Bella terpaksa menikah dengan putra keluarga Prayoga Grup, Nugi tanpa cinta. Karena itu akan membantu memulihkan perusahaan ayahnya yang hampir bangkrut.
Ini membuat Nugi yang punya kehidupan bebas memberi tawaran nikah kontrak pada Bella. Tanpa menjadikan semuanya rumit, Bella setuju. Semuanya aman, hingga Bella hamil padahal hati keduanya belum menyatu.
Bagiamana kisah pernikahan kontrak ini?
Novel ini kolab dengan author Isshabell
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lisa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab. 31
"Bella, dokter akan memeriksa mu," ujar Nugi membuat Bella yang setengah sadar terkejut.
"A-apa?" tanya Bella.
"Tubuhmu panas. Kamu harus di periksa. Kamu pasti demam," ujar Nugi.
"Sudah aku katakan kalau ..." Bella tidak jadi meneruskan kalimatnya karena melihat ada perempuan di dekat pintu.
"Dia dokter yang sudah ku panggil. Dokter akan memeriksa mu."
"Kamu tahu kan kalau aku ..."
"Kita akan tetap tutup mulut jika kamu tidak ingin ada orang yang tahu," serobot Nugi paham. "Dokter silakan. Istriku sudah siap di periksa." Dokter itu tersenyum dan mendekat. Bella ikut tersenyum sopan pada dokter. Meksipun marah, dia tidak harus memperlakukan orang itu dengan marah juga.
Sedikit terkejut bahwa Bella sudah ada di ranjang. Rupanya Nugi sudah memindahkan tubuhnya. Karena dia ingat kalau tadi malam ia tidur di sofa seperti biasanya.
Ketika dokter memeriksa, Nugi tidak beranjak dari tempat itu. Dia terus memantau apa yang di lakukan dokter pada perempuan itu.
Setelah menghabiskan waktu beberapa menit, dokter selesai memeriksa Bella.
"Tuan, saya tidak bisa memberikan sembarang obat karena istri Anda sepetinya hamil," ujar dokter membuat keduanya sempat terkejut. "Karena Anda tidak memberitahu lebih dulu keadaan istri Anda yang hamil, saya tidak membawa obat yang tepat untuknya. Jadi saya akan antarkan obat itu nanti siang. Saya akan kesini lagi."
"Baiklah." Nugi mengangguk. "Soal kehamilan istri saya, tolong Anda rahasiakan pada mama." Nugi melirik Bella. Perempuan itu membuang muka ke arah lain. "Karena saya ingin memberi kejutan ini nantinya."
"Oh, kejutan untuk nenek ya ..." Bu dokter berbaik sangka. Ini memudahkan Nugi untuk mengelabui mama. Baru saja di bicarakan, mama sudah muncul di depan pintu.
"Bella," panggil mama yang tampak cemas. Bella terperanjat melihat mertuanya muncul. "Bagaimana Dok, keadaan menantu saya?" tanya Beliau pada dokter.
"Baik. Mungkin sedikit kelelahan, tapi semua baik-baik saja. Dia hanya perlu istirahat." Dokter tersenyum penuh arti.
"Begitu ya. Syukurlah." Mama menghela napas. "Apa itu bukan karena ..."
"Mama bisa kembali ke dapur. Karena Bella mau istirahat." Nugi memotong kalimat mamanya. "Dokter juga mau pulang karena sudah selesai memeriksa."
"Oh, benar." Mama setuju. Mereka keluar dan menutup pintu. Nugi juga mengantarkan dokter hingga pintu keluar. Juga memastikan bahwa mama tidak tahu soal kehamilan Bella. Selesai memastikan dokter pulang, Nugi kembali ke kamar untuk melihat keadaan Bella.
Pria ini melangkah pelan karena takut mengganggu. Ketika hendak memastikan Bella tidur atau tidak, tubuh itu berbalik. Nugi agak terkejut karena mengira Bella tidak akan berbalik.
"Aku pikir kamu sudah tidur," kata Nugi. Bella kembali berbalik.
"Cari cara agar aku tidak terikat dengan semua ini."
"Cara apalagi Bel?" tanya Nugi tidak mengerti.
"Aku tidak ingin selamanya menjadi istrimu," tegas Bella. Nugi mendesah lelah. Bella masih ingin lepas dari pernikahan ini meski dalam rahimnya sudah ada janin yang tinggal. Itu adalah buah hati mereka.
"Aku juga bisa Bell, lari dan keluar dari tanggung jawab menjadi ayah untuk bayimu."
Bella langsung berbalik dan bangun dari posisi berbaring. "Kalau begitu pergi saja. Aku tidak menahan mu."
"Namun aku tahu aku tidak harus seperti itu. Aku tidak mau Bella," ujar Nugi menegaskan. Bella menutupi tubuhnya dengan selimut. Dia tidak mau mendengar Nugi bicara lagi.
...____...
good job thor 👍