Lanjutan My Bodyguard is My Boyfriend, The Bianchis, Kings and Queens. Mafia and Yakuza Brothers dan The Cowboy Who Loves Me
Novel ini akan ada tiga cerita dari Dubai dan Turin.
Dubai - Galena Schumacher, salah satu princess dari keluarga Emir Al Jordan bertemu dengan superintendent Scotland Yard Alex Darling di London. Alex jatuh cinta dengan gadis yang memiliki selisih usia delapan tahun darinya. Bagaimana polisi yang juga sahabat kakak Galena itu bisa meyakinkan gadis bar-bar itu?
Turin - Raul Accardi jatuh cinta dengan iparnya, Lenna Rossi, seorang cowgirl yang juga pemilik peternakan Rossi. Namun salah satu pegawai peternakan itu Buzz, diam-diam mencintai Lenna. Bagaimana kah kisah mereka?
Turin - Alano Bianchi bertemu dengan Aaliyah Saab di sebuah rumah sakit di Glasgow Skotlandia saat dirinya kecelakaan bermain ski. Tanpa Alano tahu, Aaliyah bukanlah orang asing di keluarganya. Bagaimana usaha Mafioso Turin meyakinkan gadis dingin yang irit bicara itu?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Lennah Dan Raul?
Ranch Rossi, rumah induk
Raul masuk ke dalam kamar mandi dan melepaskan jam tangan Hublot nya di dalam kotak obat yang ada disana. Raul melakukan ritualnya dan bergegas keluar saat mendengar suara ketukan di pintu.
"Kebelet pipis !" ucap Naradipta.
"Idiiiiihhhh ... " Raul pun keluar dan bergegas gantian dengan putra Sadawira itu.
***
"Jadi Dendeng selamat dari amukan bang Leo karena Hercule masih hidup... Cih ! Sayang sekali ! Padahal aku ingin lihat Denden Mushi kena amuk ..." keluh Alsaki.
"Kita kan menunggu kereogan Denden yang haqiqi..." timpal Kaivan.
"Kalian itu memang durjana semua !" umpat Raiden kesal.
"Raiden..."
Raiden pun berbalik dan melihat Lennah berada di belakangnya. "Lennah, aku benar-benar menyesal ..."
"Tidak apa-apa. Kamu kan memang anak ajaib..." senyum Lennah manis.
"Eh? Emaanngg !" jawab Raiden bangga.
"Astaghfirullah..." ucap Alsaki dan Kaivan bersamaan membuat para pria generasi ketujuh tertawa.
Lennah cekikikan.
***
Chris menghampiri Arsyanendra yang sedang menggendong Akira. Calon raja Belgia itu melihat wajah bingung quarter back Dallas Cowboys, hingga membuatnya bertanya.
"Ada apa Chris?" tanya Arsya.
"Aku melihat adikmu dan adiknya Leo ada sesuatu..."
Arsya mengerenyitkan dahinya. "Adikku yang mana?"
"Raul Accardi."
"Sama?"
"Lennah Rossi."
Arsyanendra melihat ke arah Raul dan Lennah yang tampak asyik mengobrol bersama dengan Alano dan Aghnia Khalid.
"Yakin kamu ?" tanya Arsyanendra.
"Yakin, Sya."
"Biarin saja kalau Raul dan Lennah. Mereka kan sebaya, lagipula aku tidak perlu screening macam ke kamu kan Chris?" seringai Arsyanendra usil.
Chris pun cemberut. "Reseh lu !"
***
Acara pernikahan Biana dan Leonardo pun ditutup dengan dance ala southern tradition atau cowboy dance. Semua anggota keluarga yang baru merasakan acara seperti ini, langsung heboh. Alex Darling dan Galena pun larut dalam acara nari berdua bahkan saling tertawa saat mereka melakukan kesalahan.
Lennah dan Raul pun tidak ketinggalan dalam acara fun itu. Namun keduanya tidak tahu kalau ada sepasang mata yang menatap mereka dengan tatapan cemburu yang tidak ditutupi.
Pria itu pun berkesempatan untuk bisa menari bersama Lennah yang disambut gadis itu dengan wajah sumringah. "Duh Buzz, bisa - bisa besok aku tidur sampai siang ini .." ucap Lennah sambil mengatur nafasnya yang memburu karena lelah menari.
"Bangun siang saja Lennah. Soal ranch, kamu santai saja."
***
Usai acara, semua orang pulang ke hotel yang sudah disediakan dan disiapkan. Biana dan Lennah sekarang berada di dapur bersiap untuk beristirahat.
Raul yang satu kamar dengan Alano, tampak binung mencari jam Hublot hadiah ulangtahun mommynya, Raveena, saat dirinya berusia 17 tahun.
"Kamu cari apa?" tanya Alano yang baru saja keluar dari kamar mandi hanya mengenakan handuk di bawah pinggangnya.
"Jam tangan aku..." jawab Raul.
"Yang mana ? Hublot biru kamu ?" Alano tahu, Raul punya banyak koleksi jam tangan dan yang Hublot biru paling sering dia pakai.
"Iya... Kan aku pakai ta... Ooohhh craappp ! Ketinggalan di kamar mandi Bang Leo pas tadi aku mau wudhu. Gara-gara si Dipta kebelet pipis jadinya aku lupa ambil di dalam kotak obat disana..." Raul pun mencari ponselnya untuk menghubungi Lennah.
***
Rumah Induk Ranch Rossi
"Lennah, Maaf ya Dendeng eh... Raiden bikin perkara jadi Hercule cidera..." senyum Biana.
"Mau gimana kak, sudah kejadian... Yang penting kan Hercule sudah di klinik jadi diawasi..." jawab Lennah. "Lagian nama Raiden bagus-bagus kok jadi Dendeng?"
"Well, salahkan appanya. Oom Shinichi kan suka seenaknya kalau manggil istri dan anak-anaknya jadi Kita ikutan deh .." Biana dan Lennah menoleh saat mendengar pintu dapur terbuka dan tampak Leonardo masuk sambil tersenyum.
"Yuk istirahat. Len, kok malah ngemil red Velvet?" goda Leonardo.
"Pengen kak. Tadi aku gak kebagian. Tapi ternyata Raul sudah menyimpan buat aku..." jawab Lennah cuek.
"Raul?" Biana menatap adik iparnya. "Kamu... Sama Raul?"
"Haaaaahhh? Nggak kak, aku sama Raul kan kayak saudara rasa teman ... Memang kenapa?" Lennah tampak panik kena tatap dua kakaknya. "Nggak ada apa-apa... Beneran !"
"Ada apa-apa juga nggak papa. Kan Raul kuliah disini hanya beda state saja..." senyum Leonardo sambil duduk di sebelah istrinya dan meminum hot Choco dari gelas Biana.
Lennah hanya memajukan bibirnya. Tapi Raul memang tampan dan seiman pula... Lenna memang agak kesulitan jika berkencan dengan pria yang berbeda keyakinan karena pasti diajak ke bar atau club sedangkan gadis itu sangat menghindari tempat -tempat seperti itu.
"Dah yuk, istirahat. Aku capek banget hari ini... " Leonardo meletakkan mug yang sudah kosong di bak cucian piring, lalu menggandeng tangan Biana. "Kamu nggak tidur?"
"Tidur lah singa gurun. Bangun siang yaaa... Aku teler..." jawab Biana sambil merangkul mesra suaminya.
"Kalian bangun siang saja semua. Kita pun sama ..." gelak Lenna.
"Good nigt Lennah" pamit Biana.
"Good night kak Bia. Have fun" cengir Lenna dengan wajah penuh arti membuat Leonardo mengedipkan sebelah matanya ke arah adiknya.
***
Lennah masih mencuci piring ketika ponselnya berbunyi dan wajahnya tampak tersenyum saat tahu siapa yang menelponnya.
"Hai, Raul..." sapa Lennah.
"Hai Lennah. Sorry aku telpon kamu malam-malam. Apa di kamar mandi tamu ada jam Hublot aku? Warnanya biru navy dan silver. Aku tadi habis wudhu, lupa ambil..." balas Raul.
"Kamar mandi tamu yang sebelah mana?" tanya Lennah sambil menuju kamar mandi yang memang ada dua.
"Yang ada stiker Dallas Cowboys."
Lennah tahu itu kamar mandi tamu kedua yang biasanya dipakai tamu kalau kamar mandi utama dipakai.
"Sebentar ... " Lennah menyalakan lampu dan mencari jam mahal milik Raul. Gadis itu membuka lemari kaca yang berada disana tempat semua peralatan dan perlengkapan mandi bagi para tamu dan melihat jam tangan milik Raul berada disana.
"Ada Raul."
"Tolong disimpan sama kamu ya. Besok aku ambil tapi jam berapa belum tahu ... Thanks Lennah."
"Sama-sama Raul" senyum Lenna.
"Goodnight Lennah. Selamat beristirahat..."
"You too." Lennah mematikan ponselnya dan membawa jam klasik itu ke dalam kamarnya dan dia melihat di baliknya ada nama Raul terukir disana.
Raul Accardi
Lennah mencoba memakainya dan tersenyum. "Dipakai aku, cantik juga" cengirnya sambil tiduran. "Tidur aaahhh..." Tak lama gadis itu terlelap dengan mengenakan jam tangan milik Raul.
***
Yuhuuuu Up Pagi Yaaaaaa
Thank you for reading and support author
Don't forget to like vote and gift
Tararengkyu ❤️🙂❤️