NovelToon NovelToon
Prajurit Pelindung

Prajurit Pelindung

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Crazy Rich/Konglomerat / Raja Tentara/Dewa Perang / Ahli Bela Diri Kuno
Popularitas:93.9k
Nilai: 5
Nama Author: Ang Bay

Sistem Harimau Perunggu adalah warisan seorang penguasa sekaligus pelindung dari benua hitam. Seorang pemuda terpilih untuk mewarisi sistem tersebut. Sistem yang akan membuatnya sebagai petarung yang hebat. Bagaimana kisahnya? Apa yang akan di lalui nya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ang Bay, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lawan Tanding

Mereka berdua berdiri di tengah arena.

Banyak orang di sekitar datang untuk menonton, terutama murid Garrett, semua ingin melihat bagaimana pelatih mereka bertarung, sehingga mengambil kesempatan untuk mempelajari satu atau dua gerakan.

"Tidak mudah bisa berlatih tanding langsung dengan pelatih."

"Tentu saja, dia adalah juara di kota ini, jadi dia tidak akan dengan mudah memberikan ilmunya."

"Hahaha, pemuda itu harus berhati hati sekarang."

Rafael dan Garrett berdiri berhadapan dan perbedaan ukuran tubuh mereka sangat kontras.

Garrett tingginya lebih dari 190 cm, jauh lebih tinggi dari Rafael.

Apalagi Rafael bertubuh ramping dan kurus.

Garrett memegang lengannya yang berotot dan terlihat sangat kuat.

"Anak muda, ijinkan aku mengajarimu trik untuk menangkap pukulan yang sangat berguna dalam pertempuran yang sebenarnya."

"Benarkah? Bagaimana caranya?" Rafael bertanya.

Garrett tertawa. "Ayo, pukul aku dulu."

"Baiklah, kita mulai." Rafael mengangguk.

Dia sebenarnya tidak mengharapkan permintaan seperti itu.

Tinju besi adalah salah satu penguatan fisik. Ketika kekuatannya melonjak hal itu muncul di kepala Rafael secara tiba tiba. Pukulan itu menggunakan bagian bagian vital seperti sendi dan titik fatal serta menggunakan prinsip melepas kekuatan untuk menumbangkan musuh.

Hal hal seperti ini di larang dalam pertandingan bela diri manapun karena dapat membunuh lawan jika tidak terkendali.

Tapi Garrett terlihat kuat di mata Rafael.

Jadi Rafael ingin mengambil kesempatan untuk mencoba menggunakan pukulannya.

Para siswa di sekitar juga bersemangat dan menantikan apa yang akan di lakukan pelatihnya.

Sedangkan Rafael ingin melihat kekuatan asli sebuah tinju besi.

Saat ini, Rafael bergerak. Dia melesat menuju orang kuat sebesar 190 cm itu.

Dia mengangkat kepalan tangan dan melesatkan pukulan pelan.

BUAGH!

Hanya terdengar suara teredam.

Sesuatu yang tidak terduga terjadi.

Garrett tidak bereaksi sama sekali, hanya merasakan sakit di rahangnya.

Semua orang munduru beberapa langkah dan kemudian Garrett terhuyung huyung dan terduduk di lantai dengan air liur sedikit menetes.

Karena badannya besar, orang orang merasa arena itu bergetar saat Garrett jatuh terduduk.

"Hm? Tidakkah kau mengatakan ingin mengajariku bela diri? Kenapa kau malah duduk di lantai? Apakah ini yang namanya menangkap tangan? Ini aneh sekali, kau tidak bohong kepadaku kan?"

Semua orang terkejut.

Di depan pandangan mata mereka terlihat adegan yang sangat berbeda dari yang mereka bayangkan.

Garrett menggelengkan kepalanya dan membuka mulut lagi untuk menghilangkan rasa sakit di rahangnya.

Saat ini dia agak bingung.

Rafael terlalu cepat baginya.

Dia sama sekali tidak melihat dengan jelas serangannya.

'Apa apaan kecepatan dan kekuatan ini? Apa dia seorang pelatih juga?' Garrett berpikir dalam hati.

Untungnya, Rafael tadi hanya memukul dengan pelan, jika tidak, tinju barusan sudah cukup untuk membuat Garrett tidak bisa berdiri lagi.

Garrett melihat sekeliling dan merasa sedikit malu.

Tapi untuk menjaga citranya sebagai pelatih, dia harus tampak kuat.

"Ehem! Itu pukulan yang bagus, anak muda."

Garrett berdiri dan matanya melirik. "Aku mengukur kecepatanmu dulu, aku takut jika nanti serangan tiba tiba milikku akan menyakitimu. Mari kita lakukan dengan perlahan kali ini."

Mendengar hal ini, para siswa di sekitar menunjukkan ekspresi kagum yang cerah.

"Oh begitu."

"Benar, itu lah yang terjadi."

"Ternyata pelatih sedang mengukur kecepatan dan kekuatan pemuda itu."

Semua orang memberi komentar. Rafael tidak percaya dengan omong kosong itu tapi dia tidak ingin mengeksposnya.

Garrett menenangkan pikirannya dan tampak serius. "Baiklah, mari lakukan dengan perlahan."

"Oke." Rafael mengangguk.

Setelah itu, pukulan lain di lesatkan.

Kali ini dia melambatkan pukulannya tidak secepat yang sebelumnya.

Garrett berkonsentrasi dan segera melihat gerakan itu.

'Hehehe, kali ini akan berhasil.' Garrett tersenyum dalam hatinya dan mengulurkan tangannya yang besar dan meraih kepalan tangan Rafael.

Selanjutnya, Garrett ingin memelintir tangan Rafael.

DIa mengeluarkan seluruh tenaganya.

"Eh?" Garrett merasa ada yang salah.

Dan benar saja, selama beberapa saat, dia berulang kali berusaha keras untuk memutar lengan Rafael. Saat itu juga, dia merasa pergelangan tangannya sendiri menjadi kencang.

Rafael membuka kepalan tangan dan memelintir balik tangan Garrett.

Dengan segera, Garrett menderita karena rasa sakit yang luar biasa. Tubuhnya secara reflek mengikuti pergelangan tangannya agar tidak patah sampai dirinya berlutut di tanah.

"Aaaarrgghh! Sakit sekali!" Tiba tiba dia meraung keras.

Saat ini, Rafael bertanya. "Pelatih, apakah ini yang kau sebut menangkap tangan?"

Gerakan Rafael mengalir tanpa aba aba, seperti seorang ahli yang sudah biasa bertarung.

Semua orang di tempat itu menatap dengan mata penuh keajaiban.

Garrett mengangguk perlahan menahan sakit.

"Ya, itu adalah trik menangkap tangan, tapi lepaskan tanganku dulu."

Rafael mendengar itu, dan mengendurkan cengkeraman tangannya.

Garret mengibasakan tangannya dengan ekspresi menyakitkan.

Wajahnya seperti orang sembelit yang tiba tiba sembuh. Sedikit lega.

Dia terus mengibaskan tangannya, masih terasa sedikit mati rasa.

Kini orang orang yang menyaksikan adegan itu benar benar sedikit bingung.

'Apa apaan orang ini? Kekuatan macam apa ini?' Garrett bergumam dalam hati.

Garrett sadar diri. Rafael tidak mungkin seorang siswa bela diri. Dia pikir bahwa Rafael pasti pernah berlatih sebelumnya.

Dia melihat semua orang di sekitar menatapnya dan dia mengeratkan giginya.

"Anak muda, aku pikir kau memiliki ketrampilan yang baik, jadi bagaimana kalau kita  bertarung saja."

"Baiklah." Rafael mengangguk.

Semua orang menyadari bahwa hal ini tidak akan berakhir baik. Saat ini, ekspresi Garrett sangat serius, seolah olah ingin menghabisi seseorang.

Matanya sedikit menyipit, menunjukkan ekspresi terfokus.

Dia tidak ingin bermain main lagi kali ini.

Dia mengambil inisiatif untuk menyerang duluan.

Garrett dengan cepat berlari dan melompat, menggunakan serangannya yang terkenal dan tendangan yang berputar.

Dia tinggi dan kakinya panjang, tendangan itu seperti cambuk raksasa.

Penuh kekuatan.

Semua orang yang ada di sana membuka mata lebar lebar dan tidak ingin melewatkan momen seru ini.

Tapi di mata Rafael. Itu biasa saja.

Dia menyipitkan matanya dan mengunci targetnya secara akurat.

Dia mengencangkan otot kaki dan memutar pergelangan kakinya.

Tanpa kekuatan penuh dia mengayunkan kakinya melesatkan tendangan cepat.

BUAGH!

Tubuh Garrett yang besar seperti bukit terbang dengan indah.

Terjerembab di lantai dengan keras.

Semua orang merasakan lantai bergetar di bawah kaki mereka, melihat pemandangan di depan mata mereka, wajah mereka tidak bisa di bayangkan.

"Woow!"

"Bukankah itu luar biasa!"

"Pelatih tumbang!"

"Apakah ini sungguhan!?"

Garret terlempar hampir tujuh meter, untungnya ada spon di lantai arena, jika tidak, kemungkinan nywanya juga ikut pergi.

Benar benar mengerikan.

Dia menggelengkan kepalanya dan berdiri menahan sakit.

"Anak muda, kekuatanmu itu... Bagaimana caramu melatihnya?"

"Jika kau ingin belajar, aku bisa mengajarimu." Rafael tersenyum dan mengucapkan kata kata seperti di film film action.

Tak jauh dari Rafael, mata cantik Alundra bersinar.

Dia tahu Rafael kuat.

Dan benar saja, bahkan juara kota pun bukan tandingannya.

Dia tidak bisa menahan diri untuk mengeluarkan pikiran bahagia.

Jazz juga tercengang saat ini.

Awalnya, dia ingin suaminya mengajari Rafael.

Sepertinya dia terlalu melebih lebihkan.

Dia tidak bisa bernafas dengan benar dan berkata. "Alundra, pacarmu mengerikan."

".........." Alundra tidak bisa berkata kata.

Wajah Catrina bersemangat, dia tiba tiba berpikir sesuatu, karena Rafael sangat kuat, dia ingin di latih olehnya.

"Apakah kau mau mengajariku?" Catrina berseru.

"Tidak. Lupakan pikiranmu itu."

Bela diri adalah olahraga yang melibatkan kontak fisik.

Alundra adalah pacarnya dan tidak baik terlalu dekat dengan sahabatnya.

Rafael berpikir dalam hatinya. 'Begitu sepertinya lebih baik, tapi tidak tahu nanti.'

1
Bee
ini masih lanjut gak ya?
Don T
triliun dolar thoriiii jgn di korup
Don T
/Drool/
Nek Pajanji
kelamaan update, kalau GK ada niat nulis novel mending jgn nulis deh kasian lh pembaca yg lain udh nunggu update tapi GK update2 sayang loh alur ceritanya padahal bagus tapi penulis nya GK ada niat untuk upload ceritanya???????
Akun Terhapus
tanggung banget Thor kalo satu satu upnya
rise_up
power of money terlalu menakutkan
Akun Terhapus
mantap makin merasa jadi orang kaya Rafael apapun itu langsung beli
Muhammad Yayan
bagus
Trie Tums
Mantapppppp
Razali Azli
cerita bagus tapi sayang hanya 1 bab 1 hari. dan di saat yang menegangkan itulah bab itu berakhir. up lah lebih chapt thor sekali sekali.. 🤦‍♂️
rise_up
gas
Asoka Akbar
terlalu over power... gak ada tantangan
rise_up
mantap, semangat Bosque. rajin-rajinlah update
rise_up
gas dong
Supriadi
Luar biasa
ibrahim Harun
lanjut up thor,, gas pool.....!!! ngopi dlu biar ga ngantuk jadi suami siaga. he.. he.. 🫴🫴🫴
ibrahim Harun
kejutan bagi lex🫣🫣🫣
ibrahim Harun
manta.. mantap.. orang kaya sejati. 🫰🫰🫰
ibrahim Harun
he. he.. aku jadi ngehalu pingin jdi siRafael?!?🫢🫢
rise_up
menarik
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!