NovelToon NovelToon
The Two Empresses

The Two Empresses

Status: sedang berlangsung
Genre:Petualangan / Supernatural / Contest / Mengubah sejarah / Perperangan / Romansa Fantasi
Popularitas:61.4k
Nilai: 5
Nama Author: Saciel Arakawa

Arkhenia bukanlah tempat yang nyaman, namun mau tak mau kita harus memperjuangkan apa yang harusnya kita miliki.

Eurashia, salah satu benua terbesar di Arkhenia, terpecah menjadi dua akibat perang yang sudah berjalan ratusan tahun. Respher, benua yang dipenuhi ras murni seperti penyihir, elf, peri dan makhluk spiritual lainnya. Ceshier, benua yang dikuasai oleh demi human dan beberapa ras lain yang dianggap 'cacat' bagi para makhluk spiritual.

Mungkin dari luar, Respher dan Ceshier adalah langit dan bumi dengan Respher sebagai panutan bagi benua lain karena dianggap suci, namun apa benar kenyataannya seperti itu?

Saciel Arakawa, penyihir terbaik di Careol dan juga pahlawan perang, muak dengan kondisi perang yang terjadi dan ingin mengakhirinya. Hingga takdir mempertemukannya dangan Kezia Ata Lafoia, sang putri dari Ceshier yang terdampar di wilayahnya.

Rintangan dan cobaan terus menghalanginya hingga pada titik tertentu. Apakah ia mampu mengembalikan perdamaian di Eurashia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Saciel Arakawa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Archolen dan Alkemis

Malam telah tiba. Hutan Rivendell makin terlihat mencekam dengan penerangan yang tidak memadai meski ada sebuah villa yang disewa oleh Julian. Suara lembut dari burung hantu menambah kesan mistis yang dihasilkan.

Beberapa orang bersembunyi di balik pepohonan, mengawasi villa tersebut dengan tajam dan menutupi nyaris seluruh tubuh mereka agar tidak mudah dikenali. Pedang dan pisau menempel, siap untuk digunakan kapan pun. Seseorang yang terlihat seperti pemimpin pasukan penyusup tersebut berdiri di dahan pohon yang cukup tinggi, lalu memberi sinyal untuk segera menyerbu.

Dengan gerakan kilat mereka langsung menghajar pintu dan mengarahkan pedang, namun kekecewaan terbit ketika villa tersebut sudah dalam keadaan kosong. Sang pemimpin menelisik ke segala arah, lalu terpaku pada setangkai mawar merah yang duduk sendirian di vas kristal yang ada di meja makan. Tangannya meraih pita yang menempel dan mengamatinya sebelum membakar benda itu hingga menjadi abu.

“Mereka sudah terlalu jauh. Cepat kabari tim lain untuk menahan mereka sebelum mencapai Archolen.”

Sementara itu, sebuah kereta kuda sederhana bergerak cepat menyusuri hutan tanpa suara. Terlihat Sky berlari di sisi kereta untuk menjaga agar tidak dikejar musuh. Di dalam kereta, para buronan tengah berada dalam dunianya masing-masing hingga suara lirih Saciel memecah segalanya.

“Aku harus berterima kasih pada Julian dan Lao untuk ini. Jika mereka tidak memberitahu kita akan tim pengejar dari para tetua, kurasa kita akan mati di villa.”

“Meski begitu, mereka pasti akan menyusul kita secepat mungkin. Bukankah akan ada pertarungan juga pada akhirnya?” celetuk Nero.

“Jangan cemas, sebentar lagi kita akan masuk ke Archolen,” ujar Phillip sembari melirik ke luar jendela dan menemukan secercah cahaya yang terdiri dari ratusan tiang lampu yang berbaris rapi membentuk pagar. Perlahan kereta kuda mereka berhenti, membuat Phillip segera melompat turun membawa emblem keluarganya sebelum Saciel berhasil memaksanya menunjukkan emblem miliknya. Sekitar 3 menit ia habiskan bicara dengan penjaga, membuat yang di dalam menahan napas dengan jantung berdebar kencang. Tak lama kemudian ia kembali masuk dan kereta bergerak perlahan.

“Kita akan dibawa menemui ketua Archolen terlebih dahulu,” ujar Phillip. Saciel bergidik, ia mengalihkan pandangannya ke luar.

“Menemui kakek tua itu bukanlah hal yang menyenangkan.”

“Kenapa?” celetuk Kezia sembari memainkan ekornya.

“Dia pernah menghancurkan laboratorium miliknya saat kunjungan bersama mendiang Duke Arakawa,” celetuk Phillip.

“Hei, itu tidak sengaja, kok,” sergah Saciel sembari menutupi wajahnya yang merah menahan malu.

“Oh, tidak sengaja? Lupa kau saat ‘tidak sengaja’ mengocok tabung berisi cairan ledakan?” lanjut Phillip.

“Ternyata kau lebih brutal dari kecil ya?” timpal Max sembari memasang seringai menyebalkan. “Tapi bagaimana kau bisa tahu dia menghancurkan laboratoriumnya?”

“Mendiang Duke Arakawa suka sekali bercerita, jadinya secara alami aku pun tahu kisah konyol ini. Heh, kuyakin kakek tua itu akan mengomelimu semalaman,” balas Phillip. Perlahan kereta kuda mereka berhenti di depan sebuah bangunan nyentrik yang terlihat nyaris roboh jika tidak ditopang patung kucing raksasa di sampingnya. Mereka sedikit heran melihatnya.

“Gila, selera bangunannya agak unik ya?” celetuk Nero.

“Kucing besar~ Kak Max, mau kucing,” pinta Kezia sembari menarik pelan lengan bajunya.

“Kucingmu sudah 4, jangan nambah lagi,” tolak Max. Seorang wanita berperawakan kekar dengan rambut cepak mengajak mereka masuk untuk bertemu dengan seorang lelaki ringkih yang duduk di kursi goyang dengan rambut nyaris tidak ada yang bertengger di kepalanya kecuali di bagian sisi bawah. Sebuah monocle melekat di mata kirinya yang coklat. Ia berpaling pada rombongan tamu tersebut dan bangkit berdiri dengan kecepatan yang agak di luar nalar untuk ukuran orang tua sepertinya.

“Tidak kusangka putri sulung Duke Arakawa datang mengunjungi orang tua sepertiku. Kali ini kau berulah apa lagi, Nona?” tanyanya sembari menatap tajam ke arah Saciel.

“Duh, Kek, kau sepertinya dendam padaku,” celetuk Saciel sembari mengalihkan pandangan, keringat dingin perlahan menuruni leher jenjangnya. Kakek tua itu menghela napas dan menggeleng, raut pasrah tergambar jelas di wajahnya.

“Dendam? Tidak, Nak. Untuk apa dendam padamu jika aku bisa meminta uang untuk renovasi labku? Beruntung sekali Duke Arakawa orangnya sangat royal,” ujarnya sembari memainkan kamera mini di tangannya. “Tapi Nak, tamu yang kau bawa kali ini sangat spesial, ya? Jarang sekali aku bisa melihat mereka kesini tanpa melalui gerbang Kota Mizuki. Apa mereka yang dirumorkan?”

“Sepertinya kau sudah dengar cukup jauh, Kek. Jadi apa Erika kemari?” tanya Saciel sembari bersandar pada sebuah kotak tua besar di dekatnya.

“Yah, utusannya belum lama ini datang dan menyampaikan jika mereka akan memperketat penjagaan di sini. Meski begitu, aku menolaknya,” ujar Rubedo. “Setelah mereka memaksaku membuat kamera pengintai untuk dipasang di kuil dan kamar Pendeta Agung, aku sudah tidak percaya pada mereka. Walau lebih tepatnya aku tidak bisa mempercayai kalian, para penyihir dari Careol.”

Saciel dan Phillip tersinggung, namun memilih diam untuk meminimalisir energi dan emosi yang dikuras. Max melangkah maju dan memberi hormat pada Rubedo, namun pria tua itu mengangkat tangan.

“Jika kau berniat membujukku, percuma saja, Nak. Ketidaksukaan kami cukup rumit untuk dipahami orang luar.”

“Saya malah ingin tahu soal Aaron, mungkin Anda pernah mendengarnya?” tanya Max. Rubedo dan wanita yang menyambut mereka bereaksi meski samar, membuat Max diam-diam mengulum senyum kemenangan.

“Itu…”

“Ketua, maaf mengganggu. Pasukan dari Careol ingin menemui Anda,” celetuk seseorang di luar. Saciel menatap tajam ke arah pintu dan menarik pedang, namun Rubedo menahan tangan halus miliknya dan menggelengkan kepala.

“Aku masih sibuk, suruh mereka kembali besok. Ini sudah larut,” balas Rubedo tenang. Ia membuat gestur aneh yang dipahami wanita itu, lalu ia menarik rombongan kecil itu untuk kabur melalui pintu rahasia yang ada di balik peti yang tersembunyi di belakangnya.

“...kami dengar para buronan dalam perjalanan kemari. Apa mereka sudah tiba?”

“Buronan apa? Tidak ada siapapun di sini kecuali aku dan anakku. Kalian sudah mulai berani melanggar aturan wilayahku, hah?” gertak Rubedo. Tidak ada jawaban dari luar, namun Rubedo tahu mereka tidak akan mundur begitu saja. Setelah memastikan tamunya sudah hilang dari pandangan, ia membuka pintu dan sedikit terkejut melihat seorang pemuda dengan wajah nyaris mirip dengan Tetua Erika versi muda berdiri di hadapannya.

“Boleh aku masuk?” tanyanya ketus, membuat Rubedo sedikit kesal namun membiarkannya masuk sendirian. Setelah membanting pintu cukup keras, ia berbalik.

“Untuk apa anggota SEW sepertimu menjadi salah satu bagian dari tim pengejar para tetua Careol?” tanyanya dingin. Pemuda itu diam sejenak, lalu memasang pelindung kedap suara.

“Aku hanya mengikuti perintah Duke Requiem saja. Kupikir akan berjalan lancar, tapi Nenek mencurigaiku sebagai mata-matanya, makanya aku terpaksa ikut pasukan pengejar Saciel Arakawa dan Phillip Arlestine. Mereka sudah kabur?”

“Baru saja aku membantu mereka. Kau mau mengejar mereka?”

“Tentu saja. Menurunkan kewaspadaan nenekku bukanlah hal mudah,” balasnya dingin. Sebelum pemuda itu berbalik, teguran Rubedo menghentikannya.

“Istvan Garza, setakut apakah kau dengan Tetua Erika?”

1
Srirahayu Rahmadani
mmm
Mega AK
lanjut
@aini*_Thalita
semangat Thor
salam dari Carlos'Revenge
Mega AK
lanjutkan
Mega AK
lanjut
Langit Malam
Semangat dan terus semangat ya kak..

Salam dari novelku : "Cinta Tulus Viola" bila berkenan, mampir ya kak.. hehe ditunggu😅
Ania Haris Riyadi
seru banget ceriranya tor
Vronc
menarik sekali
Vronc
menarikkk
Shine
Hallo author, ijin promote, yuk baca novel ku yang berjudul " Pesonamu Memikat Hatiku " yang baru saja update episode, cerita nya menarik loh, jangan lupa tinggalin like, comment, dan share ya dan jangan lupa untuk terus baca ya chapter selanjutnya
Ayu Ungraini
ceritanya seru
@aini*_Thalita
semangat Thor
After.Story
aku mampir nih
jangan inget mampir yuk dinovelku judulnya

AKU HARUS BAIK
AKU HARUS JAHAT
Dinda Natalisa
Hai author aku mampir nih kasih like jangan lupa mampir di novel ku "menyimpan perasaan" mari saling mendukung.
Lia
Lanjut thor, semangat
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa Jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
Senja
Lanjut kakak. Dapet salam dari Senja dan Zona berondong, jangan lupa mampir
Lia
Lanjut thor, semangat
Kutunggu upnya lagi
Jangan lupa jaga kesehatan thor
Salam dari
-Cinta Terlarang
-Mencintai Pelayanku
Laura hussein
karyamu patut diacungi jempol kak 👍 favorit 👌 👍
Melisa: mampir juga di novelku kk.

judulnya KESUCIAN YANG TERNODA.

mohon dukungannya ya kk.
terima kasih.🙏
total 1 replies
Laura hussein
karyamu patut diacungi jempol kak 👍 favorit 👌
Dewi Masita
k
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!