NovelToon NovelToon
Kepincut CEO Judes

Kepincut CEO Judes

Status: tamat
Genre:Percintaan Konglomerat / Crazy Rich/Konglomerat / Cinta Seiring Waktu / Romansa / Tamat
Popularitas:74.3k
Nilai: 5
Nama Author: Othsha

"Matilah aku!" Bora segera menggetuk kepalanya dan berusaha ingin kabur karena tendangan mautnya baru saja berhasil bersarang pada kaca belakang mobil mewah yang baru saja melewati dirinya.

Penasaran dengan kisah cinta Bora si tomboi dan Auriga CEO Judes yang unyu-unyu sekaligus nyeselin?!

Buruan pantengin kisahnya di sini manteman...


With luv


Othsha ❤❤

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Othsha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KCJ - 31

Auriga mengerutkan dahinya sembari menatap Bora dengan tajam yang membuat Bora langsung pamit undur diri dari kamar Auriga.

"Dasar si judes, susah amat senyum aja!" gerutu Bora setelah ia menutup pintu kamar Bora.

"Gimana si Pak Bos?" tanya Agnia setelah Bora mendaratkan tubuhnya di sofa yang ada di samping Agnia.

"Begitulah, tapi si judes jadinya berangkat Senin!" ujar Bora sambil tersenyum senang. Agnia terkekeh melihat senyum Bora yang beberapa hari kemarin seakan sirna.

"Jatuh cinta berjuta rasanya, t**k kambing rasa gulali kalo lagi tergila-gila karena cinta ya, Bor!" ledek Agnia yang membuat Bora tergelak. Mereka menertawakan percakapan absurb mereka.

****

Keesokan harinya, Bora membuka tirai jendela kamar Auriga agar matahari masuk ke dalam kamar tunangan kontraknya itu. Auriga masih tidur saat Bora mengetuk pintu kamar lelaki itu.

"Ehmmm," gumam Auriga karena merasa terganggu karena sinar matahari membuat kamarnya terasa lebih terang. Auriga membuka matanya secara pelan, dan melihat keberadaan Bora di ruangan itu.

"Kamu ngapain ke kamar aku?' ujar Auriga dengan suara parau karena baru bangun tidur.

"Selamat pagi, Pak. Tapi saya udah ngetuk pintu beberapa kali, tapi engga ada jawaban dari dalam. Saya takut bapak kenapa-napa, jadinya saya masuk aja!" jelas Bora yang membuat Auriga terdiam. Bora memberikan segelas air kepada Auriga, kemudian ia meminta lelaki itu untuk membersihkan diri.

Sarapan telah tersedia di meja makan, saat Auriga keluar dari kamarnya. Bora dan Agnia juga sepertinya sudah menunggu Auriga untuk sarapan bersama.

"Ehmm, Pak. Nanti saya dan Agnia mau belanja kebutuhan dapur, bapak gapapa ditinggal sebentar?" tanya Bora. Auriga menatap kedua gadis itu dengan lekat.

"Aku ikut, aku bosan di apartemen terus!" ujar Auriga yang membuat Bora dan Agnia terkejut.

"Pak Auriga, kami belanjanya di pasar. Kami engga belanja ke supermarket! Bapak engga akan tahan ikut kami mutar-mutar, lagian bapak juga belum fit seratus persen, kan?" jelas Bora.

"Kenapa harus di pasar? Kamu pikir aku engga punya uang buat belanja di supermarket?" ujar Auriga ketus yang membuat Bora menghela nafas berat.

Bora mencoba menjelaskan alasan mereka pergi ke pasar, tetapi Auriga tetap memaksa untuk ikut. Akhirnya, Agnia membuka suara dan mengatakan bahwa dirinya akan berbelanja seorang diri saja. Ia tak ingin melihat dan mendengar perdebatan yang terjadi di antara Bora dan Auriga.

****

"Bisa tolong buatkan aku jus?" tanya Auriga saat ia dan Bora tinggal berdua di apartemen itu.

Bora tak menjawab, ia memilih untuk berdiam diri walau ia tetap melakukan apa yang diminta oleh Auriga.

"Kamu mau puasa ngomong? Ngambek? Kayak anak kecil aja!" ujar Auriga ketus saat Bora meletakkan jus alpokat di atas meja yang ada di hadapan Auriga.

"Apa saya punya hak buat ngambek?" balas Bora dingin yang membuat Auriga mencibir. Bora memang merasa kesal karena Auriga sama sekali tak mau mendengarkan penjelasannya tadi. Ia merasa Auriga selalu ingin menang dalam hal apapun, dan ia tak menyukai sifat Auriga yang satu itu.

Bora merasa khawatir dengan keadaan Agnia, karena daftar belanja mereka cukup banyak. Bora cemas Agnia tak akan bisa membawa semuanya sendiri. Mereka sengaja memilih berbelanja di pasar karena harga pasti lebih murah dan bisa ditawar.

Berbelanja di pasar, merupakan hiburan bagi Bora dan Agnia sejak dulu. Mereka selalu melakukannya setiap minggu. Tetapi hari ini Auriga merusak kesenangan Bora itu. Bora tak ingin Auriga ikut karena kondisi Auriga memang belum memungkinkan untuk mengikuti mereka berkeliling di pasar.

"Kalo kamu khawatir tentang Agnia, aku udah minta Miguel mengirimkan orang untuk membantu Agnia berbelanja!" ujar Auriga yang membuat Bora menoleh dan tersenyum manis ke arah Auriga.

Bora ingin sekali memeluk Auriga yang seolah memahami apa yang ada dalam pikirannya, tetapi ia memilih menahan diri, karena tak ingin dihadiahi kata-kata pedas oleh lelaki itu.

****

Sementara itu, di suatu tempat seseorang sedang sibuk berbicara dengan rekannya.

"Kamu harus memoto semua ruangan itu dan mengirimkan semuanya ke aku hari ini! Paham kamu!" jelas Chitra.

Minka mengumpat dalam hatinya karena merasa Chitra sudah keterlaluan.

Tidak bisa terus begini, aku akan ngambil resiko walau perempuan s**lan ini membuka aib aku, batin Minka. Ia sudah tidak tahan dengan semua penindasan yang dilakukan oleh Chitra selama ini.

Minka tetap pergi ke apartemen yang ditempati oleh Bora. Bora terkejut saat melihat keberadaan Minka di balik pintu apartemennya.

"Pak, pindah dulu ke kamar. Itu si Minka, sahabatnya Chitra datang!" bisik Bora sembri menarik tangan Auriga untuk masuk ke kamar. Auriga berdecak kesal tetapi ia sama sekali tak menolak.

Bora mempersilakan Minka masuk setelah mengamankan semua barang milik Auriga yang masih terletak di sofa.

"Sorry lama, Min. Tadi aku lagi di kamar mandi," jelas Bora berbohong.

"Gapapa kali, Bor. Kamu engga lagi sibuk kan? Aku malah takut ganggu kamu. Aku lagi pengen curhat," ujar Minka dengan wajah yang sendu.

Bora menyiapkan minuman dan camilan buat mereka berdua sebelum mendengar curahan hati dari Minka.

"Sebenarnya...." Akhirnya Minka mengakui semua perbuatannya, begitu juga dengan rencana Chitra. Hal itu membuat Bora sedikit terkejut, tetapi ia bahagia karena penilaiannya tentang Minka benar adanya.

Minka juga menceritakan tentang aib dirinya yang diketahui oleh Chitra yang menjadi penyebab Chitra selalu menekan dan mengancam Minka. Bora bersimpati untuk Minka, ia tak menyangka bahwa Chitra menghalalkam segala cara untuk mendapatkan keinginannya.

"Aku akan menghubungi Chitra dan menolak kemauannya!" seru Minka yang membuat Bora menepuk pelan tangan Minka yang berada dalam genggamannya untuk menenangkan gadis itu.

"Tapi aib kamu gimana? Nanti nama baik kamu dan keluarga bisa rusak!" Bora mencemaskan keadaan Minka, bila Chitra memang benar-benar menyebarkan video tentang kelakuan Minka saat mabuk di klub malam.

Bora meminta Minka untuk memikirkan semuanya dengan baik. Ia bahkan mempersilakan Minka untuk mengambil gambar semua ruangan yang ada di apartemen itu. Walau ia sebenarnya merasa takut mendapat amukan dari Auriga, tetapi bagi Bora saat itu, nama baik Minka lebih penting untuk dijaga.

Minka tetap berkeras bahwa kali ini, ia tak mundur dan bersiap untuk menghadapi serangan Chitra secara terbuka. Minka mengatakan bahwa ia akan meminta bantuan dari sang kakak, untuk menghapus semua foto dan video bila memang Chitra menyebarkannya.

Minka memandang Bora sambil tersenyum. Ia memeluk Bora dan menyampaikan keinginannya untuk bersahabat dengan tunangan Auriga itu. Bora menyambut pelukan Minka itu dan berjanji akan selalu ada untuk Minka, sekalipun Chitra melaksanakan ancamannya.

****

Tanpa mereka sadari, sejak tadi Auriga menguping pembicaraan mereka dan ia pun pada akhirnya mengetahui rencana Chitra dan masalah yang dihadapi Minka yang notabene adalah adik dari rekanan bisnis sekaligus teman baik Auriga yang bernama Benedict Sailendra.

"Bro, tumben nelpon? Gimana Bali?" tanya Benedict saat Auriga menghubunginya.

"Baik bro... Jadi gini...." Auriga menceritakan tentang permasalahan Minka yang membuat sang kakak terkejut. Benedict berusaha mencari tahu dari mana Auriga bisa mendapat informasi tentang hal itu. Auriga pun menjelaskan tentang hubungan persahabatan Bora dan Minka, yang membuat Benedict merasa senang karena sang adik mendapat teman yang baik.

Sebenarnya Benedict tidak terlalu mau mencampuri urusan Minka selama ini, karena menganggap sang adik sudah cukup dewasa untuk menyelesaikan permasalahannya sendiri. Namun saat mendengar penuturan Auriga, ia merasa bersalah karena tidak bisa menjadi kakak yang baik buat Minka, sehingga Minka mendapatkan tekanan dari orang lain tanpa sepengetahuannya.

"Chitraaaaa, awas aja kamu!"

****

1
Bilqies
mampir lagi Thor
Othsha: makasih kakak...❤️
total 1 replies
Bilqies
aku mampir nih kak, salam kenal yaa ..
mampir juga yaa di karyaku.....
terima kasih /Smile/
Othsha
Hai kakak.... wahhh, makasih banget buat semua dukungannya untuk Bora dan Auriga ya... Othsha terhura, eh, terharu karena kakak sahabat Othsha pertama dengan berkenan membaca dan mengomentari karya ini hampir di setiap babnya.

Othsha berterima kasih banget buat dukungannya. Semoga dimana pun kakak berada tetap sehat, bahagia dan sukses ya.

Mohon dukungannya untuk karya Othsha lainnya bila berkenan ya....

Sekali lagi mamaci banyak. Maaf juga engga bisa balas komennya satu per satu ya..🥰🥰🥰🥰
Mimik Pribadi
Boraaaa,,,,,itu kode dari siJutek kutub 🤭💪
Mimik Pribadi
Kejutaaaann,,,,,
Apakah itu Auri,yng manggil Bora???
Mimik Pribadi
😭😭😭 kpn mereka berdua akan dipertemukan lgi thor??
Mimik Pribadi
Nahh!! Ada rahasia apaan lgi nich dngn mama nya Chitra 🤔🤔🤔🤔
Mimik Pribadi
Hahhh!! Sediiih bngt thor knpa hrs secepat ini kebongkar,,,,,
Pantas saja Auriga tidak menyukai Harjun,,,,,bnyk hal yng membuat bertanya2 ttng sepak terjang Harjun yng bisa bermusuhan dngn Auriga
Mimik Pribadi
Ini calon mamer knpa dtng mulu sih?? 😅
Mimik Pribadi
Aku ikut was2 bayangin saat perjanjian itu berakhir,,,,,semoga saja sblm masa kontrak pacar palsu itu berakhir,Auriga udh mulai merasa nyaman bahkan jatuh cinta beneran sm Bora,,,
Mimik Pribadi
Haseekk!!,,,,pelukaaan 😍🤭🤭
Mimik Pribadi
So sweet 😍 akhirnya bongkahan es si Judes kutub mulai mencair 💃💃
Mimik Pribadi
Hahaaa,,,,Si kutub Auri kynya sandiwara,tinggal iyain aja sih Boz keinginan Bora,utk nunda keberangkatanmu ke Bali toh itu jga demi kesembuhanmu,,,,stlh kamu ngasih kputusan Nunda,girang kan wajah Bora,,,,apa gak Adem selama di RS ada yng nungguin,dan ngurusin
Mimik Pribadi
Hahaaa,,,,cinta terkadang bikin emosi,bikin sumpek,dan smpe2 rasanya kpngn ngunyah orng y Bor, apalgi pria yng dihadapi ky Boz Auri,,,bikin gondhok 🤣🤣🤣🤣
Mimik Pribadi
Auriga beneran dtngkah???,,,,
Andai iya,,,untung cpt diajak pergi sblm semuanya bubrahh!!
Mimik Pribadi
Msh susah ser2an dan jedug2 jantungnya sih 😅😅
Mimik Pribadi
Cari mslh nich si Chitra,,,,Auri sdh memperingatkan kamu Chitra,jngn smpe mancing singa tidur,udh gak bisa memiliki Auri karier kamu jga hancur,,,,entah nnt caranya seperti apa nnt saat Auri ingin menghancurkan kamu,klo ternyata kamu mlh bikin ulah lagi sama Bora,,,
Mimik Pribadi
Nahh!! Lhooo,,,,gimana tuh pertanggung jawaban atas ucapan Bora,terhadap Mami Auri,,,,😆😆
Mimik Pribadi
Mngkn hrs terungkap kali y hubungan kontrak mereka,,,,
Mimik Pribadi
Jngn smpe Harjun menceritakan ttng Bora thor,,,,
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!