NovelToon NovelToon
Pernikahan Settingan

Pernikahan Settingan

Status: tamat
Genre:Duniahiburan / Dijodohkan Orang Tua / Tamat
Popularitas:25.5k
Nilai: 5
Nama Author: Nia Nur'aeni

Aku duduk di depan seorang wanita yang adalah istri ku, di samping ku juga duduk seorang pengacara dan seorang saksi.

Seorang pengacara memberiku selembar kertas yang berisi gugatan cerai terhadap ku untuk aku tanda tangani.

Aku terus menatap selembar kertas itu, aku merasa ada perasaan yang begitu berat di dalam hati ku.

Lalu aku menoleh ke arah wanita yang tengah menatap ku juga.

Saat aku melihat sorot mata nya yang sendu, seketika ego ku langsung goyah. Hati ku malah berdebar seperti sedang jatuh cinta.

sebenarnya kami tidak seperti pasangan suami istri lain, kami menikah secara resmi namun di balik semua itu ada sebuah kesepakatan di antara aku dan istri ku untuk membuat sebuah kontrak nikah yang menjadikan pernikahan kami ini adalah pernikahan yang sudah di setting.

Tidak ada rasa cinta di antara kita bahkan aku tidak mengenal nya, tapi demi suatu hak kami harus melakukan nya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nia Nur'aeni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

sang pewaris tahta

Pagi buta terlihat Elea sudah sibuk mondar-mandir dari ujung ke ujung ruang kamar tidur yang luas ini, sesekali dia menghela nafas panjang lalu membuangnya perlahan berharap ketegangannya bisa mereda, namun setiap kali dia melihat jam yang ada di belakangnya kecemasan nya malah semakin bertambah.

Saat hal itu terjadi dia akan mendengus kesal lalu dia akan duduk di kursi di depan meja rias nya seraya meraih beberapa lembar kertas lalu dia melafalkan setiap kata yang tertulis rapih di kertas itu.

Sudah beberapa kali dia melakukan nya, aku yang masih meringkuk nyaman di atas tempat tidur dengan senang melihat kejadian itu, seperti menjadi penghiburan tersendiri untuk ku.

" Ayolah Elea ! Kamu sudah berlatih hampir sepanjang malam, aku yakin kamu sudah menghafal semua kalimat itu !" Ujar ku menghentikan keributan dari suara kertas yang terus di bolak balik nya sampai membuat kertas itu kusut di tangan nya.

Aku beranjak mendekati nya lalu menarik semua kertas yang sudah lusuh itu untuk meletakkan nya di atas meja.

" Kamu sudah cukup bekerja keras mempersiapkan semua nya, sekarang istirahat lah sejenak, otak mu perlu jeda untuk bekerja lagi nanti ." Aku menggendong nya lalu membaringkan nya di atas tempat tidur kemudian membungkusnya dengan selimut.

Untuk menambahkan kehangatan aku memeluknya, seketika dia langsung merasa nyaman, diam meringkuk nyaman dalam dekapan erat ku.

" Kenapa kamu melakukan semua ini ?" Tanya nya tiba-tiba.

" Karena aku ingin melakukan nya, itu saja tidak ada alasan lain ." Jawab ku cepat.

Setelah itu tak ada lagi kata dari nya, hanya helaan nafas yang terdengar berat Seakan dia masih meragukan semua ketulusan yang aku lakukan untuk nya, namun waktu berlalu begitu cepat untuknya

Waktu yang di tunggu-tunggu sekaligus menegangkan bagi Elea telah tiba. Hari peresmian pengalihan jabatan dari alm pak Genta kepada Elea, sang ahli waris akan di laksanakan hari ini.

Hari ini pula, Elea akan berganti profesi dari seorang aktris menjadi seorang komisaris di perusahaan entertainment terbesar di negara ini.

Posisi baru nya tidak tanggung tanggung dan tentu saja tanggung jawab yang akan di embannya juga akan sangat besar dan sangat berat, di usia nya yang masih sangat muda itu dia harus menanggung banyak beban dan tanggung jawab besar atas perusahan yang kakek nya tinggal kan untuk dia.

sudah hampir satu jam aku melihat nya berdandan dan bersiap , seakan tidak yakin dengan penampilannya, dia terus memeriksa dirinya di depan cermin besar di hadapan nya, dia terus memeriksa setiap detail dari pakaian formal yang tengah dia kenakan padahal semua nya sudah rapih dan terlihat sempurna harus nya dia sudah sangat percaya diri dengan penampilan nya itu

" Kamu sudah terlihat sempurna dan berwibawa, ibu CEO ." Tegur ku membuat nya terkesiap ketika aku tiba-tiba muncul di belakangnya, lalu aku merangkul nya dengan akrab.

" Kamu pasti bisa, kakek mu pasti sudah tahu kalau kamu akan mampu mengemban semua nya, makanya dia lebih memilih mu dari pada ibu atau bahkan ayah mu, ayo yakin kan diri mu kalau kamu bisa, Elea ." Ucap ku tegas meyakinkan nya sembari menatapnya dari pantulan diri nya di dalam cermin.

Elea terdiam beberapa saat lalu kemudian dia menghela nafas panjang.

" Kamu mau aku ikut menemani mu ?" Tawar ku. Elea segera menggelengkan kepalanya .

" Tidak usah, kamu urus saja pekerjaan mu ." ujar nya seraya berlalu pergi mengambil tas milik nya dari atas meja rias.

Sementara seorang pria telah bersiap untuk menjemput Elea, dia terlihat sangat rapih nan maskulin, sebuah kacamata yang menempel di wajah nya mendefinisikan bahwa dirinya adalah sosok yang cerdas.

" Selamat pagi nona Elea, tuan Arash, saya Rendi, sekretaris alm pak Genta dan mulai hari ini saya akan menjadi sekretaris nona Elea, saya akan melakukan yang terbaik untuk membantu anda menyelesaikan semua pekerjaan anda dengan baik, nona ." Dia memperkenalkan diri dengan sopan dan penuh penghormatan.

" Baik, saya harap kita bisa bekerja sama dengan baik." Ucap Elea masih terdengar kaku dalam menjawab dengan menggunakan bahasa formal dan gaya seorang atasan.

Pria berusia sekitar 30an tahun itu pun meminta dengan sangat santun supaya Elea segera berangkat ke kantor bersamanya, dia memberitahu nya bahwa semua orang sudah hadir dan tinggal menunggu nya datang.

Elea pun segera melenggang pergi dengan rasa percaya diri yang kini memenuhi dirinya, pintu mobil segera terbuka namun Elea mendadak menghentikan langkahnya dan terdiam sejenak di tempatnya, hal yang tak terduga sebelumnya saat dia kembali berbalik dan mendongak ke belakang dimana aku tengah berdiri untuk mengantar nya pergi.

" Aku pergi dulu ." Pamit nya malu malu, seketika membuat pipi ku memerah dan hampir membuat ku melayang ke awan karena tindakan manis nya itu.

Untuk pertama kalinya dia berpamitan sebelum dia pergi, apa itu berarti Elea sedang memberi ku lampu hijau ?

Tapi bisa bisa nya hal sesederhana itu membuat ku sebahagia ini di pagi hari.

*.·:·.✧.·:·.*

Acara peresmian pengalihan jabatan itu rupanya menarik banyak perhatian media dan juga masyarakat yang juga ikut penasaran.

Semua berita di tv menanyang kan bagaimana jalan nya acara itu bahkan di internet sudah menjadi trending topik.

Semua orang terus membicarakan nya, dari yang bersifat positif bahkan ada juga yang negatif semua nya bisa aku dengar selama aku dalam perjalanan menuju ke tempat syuting.

Selama itu pun aku memantau bagaimana jalan nya acara itu, namun perasaan ku agak aneh setelah memikirkan kembali reaksi kedua orangtuanya saat mendengar keputusan akhir dari surat wasiat pak Genta

Aku khawatir jika Bu Vera yang memprotes dengan keras saat itu merencanakan sesuatu untuk merusak acara itu, terlebih dia merasa di permalukan setelah pak Zhafran tertawa terbahak-bahak setelah mendengar isi wasiat waktu itu.

Bisa terlihat sangat jelas kalau pak Zhafran senang karena Bu Vera kalah dengan anak nya sendiri, tapi meskipun sikap pak Zhafran menandakan ketenangan namun tatapan nya pada Elea saat itu cukup mencurigakan.

Bagaimana pun ayah dan ibu Elea adalah orang pertama yang harus di waspadai oleh Elea, karena mereka akan melakukan apapun demi tujuan nya tercapai.

Yang aku takut kan sesuatu yang buruk akan terjadi pada Elea hari ini, tapi Bu Vera dan pak zhafran sedang berada di sana duduk tenang mengikuti jalan nya acara, tapi tetap saja hati ku merasa gelisah.

" Aku harus ke kantor Elea sekarang !" Pinta ku.

" Apa ? Kenapa tiba-tiba ? Kita harus datang ke lokasi sebentar lagi, Arash !" Jawab meneger ku cemas.

" Kita batalkan saja demua jadwal hari ini, aku harus bersama Elea sekarang ," aku bersikukuh untuk pergi.

" Kau gila ! Kau mau di cap gak profesional, hah ? Kita sudah menunda-nunda hampir tiga kali masa sekarang harus di undur lagi, malu lah sama sutradara nya nanti !" Omel nya.

Tapi, ucapan nya memang benar, seminggu ini aku terus memundurkan semua jadwal ku karena alasan kepentingan pribadi.

Akhirnya aku kembali duduk tenang sambil mendengus dingin, mengalah dengan nya kali ini karena aku juga tidak bisa mempertaruhkan reputasi ku hanya demi kecemasan yang berlebihan dan tak berdasar ini.

Walaupun begitu aku masih terus merasa gelisah, sampai acara peresmian itu sudah selesai dan berjalan lancar membuat ku pada akhirnya merasa lega dan bersyukur.

Elea sekarang resmi menjabat sebagai komisaris menggantikan alm kakeknya.

Aku sudah berfikiran negatif kepada ibu nya Elea , mengira dia akan mengacaukan acara dan membuat fitnah supaya Elea tidak jadi di beri kepercayaan untuk jabatan itu oleh seluruh dewan direksi, tapi ternyata dia tetap tenang meski wajahnya menampilkan ketidak sukaan.

suara tepuk tangan yang meriah bergemuruh di persembahkan hanya untuk nya, di iringi kilatan cahaya lampu kamera yang terus terarah kepadanya untuk mengabadikan momen-momen penting dan bersejarah bagi perusahaan, aku tersenyum haru dan bangga atas dirinya.

Elea resmi mendapat kan seluruh harta yang di tinggal kan pak Genta beserta jabatan yang terakhir beliau emban.

Sementara bu Vera harus puas dengan hanya mendapat kan hak milik penuh atas dua anak perusahaan yang bergerak di bidang makanan dan travel yang selama ini dia pegang, dan Elea tidak berhak ikut andil di dalamnya.

Namun ayah nya Elea tidak di beri sepeserpun atas apapun yang pak Genta tinggal kan, selain tidak ada hubungan darah, hubungan dia dan alm juga tidak terlalu baik sejak Elea lahir.

Jadi, pak Genta hanya percaya kepada Elea. Jika kedua orang tua nya selalu menganggap nya sebagai beban tapi pak Genta akan selalu menganggap Elea sebagai anugerah dan hadiah terbaik dari tuhan kepada beliau.

Elea akan selalu jadi permata yang berkilauan bagi nya meski sang kakek sudah tak ada lagi di sisi nya.

Hubungan keluarga yang sangat rumit, hanya karena obsesi dan ambisi dunia kedua orang tua nya lupa bahwa mereka juga akan mati.

Mereka rela menyingkirkan siapa saja yang berani menghalangi jalan mereka, meski terikat hubungan darah sekalipun.

Mereka tidak akan memandang bulu, tidak ada empati apapun yang ada hanya ambisi dalam keberhasilan meraih apa yang mereka inginkan saja.

Sungguh di sayang kan, Elea yang tak di inginkan kehadirannya oleh ayah dan ibu nya harus masuk ke dunia itu, dimana singa dan buaya yang lapar terus mengawasi nya dan siap menerkam nya kapanpun mereka mau.

Dia harus selalu waspada setiap saat kalau tidak mau jadi santapan mereka.

Selain itu, hubungan antara keluarga konglomerat ini bisa di ibaratkan seperti medan perang yang mana bisa memanas kapan saja.

1
Hasmiyatirum
konflik yang cukup berat,lebih banyak deskripsi dibanding dialog tp ceritanya cukup bagus
Mrs. Ketawang
bingungkan jadinya,itulah akibat dr qm memanfaatkan cinta 2 org lelaki skligus
Mrs. Ketawang
Akar msalah brmula dari Elea...
Dari awal bab gak suka sma karakter Elea,entahlaahhh
Mrs. Ketawang
Tuh kan sisi Jahat Elea kluar😠
Awalnya emg Arash memaksa tp slnjutnya qm jg mnikmatinya Eleaaaaaa😡
Mrs. Ketawang
Gak mnyalahkan Arash,gmnapun jg Elea jg bersalah di sini,.dy ttp mnjalin hubungan dg Aksa tnp berkata jujur kpd Aksa kalo dy tdk mncintai Aksa...
aq ttp padamu Arash💪🏻💪🏻
Mrs. Ketawang
Cintamu hanya di manfaatkan Arash
Mrs. Ketawang
Elea tdk tau rasa trimakasih,masih curiga apakah dy bnr" mnrima Arash sbg suaminya🤔
Mrs. Ketawang
cerita ini intinya rebutan harta & tahta
Mrs. Ketawang
masih jd misteri knp hrus pura" mncintai aksa🤔
Mrs. Ketawang
karya yg bagus thoor,,sampai bab ini masih sulit q tebak apa mksud prnikhan kontrak ini👍🏻👍🏻
Mrs. Ketawang
Tunjukkan pesonamu Arash,.di harga diri lelakimu di prtaruhkan💪🏻💪🏻
Mrs. Ketawang
masih jadi misteriii🤔
Mrs. Ketawang
Tuh kan,sdh mulai trserang virus cintaaaaa
Mrs. Ketawang
virus bucin blum melanda,awas aja kalo slh 1 dr mereka trjangkit virus tsb🤣😍
ArlettaByanca
baca novel ini buat emosi naik turun...authornya bisa mengekploitasi kata2 dalam mendeskripsikan suatu rangkaian kejadian.....hahah apa aku yg sampe baper yaa..
btw....buat author sukses sll karya2 menulisnya ..
langit
minta bonchap nya thor elea hamil lagi
Sondang Sartika Lumbanraja
emang gila yaa bapak kaya itu
Sondang Sartika Lumbanraja
hati nya terbuat dari apa anak sendiri mau dibunuhnya
Sondang Sartika Lumbanraja
ada ya seorang ayah kaya gitu
ArlettaByanca
bukan terlihat baik tp mmg harus membaik dr semua tragadi dan luka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!