NovelToon NovelToon
Gadis Cantik But Kejam

Gadis Cantik But Kejam

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa / CEO / Mafia / Chicklit
Popularitas:230.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Reina♡´・ᴗ・`♡

Calya Lawson, menerima uluran tangan sang ayah untuk pulang bersamanya dan tinggal dikediaman Lawson. Bukan semata karena membutuhkan kasih sayang sang ayah. Melainkan ada niat yang tersembunyi, yaitu...

Balas dendam!

Membalas berkali-kali lipat pada orang yang telah membuat ibunya menderita. itulah tujuannya.

But--

Setiap langkah balas dendamnya ternyata ada seorang senior tampan di sekolahnya yang mengejarnya. Dengan sifatnya yang pemaksa dan tidak boleh dibantah.

Menurut kalian!!

Apakah Calya bisa berhasil dengan rencana balas dendamnya? Dan bagaimana dengan cinta senior tampan menyebalkan yang mengejarnya?

Penasaran???

Yuk baca kisah lengkapnya!! dan jangan lupa berikan dukungan kalian yaa!!!!


Salam penulis_Reina

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Reina♡´・ᴗ・`♡, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 31

Happy Reading...

Dua kali tamparan, membuat Rihanna membelalakkan matanya. Dia memegang pipinya yang terasa perih dan panas. Matanya sampai berkaca-kaca karena rasa sakitnya yang luar biasa.

"Dari dulu aku bukanlah orang yang berbelas kasih. Jika ada yang pukul satu kali, maka aku akan balas dua kali. Jika melukai walau sedikit, maka aku akan buat luka di sekujur tubuhnya. Dan jika ada yang menginginkan nyawaku, maka...aku akan mengambil nyawanya lebih dulu," Ujar Calya dengan suara dingin.

Mendengar itu, tubuh Rihanna menegang kaku. Bibirnya tertutup rapat seolah mendadak bisu. Bahkan keberaniannya juga ikut meluap saat kata penuh ancaman itu memasuki telinganya. Ia merasa dirinya terlalu gegabah dalam bertindak, sehingga tidak menyadari siapa yang dia hadapi.

Calya mendengus saat melihat wajah itu berubah pucat,"Kau takut? Bukankah kau berkata tidak akan melepaskanku? Sekarang ini hanya kita berdua, kau bisa melakukan apa saja!"

Rihanna memberanikan diri untuk menatap Calya. Namun tubuhnya merinding melihat tatapan dingin yang penuh aura mengancam itu. Dia sampai bersusah payah hanya sekedar menelan ludah. Maka dia berusaha untuk tetap tenang, sambil mengingat apa yang telah Calya lakukan pada dua orang tersayangnya. Dan entah datang darimana, sedikit keberanian merasuki alam bawah sadarnya.

"Iya, aku sudah berjanji tidak akan melepaskanmu!" Melototkan mata tajam. Namun Calya hanya memandang dingin. "Aku tau kau yang sudah melakukan semua ini. Kau tidak perlu berpura-pura--"

"Kau punya bukti?" Calya memotong pembeicaraan Rihanna.

Rihanna dibuat bungkam. Dia memang tidak memiliki bukti. Tapi hatinya mengatakan jika semua ulah gadis miskin ini.

"Kau terdiam, Itu artinya kau tidak berhak menuduh sembarangan" Tutur Calya dingin dengan nada mengejek.

Rihanna menyipitkan mata tidak terima. Pada titik ini dia selalu dipukul mundur beberapa langkah ke belakang olehnya. Tidak sekalipun kemenangan memihaknya. Ini semakin membuatnya kesal. Namun bersamaan dia juga tidak berdaya untuk membalikkan kata-kata yang menyudutkannya.

"Me-meski begitu kau tetap bersalah. Karena kau sudah membuat mama dan nenek terjebak ke tempat berbahaya. Setelah papa pulang nanti, aku akan memberitahunya agar kau diusir dari rumah," Ancam Rihanna.

Calya mendengus remeh. Tidak merasa terpengaruh sedikitpun. Malah sebaliknya, dia ikut memberi ancaman,"Kalau begitu kalian juga harus siap jika aku membongkar aksi kalian dalam membayar penjahat untuk menculik ku"

Raut Rihanna memang terlihat biasa saja. Tapi Calya tau, jika di dalam mata hitam milik Rihanna terpancar kegelisahan yang besar. Dan ini akan menjadi celah untuknya.

"Ka-kau bicara apa. A-aku tidak mengerti apa yang kau maksud. Siapa yang menyewa penjahat untuk menculikmu? Jangan mengada-ngada" Sangkal Rihanna terbata sambil membuang tatapannya ke arah lain untuk menghindari tatapan dingin yang mengintimidasi nya.

Sudut bibir Calya melengkung menjadi seringai licik. Kakinya melangkah mendekati Rihanna sampai menekannya ke dinding. Sambil tangannya mengambil sesuatu dari saku roknya.

"Benarkah kau tidak tau? Lalu kenapa nenek tercintamu mengambil kartu nama itu di tengah malam saat semua orang terlelap, hm?" Tanya Calya sambil menekan kata tercinta. Tak ada jawaban dari Rihanna. Membuat Calya semakin gencar mendesaknya.

"Apa kau tau artinya itu? Kalian telah masuk ke dalam perangkap yang aku buat. Saat kalian sudah mengambil kartu nama itu dari genggamanku, maka itu artinya kalian lah yang merencanakan penculikan itu"

Seringai mengejek di wajah Calya semakin melebar. Menikmati setiap kecemasan dan ketakutan yang ditunjukkan Rihanna.

Sementara diposisi Rihanna, dia merasa tidak bisa berkata apa-apa lagi untuk menyangkal perkataan itu. Saat ini dirinya benar-benar merasa dipojokkan. Namun disisi lain, dia tidak terima atas kekalahan telak ini. Begitu mudahnya Calya membuat kami masuk ke dalam perangkapnya. Sedangkan kami sudah merencanakannya dengan sempurna.

"Lihatlah wajah bodohmu ini, sama persis dengan kebodohan mereka berdua" Calya kembali menambahkan kalimatnya dengan suara rendah yang memprovokasi. Mereka berdua yang dimaksud tentu saja Nyonya tua dan juga Rose.

Rihanna tampak bergetar menahan emosi. Dirinya merasa terbakar mendengar hinaan serta tatapan mengejek yang dilayangkan untuknya. Rasanya dia ingin meraung tapi berusaha untuk tidak lepas kendali. Karena dia tidak ingin membuat Calya terus berpuas diri saat melihat dirinya tersudut dibawah tekanannya.

Menarik nafas lalu menghembuskannya. Dia kemudian balas menatap Calya dengan seringai dibibirnya. Tampak Calya mengangkat sedikit alisnya.

Rihanna berkata, "Jika memang kami yang melakukannya kau bisa apa? Kau bahkan tidak memiliki bukti. Seharusnya hari itu kau sudah dibawa oleh penculik itu dan dijual oleh mereka, Tapi kau selamat dan membuat kami semakin benci padamu!"

Calya terkekeh geli, giliran Rihanna yang terlihat bingung.

"Apa yang kau tertawakan?" Tanya Rihanna geram.

Calya menghentikan tawanya namun bibirnya masih membentuk seringai, "Awalnya aku memang tidak ada bukti, tapi sekarang aku memilikinya" Mengangkat tangan kanan yang memegang benda persegi panjang kecil yang dikenal sebagai alat perekam.

Mata Rihanna membulat sempurna, "Kau--"

"Bukankah kalian sangat suka meminjam tangan orang lain untuk membalas dendam? Kali ini aku juga akan melakukan hal yang sama. Aku akan memberikan ini pada papa agar kalian diusir dari rumah!"

Wajah Rihanna pucat pasi. Dia masuk jebakan lagi. Jika Calya beneran menyerahkan ini pada papa, maka habis sudah kami bertiga. Tidak tidak, Rihanna dengan cepat menggelengkan kepalanya.

Sebelum itu terjadi, aku harus merebut alat perekam itu.

"Berikan padaku!!!"

Rihanna tiba-tiba berteriak panik sambil mencoba merebut alat perekam itu dari tangan Calya. Tapi sayangnya Calya cepat tanggap dan menghindar.

"Terlalu lambat" ejek Calya datar. Rihanna berdecak kesal.

Maka terjadilah aksi saling rebutan. Dimana Rihanna terus berusaha meraih namun berkali-kali dia gagal.

"Brengsek! Cepat berikan padaku!" Geram Rihanna. Karena belum berhasil juga, dengan sekuat tenaga dia mendorong Calya.

Pijakan kaki yang tidak sempurna ditambah dorongan yang sangat kuat, membuat Calya tidak bisa menahan keseimbangan dan terjungkal keras kebelakang.

Hap!

Namun sebelum tubuhnya benar-benar teerjatuh menyentuh tanah. Sebuah tangan kekar lebih dulu menangkap pinggangnya.

"Kau tidak apa-apa?" Calya langsung tersadar saat suara datar bertanya di dekat telinganya. Suaranya terdengar familiar. Dia pun menoleh, dan ternyata benar laki-laki itu.

"Na-nathan..." gumam Rihanna kaget. Dia tidak percaya bahwa pria idamannya akan menyelamatkan Calya.

"Siapa yang memberimu izin memanggil namaku langsung" Ujar Nathan dingin. Rihanna bergidik ngeri.

"Pergi!" Nathan kembali bersuara. Satu kata yang ditujukan untuk Rihanna.

"Ta-tapi a-aku..."

"Sebelum aku mematahkan tanganmu!" Potong Nathan dengan nada mengancam. Tatapannya dingin menusuk Rihanna.

Maka dengan rasa takut yang kentara, Rihanna buru-buru pergi dari sana tanpa menoleh lagi ke belakang. Dia tidak ingin tangannya beneran patah.

Kini hanya tersisa mereka berdua. Nathan menatap Calya yang sudah melepaskan tangannya dan sedikit menjauh.

"Kau belum jawab pertanyaanku" Ujarnya.

"Tidak apa. Dan terimakasih" Sahut Calya datar.

Nathan tersenyum tipis, "Tidak tau reaksi tuan Lawson seperti apa, saat tau putri kesayangannya ikut pulang dengannya hanya untuk membalas dendam"

Calya melotot tajam. Kau tau darimana? Apa kau memata-mataiku? Seperti itu arti tatapannya.

"Tidak sulit mencari informasi tentangmu" Jawab Nathan angkuh seolah bisa menebak apa yang dipikirkan Calya.

Suara decakan kesal terdengar jelas dari Calya. Dia memang mengakui jika Evander sangat berkuasa. Tapi bukan berarti dia akan takut, "Tidak usah ikut campur. Kau cukup berpura-pura tidak tau jika tidak ingin kita menjadi musuh" Ancamnya serius.

Nathan tertawa renyah. Pesonanya semakin terpancar. Tapi Calya hanya menatap datar karena baginya tidak ada yang lucu.

"Kau tenang saja. Aku lebih memilih jadi kekasihmu daripada musuhmu" Goda Nathan sambil mengedipkan sebelah matanya. Calya hanya mendengus dingin.

"Tapi setidakanya harus ada biaya tutup mulut" Tambahnya dengan senyum misterius.

"Apa?" Tanya Calya ketus.

"Aku mau ini"

Cup.

"Ingat nanti pulang sekolah temui aku di parkiran. Jika kau berani kabur aku akan menciummu disini" Ujar Nathan pelan sambil mengusap bibir Calya. Setelah itu dia pergi dengan suasana hati yang berbunga.

Meninggalkan Calya yang masih dalam keadaan membantu. Otaknya mendadak kosong saat sesuatu basah mengenai pipinya. Dan baru tersadar saat di dekatnya sudah tidak ada orang.

"Sialan kau Evander!!" Teriaknya marah pada udara kosong.

Bersambung~

Jangan lupa like, komen, vote, dan hadiahnya...Happy terus semuanya!!

1
nacho
bilakh sambungnya
nacho
okkkk
nacho
bila sambungnya
nacho
bilakh sambungnya
hiro😼
Ceritanya Best bgtt tapi upp dong
nacho
bila sambungnya
X'tine
baru sadar dia memelihara setan.. wkwkwk
Indri Yani
up nya donk /Hey//Hey//Hey/
Ade Diah
semangat berkaya, ku beri bintang 5,,
Osie
yaaa aku tunggu thor up lg
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Osie
keren calya
Raine
next
Myra Myra
bagus nk tgk diorg dpt hukuman yg mengerikan
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘ok
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
Indri Yani
up donk , thor
X'tine
good calya... 👍👍👍👍 love you full😍
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘ok
nacho
😍😘😍😘😍😘😍😘😍😘
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!