NovelToon NovelToon
Serpihan Cinta Di Atas Luka

Serpihan Cinta Di Atas Luka

Status: tamat
Genre:CEO / Anak Kembar / Pelakor / Teen Angst / Romansa / Balas Dendam / Tamat
Popularitas:79k
Nilai: 5
Nama Author: Nay'ra

Senja Anjani, seorang gadis muda yang harus menjalani kehidupan penuh luka, air mata, serta cobaan hidup tidak ada habisnya.

di umurnya yang belum genap 22 tahun, ia kehilangan kesuciannya, di renggut secara paksa oleh Sagara Rahardian, yang tidak lain adalah kekasihnya.

Akibat kejadian satu malam, banyak kesalahpahaman terjadi pada perjalanan hidup mereka.
Benci dan cinta saling berebut untuk menguasai mereka.


"Sampai ragaku tak lagi bernyawa,
kebencian ku kepada mu akan tetap membara" (Senja)



Ayo...ikuti kisahnya 😍



*** hai Semuanya, mohon dukungannya ya, mohon kritik, serta sarannya 🤗

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nay'ra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Terluka

"Senja bawa Anak-anak masuk kedalam rumah!"

Mendengar teriakan perintah dari Sagara, Senja langsung tersadar dari rasa terkejutnya, ia meraih tubuh basah Mahira, dari gendongan salah satu pelayan. Maysarah sudah berada dalam dekapan Mira. Dirinya dan para pelayan wanita berlari kedalam rumah utama, yang berjarak tidak jauh dari kolam renang. suara dengung helikopter semakin mendekati bangunan rumah utama.

"Jauhi, berada dekat jendela dan pintu!" Mira memberikan perintah kepada belasan wanita yang kini tengah berada di lantai dasar, termasuk sang Nyonya mereka dan si kembar. Kebanyakan dari mereka terlihat tenang dan tidak panik berlebihan.

Para pekerja Sagara Rahardian, sudah di latih untuk menghadapi situasi genting. Masing-masing dari mereka sudah di bekali ilmu bela diri, guna dapat melindungi diri sendiri dari ancaman bahaya. Hanya ada dua orang yang terlihat ketakutan, sedari tadi berteriak nyaring, mereka adalah pekerja yang baru saja di rekrut.

"Kalian berdua! jika tidak bisa menutup mulut, keluarlah dari rumah ini!" dengan garang Mira membentak mereka. di situasi mengerikan seperti ini bukannya membantu, malah kedua pelayan tersebut menambah rasa takut di diri nona muda mereka yang kini memeluk erat tubuh sang ibu.

Senja masih duduk di lantai, mendekap erat tubuh kedua anaknya. ia tidak bisa menggambarkan bagaimana perasaannya saat ini. rasa cemas begitu menyelimuti hatinya.

"Nyonya, izinkan kami mengganti pakaian nona muda, agar tidak masuk angin nantinya." kedua pengasuh si kembar sangat sigap menguasai keadaan, dengan cekatan mereka membuka dan memakai kan baju serta minyak telon ke tubuh May dan Hira.

Mira dapat melihat tubuh Senja gemetaran, bagian depan bajunya basah, lalu ia memerintahkan salah satu pelayan mengambil baju ganti untuk sang Nyonya muda Rahardian.

"Nenek Mila, kenapa banyak suala dol dol di lual?" May bertanya kepada Mira, sedari tadi ia sangat penasaran dengan apa yang tengah terjadi, belum memahami situasi berbahaya di luar sana. mau bertanya kepada sang Bunda, namun Senja sedang berganti pakaian di kamar tamu.

"Saat ini di luar tidak aman Nona, sedang terjadi hal berbahaya. Banyak penjahat yang mencoba memasuki kawasan rumah danau buatan. jadi kita tidak diperbolehkan keluar rumah, harus bersembunyi! agar para penjahat tidak bisa melukai kita." Mira menjelaskan sekaligus sedikit menakuti May, agar anak tersebut bisa di ajak kerjasama.

Belum sempat May menanggapi ucapan Mira, suara ledakan keras terdengar. "Mira, apa semua baik-baik saja?" Agam bertanya melalui sambungan telki welkie.

"Semua aman terkendali, barusan suara ledakan apa itu, Gam?"

"Helikopter musuh di tembak jatuh oleh tim ke keamanan, Rahardian MNC!"

May menyimak dengan serius pembicaraan Mira & Agam. berbanding terbalik dengan Hira yang anteng meminum susu sembari menghitung uang biru, pemberian dari sang pengasuh agar ia tidak banyak berulah.

Senja mendekati tempat berkumpulnya sang buah hati dan para asisten rumah tangganya, tetapi ia merasa ada yang kurang.

"May! di mana May?" gemuruh panik menyerang Senja, membuatnya tak bisa berpikir normal, setelah selesai berganti pakaian, ia ingin segera menemani kedua buah hatinya, agar tidak mengalami trauma nantinya akibat kejadian mengerikan yang tengah berlangsung. namun hanya ada Hira saja yang asik dengan mainan kesukaannya. sedangkan si sulung tidak tampak dalam kumpulan tersebut.

Situasi di dalam rumah tak kalah menegangkan dengan keadaan di luar, tatkala putri tertua Sagara menghilang entah kemana, tidak ada yang menyadari kepergiaannya.

Senja mengedarkan pandangannya, matanya tertuju pada pintu dapur yang terbuka sedikit, jantungnya berdebar tidak karuan, memikirkan kemungkinan terburuk. dengan langkah cepat yang ia bisa, Senja menuju pintu ruangan belakang itu.

"Nyonya, jangan! di luar suasananya belum kondusif." Mira mencoba menghalangi langka Senja yang sedikit lagi mencapai daun pintu.

"Jangan halangi, Mbak! aku ingin memastikan keberadaan May." dengan kasar ia mendorong tubuh Mira kesamping, di bukanya pintu kayu tersebut.

Setelah Daun pintu terbuka setengah, Senja di buat hampir mati berdiri, melihat May berlari kecil di dekat kolam renang. salah satu tangan May tengah berusaha menangkap anak itik, sembari menggendong bayi itik di dadanya.

Dor,,, suara satu tembakan nyaring terdengar.

"Bunndaa!!" gadis cilik berbaju jumpsuit putih tersebut tersungkur ke tanah, kedua lengannya mendekap erat dua bayi kesayangannya.

"Maysarah!" Senja merasakan dirinya mati rasa, aliran darahnya berhenti seketika. tanpa mempedulikan sekitar, ibu dua anak tersebut berlari kencang, begitu tiba di samping tubuh May, Senja merengkuh tubuh si sulung yang terlihat tengah kejang-kejang.

"Maysarah, sayang bangun Nak," di guncangnya tubuh lemas May, di tepuknya berulangkali pipinya guna membuat sangat anak mau membuka mata. "Ini Bunda Nak, ayo bangun, Mayy!" Senja memeluk erat tubuh May.

"Bun-da, Sak-kitt." akhirnya gadis cilik itu membuka matanya.

"Mana yang sakit, Nak?" Senja berteriak histeris ketika mendapati telapak tangannya penuh darah segar.

"Bun-da, jang-an mel-luk ken-ceng, anak be-bek ku nan-ti kegen-cet." dalam keadaan sekarat May masih saja memikirkan bayi itik kesayangannya itu.

Dalam pangkuan sang ibu, May menggunakan tangan kanannya untuk mengelus lembut kepala bebek tersebut, tangan kirinya tidak bisa ia gerakkan, di karenakan masih terdapat sebuah peluru yang bersarang.

"May, jangan bobok, kalau gak dengerin perintah Bunda, anak-anak bebek mu akan di sedekahkan semuanya!" dalam kekalutan Senja mengancam sang anak, ia sangat takut melihat May memejamkan mata, sedangkan darah masih juga merembes di bagian bahu dan dada kirinya, Senja tidak berani melihat peluru itu tepatnya terbenam di bagian mana.

Suara ledakan kembali terdengar, dapat mereka lihat jatuhnya sebuah helikopter dekat bangunan rumah kayu Sagara. May saat ini tengah di berikan pertolongan pertama oleh salah satu dokter penjaga klinik kesehatan rumah Danau.

Suasana menjadi kacau balau, Hira meronta-ronta minta di lepaskan dari gendongan sang pengasuh. "Lepasin! aku mau sama May dan Bunda." karena kesal tidak bisa meloloskan diri, Hira mencubit kedua pipi Kakak penjaganya itu. dengan sigap seorang bodyguard wanita mengambil tubuh Hira, saat melihat baby sitter tersebut kewalahan.

Mira tengah menghubungi kru helikopter milik Sagara MNC. Dia bersama kedua bodyguard wanita menjadi tameng Senja, May & seorang dokter. Masing-masing tangan mereka menggenggam sebuah senjata api pistol. di ujung jarak pandangnya Mira melihat Sagara berlari menuju ke arah mereka. dapat ia lihat kobaran amarah sang Tuan.

Begitu sampai di dekat Senja yang tengah memangku May, Sagara tidak mengeluarkan sepatah kata pun. di angkatnya Senja dalam gendongannya beserta May dalam dekapan sang ibu. di tatapnya nyalang ketiga wanita yang ia percayai untuk menjaga harta berharganya. lalu Sagara berjalan dengan langkah lebar, menuju sebuah helikopter yang sudah terparkir.

Senja sedikitpun tidak menghiraukan Sagara yang tengah Menggendong tubuhnya. ia tengah sibuk memeluk serta mengajak May berbicara, walaupun tidak ada respon dari sang buah hati yang telah tak sadarkan diri.

~ Bersambung ~

Mohon dukungannya ya kak, harap berkenan untuk meninggalkan jejak Like, subscribe & gift🌹 Terimakasih 🙏😊

1
𝐑𝐚'𝐳𝐢𝐞𝐥࿐
apa nama akun baru kkanya🥲🥲
Pie Yana
2 dukungan iklan dan 2 mawar untuk mu thor
Pie Yana
aduch Gusti ini anak ajaib bener
Pie Yana
tak semudah itu memang menghapus trauma masa lalu,apa lagi itu yg melakukan org yg paling kita cintai sebelumnya
Pie Yana
itu lebih baik
Pie Yana
ringan bener hukumannya
Pie Yana
hahaaaa😅🤣😂 nih anak kembar bikin sakit kepala ajah
Pie Yana
karma itu
Pie Yana
asal aja ngatai orang
Pie Yana
Tante mana yg gak ikut sedih melihat ponakan mengalami keadaan seperti itu,nyeksek lah
Pie Yana
nah ini type anak yg mudah di ajak kerja sama,TDK memperkeruh suasana dg kepanikan,yg ada dia santuy cuy😅
Nur Nuy
ko mau si sagara berhubungan badan ama iblis aturan mah kaga ya malas banget
Rey: mau gimana lagi kak. Si Anye pinter melobi ibunya Sagara 😊
total 1 replies
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋yulia❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰❀∂я
yah... 😱😱😱 gpp deh kk... dtunggu lanjutannya... pasti seru.

padahal ini udh aku tunggu2 up nya... 🥰🥰 kngn sm si kembar . kangn bngt sm kakek agam..🤣🥰🥰🥰😘😘😘
𝐁⃟⃝ᰲ⃞🧋yulia❤️⃟Wᵃfѕ⍣⃝✰❀∂я: ok..👌
total 16 replies
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
maaf ya beb, hanya bisa kasih jempol
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
🌹+ 3 iklan untukmu, sayang ssnya lemot jd yg ketangkep mlh gambar yg lain🙏🙏🙏
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😂😂😂😂😂
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
seram amat sisi lain sagara, apa semua pengusaha ky gitu ya?😲🤭
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
duuuh pinternya ngeles si Hira😍
🌞𝓜𝓮𝓷𝓽𝓪𝓻𝓲𝓢𝓮𝓷𝓳𝓪🌞
😂😂😂😂😂
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!