" Ayo kita cerai....!!! " ucap Laras dengan lantang kepada Erlangga
" Ada apa kenapa tiba tiba kamu ingin bercerai..? " tanya Erlangga yang sedang sibuk dengan pekerjaannya.
" Aku rasa kamu sudah tau kenapa saya ingin bercerai Mas, aku ini Istri kamu tapi sejak menikah aku belum mendapatkan hak ku sebagai istri mas " jawab Laras dengan suara bergetar
Erlangga bankit dari duduknya dan menghadap Laras.
" Jangan pergi demi Nathan dan Nala Laras " ucap Erlangga
Saat mereka tengah berbicara Nathan masuk dan menghampiri keduanya.
" Bunda.. bunda jangan pergi jangan tinggalin Nathan " ucap Nathan yang mendengar ucapan kedua orangtuanya
" Nathan, ayo ikut bunda kita ke taman belakang " ucap Laras menghibur anaknya
Entah mengapa Laras tak pernah tega untuk meninggalkan Nathan dan Laras, walaupun ia sendiri tau jika kedua anak itu bukan anak kandung Laras dan Erlangga.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon @Caramel_Machiato, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 31
Laras menutup mulutnya dengan tangannya, ia benar benar terkejut dengan perkataan yang keluar dari mulut Erlangga.
" Mas kamu ga inget siapa aku? aku Laras, suami kamu mas " ucap Laras sembari mengusap kening Erlangga
Begitu dokter masuk ia langsung segera memeriksa Erlangga, Laras sendiri tak percaya dengan semuanya.
Dokter memberitahu jika benturan itu membuat Erlangga akan mengalami amnesia sementara, Laras hanya bisa menangis mengetahui kebenaran yang tengah ia hadapi.
" Mas aku Laras, aku istri kamu mas " ucap Laras kepada Erlangga
" Pelan pelan Ras, Erlangga butuh waktu " ucap Rian menguatkan Laras
Laras keluar dari ruangan dan menangis, Rian yang merasa khawatir pun menghampiri Laras untuk menguatkan.
" Sabar Ras sabar " Rian memeluk Laras
" Mas Erlangga lupa ian sama aku, aku harus apa "
" Tugas kamu sekarang bikin dia inget sama kamu Ras, aku yakin Erlangga akan cepat pulih ingatannya "
Laras hanya menangis, kini ia pasrahkan semuanya dengan Tuhan.
" Papah " panggil Nathan pelan dan Erlangga menolehkan kepalanya kearah Nathan
" Kamu anak saya? " ucap Erlangga
" Iyah Pah, Papah lupa sama Nathan? "
Erlangga mencoba mengingat ingat, sebuah siluet terpampang di ingatan Erlangga namun hal itu membuat kepala Erlangga menjadi sakit.
" Arrgghh " Erlangga meringis kesakitan
Laras dan Rian yang baru saja masuk langsung menghampiri Erlangga, Rian langsung memangggik dokter.
" Mas kamu kenapa mas " ucap Laras panik
" sakit " ucap Erlangga sambil memegang kepalanya
Dokter masuk langsung memeriksa Erlangga, rasa sakit di kepalanya akibat dari Erlangga yang memaksa untuk mengingat.
" Mas gausah di paksa yah, pelan pelan kita jalanin semuanya " ucap Laras
Erlangga menatap Laras dengan lekat, Erlangga mengusap air mata Laras dengan tangannya.
" Pasti aku sangat mencintaimu kan? jangan menangis, aku ga suka " ucap Erlangga sembari menghapus air mata
Laras mengangguk ia pun tersenyum, begitu juga dengan Erlangga yang membalas dengan senyuman
***
Fransiska kini tengah berdiri di sebelah ranjang Raka, beruntung nyawa Raka masih bisa di selamatkan.
" Apa maksudnya seperti itu? " kata Fransiska dengan ketus
" Apa dengan kamu mengakhiri hidup semua selesai? belum Raka, semua belum selesai. "
Raka hanya diam mendengar ucapan Fransiska, laki laki itu bahkan tak berani menolehkan wajahnya kearah Fransiska.
" Semua derita yang aku rasain, Laras dan Rian belum seberapa dengan luka yang sekarang kamu rasain Raka..!! Karena perempuan iblis itu aku harus terpisah dengan anak anakku, dan sekarang kamu dengan mudah ingin mengakhiri hidup karena rasa bersalah?!! " bentak Fransiska
Raka menoleh kearah Fransiska, wanita itu tengah menutup wajahnya dengan telapak tangannya..
" Aku tau Siska aku sangat sangat bersalah, mungkin maaf pun tak akan cukup untukmu " ucap Raka
" Jalani proses hukum Raka, kamu harus bertanggungjawab dengan semuanya "
Fransiska pergi keluar meninggalkan Raka, Jeri yang menunggu sejak tadi pun langsung menghampiri Fransiska.
" Laras dan Rian mereka tidak jadi kesini? " tanya Fransiska yang belum mengetahui kabar Erlangga
" Tadi Rian kasih kabar Mah, Erlangga dan Nathan kecelakaan sekarang mereka ada dirumah sakit xxx "
Fransiska kembali terkejut dengan berita yang ia terima, ia langsung duduk karena tubuhnya terasa lemas.
" Mah, Mamah ga apa apa? " tanya Jeri dengan panik
" Kita kesana sekarang, biarkan Raka sendiri " ucap Fransiska dan Jeri mengangguk
Sepanjang jalan pikiran Fransiska benar benar kacau, ia teringat Laras yang merasakan penderitaan bertubi-tubi. Baru Laras ingin bahagia, kini datang masalah baru di hidupnya yang datang berganti.
"Laras, Mamah akan berusaha semaksimal mungkin agar kamu bahagia sayang. Kamu harus kuat sayang, Mamah tau kamu kuat " ucap Fransiska dalam hati