Leon dan Valeri bertemu saat gadis kecil itu baru terlahir ke dunia. Ibu mereka yang bersahabat sejak remaja, membuat kedua orang tua itu sepakat untuk menjodohkan Leon Orlando dengan Valeri Elmira.
Rentang usia empat tahun, seolah tak jadi soal bagi kedua sahabat itu untuk menjodohkan anak-anak mereka.
Dan, di sinilah Leon dan Valeri berada.
Leon yang kini berusia tujuh tahun, tengah memangku seorang gadi kecil berusia tiga tahun. Mereka tengah duduk di pelaminan dengan memakai baju pengantin.
Ya, kedua anak kecil itu akan segera melangsungkan pernikahan mereka. Kawin gantung. Itulah istilah yang orang-orang gunakan untuk menamai pernikahan kedua anak di bawah umur itu.
Setelah dewasa, akankah kedua anak itu menerima takdir yang sudah digariskan oleh kedua orang tua mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Maya Asviana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
KG31
Leon masih tidak tau apa yang akan dilakukannya. Haruskah dia memenuhi undangan Alexa? Atau dia abaikan saja? Bagaimana jika gadis itu nekat dan benar-benar menghancurkan gelaran acara yang sudah susah payah dirancang oleh Valerie?
Leon tidak akan membiarkan itu terjadi.
“Gue harus datang ke sana. Gue harus temui Alexa!”
Leon sudah memutuskan. Dia datang bukan untuk memenuhi undangan dari mantan kekasihnya itu. Leon datang ke sana bukan karena ingin membuat gadis itu merasa senang. Leon juga datang ke sana, bukan karena takut akan ancaman Alexa.
Dia datang untuk memberikan ultimatum pada gadis itu bahwa dia tidak akan tinggal diam jika Alexa melancarkan aksinya.
Leon juga memutuskan untuk tak memberitahu kedatangan Alexa kepada sang istri. Dia tak mau hal itu mengganggu pikiran Valerie. Satu bulan lagi acara ulang tahun pernikahan mereka digelar. Leon tak mau merusak mood sang istri hanya karena kehadiran Alexa, pagi ini di kantornya.
Leon bahkan mengultimatum kedua sekretaris dan beberapa staff untuk tak menyebarkan kedatangan Alexa. Terlebih saat Valerie datang untuk mengantarkan makan siang padanya.
Dan saat akhir pekan tiba, dengan alasan hendak menemui calon client dari luar negeri, Leon pun datang menemui Alexa.
Pria itu bukannya datang tanpa rencana. Leon tentu saja tidak datang untuk menyerahkan diri pada Alexa dan jatuh dalam pelukan gadis itu lagi. Leon sudah menyiapkannya selama dua hari.
Pria itu sudah memikirkan berbagai kemungkinan yang akan dia hadapi jika bertemu dengan Alexa, hari ini. Seperti gadis itu akan membujuknya, menggodanya, bahkan mengancam dan memerasnya.
Leon berusaha mengantisipasi itu semua. Dengan bantuan rekan kerjanya, Leon membeli sebuah kamera kecil yang dapat dia sematkan pada kemeja yang digunakannya.
Menarik napas dalam-dalam, pria itu lantas menekan tombol hingga Alexa muncul dari balik pintu.
Dan benar apa yang diperkirakan oleh Leon. Mantan kekasihnya itu berencana untuk menggodanya.
Alexa menyambut kedatangan Leon dengan menggunakan gaun transparan berwarna merah. Warna yang selalu Leon anggap sangat menggoda bila Alexa menggunakannya.
Mengembuskan napas kasar, Leon hanya memandang Alexa sekilas, lalu memasuki kamar apartemen itu.
Alexa kembali terperanjat. Dulu, sewaktu dirinya tinggal bersama Leon di Sydney, pria itu pasti tak akan bisa menolaknya saat dia menggunakan gaun transparan berwarna merah.
Alexa geram karena Leon secara terang-terangan mengacuhkannya.
Jelas saja Leon mengacuhkan gadis itu. Leon tak akan tergoda walau Alexa tanpa busana sekalipun. Leon bahkan menatap jijik pada gadis itu. Leon mengharamkan tubuhnya bereaksi atas adegan yang ditampilkan oleh wanita manapun. Jiwa dan raganya hanya dia persembahan untuk istri yang sangat dicintainya, Valerie.
Tak peduli atas amarah yang tercetak di wajah Alexa, pria itu terus melangkah hingga ke sebuah sofa yang ada di dalam kamar apartemen itu.
Leon mengedarkan pandangannya. Menatap satu per satu furniture yang ada di ruangan itu. Leon tentu saja sangat mengenal ruang di mana dia berada. Pria itu pernah tinggal di sana, satu tahun yang lalu.
Seluruh letak perabotan masih berada di tempat yang sama seperti saat dia tinggal di sana. Leon pun kembali teringat akan alasan dirinya tinggal di apartemen itu.
Pria itu melarikan diri dari kedua orang tuanya karena tak mau dinikahkan dengan Valerie. Leon menghela napas kasar. Menyesali keputusannya saat itu.
Andai saja dia tak melarikan diri, tentu sang ibunda tak akan koma di rumah sakit. Dan andai saja dia menerima Valerie tentu dia akan merasakan kebahagiaan menjadi suami Valerie sejak lama.
Tapi, semuanya sudah terjadi. Menyesal pun tiada arti. Leon pun mengucap janji, kalau hanya Valerie yang akan selamanya mengisi hati.
Lamunan Leon tentang penyesalan masa lalunya terhenti kala Alexa menyodorkan padanya segelas minuman berwarna bening.
Leon menerimanya dengan santai. Senyum Alexa seketika berkembang dan Leon dapat menyaksikan hal itu.
Rencanamu terlalu mirip kisah di drama-drama layar kaca.
Tak menenggak minuman yang diberikan oleh Alexa, Leon malah meletakkan gelas itu tepat di atas meja yang ada di sisi kirinya.
“Kenapa tidak diminum, Beb? Ayo minum saja sebelum kita membicarakan hubungan ini.”
Leon tersenyum tipis.
“Hubungan ini? Apa maksud hubungan ini? Bukankah lima bulan yang lalu semuanya sudah jelas?” tanya Leon.
“Jelas? Jelas apanya? Kamu memutuskan hubungan kita secara sepihak. Aku dekat dengan pria lain, sedangkan kamu menikahi wanita lain. Bukankah kita impas? Harusnya, tidak perlu ada kata perpisahan di hubungan kita karena kita berdua sama-sama melakukan kesalahan. Harusnya kita cukup saling memaafkan dan kembali merajut kasih,” ucap gadis itu. Leon tertawa kecil mendengarnya.
“Menikahi Valerie bukanlah sebuah kesalahan. Itu takdirku. Justru aku akan menyesal seumur hidup jika tak menikah dengannya.”
Rahang Alexa seketika mengeras saat mendengar Leon memuji istrinya.
“Dan kesalahanku adalah terlalu mudah terpedaya oleh rayuanmu. Perempuan yang bermain api di belakangku. Padahal, aku sudah membiayai hidupmu yang glamor itu,” lanjut Leon.
“Jadi, aku tegaskan sekali lagi. Kita sudah tidak punya hubungan apapun. Dan jangan panggil aku dengan sebutan itu lagi. Panggil aku Leon dan abaikan aku seperti kamu dulu mengabaikanku sewaktu kita sekolah.”
Leon gegas menegakkan tubuhnya pria itu ingin segera beranjak dari sana. Namun Alexa dengan secepat kilat menahan pria itu.
“Kamu boleh pergi setelah meminum minuman ini,” ujar Alexa.
Leon kembali tersenyum. Pria itu membungkukkan badannya dan mengambil segelas air yang telah diberikan Alexa padanya, tadi.
Leon memutar gelas itu dan menatapnya seolah dia ingin mencari sesuatu. Alexa yang tak sabar kembali mendorong Leon agar meminum minuman yang telah diberikannya.
“Ayo, minumlah. Bukankah kamu harus secepatnya meninggalkan apartemen ini untuk bertemu istri yang kamu cintai itu?”
“Ya, aku sudah sangat merindukannya. Bahkan, walau kami menghabiskan waktu 24 jam bersama, aku masih selalu merindukannya. Beda sekali dengan yang aku rasakan denganmu, dulu.”
Alexa semakin kesal. Gadis itu bahkan mengepal tangannya. Dia sudah bertekad, begitu Leon sudah meminum minuman yang dia berikan, gadis itu akan mengirimkan siaran langsung ke ponsel Valerie. Siaran langsung bagaimana beringas Leon ketika bersamanya di atas ranjang.
Alexa ingin Valerie merasa rendah diri karena hanya dialah yang mampu membuat Leon menjadi begitu beringas. Alexa juga ingin Valerie menggugat Leon ke pengadilan agama karena perselingkuhan.
Dan akhirnya dia bisa mengancam Leon dengan video mereka yang tengah bertempur di atas ranjang. Dengan begitu, dia bisa memiliki Leon dan juga seluruh aset yang dimiliki oleh pria itu.
Alexa benar-benar yakin dengan rencananya itu. Dia hanya harus memastikan Leon meminum air yang dia berikan walau hanya dua seteguk. Itu semua karena gadis itu telah membubuhkan air minum itu dengan obat yang akan membuat Leon menjadi sangat bergairah. Alexa bahkan memberikan dosis yang banyak di air tersebut.
“Ayo minum dan lekas pulang,” ujar Alexa.
Dengan senyum tipisnya Leon mendekatkan gelas itu ke bibirnya perlahan-lahan.
Semakin dekat gelas itu ke bibir Leon, semakin sumringah senyum Alexa. Dan saat gelas itu sudah menempel di bibir Leon, mata Alexa membulat sempurna. Dia sudah begitu antusias. Sebentar lagi Leon akan kembali jatuh dalam pelukannya.
Prank!
Gelas itu pecah.
lalu lanjut d mana Mak
kasihan bgt Erie yg di bohongi Leon
awas Leon kamu bakalan nyesel 🤔🤭
awas ntar ada penyesalan 🤔🤭
perjodohan,,, awal ngelak ujung bucin. diri ku mampir Thor 🙏🥰