Aku menjalani kehidupan yang baru setelah mengalami kecelakaan yang hampir merenggut nyawaku.
Beruntung ada seseorang yang menolongku dan memberikan kehidupan dengan identitas yang baru.
Akankah kehidupan ku kali ini akan lebih baik?
🌸🌸🌸🌸
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Leticia Arawinda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
"Jangan memanggilku seperti itu, siapa kamu!" ucapku sangat kesal
"Alexa sayang, apa kamu lupa? aku orang yang selalu mencintaimu tapi pria bajing*n itu memisahkan kita" jawabannya dengan tatapan sedih
"Jangan dengarkan omong kosongnya itu sayang! dia hanya benalu" kata Rafael yang sangat marah
Mereka masih menodongkan senjata di situasi seperti ini.
"Apa mereka benar-benar sudah gila? aku sangat takut, gimana kalau terjadi sesuatu dengan anak dalam perutku?" isi dalam pikiran ku
Kemudian tiba-tiba saja 2 orang dari pihak pria asing itu menahanku.
"Diam!!! kamu nggak mau kan Alexa terluka?" ucap pria itu dengan kasar
"Lepaskan tangan kotor kalian dari Alexa atau ku tembak sekarang?" Rafael marah besar
"Lepasin, apa yang kalian lakukan" ucapku sambil memberontak
Rafael terlihat sangat panik melihatku.
"Zed! bawa Alexa pergi sekarang!" ucap pria itu ke seseorang yang bertubuh besar itu
"Baik bos"
"Lepas!! lepasin!! Rafael.. tolong aku!!" kataku berteriak dan memberontak
"Tidak Alexa!!" Rafael berteriak memanggilku
Mereka membawaku ke dalam sebuah mobil.
Dor!
Dor!
Dor!
Terdengar banyak suara tembakan, Rafael berusaha mengejarku tapi dia di hadang banyak orang di depannya.
"Rafael!! hiks.. hiks.."
Aku hanya bisa melihat Rafael dari dalam mobil.
Mereka semua baku hantam dan saling menembak.
"Lepasin aku, tolong!!"
"Tidak!! jangan bawa aku pergi!!"
Mereka tidak mendengarkan ku sama sekali dan terus menahanku agar tidak bisa keluar dari mobil.
"Alexa!!" Rafael berlari mengejarku
Mereka melajukan mobilnya setelah Rafael semakin dekat.
Dor!
"Tidak!! Rafael??!"
"Hiks.. hiks.."
Aku melihat Rafael tersungkur terkena tembakan dari pria asing itu.
Kemudian mereka langsung pergi mengikuti mobilku begitupun dengan Rafael.
"Bos!" memapah Rafael
"Cepat kejar Alexa, jangan pedulikan aku Max!" perintahnya dengan tegas
Rafael tertembak di bagian perutnya tapi dia terus berusaha untuk bisa mengejarku tapi karena Max bisa lebih cepat dia meminta Max untuk pergi lebih dulu.
Max langsung mengejarku bersama anak buah yang lain.
Sedangkan Rafael membalut luka tembaknya dan ikut mengejarku di belakang mobil Max.
"Alexa! ini semua salahku seharusnya aku bisa melindungimu dari bajing*n itu"
"Kumohon Alexa bertahanlah, tunggu aku"
Mereka mengebut dan saling mengejar sedangkan aku tidak bisa berdiam saja dan terus berontak hanya saja tenaga mereka sangat kuat sampai aku tidak bisa bergerak.
Tiba-tiba saat di persimpangan jalan mereka berpencar dan menyembunyikan mobil yang kunaiki sehingga Rafael tidak tahu posisiku di mobil yang mana karena semua mobilnya sama.
"Lepas!! cepat lepaskan!!" ucapku berteriak
"Mmph.. mmph.."
Tiba-tiba salah satu dari mereka menutup mulutku dengan kain yang sudah di beri obat bius dan akhirnya aku pingsan.
Aku sudah tidak tahu akan dibawa kemana dan oleh siapa.
"Bos, kita kehilangan jejak Nyonya!" Max menghubungi Rafael
"Apa?! cepat cari lagi.. kerahkan semua orang.. cepat!!"
Kali ini Rafael sangat geram, dia sangat frustasi menghadapi masalah ini.
"Nggak.. Fiona seharusnya aku nggak merubah wajahmu menjadi Alexa"
"Ini semua salahku, aku menempatkanmu dalam bahaya"
"Haaaa.."
Untuk kedua kalinya dia mengalami hal yang sama.
"Bos.. kita benar-benar kehilangan jejak Nyonya, maaf bos kami tidak bisa menemukan Nyonya"
Deg..
Hatinya sangat hancur mendengar aku sudah tidak di ketahui keberadaannya.
Kali ini rasa sakitnya menjadi berkali-kali lipat dimana dia tidak bisa menemukan istrinya yang sedang mengandung anaknya.
"Max!! jangan bicara omong kosong atau kalian semua tidak akan ada yang selamat!!!"
Max sudah berusaha mencariku dan mengerahkan semua anak buahnya tapi tetap tidak bisa menemukanku sedangkan Rafael menjadi tidak bisa berfikir logis.
Mereka mencariku sampai pagi tetapi tidak mendapatkan hasil apapun.
Sampai akhirnya mereka berkumpul di satu titik dan disana Rafael melampiaskan emosinya kepada anak buahnya.
Buk!
Buk!
Set!
Bruk..
Rafael memukul beberapa anak buahnya dan menendang mereka hingga tersungkur.
"Bos! hentikan, lebih baik bos obati lukanya lebih dulu" ucap Max sambil menahan tangan Rafael
Buk!
"Ukh"
Rafael memukul wajah Max kemudian dia terjatuh karena sudah tidak bisa menahan tubuhnya untuk berdiri.
"Bos...!!!" teriak semua anak buah Rafael
"Cepat! bawa bos!"
Max langsung membawa Rafael pulang untuk di obati.
Sementara itu, aku akhirnya terbangun setelah pingsan dan ternyata itu sudah pagi.
"Dimana ini?" ucapku yang bingung
Aku berada di ruangan yang besar tetapi tidak ada jendela sama sekali.
"Alexa sayang kamu sudah bangun?" ucap pria itu sambil menggenggam tanganku
Sret..
"Siapa kamu?" menepis tangannya
"Alexa, ini aku Leon.. apa kamu lupa? aku orang yang selama ini mencintaimu meskipun kamu di rebut paksa oleh orang itu"
Wajahnya tidak terlihat seperti kelakuannya yang jahat.
Pria ini berwajah polos dan tatapannya sangat dalam saat menatapku.
"Leon? apa dia salah satu orang yang dekat dengan Alexa? tapi kenapa dia membawaku ke tempat seperti ini?" dalam benakku
Dia terlihat tidak akan membahayakanku.
"Tolong, bawa aku ke Rafael"
"Sayang, untuk apa kamu mencarinya.. tetaplah di sini bersama ku"
"Tapi aku nggak tahu siapa kamu?"
"Apa kamu benar-benar tidak mengenaliku Alexa?"
Ekspresi wajahnya sangat sedih ketika mengetahui bahwa aku tidak mengenalinya.
"Sepertinya kamu hilang ingatan karena kecelakaan waktu itu, apa benar?"
"Baiklah mungkin Rafael sudah berkata banyak omong kosong sehingga kamu benar-benar tidak mengingatku sama sekali"
Leon menceritakan banyak hal yang baru kudengar bahkan Rafael tidak pernah menceritakan apapun tentang masa lalu Alexa.
Leon mengatakan bahwa Alexa adalah kekasihnya. Mereka awalnya bahagia menjalani hubungan kekasih tetapi karena Rafael berusaha memisahkan mereka akhirnya Rafael membawa paksa Alexa untuk di nikahi.
Kehidupan pernikahan mereka tidak bahagia karena Alexa tidak mencintai Rafael sedangkan Rafael selalu memaksakan keinginannya kepada Alexa.
Dia juga mengatakan bahwa Rafael adalah orang yang kejam dan melakukan bisnis ilegal.
"Rafael adalah Mafia terkejam dan terbesar di kota B, apa kamu nggak merasa aneh dengannya yang selalu mengurungmu dirumah?"
"Apa maksudmu? omong kosong macam apa ini?"
Aku tidak tahu apa ucapan Leon itu benar adanya tapi Rafael tidak mungkin seorang Mafia.
Rafael yang ku tahu adalah pemilik perusahaan terbesar di kota B.
"Alexa, apa kamu nggak melihat situasi sebelumnya? dia bahkan mempunyai senjata dan banyak anak buah yang terlihat seperti gangster"
Leon berusaha meyakinkanku agar percaya dengan semua ucapannya.
Tapi memang benar banyak hal yang tidak ku ketahui tentang Rafael yang terlihat menyembunyikan sesuatu.
"Nggak.. aku nggak percaya"
"Terserah kamu Alexa tapi aku disini berusaha menyelamatkanmu dari orang kejam itu, percayalah aku tulus menerimamu bagaimanapun keadaanmu saat ini"
Aku merasa setiap yang di ucapkan oleh Leon tidak terdengar seperti sedang berbohong.
Kepalaku pusing karena terlalu lelah dan menerima banyak informasi sekaligus yang tidak masuk akal.
trus si istri hidup kembali mencoba untuk mencintai suami mafianya ituh.
ada yg tau gak judulnya apa.????
plis penasaran sama endingnya
sgt rapi, ga ada typo