Hasna Gadis berusia 18 tahun itu Didesak oleh Ayahnya untuk menikah dengan seorang Ustadz yang sangat dikagumi oleh sang Ayah.Tentusaja Hasna menolaknya mentah mentah.Apalagi Dia baru saja lulus sekolah.Dan Ustadz yang dijodohkan dengan dirinya itu merupakan guru ngajinya yang sudah mempunyai Istri.Dan Jika Ustadz itu menikahinya,tentu saja Dia akan menjadi Istri kedua.Padahal Dia sangat membenci Poligami.Dan juga Dia tak ingin dicap sebagai pelakor.
Apakah Hasna mau menerima Pernikahan ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 31
Laila menyambut kedatangan suaminya dengan sukacita. Wanita ini yang sudah tampak terlihat tua, mencoba untuk bersolek agar terlihat cantik di depan suaminya. Sudah 3 hari dia di rumah madunya. Dan akhirnya hari yang ditunggu-tunggu tiba. Laila memakai pakaian terbaiknya untuk menyambut Faqih. Diyakini sudah bisa duduk dan menggerakkan tangannya dengan perlahan. Dia berharap kakinya akan segera sembuh dan bisa berjalan seperti sedia kala. Sudah tak sabar dia ingin menjadi istri yang baik dan melayani suaminya itu dan sepenuh hati. Mengganti hari-harinya yang telah hilang, yang hanya dia habiskan di tempat tidur saja selama 5 tahun ini.
" Assalamualaikum, Selamat pagi sayang!" Sapak Faqih begitu dia sudah sampai di kamar Layla. Wanita itu menyambutnya dengan senyum terbaiknya. Faqih pun segera mencium kening dan pipinya dengan begitu mesra.
" Waalaikumsalam Warahmatullahi Wabarakatuh, Selamat pagi juga, Mas. Bagaimana kabarnya hari ini. Wajah Mas begitu berseri-seri. Apakah sudah ada kabar bahagia dari Hasna?" tanya Laila penasaran. Tak seperti biasanya lelaki itu tampak begitu bahagia pagi ini.
" maksudmu kabar bahagia apa?" tanya Faqih balik bertanya.
" masak mas tidak mengerti apa yang aku maksud?" ujar Laila berteka-teki.
" Oh belum. Sepertinya saat ini dia belum mengandung, tapi aku sangat berharap dia bisa secepatnya mengandung anakku!" ucap Faqih dengan wajah penuh harap.
"Aku harap juga begitu, Aku tidak sabar untuk mengasuh anak kita. Aku harap nama yang tinggal di sini bersama kita!" ucap Laila.
" Bagaimana dengan keadaanmu,Layla? Apakah sudah ada kemajuan lagi yang belum aku lihat?" tanya sang suami.
" Ya seperti ini saja mas. Tanganku sudah mulai leluasa menggenggam sesuatu. aku berharap untuk segera bisa berjalan. Agar kita bisa bersama-sama berjalan-jalan dan menemani ke kajian. Aku sudah sangat rindu untuk pergi ke kajian bersamamu!" ucap Laila sambil bersandar manja pada sang suami.
"Aku harap juga begitu, Aku tidak sabar untuk mengasuh anak kita. Aku harap nama yang tinggal di sini bersama kita!" ucap Laila.
" Bagaimana dengan keadaanmu,Layla? Apakah sudah ada kemajuan lagi yang belum aku lihat?" tanya sang suami.
" Ya seperti ini saja mas. Tanganku sudah mulai leluasa menggenggam sesuatu. aku berharap untuk seg hal yangera bisa berjalan. Agar kita bisa bersama-sama berjalan-jalan dan menemani ke kajian. Aku sudah sangat rindu untuk pergi ke kajian bersamamu!" ucap Laila sambil bersandar manja pada sang suami.
" Iya aku pun sudah tidak sabar, Semoga kamu bisa secepatnya pulih kembali seperti dulu."
*******
Baru 1 hari ditinggal oleh suaminya untuk menginap di rumah istrinya yang lain, perasaan Hasna kembali hampa. Dia kembali galau. Rindu pada suaminya benar-benar menyiksanya. Rasanya ingin tiap hari selalu berada di dekatnya. Namun dia tak berani untuk datang ke rumah Laila, khawatir akan mengganggu mereka berdua. Apalagi itu merupakan jadwal Laila.
Tidak biasanya Hasna merasakan hal seperti itu, padahal sebelum-sebelumnya dia biasa-biasa saja. Tapi anehnya sekarang dia ingin selalu berada di dekat sang suami.
"Kenapa wajah kamu sedih seperti itu Hasna. Ayah lihat kamu saja dari tadi!" tanya sang ayah melihat Hasna diam termenung sambil memegang ponselnya.
" Aku kangen dengan mas Faqih ayah, Aku ingin lihat cepat-cepat datang ke sini!" ucapnya sambil tiba-tiba berurai air mata, membuat ayahnya bingung melihat sang anak. Padahal sebelum-sebelumnya dia selalu Ketus dan bahagia kalau Faqih tidak datang ke rumah. Dia menduga sang anak yang sudah jatuh cinta pada suaminya itu.
" kamu sabar ya nak, nanti juga dia akan kembali pulang ke sini. Kamu istilah hari-harimu dengan banyak beribadah dan banyak membaca Alquran. Agar hatimu selalu tentram!" nasihat sang ayah pada Hasna.
" sebaiknya menyusul aja ke rumah Mbak Laila, nggak tahu kenapa saat ini juga Hasna ingin sekali melihat wajahnya. Hasna sendiri juga bingung ayah!" ucapnya dengan tatapan sendu membuat sang ayah Iba.
******
semoga saja dia gak menggunakan kehamilannya untuk menyingkirkan laila karna hukum dr tuhan lbih keji hasna
pengen gua geprekkk dh hasna ini