•Disarankan untuk membaca setidaknya sampai ch.6 sebelum pindah ke novel lain!
Dua orang putri dari Kekaisaran Elgion telah lama terkenal karena mereka tidak pernah mendapatkan tunangan.
Untuk itu, tepat setelah hari kelulusan kedua nya, seorang Ksatria yang menyandang gelar terkuat dan tak terkalahkan - Zone Kursdizt - pun di beri tugas untuk mendidik keduanya agar dapat menemukan pasangan yang layak bagi keduanya oleh sang Permaisuri.
Sementara dirinya masih harus menjaga kondisi perang yang memanas di perbatasan Kekaisaran, Zone harus mengawasi kedua putri yang eksentrik.
Bagaimanakah kisah Zone sang Kesatria terkuat dalam menangani semua masalah yang datang mengancam kedamaian Kekaisaran? Yuk, ikutin terus novel ini!
#Karya orisinil ku sendiri. NO COPY DAN PLAGIAT!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aze07, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
27. Situasi tak terduga(2)
"..."
"Pergilah kau!"
Seorang gadis kecil kini sedang berdiri diantara Zone dan pria setengah serigala itu - Rack - dengan air mata di wajahnya sementara bilah pedang milik Zone menjulur hampir membelah kepala kecil nya.
"Siapa kau?"
"... Tina?"
Baik Zone maupun Rack terkejut melihat kedatangan gadis bernama Tina itu.
Para penduduk yang belum terbunuh pun gelisah melihat gadis itu sementara Tina menatap Zone dengan penuh rasa permusuhan. Air mata mengalir pada wajah gadis itu. Dia merentangkan kedua tangannya seolah berniat untuk menghalangi Zone dari membunuh Rack.
Namun Zone tidak peduli.
Menghela napas sebentar, Zone mengangkat kembali pedangnya. Matanya dingin ketika dia akan menebas tubuh gadis itu.
"Kau menghalang-"
Zone mengayunkan pedangnya, tetapi segera menghentikan dirinya sendiri setelah Zone merasakan hawa dingin yang menjalar di punggung nya.
Setengah hanya karena refleks nya, Zone berguling ke kiri.
"...!"
Sesaat setelah itu, sinar cahaya keunguan telah membakar dan melubangi tempat berdiri sebelum nya.
"Ya ampun, jadi kau menghindari nya, ya? Cukup mengesankan, anjing Kekaisaran."
Ketika Zone mengalihkan pandangannya ke arah serangan itu berasal, dia menemukan seorang wanita Beastkin berambut putih panjang dengan telinga dan lima ekor mirip rubah atau serigala pada dirinya. Wanita itu memakai pakaian unik yang terlihat seperti beberapa kain yang dilipat sebanyak beberapa lapis.
Wanita itu menatap Rack yang sedang terduduk di tanah.
"Sepertinya kau memang tidak berguna seperti biasa 'kah, Rack? Berhentilah melamun dan bantu aku menyingkirkan pria ini!" Wanita itu mulai menembakkan beberapa sinar cahaya lagi kearah Zone, yang akhirnya berhasil dihindari Zone, ketika dia mendesak agar Rack membantu nya.
Pria bernama Rack itu terlihat ragu atau bahkan takut, tetapi dia tetap berdiri dan memgambil kembali pedang nya untuk melawan Zone bersama wanita rubah itu.
Hm, bahkan mereka juga kembali menyerang ku...
Sementara dirinya terus menghindari serangan sihir dan pedang yang datang kearah dari dari wanita itu, Rack, serta para penduduk bersenjata, Zone merasakan keanehan pada situasi ini.
Pada awalnya, kukira Republik telah berhasil menghasut penduduk kota ini untuk berkhianat. Namun, gadis bernama Tina itu tampaknya sangat terikat secara emosional dengan Pria Rack ini. Selain itu, para penduduk juga bahkan memiliki tekad bertarung yang seolah mereka telah siap bertarung sampai mati... Hmm...
Zone merilik kearah wanita rubah yang baru saja bergabung kedalam pertarungan.
Wanita itu mendecakkan lidahnya. "Sial! Kenapa serangan ku tidak pernah mengenai nya!"
Jika Zone memikirkan pihak yang kemungkinan adalah pemimpin atau agen langsung dari Republik... Maka dia menyimpulkan bahwa wanita itu adalah yang paling mencurigakan.
"Minggir!" Zone mengeraskan suaranya. Kekuatan sihirnya tersalurkan kedalam suaranya. Membuat para penduduk dan Rack terkejut dan mundur.
Setelah itu, semuanya terjadi sangat cepat.
"Hah?"
Bergerak sangat cepat sampai seolah dirinya telah berteleportasi ke belakang wanita itu, Zone mengarahkan pedang nya ke leher wanita itu dari belakang. Bersiap untuk memenggal nya kapan pun waktu mendesaknya.
Setidaknya, Zone belum akan membunuh nya sekarang.
"Katakan," ucap Zone, mengikis secara dangkal kulit wanita itu. "Apa yang Republik rencanakan pada kota ini?"
Wanita itu menggertakkan giginya saat dia mencoba untuk mendorong menjauh bilah pedang dari tenggorokan nya.
Dia mengabaikan pertanyaan Zone dan malah menatap Rack yang terdiam bersama para penduduk.
"RACK! Lakukan 'itu!' Pria ini akan berbahaya bagi Republik! Kita harus membunuhnya sekarang juga!"
Namun, Rack langsung membuang senjata nya sesaat setelah dia melihat kondisi wanita itu.
"Anna... Kurasa lebih baik kami menyerah saja," keluh Rack. Wajahnya terlihat lelah bercampur kesedihan.
Para penduduk mengikuti setelah Rack dan mulai membuang senjata mereka masing-masing. Gadis Tina itu terlihat kebingungan, tetapi segera datang ke sisi Rack.
Wanita yang tampaknya bernama Anna itu mengerutkan wajahnya dengan cara yang menyeramkan. "Dasar pria lemah! Kau... Kau...! KARENA INILAH AKU TIDAK MEMILIH MU!"
Darah bahkan menetes dari jari-jari Anna yang mencengkeram pedang Zone dengan kuat.
Rack terlihat semakin sedih, tetapi dia hanya memasang senyuman kecil. "Aku tau. Kau benar, ini salahku. Kurasa menjadi lemah juga adalah sebuah dosa..."
Para penduduk hanya dapat menatap Rack dengan penuh rasa kasihan sementara pria setengah serigala itu mengepalkan tinju nya seolah untuk memendam rasa frustasi atas ketidakmampuan nya.
Disis lain, Zone mengalami kebingungan.
Apa maksudnya? Apa-apaan situasi ini?
_
_Beberapa jam kemudian...
_
"Hmm, pasukan Kekaisaran, ya?"
Setelah mendengar penjelasan tak hanya dari Rack dan para penduduk tapi juga Anna yang saat ini di ikat menggunakan tali, Zone sekarang akhirnya dapat melihat keseluruhan situasi yang membuat para penduduk kota ini berkhianat.
Ngomong-ngomong, mayat-mayat dari penduduk dan Beastkin yang Zone bunuh saat ini tengah di bersihkan dan akan di makamkan nantinya.
Tak kusangka prajurit kekaisaran akan mengalami kekalahan secepat ini... Namun selain itu, kenyataan bahwa pria Rack dan wanita rubah ini yang menghalau para prajurit juga cukup membingungkan...
Menurut apa yang mereka katakan kepada Zone, Rack, Anna, dan para Beastkin yang lain adalah orang-orang Republik yang berniat untuk memata-matai situasi perang kekaisaran. Anna sebagai pemimpin dan Rack sebagai bawahan langsung nya.
Mereka datang ke kota ini hanya untuk menemukan kondisi mengerikan dimana para prajurit yang telah kabur dari medan perang menjarah dan bahkan membunuh para penduduk kota yang mencoba untuk melawan mereka.
Kondisi pada saat itu sangatlah mengerikan. Orang-orang terlantar, para prajurit(bandit) merajalela, para wanita diperkosa, anak-anak kehilangan tempat hingga bahkan terbuang ke luar kota. Banyak kekejaman terjadi sebagai akibat dari perang.
Selain itu, masih ada apa yang tersisa dari 100 prajurit milik kedua negara yang sedang bersiap untuk menginvasi kekaisaran dengan menggunakan Benteng terdekat - Gonvart - sebagai markas utama mereka.
Anna pada awalnya menolak, tetapi pada akhirnya dia mengalah atas keinginan Rack untuk menolong penduduk kota yang ditindas oleh mantan prajurit kekaisaran.
"Itu benar... Ini salah pria yang penuh akan keadilan konyol itu aku sampai harus dipermalukan seperti ini..."
Ketika Zone melirik kearah Anna, dia sedang bergumam dengan ekspresi kosong berdekatan dengan kegilaan sembari menatap Rack dengan penuh rasa kebencian.
Tidak ingin terlibat dalam permasalahan apapun yang kedua orang itu miliki, Zone beralih kembali ke arah Rack yang sedang mengusap kepala Tina.
"Kalau begitu, sepertinya aku telah melakukan kesalahan dengan membunuh teman-teman kalian, benar. Aku minta maaf," ucap Zone, sedikit menundukkan kepala nya.
Rack sedikit melebarkan matanya melihat pemandangan itu. "Aku terkejut. Kau meminta maaf kepada orang yang menyerangmu?"
Dari apa yang Rack dengar dari orang-orang Republik Arkian, prajurit kekaisaran adalah orang-orang penuh kebanggaan hingga terkadang menjadi sedikit ekstrim dan menindas orang lain. Dia menjadi lebih yakin akan hal itu setelah melihat apa yang terjadi pada kota ini setelah kekalahan terjadi.
Namun, itu berbeda kepada Zone. Zone dengan mudah mengucap kata permintaan maaf dan bahkan menundukkan kepalanya pada nya - yang adalah seorang Beastkin - disaat biasanya kebanyakan manusia membenci mereka. Penduduk kota ini adalah pengecualian. Mereka berhutang budi pada Rack dan teman-teman nya, jadi mereka memperlakukan mereka semua dengan baik sampai saat ini.
Untuk Zone, "Itu hal yang normal untuk meminta maaf saat melakukan sebuah kesalahan, bukan?" dia hanya melakukan apa yang dia pikir benar.
"B-benar..." Rack tidak yakin, tetapi sepertinya Zone bukanlah orang yang jahat di mata nya.
Yah, tidak jahat, jika kau mengabaikan berapa banyak orang yang Zone baru saja bunuh dengan mudah nya beberapa saat yang lalu.
Di mata para penduduk, Zone mungkin hanyalah seorang prajurit kekaisaran lain yang sama kejam nya seperti para prajurit(mantan) yang telah menindas dan manjarah apa yang mereka miliki. Kebencian terlihat dengan jelas di balik wajah gugup dan takut mereka.
"Republik, mantan prajurit - bukan, Bandit... Lalu, pasukan dua negara, ya..." Zone menatap kearah benteng kota yang mengarah kearah Benteng Gonvart yang sekarang telah menjadi markas musuh.
Banyak sekali masalah... Tapi firasat buruk ku belum juga mereda... Zone memakamkan matanya, Apakah bencana benar-benar akan datang?