NovelToon NovelToon
Reincarnation System

Reincarnation System

Status: sedang berlangsung
Genre:Wanita Karir / Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Masuk ke dalam novel / Romansa / Reinkarnasi
Popularitas:2.4M
Nilai: 4.9
Nama Author: Wiindy ArAs

STARLLETA ZOYA QIRANI, Atau biasa di panggil Zoya. Seorang gadis yatim piatu yang meninggal setelah di khianati oleh kekasih dan wanita yang ia sebut sahabat dan di bunuh oleh kedua orang yang paling ia percayai.

Di akhir hidupnya ia menyesali semuanya dan jika ada kesempatan kedua, ia ingin mengubah dan memperbaiki kehidupannya yang dulu.

Ternyata Tuhan masih memberikan ia kesempatan. Ia mendapatkan sebuah sistem untuk kembali mengulang masa lalu. Hanya saja sebelum itu, ia harus menjalani misi dan mengumpulkan point agar bisa kembali mengulang kehidupannya. Dengan cara menyelesaikan misi di dunia Novel dan ia juga mendapatkan skill dan juga kekayaan dari misinya tersebut...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wiindy ArAs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Misi Pertama - Azura 30

Tiga hari Azura berada di rumah sakit, kemarin kedua orang tua Arsen juga datang menjenguk kekasih dari putra mereka itu. Meskipun mereka tidak datang bersama-sama, namun mereka bertemu tanpa sengaja di ruang rawat Azura.

Yang Azura dengar dari Arsen, Tania sudah tidak pernah pulang ke mansion keluarga Bagaskara semenjak kejadian di apartemen waktu itu. Dan kini Tania tinggal di apartemen miliknya sewaktu masih lajang dulu.

Entah bagaimana kelanjutan hubungan kedua orang tua Arsen, yang jelas sampai saat ini Juanda masih belum menggugat cerai Tania. Meskipun begitu Tania masih sering bertemu dan menelepon Arsen, setidaknya ia merasa hanya Arsen yang ia miliki saat ini.

Dan pertemuan mereka di rumah sakit entah kenapa Azura merasa jika Juanda kedapatan sering terlihat mencuri pandang ke arah istrinya.

Azura tersenyum, mungkin ini merupakan sinyal yang bagus untuk keduanya, dengan Tania yang pergi dari rumah membuat Juan sadar apa arti seorang Tania di kehidupannya.

Azura pun kembali merengek minta pulang karena ia merasa sehat. Meskipun orang tua, Arsen dan Adrian masih khawatir, namun karena dokter juga mengizinkan jadi Azura sudah di perbolehkan pulang.

Namun dengan syarat Azura harus pulang ke mansion Keluarga Alexander. Azura hanya pasrah saja yang penting ia bisa pulang.

"Wah, mereka sudah menyusun rencana rupanya" ucap Azura saat mengotak Atik laptop di pangkuannya.

Tok! Tok! Tok!

Tak lama Lita mengetuk pintu kamar Azura dan membuka pintu kamar Azura.

"Sayang, ada Arsen di bawah mau ketemu kamu" ucap Lita lembut

"Ya mah, bentar lagi Azura turun. Mau ganti baju dulu" ucap Azura sembari membereskan laptop dan segera Menganti pakaiannya. Karena ia memakai pakaian pendek untuk bersantai di dalam kamarnya itu dan segera turun setelahnya.

"Rapih bener, mau kemana?" tanya Azura melihat kekasihnya sudah terlihat tampan dan rapih.

"Ngapel lah, kan malam minggu" ucap Arsen nyengir dan menarik turunkan alisnya. Azura pun hanya terkekeh mendengarnya.

"Makan malam di luar mau? Aku udah izin ke Tante sama om tadi, mereka mengizinkan nya" tanya Arsen

"Boleh, aku ganti pakaian dulu kalau gitu, ah ya kamu ke sini pake apa?" tanya Azura.

"Mobil sayang" jawab Arsen yang di angguki oleh Azura.

"Aku ganti baju dulu" ucap Azura baik lagi ke kamarnya dan berganti baju untuk kedua kalinya.

Setelahnya mereka pun pergi dinner di luar, lalu berkeliling ibukota menikmati indahnya gemerlap nya lampu-lampu gedung pencakar langit.

.....

Keesokan harinya Azura sudah berangkat kuliah di antar supir, karena baik itu Adrian dan Arsen tidak memiliki kelas dan sedang ada pertemuan bisnis. Lebih tepatnya pertemuan untuk membahas perihal penemuan informasi oleh detektif yang mereka bayar, salah satunya ada Satria yang memang di bayar oleh Arsen melalui asosiasi Detektif dan intel di jaringan internasional.

Tentu Azura mengetahui itu dan sangat senang karena dengan adanya satria bisa memuluskan rencananya. Meskipun Azura yakin Satria bisa dengan mudah mencari tahu semuanya, namun tak ada salahnya jika ia mempermudah jalannya.

Dan bertepatan hari ini juga rencana Shaila mulai di jalankan, ternyata tebakan Azura benar. Di alur cerita novel yang menyebabkan Azura meninggal, tak lain adalah Shaila. Alasannya tentu saja karena ia sangat iri dengan Azura yang merupakan putri konglomerat dan ingin mengambil alih posisinya. Di tambah Azura kini menjadi kekasih Arsen di mana Arsen adalah laki-laki yang di cintai Shaila.

[DING!!!]

[Harap hati-hati nona, mereka mulai mengawasi anda dari jarak jauh]

"Aku tahu Tem, biarkan saja mereka lakukan sesuai rencana. Lagian ini masih terlalu dini mereka bertindak karena masih banyak orang" ucap Azura

[Tapi yang anda lakukan ini beresiko nona, apa anda tidak langsung mengatakan pada keluarga anda]

"Hmm, aku hanya perlu menekan resiko itu sekecil mungkin. Lagian sulit meyakinkan orang meskipun itu keluarga sendiri, jika bukan orang ahli di bidangnya yang mengungkapnya. Lagian aku ingin membuat nama Shaila terkenal nantinya, anggap saja ini hadiah dariku" ucap Azura terkekeh dan melanjutkan langkahnya masuk ke area kampus.

....

Di sebuah private room di Arch Restaurant, Arsen, Adrian, Lita dan Aric berada di sana bersama dua orang detektif yang mereka sewa untuk mencari tahu kebenaran tentang yang terjadi di panti di mana Azura tinggal.

Kini di atas meja sudah ada dua data yang keduanya dapatkan hampir sama, hanya data Satria yang terlihat lebih lengkap.

"Menurut penyelidikan ku, perempuan bernama Shaila memang benar anak kandung dari seorang perempuan yang berprofesi sebagai ibu asuh di panti tersebut tuan" ucap Rudi detektif yang di bayar oleh Adrian dan Aric.

"Itu benar tuan, dan lagi fakta indentitas ibu asuh itu sangat mengejutkan bagi anda pastinya tuan Aric" ucap Satria.

"Memang siapa dia? Apa saya mengenalnya?" tanya Aric

"Ya tentu, dia adalah Danisa Rengganis, salah satu mantan Anda dulu sebelum berpacaran lalu menikah dengan nyonya Lita. Dia secara kebetulan juga baru melahirkan beberapa hari di tempat Nyonya Lita melahirkan. Karena dendam dan ia merasa sakit hati ia pun menculik Nona Azura di rumah sakit kota M dan membuangnya.

Namun karena saat itu ia tahu jika nona Azura di temukan oleh warga dan di bawa ke panti, ia kemudian melamar menjadi ibu asuh di sana. Dan mendoktrin semua orang di panti agar membenci nona Azura, dan mengatakan jika nona Azura adalah pembawa sial. Dia juga yang suka memukul dan menganiaya Nona Azura sejak kecil dan mbuatnya di usir saat berusia lima belas tahun tanpa di berikan uang se-sen pun" ucap Satria

Mendengar itu Aric mengepalkan tangannya, ia sangat marah dengan apa yang sebenarnya terjadi. Apalagi saat ia tahu mantannya yang menjadi dalang penculikan Azura dulu.

"Lalu, apa ada yang aneh dengan Shaila?" tanya Adrian.

"Yah, anak itu sepertinya memang sengaja mendekati nyonya Lita dan berusaha menggiring opini kalian jika nona Shaila adalah anak kandung keluarga Alexander. Sebenarnya itu tidak terlepas dari ide dari Rengganis, ia ingin membuat rumah tangga kalian hancur sekaligus menikmati harta kalian melalui anaknya. Jadi ia mengatakan pada nona Shaila jika ia harus berpura-pura menjadi anak kalian tuan-nyonya" ucap Rudi, membuat Lita semakin syok mendengarnya.

"Kurang Ajar, beraninya dia!" ucap geram Adrian mengepalkan tangannya. Namun ia bersyukur istrinya bertemu dengan Azura sebelum mereka mengakui Shaila sebagai anak. Kalau tidak, mungkin selamanya mereka akan merasa bersalah kepada Azura yang tak pernah mereka berikan kasih sayang orang tua dan keluarga.

"Ini bukti lainnya. Dia sangat terobsesi dengan tuan Arsen dan mencoba mendekatinya. Dan dia juga terlibat dengan Ben, ia merupakan partner Se*s dan bisnis pria yang tengah menjadi buronan karena kasus penipuan hingga belasan milyar. Dia juga merupakan seorang Pekerja Se*s yang berhubungan dengan banyak pengusaha dan pejabat" ucap Satria.

"Menjijikan!!!" ucap Arsen dan Adrian bersamaan saat mendengar itu.

"Ya Tuhan...." pekik Satria saat melihat tab nya, karena ada email baru masuk.

"Ada apa?" tanya Rudi yang ternyata satu organisasi di lingkungan detektif itu dan keduanya cukup dekat.

"Tuan, nyonya, aku mendapatkan berita yang sangat penting. Lebih baik kita semua susul nona Azura, ia dalam bahaya sekarang!" ucap Satria

"Ada apa dengan Azura?" tanya Arsen khawatir

Satria menyerahkan tab miliknya pada Arsen, Arsen yang lihatnya mengumpat dan langsung beranjak dari duduknya. Yang lain juga melihat dan sama terkejutnya dengan Arsen dan menyusul Arsen yang sudah layar lebih dulu.

.....

Azura menjalani kuliahnya dengan biasa seolah tidak akan terjadi apa-apa. Sampai akhirnya ia selesai kelas.

"Bagaimana Tem?" tanya Azura

[DING!!!]

[Arsen dan keluarga anda tengah menyusul anda ke sini nona]

"Buka alat pelacak, biarkan Arsen dan yang lain bisa melacak keberadaan ku. Sepertinya target sudah mulai bergerak" ucap Azura

[Sedang di lakukan, nona]

Azura pun dengan santai menunggu jemputan datang, tak lama Arsen menelepon dan Azura langsung mengangkatnya.

"Sayang kamu di mana?" tanya Arsen dari ujung telepon.

"Di kampus lagi nunggu je... hhhhmmmmppp" tiba-tiba Azura di bius oleh seseorang dan dengan cepat ia sudah di bawa ke dalam mobil.

"Hallo.... Sayang.... Sayang..." ucap Arsen terdengar panik. Ia pun langsung menekan pedal gas dengan kecepatan tinggi.

"Kenapa Sen?" tanya Adrian yang ikut bersama Arsen dalam satu mobil.

"Sepertinya mereka sudah mulai bergerak" ucap Arsen.

"Si*l!!! Sepertinya handphone Azura jatuh, gimana gue bisa melacaknya" ucap Arsen

"Lu fokus mengemudi saja, biar gue yang coba lacak dari kancing yang di pakai Azura" ucap Adrian

"Kancing?" tanya Arsen

"Ya, Azura pernah bilang, dia beberapa hari ini merasa was-was entah mengapa kaya lagi di awasi dan dia kuga bilang akan selalu memakai baju yang sudah ia desain kancingnya karena ada alat pelacak yang bisa dia ambil dan pindahkan ke kancing pakaian lainnya" ucap Adrian langsung mengatakan Atik laptop miliknya yang memang ada aplikasi untuk melacak lokasi.

"Ketemu, mereka menuju arah hutan kota selatan" ucap Adrian, dengan segera Arsen membelokkan arah ke titik di mana Azura berada.

"Yan, kasih tahu papa lu, minta polisi buat dateng cepat dan anak buah gue juga susulin ke sana" ucap Arsen

"Oke" ucap Adrian

Aric dan Lita memang tidak ikut karena ia harus memanggil bantuan dan melaporkan semuanya ke pihak yang berwajib. Ia juga melaporkan Rengganis dan meminta kepolisian kota C meringkus ibu satu anak itu.

....

Mobil MPV hitam itu berhenti pinggir hutan kota selatan, tak lama sebuah mobil sedan dan MPV lain juga datang yang tak lain adalah Ben dan Shaila, beserta anak buah Ben yang lain. Total semuanya ada lima belas orang termasuk Ben dan Shaila.

Azura yang tidak sadarkan diri di bawa masuk ke dalam hutan, di sana ada sebuah rumah kosong bekas pabrik rumahan tidak terpakai dan Azura di ikat di sebuah kursi di dalam rumah itu.

"Siram dia pake air dingin!" perintah Shaila.

BYUR!!!

Azura di guyur menggunakan air dingin membuatnya langsung sadar, ia memasang wajah terkejut dan pura-pura takut saat Shaila berjalan mendekat ke arahnya.

PLAK!!! PLAK!!!

SET!!!

Shaila menampar keras Azura hingga pipi mulus akurat bengkak dan sudut bibirnya berdarah. Shaila juga menjambak rambut Azura.

"Selamat datang di neraka dunia Azura, aku akan membuat kamu ke neraka betulan setelah ini" ucap Shaila terkekeh melihat wajah ketakutan Azura.

"Apa salah ku? Kenapa kamu melakukan ini padaku?" tanya Azura, ia merasakan sakit di pipi dan kepala nya. Namun sejauh ini ia bisa menahannya meskipun dalam hati ia mengumpat keras Shaila yang sudah berani menghajarnya.

"Oh tentu saja salah kamu banyak, kamu merebut semuanya dariku! Kamu merebut Keluarga Alexander yang harusnya menjadi keluargaku dan juga Arsen.... Dia harusnya jadi pacarku, dia milikku!! Beraninya kamu mendekatinya dasar ja*ang! Kamu pantas mati biar Arsen hanya melihat ke arahku" ucap Shaila menarik lebih kuat kepala Azura hingga Azura mendongak ke atas. Shaila juga menempelkan pisau lipat yang terasa dingin di pipi Azura.

"Sayang jangan siksa dulu, biarkan aku dan yang lain menikmatinya dulu. Kamu pasti sangat menyukainya saat mendengar ia berteriak kesakitan karena harus melayani kami semua dalam keadaan sadar" ucap Ben yang tidak sabar mencicipi Azura yang terlihat sangat cantik itu dan pastinya masih perawan.

"Kau menganggu kesenanganku Ben, tapi baiklah. Nikmati dia dan buat dia merasakan indahnya dunia sebelum aku lempar ke neraka!" ucap Shaila langsung beranjak dari sana dan duduk di bangku. Ia menikmati tontonan empat belas pria ingin menyentuh Azura yang ikatannya kini sudah di lepas.

"Akkkhhh.... Tidaaakkk....jangan sentuh aku.... Tidaakkk...Tolooooonggggg!!!!" teriak Azura, saat beberapa orang sudah mulai membuka kancing kemeja dan membuka celana panjangnya hingga tersisa tantop, BH dan CD saja.

"*Arsen!!! Lama banget kamu datengnya sih, awas aja kalau dia sampai terlambat aku pasti akan membencinya. Si*l mereka kenceng banget megangnya. Gila jijik banget" gumam Azura dalam hati*.

Azura terus berteriak dan memberontak meskipun tubuhnya di pegangi banyak orang.

BRAK!!!!

Tiba-tiba Pintu rumah bekas pabrik terbengkalai itu di dobrak dari luar, beberapa orang berpakaian polisi merangsek masuk menodongkan senjata api di tangan mereka.

"Angkat tangan! Kalian sudah di kepung!" teriak salah satu komandan kepolisian, membuat semua orang di sana terkejut termasuk Shaila.

...•••••••...

1
Atoen Bumz Bums
.
Atoen Bumz Bums
belum ditanya tujuannya apa udah langsung menghina kasih pelajaran Zoya jangan langsung dulu ya
Atoen Bumz Bums
jodoh ketemu sendiri,
giliran dicari malah nggak ketemu
Atoen Bumz Bums
Uda lulus Bae,kapan liburan ke koreanya
katanya siap semester 1
Atoen Bumz Bums
bisa gak dicicil siksaan utk Janet zetan
Atoen Bumz Bums
no 5 atau 7
Atoen Bumz Bums
bagiku misi terakhir kurang berkesan
Atoen Bumz Bums
Pedro ogep,Bapak kayak gt dibelain mati2an
Atoen Bumz Bums
🤣🤣🤭 dr td macam orgil ketawa cengengesan sendiri 🤣😁
Atoen Bumz Bums
Jessica awas baper🤭🤭
Atoen Bumz Bums
enak x, makan abis cepek malah dapat 1 jt
Yeyen Rohyani
ok
Tri Ana
keren
SusanAnsud
wah salah cari lawan tu
SusanAnsud
seneng nya
SusanAnsud
wah bahagianya
SusanAnsud
wah seneng nya😍😍😍
SusanAnsud
🤣🤣🤣🤣
SusanAnsud
akhirnya
SusanAnsud
wah betulan daren jodoh nya tuh
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!