Lima tahun yang lalu, Alex dipaksa untuk mengorbankan diri demi keluarganya. Lima tahun yang lalu, pemuda dengan masa depan gemilang itu dijebloskan ke penjara oleh keluarganya sendiri. Tunangan dan orang-orang terdekat berpaling darinya dan melabelinya sebagai aib dari keluarga Wealthy, keluarga terkaya dan paling berpengaruh di dunia.
Namun mereka yang berpaling tidak mengetahui rencana Alex untuk membalas mereka. Dengan sistem dalam kendalinya, ia akan menjadi sosok tiada tanding yang akan menuntut balas kepada mereka semua.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kaze Riku, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29
Cindy yang sangat fokus untuk dapat merasakan sesuatu yang lain dari denyut nadi Paul tak menyadari tindakan Alex sama sekali. Alis matanya yang lentik mengkerut dan tanpa menyadari gadis itu memberikan tekanan pada jarinya untuk lebih merasakan denyut nadi Paul.
Alex yang telah menyelesaikan tujuannya melihat hal ini dan segera menegur Cindy, "Nona, anda dapat membahayakan pasien jika anda menambah tenaga anda lagi."
Teguran Alex sukses menyadarkan Cindy atas perbuatannya dan membuat gadis itu buru-buru melepaskan tangan Paul. Ia hanya dapat menunduk merasa bersalah dan putus asa.
Setelah menyaksikan bagaimana antusiasnya Cindy atas teknik pengobatan sederhana ini membuat Alex sedikit merasa simpati. Gadis ini jelas memiliki bakat dan minat atas teknik turun temurun dari keluarganya namun takdir yang membuatnya terlahir sebagai perempuan membuatnya terhalang atas bakat dan minatnya ini. Namun, Alex bukanlah orang yang akan menolong orang asing tanpa atas sebab. Selama aksinya berpura-pura menguasai teknik pengobatan timur ini, Alex berpikir bahwa membangun hubungan dengan keluarga Wang bisa jadi sangat dibutuhkan dalam misinya menyelamatkan nyawa Paul.
Keterampilan medis dari sistem mungkin membuatnya dapat melakukan operasi ataupun perawatan yang tepat untuk menyelamatkan nyawa Paul. Tapi metode ini akan sangat membutuhkan waktu dan mengharuskan Alex harus tetap dekat dengan Paul. Hal ini sangat tidak cocok dengan posisi Alex sekarang yang masih ingin membangun kekuatannya sebelum menghancurkan keluarga Wealthy. Dalam hal ini, keterampilan medis tidaklah ideal sehingga Alex telah memutuskan keterampilan yang dibutuhkannya adalah keterampilan peramuan obat. Alex mengingat bahwa dalam salah satu keterampilan di toko keterampilan yang pernah ia telusuri keterampilan peramuan obat memungkinkan penggunanya untuk bahkan meramu elixir yang ampuh untuk memulihkan segala penyakit. Akan tetapi, masalah tidak berhenti di sana. Sekalipun ia memiliki keterampilan peramuan obat, ia tak memiliki bahan untuk obat tersebut. Toko keterampilan hanya menyediakan keterampilan, ia sama sekali tak dapat membeli bahan-bahan peramuan obat di sana. Di sinilah hubungan dengan keluarga Wang menjadi penting. Dengan koneksi keluarga Wang, Alex yakin mereka memiliki bahan-bahan yang langka dan mungkin dibutuhkan dalam peramuan obatnya.
Dengan pemikiran ini, Alex berencana memanfaatkan Cindy sekarang untuk membangun hubungan dengan keluarga Wang.
"Saya pikir kamu terlalu stress dan tidak memiliki mindset yang tepat," komentar Alex menarik perhatian Cindy, "Dalam teknik pengobatan timur, semua teknik bergantung pada pemahaman qi."
"Bagaimana saya bisa memahami tentang hal ini ?" tanya Cindy bingung. Pertanyaan ini juga masuk akal karena pengetahuan qi bukanlah sesuatu yang dapat dipelajari dengan penelitian sendiri atau dipelajari dari buku.
Berbeda dengan Alex yang dibantu dengan kehadiran sistem untuk menguasai keterampilan kultivasi, para praktisi lain biasanya membutuhkan bantuan dari guru spiritual ataupun mempelajarinya sendiri dengan mengisolasi diri selama bertahun-tahun di alam bebas. Namun perbedaan proses ini membuat Alex tidak terlalu percaya diri dapat menjadi sosok guru spiritual yang dapat menurunkan teknik kepada muridnya. Jadi, ia hanya dapat bergantung pada novel fantasi timur dan menjelaskan perasaan yang timbul ketika menggunakan keterampilan kultivasi.
"Saya tidak terlalu berbakat dalam menjelaskan," Alex menegadahkan telapak tangannya terbuka kepada Cindy dan menawarkan, "untuk saat ini coba letakkan telapak tangan anda di atas telapak tangan saya."
Cindy yang sangat antusias segera mengenggam tangan Alex. Ia pernah membaca tentang hal ini dalam novel bahwa kontak langsung dengan pengguna kultivasi dapat membuatnya membuka pemahamannya tentang Qi. Namun, Alex yang mengetahui bahwa Cindy telah salah mengartikan kata-katanya menjelaskan lagi, "Anda tidak perlu mengenggamnya, cukup letakkan telapak tangan anda di atas telapak tangan saya."
Untuk tak membuang waktu, Alex dengan lembut meletakkan telapak tangan Cindy di atas telapak tangannya. Alex yang hanya memiliki pengalaman romansa dengan Gwen sama sekali tak memperhatikan Cindy dan fokus pada tujuannya untuk membuat Cindy dapat merasakan qi dari keterampilan kultivasinya.
Cindy merasa kikuk setelah mendengar penjelasan Alex dan hanya dapat mengikuti pengaturan Alex. Begitu tangan Alex yang kuat menuntun tangannya yang mungil untuk menengadah di atas telapak tangan Alex yang terbuka, Cindy merasa sangat asing dengan sentuhan ini. Sebagai gadis yang tinggal di kota besar seperti kota Metro, Cindy sama sekali tidak asing dengan hubungan antara pria dan wanita. Wanita ini juga bahkan telah mengencani beberapa pria, namun perasaan tangan yang kuat dan kokoh dari Alex ini tidak pernah ia rasakan dari yang lain. Cindy secara kikuk melirik Alex yang telah menutup matanya dan memperhatikan bagaimana pemuda itu mulai mengatur pernafasannya menjadi lebih stabil dan dapat diamati. Dalam beberapa detik, Cindy tak dapat merasakan apapun selain hangat yang samar dari telapak tangan Alex yang berada di bawahnya. Namun segera wanita itu menyadari bahwa tangan mereka sama sekali tak bersentuhan, bagaimana mungkin ia dapat merasakan hawa hangat dari tangan Alex ?!
Semakin lawa hawa hangat itu terasa semakin jelas. Cindy melirik tangan mereka dan menemukan keduanya tetap berada di posisi yang sama.
Di momen ini, Alex membuka matanya dan dapat menilai bahwa Cindy telah mendapatkan pencerahan tentang qi yang tak dapat ia jelaskan dengan kata-kata.
"Ingat baik-baik perasaan ini dan begitu anda mencobanya pada orang lain, lakukan sesuai apa yang anda amati," pesan Alex untuk memastikan Cindy benar-benar telah memahami konsep qi.
Cindy mengangguk antusias dan segera mengambil posisi di samping Paul. Kali ini ia memulai dengan menutup matanya. Gadis itu mulai mengatur pernafasannya dan mengatur agar pikirannya menjauh dari stress. Denyut nadi samar dari Paul mulai dapat ia rasakan, namun berbeda dengan sebelumnya, denyut nadi itu terasa begitu jelas dan tiba-tiba saja ia dapat merasakan perasaan hangat seperti yang ia rasakan dari Alex tadi. Namun, perasaan hangat ini seakan bergerak dan menuntunnya mengeksplorasi tubuh Paul. Namun, belum begitu jauh ia mencoba, Cindy dapat merasakan tubuhnya menjadi begitu lelah.
Alex yang mengamati dari samping dengan sigap menangkap tubuh Cindy sebelum ia jatuh ke lantai. Pemuda itu memberikan waktu untuk gadis itu mengatur nafasnya dan mengembalikan staminanya.
"Ini reaksi yang wajar. Anda masih belum terbiasa dengan konsep qi. Untuk sementara waktu, anda dapat mempelajarinya secara pelan-pelan," ujar Alex membantu Cindy berdiri.
Cindy mengangguk dan setelah keduanya memastikan tidak ada masalah dengan peralatan rawat Paul, mereka meninggalkan ruang rawat tersebut.
Tepat ketika keduanya meninggalkan ruang rawat, pintu lift terbuka dan Liam yang ditemani oleh 3 pengawal dan seorang dokter segera disambut, "Selamat pagi, tuan Liam!"
Liam hanya mengangguk dan mendekati ruang rawat Paul. Cindy dan Alex yang baru saja keluar dari ruang rawat tersebut segera menepi dan memberikan hormat pula.
Namun, Liam yang melihat Alex mengkerutkan keningnya dan bertanya kepada dokter yang menemaninya, "Saya baru melihat perawat ini, apakah dia baru ?" Liam menatap tajam Alex tak dapat menahan untuk berkomentar, "Entah mengapa perawat ini membuat saya merasa familiar."
Alex yang menerima tatapan ini berpura-pura menunjukkan ekspresi tak nyaman namun dalam benaknya berteriak waspada, 'Apakah Liam sekompeten ini hingga dapat menyadari penyamaran saya ?!"
jelaskan yg penting2 saja jangan sampai panjang2 jadinya percakapannya kuranh