NovelToon NovelToon
Menjadi Pengantin Dokter Lumpuh

Menjadi Pengantin Dokter Lumpuh

Status: tamat
Genre:Obsesi / Angst / Terpaksa Menikahi Suami Cacat / Keluarga & Kasih Sayang / Tunangan Sejak Bayi / Romansa / Dokter / Tamat
Popularitas:219.2k
Nilai: 5
Nama Author: Chika Ssi

Kemalangan seakan terus mengiringi kehidupan Yuan, seorang perawat di sebuah Rumah Sakit Swasta di Surabaya. Dia dikhianati kekasih dan terpaksa menyetujui perjodohan yang dibuat oleh sang ayah dengan sahabat masa kecilnya.

Andri Ismoyo adalah dokter lumpuh tempramen yang akan menjadi suami Yuan. Yuan harus merawat Andri yang temperamen seumur hidupnya. Yuan harus menderita tekanan lahir dan batin karena sikap sang suami dan konflik yang ada di dalam keluarga Ismoyo.

Apakah Yuan mampu meluluhkan hati Andri? Seberapa sabarkah Yuan menghadapi cobaan yang terus menghantam kehidupan rumah tangganya? Apakah pernikahan mereka berdua akan berakhir bahagia?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chika Ssi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Sumbangan Seorang Adik

Yuan mengerutkan dahi ketika melihat tatapan tajam dari sang kakak. Nesha bersedekap, lalu tersenyum miring. Dia mundur selangkah, kemudian mengembuskan napas kasar.

"Mana amplopnya?" tanya Nesha seraya mengulurkan tangan.

Yuan tertegun seketika. Dia semakin sebal melihat tingkah sang kakak. Akhirnya sebuah ide jahil pun muncul di kepala Yuan.

"Aduh, ya ampun! Kayaknya aku lupa nggak bawa amplop, Mbak! Satu juta cukup nggak, Mbak, buat bantu bayar katering?" tanya Yuan sambil berpura-pura bodoh.

"Pelit banget, sih, sama kakak sendiri? Satu juta buat bayar jasa periaskh aja kurang, Say!" seru Nesha sambil terkekeh.

"Lagian, kamu kan dapet orang tajir melintir? Aku rasa 10 juta adalah uang yang kecil bagimu? Yah, itung-itung buat bantu bayar katering makananku!"

Ternyata percakapan mereka didengar oleh Andri. Lelaki itu mengepalkan jemari kuat-kuat, lalu memukul hendel kursi rodanya. Rahangnya pun mengeras sempurna.

Andri tidak suka istrinya diremehkan. Akhirnya dia memutar roda mendekati Yuan dan Nesha yang tampak saling beradu tatapan. Saat sampai tepat di samping sang istri, Andri merogoh saku kemejanya.

Lelaki tersebut mengeluarkan ponsel, lalu membuka aplikasi perbankan. Dia mulai mengetikkan sejumlah nominal ke dalam ponsel itu. Tak lama kemudian, Andri menyerahkan ponselnya kepada Nesha.

"Hafal nomor rekeningmu, nggak, Mbak? Aku akan transfer uang SUMBANGAN untuk Mbak Nesha." Andri sengaja mengeraskan suara agar semua tamu undangan menoleh ke arahnya.

Nesha pun akhirnya mengedarkan pandangan seraya menarik ujung bibirnya yang kaku. Dia tertawa canggung seraya mengangguk ke arah semua undangan tamu.

"Kami hanya bercanda, silakan dilanjut lagi!" seru Nesha sambil tersenyum lebar.

"Oh, jadi Mbak Nesha cuma bercanda sewaktu meminta SUMBANGAN kepada Yuan?" Andri kembali meninggikan suaranya.

"Kamu bisa nggak, bicara pelan-pelan saja?" Kini gigi Nesha terkatup rapat karena menahan emosi yang semakin memuncak.

"Jadi nggak minta SUMBANGANNYA? 20 juta cukup, 'kan? Hitung-hitung buat nambahin uang pelangkah kami dulu!"

Bukan Andri namanya kalau menuruti Nesha untuk berbicara pelan. Lelaki tersebut tetap mengeraskan suara ketika berbicara dengan sang kakak ipar.

Mendengar nominal uang yang lumayan besar membuat mata Nesha seakan menghijau. Tanpa pikir panjang dia menyambar ponsel Andri. Nesha langsung mengetikkan nomor rekening yang sudah dia hafal di luar kepala.

Apa itu rasa malu? Bagi Nesha uang adalah hal terpenting dalam hidupnya. Sudah tidak ada Nesha yang cemberut dan bersungut-sungut.

Setelah selesai mentransferkan uang ke rekening Nesha, Andri menunjukkan layar ponselnya kepada sang kakak tiri. Nesha tersenyum lebar, tetapi tidak ada ucapan terima kasih sedikit pun yang keluar dari bibir perempuan itu.

"Ayo, kita pulang, Yuan! Aku sudah tidak nyaman berada di sini!" ajak Andri sembari menatap tajam Nesha dan suaminya yang sejak tadi hanya diam.

Yuan pun mengikuti ucapan sang suami. Tidak ada penolakan. Keduanya pun berpamitan kepada orang tua mereka dengan alasan Yuan tidak enak badan.

Nesha menatap Andri dan Yuan seraya tersenyum tipis. Sang suami yang ada di sampingnya hanya bisa menggeleng. Indra tidak berani menegur sang istri karena memang Nesha lebih dominan jika dibandingkan dengannya.

"Lumayan, bisa buat liburan ke Bali, Mas!" seru Nesha sembari menatap layar ponsel yang menunjukkan saldo rekeningnya.

Indra hanya bisa diam. Dia tidak suka dengan sikap sang istri, tetapi tidak mampu memperingatkannya. Hal itu terjadi karena setiap Indra berusaha menegur sang istri ketika salah, Nesha akan lebih cerewet dan berakhir dengan adu mulut.

Sepanjang perjalanan pulang Yuan merasa tidak enak hati kepada Andri. Dia merasa malu dengan sikap Nesha. Bagaimanapun juga, Nesha adalah kakaknya.

Andri yang menyadari kecanggungan sang istri langsung menggenggam erat jemari perempuan tersebut. Yuan yang awalnya melamun, kini menoleh ke arah sang suami. Dia memaksakan senyum di bibir yang terasa kaku.

"Nggak usah dipikirkan. Aku nggak keberatan memberikan uang itu kepada Mbak Nesha. Tapi ...." Andri memutar tubuh sehingga kini berhadapan dengan Yuan.

"Memangnya benar kalau amplopmu ketinggalan? Seingatku tadi kamu sudah memasukkannya ke dalam tas." Andri mengerutkan dahi ketika menggali ingatannya mengenai amplop yang sudah dipersiapkan Yuan sebelumnya.

Yuan menggeleng. Dia tersenyum lembut, lalu merogoh tasnya. Perempuan itu mengeluarkan amplop coklat yang tampak tebal.

"Sebenarnya nggak lupa, Mas. Aku sudah menyiapkan uang untuk Mbak Nesha. Bahkan aku berencana membelikan perhiasan untuk hadiah pernikahannya. Tapi, Mas Andri lihat sendiri kan bagaimana sikap Mbak Nesha? Aku jadi mengurungkan semua niat baikku. Mending uang sama perhiasannya aku kasih ke ibu." Yuan tersenyum kecut dengan tatapan sendu.

"Maafin sikap mbakku, ya, Mas? Mungkin lain kali aku akan menghindari bertemu dengannya. Aku harus tetap menjaga kewarasan. Aku nggak mau emosi karena hal nggak penting begini."

Andri membelai rambut panjang Yuan yang dibiarkan tergerai. Belai lembut itu berakhir di bibir Yuan. Anggota tubuh perempuan itu benar-benar menggoda iman Andri.

Andri mulai mendekatkan wajahnya ke wajah sang istri. Yuan hampir saja terlena. Sedetik kemudian, terdengar deham dari sopir taksi online.

"Kita hampir sampai, Mbak, Mas."

Sontak Yuan mendorong tubuh sang suami. Andri berdeham seraya menyugar rambutnya. Yuan pun tersenyum canggung ke arah sang sopir melalui kaca spion.

"I-iya, Pak. Makasih sudah diingatkan."

Tak lama kemudian, mereka sampai di rumah. Suasana rumah masih sepi. Riana dan Burhan entah ke mana.

Ketika sampai di ruang tengah, tiba-tiba Andri menarik lengan Yuan. Kini tubuh ramping perempuan itu mendarat di pangkuan lelaki tersebut.

Tatapan keduanya beradu. Suasana berubah sendu karena temaram lampu ruang tengah yang remang-remang. Tanpa mengatakan sepatah kata pun, Andri langsung mendaratkan ciuman ke bibir Yuan.

"Mas, pindah, yuk! Nggak enak kalau tiba-tiba pada pulang." Yuan melepaskan ciuman kemudian turun dari pangkuan Andri.

Mereka berdua pun melanjutkan ciuman panas itu di atas ranjang. Berakhir dengan pergulatan penuh cinta, sehingga menimbulkan suara-suara yang membangkitkan gairah siapa pun yang mendengarnya.

Keesokan harinya, Yuan terbangun di dalam pelukan Andri. Dia menatap suami kesayangannya itu penuh cinta. Yuan memainkan jemari di atas dada bidang sang suami yang tidak tertutup sehelai benang pun.

"Pasti pas masih normal, kamu hobi olah raga, Mas. Badanmu bagus dan staminamu ...." Ucapan Yuan menggantung di udara.

Mendadak wajah Yuan pias karena teringat bagaimana ganasnya sang suami ketika berada di atas ranjang. Dia sampai kewalahan karena mengimbangi gairah Andri. Meski bercinta dengan posisi yang sama, Andri selalu berhasil memberikan sensasi dan pengalaman berbeda untuk Yuan.

"Aduh, pagi-pagi pikiranku dah kotor gini!" Yuan menggerakkan tangan di atas kepala berharap pikiran kotornya menghilang.

Perlahan Yuan melepaskan pelukan Andri secara perlahan agar tidak membangunkan suaminya itu. Dia berjalan ke arah kamar mandi, untuk membersihkan diri. Ketika baru mengguyur rambut dengan air melalui shower, tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka.

Yuan tersenyum tipis karena mengira yang masuk ke kamar mandinya adalah Andri. Namun, sedetik kemudian dia terbelalak saat membalikkan badan. Yuan langsung menyambar handuk yang menggantung di dekatnya untuk menutupi tubuh.

"Ngapain kamu masuk ke sini, Mas!" teriak Yuan dengan suara gemetar.

1
altanum
ceritanya bagus kak
cuma ada beberapa bagian yg settingnya terlalu dipaksakan jadi feel nya g dapet.mungkin kl lebih pelan alurnya dan bahasa yg digunakan lebih pas mungkin feelnya bisa lebih mengena.misal: saat yuan harus mengetahui perselingkuhan Burhan dan riana.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰🥰
Bisa Pesan Cover di Saya: Makasih masukannya Kakkkk 😍😍😍
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Lho kok udah TAMAT aja,Perasaan ku kayak kegantung gitu,,
Bisa Pesan Cover di Saya: sebenarnya ada lanjutannya kak. tapi di anu lain
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
Siapa pula Yuli dan Ratih?

Terus apa kabar nya Burhan?
Qaisaa Nazarudin
Tega banget kamu thor😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Kan ku bilang juga apa,Amanat terakhir Andri utk Rian..

Duh thor kenapa kisah Andri dan Yuan harus berakhir Sad Ending sih? Kan Rian juga dokter saraf,kenapa Rian gak bisa nolongin adeknya, nyesek banget 😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Qaisaa Nazarudin
Feeling ku mengatakan kalo nanti Rian akan menikahi Yuan karena amanat terakhir Andri .
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk ini kah kelakuan seorg menantu?gak ada sopan2 nya,,Gimana Riana? bahagia kah kamu dgn merebut pacar org,walau sudah menjadi suami mu,dia gak pernah menganggap mu,Dia mendekati mu karena ingin dekat dgn Yuan..
Qaisaa Nazarudin
Gimana caranya Burhan bisa masuk kekamar mereka?? apa pintu kamarnya juga gak di kunci..??
Qaisaa Nazarudin
Rian kah,Kalo benar itu Rian,Alangkah gilanya,Apa Andri tidur mati..
Qaisaa Nazarudin
Tanggungjawab seorang SUAMI itu MENDIDIK isteri nya kearah kebaikan,Jangai jadi SUAMI YG PENGECUT DAN BRENSEK dgn membiarkan isteri berbuat yg gak bener..🤦🤦😡😡
Qaisaa Nazarudin
Oh aku pikir Andri anak sulung nya,Kenapa feeling aku kalo Rian nantinya akan suka dgn Yuan..Semoga aja gak..
Qaisaa Nazarudin
Noh kan keluar juga tuh bahasa jawa nya Andri..😂😂
Qaisaa Nazarudin
Duh ternyata Dewi,Kenapa bukan selingkuhan Burhan sih thor .🤦
Qaisaa Nazarudin
Wkwkwkwk Akhirnya ketahuan,,Ini lah saat nya yg ku tunggu2..👏👏👏👏👍👍👍
Qaisaa Nazarudin
Pasti dia akan menuduh Yuan yg mencelakain nya,percaya deh,Terus semuanya percaya,karena gak ada cctv di rumah itu..
Qaisaa Nazarudin
Yakin kamu benar-benar kamu bisa menikah dgn Burhan,Dgn Yuan aja Burhan bisa berpaling,Sudah di pastikan dgn juga dia akan berbuat seperti itu,Kamunya aja yg terlalu pede,jangan sampe kamu nangis bombai nanti..🤣🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Cepat banget Jatuh Cinta nya,Baru juga mau membuka hati,Hal kek gini harus berhati-hati,sikap seseorang yg cepat jatuh cinta ekprees juga nantinya juga akan cepat berubah benci..
Qaisaa Nazarudin
Aku gak sesabar dan sebaik Yuan,Kalo aku udah ku tinggalkan keluarga ini,apapun alesannya,mereka tlah menuduh dan mengjina tanpa bukti,lebih percaya org lain dr istri/mantu/kakak ipar sendiri,Udah di tinggal selingkuh saat lumpuh,masih aja mau nerima mantan si Andri..ckk suami seperti apa dia ini..
Qaisaa Nazarudin
KARMA IS REAL...👏👏👏👍👍👍
Afternoon Honey
serius... yakin... 🤔😅
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!