Celine, seorang mahasiswi cantik yang kabur dari rumah karena ingin menghindari perjodohan yang telah direncanakan oleh Ayahnya. Selama pelariannya, ia bertemu dengan seorang laki-laki dengan tingkah laku yang nakal, bernama Raymond. Dan ternyata Ray adalah Dosennya dikampus.
"Kak Ray lo jangan berani macam-macam ya sama gue." Celine.
"Bibir lo itu selalu menggoda gue, tau nggak?" Raymond
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RizkiTa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Berhasil Membuka Hati
Melirik ke arah jam dinding di dalam kamar, menunjukkan pukul sembilan pagi. Itu artinya keberangkatan Celine hanya tinggal beberapa jam lagi, malam tadi ia sudah memesan tiket kereta api, dengan tujuan kota Bandung sebagai tempat pelariannya sementara.
"Lo nggak kemana-mana kan?" Ray sedang mengancingkan kemejanya, sambil bercermin dan melirik sekilas ke arah Celine yang masih duduk ditepi ranjang.
"Kenapa ngeliatin gue kayak gitu? beneran udah mulai naksir?" belum sempat Celine menjawab, Ray terus menyodorkannya pertanyaan lain.
"Nggak, gue nggak kemana-mana kok," jawab Celine.
"Dan kalau mau kemana-mana, wajib bilang ke gue," Titahnya, dan Celine mengangguk pelan.
"Lo kenapa? sakit?" telapak tangan Ray sudah mendarat dikening Celine untuk memastikan suhu tubuh gadis itu, Celine meraih tangan Ray kemudian memegangnya erat. "Gue sehat kok, nggak kenapa-kenapa, lo hati-hati ya Kak!" sambil tersenyum penuh makna.
Ray salah mengartikan, "gue nggak lama, jangan pasang muka nggak pingin ditinggal gitu dong, kan jadi nggak tega buat ninggalin lo," sambil mengusap kepala Celine, entah mengapa akhir-akhir ini mencium kening, mengusap kepala Celine menjadi kebiasaan baru untuknya.
Celine hanya tersenyum, didalam hatinya ada yang membuncah, jauh didalam benaknya sungguh ia tak ingin berpisah dari Ray. Tapi ia juga tak ingin terlalu jauh, yang sudah terlanjur biarlah menjadi pelajaran dan penyesalan tersendiri.
"Gue pergi ya," tangan mereka masih bertaut, perlahan Ray ingin melepaskan namun Celine sepertinya menahan. "Lo kenapa?" Ray merasa ada yang aneh bertanya sekali lagi.
"Nggak apa-apa Kak, hati-hati."
Melambaikan tangan ke arah Ray, lelaki itu pun langsung berlalu mengingat waktu yang terus berjalan, ia selalu berusaha untuk tepat waktu jika memenuhi janji dengan mahasiswanya.
Celine menatap kepergian Ray, hatinya bergejolak, menepis segala rasa malu, Celine kembali menghampiri Ray, memeluk tubuh lelaki itu dari belakang, kemudian membenamkan wajah di punggungnya. Mata Ray membulat tak percaya, dengan apa yang Celine lakukan saat ini. Segera ia berbalik, kini wajah mereka kembali bertemu.
"Ada apa Cel? lo kenapa?"
Tidak menjawab pertanyaan Ray, gadis itu malah berjinjit untuk menyatukan bibirnya dengan bibir Ray.
Memperdalam ciuman, Celine merasa hatinya yang sekian lama membeku dan tertutup untuk banyak lelaki, kini mencair dan Ray berhasil membuka hatinya dan masuk kedalam. Bahkan Pandu yang sudah bertahun-tahun berusaha mengambil hatinya, tak pernah berhasil. Namun Ray, lelaki yang penuh seringai mesum, cenderung bersikap kasar dan baru mengenalnya beberapa bulan saja, ternyata berhasil membuka kunci hatinya.
"Gue sayang sama lo, Kak." ucapnya setelah melepas ciuman, air dari sudut matanya keluar. Ray tersenyum lebar, memeluk erat tubuh Celine. "Gue juga sayang banget sama lo, jadi lo dari tadi mau bilang ini?" Ray mengusap air mata Celine dengan jarinya. "Nggak usah pake nangis juga kali," ledeknya.
"Kenapa lo jadi agresif gini?" tanya Ray kedua tangannya berada di pipi Celine, begitu gemas dengan segala tingkah lakunya hari ini. Lagi-lagi, Celine hanya menggeleng.
"Nanti kita sayang-sayangan lagi ya, gue pergi sebentar." menghujani wajah Celine dengan beberapa kecupan.
Celine mengangguk, ia tak kuasa berkata apapun saat ini. Mengapa Ray manis sekali, membuatnya tak kuasa untuk meninggalkannya. Tapi tetap keputusan Celine sudah bulat, dan tidak akan berubah.
---------------------------
Udah manis belum mereka? 😂
vote nya jangan pelit yak 😛
Maksa nih hahaha