuju ke kediamannya.
"Apa aku kasih saja uangnya untuk Ayu. Aku hanya perlu menuliskan catatan agar ia menggunakan uang ini untuk membayar hutang-hutangnya," ucap Rudi
Setibanya di depan rumahnya, Rudi segera masuk kedalam untuk memberikan uang tersebut kepada sang istri. Meskipun gagal, bertemu dengan Ayu, namun ia tampak tertegun melihat semuanya masih belum berubah.
Ia kemudian meletakkan ransel yang dibawanya keatas meja. Ia juga meninggalkan rumah itu setelah memberikan catatan untuk istrinya yang ia letakan diatas tas miliknya.
"Semoga dengan uang ini kau bisa membayar semua hutang-hutang ku dan tentunya kalian bisa hidup berkecukupan," ucapnya lirih
Rudi berharap semoga kehidupan Ayu dan kedua anaknya berangsur membaik.
Keesokan harinya Rudi begitu tercengang saat mengetahui jika istrinya yang memberikan uang pemberiannya kepada polisi.
"Bagaimana bisa kau sebodoh itu Ayu, kenapa kau malah memberikan uang itu kepada polisi!" gerutu Rudi merasa kesal
Ia tak habis pikir, jika istrinya itu justru memberikan uang pemberiannya kepada polisi.
Ia kemudian menghubungi manajernya dan meminta pria itu untuk mengcancel semua kegiatannya hari itu.
"Aku harus membantunya, aku tidak boleh membiarkannya menjadi tahanan. Bagaimana nasib anaku nanti jika ia dipenjara!"
sukurin...nyesel deh
tp tetep maju, tegakkan keadilan💪💪💪
hahaaa... berubah!!! 🦸♂️
lanjut...
yaaa... bundir, dosamu makin bertambah
waaduuuh pertanda apakah ini semua??