Tatapannya masih menusuk tajam, tangannya mengunci dua lenganku ke atas. Menghimpitku ke dinding, aku seperti dejavu dengan posisi ini.
Mimpi itu ...
"Kamu kira aku bodoh, Gauri? Jika seseorang ingin menghancurkanku, maka bukan Yosita kuncinya." katanya penuh penekanan.
"Pria itu sudah kamu libatkan dalam masalah serius seumur hidupnya jika berhasil meniduri Yosi. Apa kamu tahu? Kenapa dia tak kunjung hamil, heh?"
Dengan kasar dia menarik bajuku hingga robek. Tubuhku terekspose hanya tertutup tanktop saja. Dia mencengkeram dagu dengan kuat. Menciumku secara brutal. Mataku mulai basah dengan sikapnya.
"Kamu terlalu naif dan gegabah, Gauri! Jangan salahkan aku jika kamu akan benar-benar tak bisa lepas dariku!" bisiknya di sela hembusan nafas.
"Kamu sudah ada dalam genggamanku. Adik-adikmu tak akan bisa memperbaiki kondisimu sekarang. Hanya aku. Aidam Ishwar Sura! Aku tak akan pernah membiarkanmu terluka, Gauri! Jadi, bersikaplah yang manis, hm?"
Klik Subscribe dulu sebelum baca!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iftiati Maisyaroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30 Lebih Baik Berpisah
Bab 30 Lebih Baik Berpisah
"Yosita?"
Gauri dan Kenzie terpekik bersama, tidak dengan Aidam yang menatap datar dan dingin. Seolah tahu dengan keadaan di depan matanya, tak terkejut sama sekali.
"Bisa Anda jelaskan, Mister RK?"
Gauri menoleh ke samping dan mendapat gelengan dari orang yang disebut namanya.
"Seba ji ngan apa artis kita ini, hm? Luar biasa, Ken! Hanya aku yang tak tahu apa-apa di sini?" Dengkusan kasar keluar dari hidung mancungnya.
Wajah manis itu berubah marah dan kebencian terpancar di sana. Merasa bodoh dan tak mengerti takdir apa yang tengah dijalaninya. Orang yang dipercayanya sejak lama tak sepolos kelihatannya. Teman sekaligus saudara susunya yang selalu memahami apa yang ada dalam pikirannya pun tak segan mengelabui semua tingkah laku.
Suami yang mampu menenangkan perasaannya. Membuat hati dan jiwanya damai pun penuh dengan ketidakpastian dan menyimpan segudang rahasia. Pria yang selama ini mengisi dan menghiasi hidupnya dengan harapan dan angan kebahagiaan, tak ditemukan lagi dalam sosok Aidam.
"Kenapa jadi kamu yang peduli perasaanku sih, Ken? Aku nggak pernah mengharapkan itu dari kamu! Cukup jadi Kenzie yang kukenal dulu. Cuek dan dingin, anti perempuan dan nggak suka tebar pesona. Lama-lama kenapa jadi seperti dia?"
Kekesalan pertama Gauri saat pertama kali menyadari perubahan dalam diri pria yang mengutarakan perasaannya tiba-tiba. Ya. Pertemuannya dalam sebuah acara reuni SMA menjadi indah ketika Kenzie menyatakan ketertarikannya pada Gauri.
Dia tak menyangka taruhan yang direncanakan bersama kawannya semasa putih abu-abu masih menghantui. Dan sebagai pelampiasan rasa sakitnya jatuh cinta sendirian dalam diam, dia menyematkan status kekasih pada Kenzie. Berpikir bahwa nama itu dapat mengganti sosok Aidam, nyatanya berbuah pahit. Semua hanya sandiwara yang diciptakan untuk kepentingan harta dan kekuasaan semata.
"Dengarkan aku, Ri! Bukan salah hatimu yang akhirnya tetap menyimpan rasa itu. Aku mengerti! Tak ada yang bisa memilih untuk jatuh cinta pada siapa di dunia ini. Semua mengalir begitu saja."
"Kapan kamu akan siap? Semua orang ditolak mentah-mentah oleh Ayah, Ken! Apa kamu juga akan pergi jauh dariku setelah penolakan Ayah?" sentak Gauri saat pertama kali Kenzie mulai berani memberi kasih sayang melalui sentuhan.
Karena saat itu Kenzie pun baru mengetahui kenyataan bahwa Gauri adalah adik sepersu-suannya. Hatinya berubah seketika tapi tak mampu melawan ketidakadilan takdirnya. Cintanya harus kandas dan berganti dengan kasih sayang seorang kakak pada adik perempuannya. Tak cukup mengatakan atau pengertian. Tapi ingin memeluk menumpahkan kerinduan dan kasih sayang yang tertahan bertahun-tahun lamanya.
Gauri bersimpuh di lantai menutup wajah dengan dua telapak tangannya.
"Aku yang tak pernah menangis di depan orang lain. Menjadi seperti ini ... sia- sia saja menjadi tangguh dan kuat. Percuma saja, Ken ... aku tetaplah hancur. Takdirku tetap bukanlah wanita hebat. Aku tetap bodoh dan lemah di mata kalian semua!" Teriakan sekaligus isakan Gauri menggema di ruangan dengan atap tinggi itu.
Kenzie berjongkok memeluk wanita yang meronta tak mau disentuhnya.
Tawa sinis berubah terbahak mengganti isakan Gauri yang memilukan. Yosita tergelak semakin kencang mendapati ketidak berdayaan madunya.
Plak!
Sebuah tamparan keras menghentikan kesenangan wanita yatim piatu sejak lahir itu.
"Hari ini juga aku talaq kamu, Yosita Ashari! Disaksikan semua orang di sini, kamu bukanlah istriku lagi mulai hari ini! Aku jatuhkan talaq tiga untukmu!" Dengan lantang kalimat perpisahan itu menggelegar dari mulut Aidam.
Wajah wanita itu pias seketika. Tapi tak menampilkan kesedihan dan penyesalan sama sekali. Dingin dan terkesan acuh dengan kalimat yang dilontarkan Aidam.
"Bagus! Aku tak membutuhkannya lagi! Orang yang kucintai telah kamu lenyapkan, Mas! Aku benci kamu! Kamu sudah bukan Mas Aidam yang kukenal! Kamu berubah, Mas!" balasnya tersenyum hambar dengan sedikit bulir di sudut matanya.
Bagaimana pun dia hidup dan besar bersama dengannya. Berpuluh tahun sepanjang usianya kini, dua puluh tujuh tahun dalam suka dan duka. Tetap meninggalkan luka yang mendalam di hati keduanya.
"Kita tak punya banyak waktu, Mister Aidam! Gruffith sudah mengendus tempat ini. Putuskan dengan cepat! Ikut kami dan bersembunyi atau melawan bersama kami?" Mister RK berbicara setelah sempat menjauh dan seperti menerima panggilan dari alat komunikasi di telinganya.
"Aku ikut melawan!"
Kenzie dan Gauri kembali berdiri dan mengucapkan kalimat yang sama. Mengepalkan dua tangannya dan menatap tajam pada satu titik ke luar jendela.
"Gauri ... ikut bersamaku! Biarkan Secret Umbrella yang membereskan semuanya! Sembunyi bersamaku, Gauri!"
Aidam menghadang langkah Gauri menuju lorong pintu keluar. Wajah memohon pria itu adalah salah satu kelemahan istrinya. Wanita itu menggeleng dan menyingkirkan tubuh Aidam dengan lengannya. Meski tak ada perubahan gerak, Gauri tetap melangkah di sisi lain.
"Gauri! Kamu masih istriku yang harus patuh padaku!" ucapnya sebagai jurus pamungkas seorang suami.
Dalam sebuah pernikahan Islam memang seorang suami adalah jembatan istri menuju surga. Begitulah dalilnya, tapi orang di jaman sekarang menggunakan hal itu sebagai pembenaran sikap suami atau istri yang mungkin tak sesuai. Padahal di dalam menjalani bahtera tak hanya janjinya pada manusia yang harus ditegakkan. Lebih sakral dan suci menjalankan janji pada Illahi Rabbi, niati ibadah yang berpahala.
Gauri telah sedikit mengerti dan belajar tentangnya. Kali ini dia benar-benar berada dalam dilema.
"Ken, bantu aku. Jangan pergi! Tetap bersamaku ... biarlah Mister RK yang membereskan tugasnya." Gauri menahan lengan Kenzie dengan wajah memohon.
"Dia yang membuat Umi dan aku berkubang dalam dosa, Ri ... aku yang harus mengakhirinya!" Tegasnya melepaskan cekalan tangan Gauri di lengannya.
Wanita itu tak melepasnya berganti menahan dengan dua tangannya di lengan Kenzie. Susah payah pria bermata sipit itu menepisnya hingga Gauri sedikit terhuyung. Dia maju selangkah dan mendekap erat tubuh kekar Kenzie.
"Aku belum selesai dengan kamu, Ken! Jadi tetap bersamaku!" Teriaknya geram dalam pelukan Kenzie.
"Ri ... kumohon. Biarkan aku tak merasa bersalah padamu sekali ini saja. Biarkan aku membalaskan semua untuk Umi dan juga ... Papa kandung Aidam. Ini bukan lagi masalah harta atau kekuasaan. Aku, yang harus mengakhiri orang yang mengalirkan darah di tubuhku dengan cara keji!" Tangannya mengepal kuat, rahangnya mengeras dan napasnya memburu.
"Ken ... jangan lagi menjadi monster kedua. Cukup Aidam yang penuh kerumitan, kamu jangan, Ken! Aku mohon!" Kali ini Gauri melepaskan pelukannya merosot berdiri dengan lututnya memohon pada Kenzie dengan menundukkan kepalanya tajam.
"Riri!!!" Apa yang kamu lakukan? Aku telah banyak kehilangan Gaurika Yada, wanita tangguh dan kuat! Kenapa harus seperti ini, Ri? Kenapa?" Kenzie berteriak tak kalah kencang.
Tangannya meninju angin dan menendang asal. Ikut terduduk di lantai dan menghantamkan kepalan tangannya.
"Di saat aku sudah bisa menerimamu? Mengubah perasaan cintaku menjadi kasih sayang seorang kakak pada adiknya? Di saat aku melihatmu bangkit dan tersenyum lagi? Di saat kamu datang mencariku dan bisa melindungimu? Kenapa seperti ini Ri? Kenapa?" racaunya berulang-ulang memukul lantai.
"Daratkan di atap! Five minutes!" Suara Mister RK memecah keheningan yang tercipta beberapa detik lalu.
"A33! Bawa mereka ke atap, Go! Over time! Kita kehilangan banyak waktu di sini!" titahnya melangkah ke sebuah dinding dan semua jendela tertutup rapat oleh besi bergerak. Seperti menutup seluruh bangunan dengan cor besi kuat yang tak mampu tertembus apapun.
Tiba-tiba saja anak buah Secret Umbrella bermunculan dan menggiring Gauri, Kenzie , Aidam dan Yosita dengan paksa memasuki sebuah lift dan langsung menuju atap gedung. Sebuah helikopter sudah terparkir di sana dengan baling-baling yang berputar cepat.
"Aku akan tinggal, Ri!" Kenzie melompat saat heli sudah terangkat dan tubuhnya hampir terjepit pintu.
"Kenzie!!! No!!!"
...***...
^^^Bersambung ....^^^
mgkn lbh baik
Sendiri...
🤭😵💫🤕
okelah, Thor...
Lanjutkan. kebingunganku ini.. 😁🤣