Aluna terpaksa menikahi muridnya bernama Keenan. Seorang siswa yang terkenal nakal di sekolah tempatnya mengajar.
Semuanya berawal saat keduanya kepergok warga ketika berteduh di sebuah gubuk dekat hutan lindung. Aluna dan Keenan dipaksa menikah karena kedapatan berpelukan.
Pernikahan keduanya harus disembunyikan hingga Keenan lulus sekolah.
Bagaimanakah mereka akan menjalani rumah tangga, jika keduanya berbeda prinsip dan gaya hidup?
Jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca. Like dan koment. 💓💓
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 30. Ahli Waris
Sampai di rumah, Novi langsung menghempaskan tubuhnya ke ranjang. Dia tidur membelakangi suaminya Bramantyo. Kali ini papinya Keen itu tidak mengacuhkan istrinya. Dia juga ikutan memejamkan mata.
Selama ini Bramantyo telah mulai curiga melihat istri dan adiknya yang sering mengobrol berdua dan menyebut nama Keen. Tanpa istrinya tahu, Bramantyo telah meminta orang kepercayaannya menyelidiki tentang istri dan adik iparnya itu.
Dari orang kepercayaannya, Bramantyo tahu jika Jack pernah mencintai Aluna dan melamarnya, tapi ditolak. Papi Keen sebenarnya juga mulai mengetahui jika Jack suka balap liar bukan hanya putranya saja.
Saat Keen kecelakaan, Bramantyo juga tahu semua ulah Jack. Dia sengaja tidak pulang dari luar negeri agar sang istri percaya jika Bramantyo tidak peduli pada Keen. Sampai saat ini dia masih menyelidiki siapa Novi. Jika terbukti dia hanya menginginkan hartanya saja, pria itu akan mengalihkan semua harta miliknya atas nama Keen.
Bramantyo cukup merasa bersalah karena selama ini telah mengabaikan kehadiran putranya. Sejak istrinya meninggal jarang mereka mengobrol layaknya ayah dan anak.
Melihat suaminya Bramantyo hanya diam dan tidak berusaha membujuk dirinya, Novi membalikan tubuh menghadap pria itu. Dia semakin kesal melihat suaminya telah memejamkan mata tanpa peduli dia sedang marah.
"Mas, kok malah tidur?" tanya Novi dengan suara sedikit sewot.
Bramantyo mencoba membuka matanya dan melirik ke samping. Dia tampak mengerutkan dahi, tidak mengerti akan pertanyaan Novi.
"Karena sudah ngantuk, dong. Makanya tidur," jawab Bramantyo.
"Mas, apa benar jika saham perusahaan lima puluh persennya milik Keen?" Novi tidak bisa lagi menyembunyikan rasa ingin tahunya.
"Bukan lima puluh persen, tapi lebih banyak. Semua harta yang aku kuasai saat ini adalah milik Keen. Aku hanya dititipkan saja. Makanya aku tidak berani menggunakan uang sesuka hati. Jika Keen tahu aku banyak memakai uang perusahaan, bisa dituntut nanti," ucap Bramantyo menjelaskan. Dia ingin tahu reaksi Novi.
"Pantas Aluna sengaja menjebak Keen. Dia pasti yang meminta warga untuk memergoki dan menikahi mereka. Mas harus selidiki ini. Apa Mas mau harta Keen jatuh ke tangan wanita itu?" Novi bicara dengan penuh semangat. Dia seolah tidak rela karena harta Keen jatuh ke tangan Aluna.
"Siapa pun yang menjadi istrinya, pasti akan mendapatkan warisan darinya," ujar Papi.
"Apakah harta Papi juga akan jatuh ke tangan Keen?" Novi tampaknya masih ingin tahu mengenai harta.
Papi Bramantyo tahu arah pertanyaan istrinya. Dia semakin yakin jika Novi menikah dengannya hanya mengharapkan harta warisan darinya.
"Sebagai ahli waris satu-satunya tentu saja seluruh harta milik istriku yang saat ini aku kelola dan juga harta milikku, semua akan jatuh ke tangan Keen."
Mendengar ucapan Bramantyo, sepertinya Novi tidak bisa menerima. Dia langsung bangun dan duduk bersandar di kepala ranjang.
"Apakah aku sebagai istrimu tidak mendapatkan apa-apa? Tidak adil sekali. Baru aku paham sekarang, kenapa Mas tidak ingin aku hamil. Mas hanya ingin memberi semua warisan pada Keen, bukan?"
Suara Novi mulai meninggi. Dia baru sadar kenapa selama ini suaminya melarang dia hamil. Setiap berhubungan selalu saja menggunakan pengaman. Ternyata karena dia ingin harta hanya untuk Keen. Dalam hatinya, Novi ingin merencanakan kehamilannya. Dia tidak mau setelah berpisah nanti dia kembali menjadi gembel.
"Aku hanya tidak ingin anak kita tidak memiliki status yang jelas. Pernikahan kita hanya siri," ucap Bramantyo.
"Kamu yang tidak ada keinginan meresmikan pernikahan kita di negara. Sebenarnya kamu itu tidak serius denganku. Aku hanya kamu jadikan pemuas saja dari pada jajan sembarangan. Jika kamu memang serius, kamu akan menikahi aku secara resmi dan mau memiliki anak dariku. Aku baru sadar sekarang posisi aku!" ucap Novi dengan emosi.
Novi berdiri, lalu meninggalkan kamar. Dia baru mengerti kenapa Bramantyo tidak pernah mau mendaftarkan pernikahan mereka. Pasti karena tidak ingin hartanya jatuh atau berbagi dengannya.
***
Pagi hari seperti biasa, Keen dan Aluna pergi ke sekolah bareng. Istrinya itu akan minta turun di ujung jalan sebelum sampai gedung sekolah.
Saat masuk ke halaman sekolah, Aluna melihat semua muridnya memandangi dirinya dengan tatapan aneh. Aluna merasa ditelanjangi. Mereka menatap dengan mata tajam.
Di mading sekolah banyak murid berkerumun. Keen yang kebetulan ingin ke kelas dan harus melewati mading, berhenti sejenak. Dia mendengar namanya dan Aluna di sebut.
Dengan rasa penasaran Keen menyibak kerumunan murid-murid teman satu sekolahnya. Saat melihat apa yang terpampang di majalah dinding itu, Keen rasa tidak percaya. Darahnya rasa naik hingga ke ubun-ubun. Siapa yang melakukan semua ini. Fotonya lagi berpelukan dengan Aluna di dalam kamar rumah sakit terpampang jelas.
Tangan Keen terkepal menahan amarah, dia bisa menebak siapa yang melakukannya. Keen ingin memberi pelajaran orang itu .
...----------------...
dari yg awalnya saling menolak tapi harus menikah dg terpaksa, tapi berakhir saling mencintai satu sama lain, bahkan jadi bucin..
happily ever after Keenan dan Aluna, gak ketinggalan Jeca jg..
makasih mama, udah nyuguhin novel ini.
semoga sehat terus ya mam..
tetap semangat dan semoga sukses selalu..
🙏🏻💪🏻😘🥰😍🤩💕💕💕