NovelToon NovelToon
Kau Tak Tahu Siapa Aku

Kau Tak Tahu Siapa Aku

Status: sedang berlangsung
Genre:Mafia / Single Mom / Kehidupan Manis Setelah Patah Hati / Cinta Seiring Waktu / Wanita Karir
Popularitas:123.4k
Nilai: 5
Nama Author: Naraaulia

Perjalanan Rumah tangga yang harus kandas. Karena Fitnah dan rekayasa dari seorang Ibu mertua. Yang ternyata diam-diam tak menyukai sang menantu. hingga suatu peristiwa membuat Bagas menjatuhkan talak kepada istrinya.
"Baiklah Mas. Ternyata tiga tahun kita bersama, tidak membuat mas percaya. Mas hanya percaya apa yang terlihat oleh mata, tapi tidak mencari tahu kebenarannya dulu. Selama tiga tahun ternyata kesetiaanku kau ragukan, tanyakan pada hatimu Mas. Apa Aku sanggup mengkhianatimu, tapi itu semua percuma. Cintamu ternyata tak sebesar cintaku,tak ada gunanya aku menjelaskan semuanya,selamat tinggal Mas."
Itulah kata terakhir yang Ratih ucapkan sebelum pergi meninggalkan rumah ini. Kini penyesalanku tak berguna, besarnya rasa sesalku tak akan membuat Ratihku kembali!" Jeritan hati Bagas. Kesalahpahaman yang terjadi antara Ratih dan Bagas,disebabkan oleh ibu dari Bagas.


Mampukah Bagas membawa kembali Ratih dalam hidupnya? Dan bagaimana kisah rumah tangga Bagas dan Ratih?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Naraaulia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 ngidam

Apakah kalian sudah menyelesaikan tugas yang aku berikan?" tanya Ratih kepada salah satu anak buahnya, yang saat ini berada di dalam kamar Santi. 

"Sudah,  Queen. Lalu semua barang ini akan kita apakan?" tanya pemuda tersebut. 

"Berikan semua barang-barang  itu kepada gadis yang itu." Ratih menunjuk ke arah Santi. 

"Untuk Bu Susi,  ini barang milik Anda. Silahkan tinggalkan rumah ini sekarang juga, bisa kupastikan tak ada satupun barang milik Anda yang tertinggal di rumah ini. Jadi,  tidak akan ada alasan lagi, Anda kembali kesini!" Ratih mengulurkan tas berisi semua barang-barang milik Bu Susi. 

"Baik, aku akan pergi! Kali ini,  kamu menang, Ratih. Tapi, suatu saat aku akan kembali lagi ke rumah ini. Menjadi nyonya di rumah mewahmu dan ku pastikan kamu tidak akan bisa mencegahku!" Bu Susi merampas tas yang berada di tangan Ratih,  disertai dengan tatapan penuh kebencian.

"Aku akan menanti hari itu tiba, Bu Susi. Aku tidak sabar ingin melihat apa yang akan kau lakukan, agar bisa kembali lagi masuk kedalam rumah ini!" Ratih tersenyum manis,  yang membuat Bu Susi menjadi semakin emosi. 

"Jangan sombong, Ratih. Kau tampaknya begitu meremehkanku,  kau bahkan tidak tahu apa yang bisa kulakukan kepadamu suatu saat nanti. Kamu akan menyesal karena mengusirku!" ujar Bu Susi sesaat sebelum ia pergi. 

Saat Bu Susi dan ketiga orang lainnya mencapai ambang pintu,  Ratih terdengar berteriak menyuruh mereka berhenti. Hal tersebut, membuat Bu Susi menjadi sedikit senang karena mengira Ratih berubah pikiran. 

"Tunggu!" Ratih melangkah mendekat ke arah mereka. 

"Ada apa Ratih? Apakah kamu berubah pikiran tetap mengijinkan kami tinggal di rumah ini?" tanya Bu Susi dengan rasa percaya diri.

"Itu tidak akan terjadi, keputusanku sudah mutlak dan tidak ada yang bisa merubahnya sedikitpun.  Kenapa aku menyuruh kalian berhenti, sebab aku ingin memberikan kalian uang ini." Ratih memberikan uang tunai sebesar  5 juta Rupiah, " Anggap itu sebagai sumbangan kepada Fakir miskin seperti kalian. Pergunakan uang itu dengan bijak, karena aku tidak akan memberikan yang kedua kalinya secara cuma-cuma.  Silahkan keluar, sudah saatnya aku beristirahat!" ucap Ratih seraya memegang daun pintu rumahnya, mengisyaratkan jika ia akan menutup pintu rumah itu. 

Tanpa sepatah katapun Bu Susi melangkah keluar, diikuti 3 orang yang lain. Setelah menerima uang yang Ratih berikan. Tentu saja, Bu Susi tidak melewatkan kesempatan itu, untuk mengambil uang yang diberikan oleh Ratih. 

Setelah memastikan kepergian Bu Susi, Ratih meminta 2 orang pemuda tetap berada di rumahnya  untuk berjaga-jaga. 

"Tolong kalian berdua tetap disini,  sampai besok pagi!" titah Ratih. 

"Baik,  Bos. Laksanakan!" ucap kedua pemuda itu. 

"Terimakasih!" Ratih lalu melangkah ke arah Bi Sumi yang saat ini membersihkan kekacauan yang disebabkan oleh Bu Susi. 

"Bi,  ayo kita tidur! Besok pagi saja merapikan semua kekacauan ini!" ujar Ratih. 

"Baiklah!" Bi Sumi mengelus rambut Ratih yang terlihat kusut. Setelah itu,keduanya lalu beranjak menuju kamar masing-masing untuk beristirahat sejenak,  melupakan masalah yang saat ini mendera. 

Sementara di pinggir jalan raya,  Bu Susi beserta rombongan tampak mengeluh karena capek. Mereka tak menyangka akan berakhir di jalan seperti ini.  Bu Susi tampak menyusuri jalan raya yang begitu sepi, sebab malam hampir berakhir. Fahmi melirik jam di pergelangan tangannya, ia menghela nafas berat, karena saat ini sudah menunjukkan pukul 3 dini hari, sedang mereka semua masih berada di pinggir jalan raya. Fahmi semakin pusing saat mendengar Santi dan Rio pemuda yang menjadi kekasih santi saat ini,  tengah berdebat. Membuat Fahmi menjadi emosi.

"Ternyata kamu hanya gadis miskin,  yang mengaku sebagai orang kaya. Aku sangat menyesal karena mengenalmu Santi. Kukira kau pewaris harta kekayaan itu,  ternyata hanya gadis miskin, alias Rakyat jelata!" Sarkas Rio dengan emosi. 

"Apa kau pikir aku tidak menyesal mengenalmu,  hei Rio kau dan aku itu sama saja, sama-sama rakyat jelata. Bukan kah kau pun sama denganku, mengaku kaya  padahal miskin. Asal kau tahu Rio, aku juga sangat menyesal karena sudah menyerahkan keperawananku kepadamu,  ternyata kamu hanya pemuda modal tampang doang, kantong kosong!"Balas Santi. 

"Awas kamu Santi… 

"Berhenti kalian berdua!" Teriak Fahmi emosi,  " Harusnya kalian berdua membantuku mencari jalan keluar dari masalah ini,  apa kalian tidak sadar, saat ini kita masih berada di pinggir jalan raya! Bantu aku memikirkan di mana kita akan tidur malam ini,  bukan berdebat seperti itu!" ujar Fahmi yang berusaha menahan emosi. 

"Maaf,  Bang! Bagaimana kalau kita mencari Masjid terdekat aja, Bang? Kita bisa tidur di sana untuk malam ini!" usul Santi. 

"Ide yang cemerlang! Ayo kita cari Masjid terdekat, kaki Ibu tidak bisa di ajak lagi untuk berjalan jauh,  semuanya terasa sakit!" keluh Bu Susi. 

"Tunggu, Rio. Sekali lagi aku dengar kamu ingin pergi dari Santi,  aku tidak akan segan melaporkanmu ke polisi!" ujar Fahmi dengan sorot mata yang tajam. 

"Baik,  Bang! Aku tidak akan mengulanginya lagi!" Rio terdengar begitu pasrah. 

Setelah berjalan beberapa saat akhirnya mereka bisa sedikit bernafas legah,  sebab mereka sudah menemukan masjid untuk mereka beristirahat.

Sementara di kediaman Ratih. Saat ini Ratih tengah tertidur dengan lelap,  tiba-tiba ia terbangun dengan tergesa, sebab saat ini ia ingin menikmati semangkuk bakso dengan kuah yang begitu gurih. Ratih melirik jam di atas nakasnya, lalu menghela nafas panjang. 

"Ya ampun kenapa harus ngidam bakso di jam seperti ini,  mana ada warung bakso buka jam setengah 4 subuh!" gerutu Ratih seraya merapikan rambutnya. 

Karena keinginan yang begitu menggebu,  akhirnya Ratih beranjak dari tempat tidurnya. Berjalan keluar menuju dapur dan membuka freezer tempat ia menyimpan segala jenis makanan beku. Ratih terlihat begitu kesal karena mendapati freezer tersebut saat ini kosong melompong. Entah bagaimanapun caranya dia harus mendapatkan semangkuk bakso malam ini juga. Ia mulai berpikir sejenak akhirnya ia memutuskan untuk membeli bakso beku ke supermarket yang buka selama 24 jam. 

Dengan memakai jaket yang tebal,  dompet serta kunci mobil yang ada di tangannya. Ratih bersiap  menuju supermarket tersebut, membeli bakso beku kesukaannya.

Padahal saat ini di dalam rumahnya ada 2 orang pemuda yang siap membawakan semua pesanan baksonya jika ia mau. Tapi kali ini berbeda, Ratih sedang tak ingin menggunakan tenaga mereka kali ini. 

Saat ini Ratih sudah berada di dalam mobilnya,  dan bersiap untuk pergi. Saat mobilnya baru saja akan meninggalkan gerbang rumahnya,  tiba-tiba Ratih menghentikan laju kendaraan roda empat tersebut, karena mendapati seorang pemuda berseragam tengah berdiri di depan mobilnya, yang hendak melaju. 

"Apa yang kau lakukan di depan mobilku? Apa kau sedang berusaha bunuh diri?!" teriak Ratih dengan kesal. 

Kepada pemuda yang berseragam tersebut, siapa lagi kalau bukan Rayden.

"Aku masih waras.  Jadi, tidak mungkin aku memiliki pemikiran secetek itu. Apalagi aku belum menikah!" jawab Rayden. 

"Baiklah kalau begitu,  menyingkirlah dari depan mobilku. Aku sedang tidak mood berdebat denganmu!" ujar Ratih. 

"Aku tidak akan mengajakmu berdebat. Tapi,  jawab dulu pertanyaanku saat ini!" ujar Rayden. 

"Apa yang ingin kau tanyakan,  cepatlah aku tidak punya banyak waktu!" kesal Ratih. 

"Mau kemana kau di jam seperti ini?" tanya Rayden. 

"Aku pengen makan bakso,  itu sebabnya aku ingin membeli bakso beku. karena saat ini penjual Bakso di jam seperti ini tidak ada!" jelas Ratih tanpa sadar. 

"Jadi, kamu ngidam pengen semangkuk bakso. Kamu duduk disana, aku akan menemanimu malam ini!" titah Rayden yang saat ini akan duduk di kursi kemudi. 

"Aku tidak mengajakmu!" teriak Ratih. 

"Aku tidak peduli,  ayo pindah duduk di sana. Biarkan aku yang menjadi supirmu hari ini." kekeh Rayden tak bisa di bantah. 

"Baiklah! Lumayan aku tidak perlu capek karena menyetir sendiri!" Ratih segera pindah tempat duduk.

"Ayo jalan! Kenapa menatapku seperti itu?" tanya Ratih kepada Rayden yang ternyata menatapnya dengan senyuman yang aneh. 

"Penampilanmu malam ini ternyata begitu berantakan, Ratih!  Jaket terbalik serta sandal rumahan yang berbeda warna!" Rayden tampak menahan tawanya. 

"Jangan tertawa! Ayo jalan,  aku sudah tidak sabar ingin menikmati bakso yang berkuah gurih!" Ratih tampak berbinar membayangkan makanan berkuah tersebut.

"Oke kita cari bakso bekunya!" Rayden segera melajukan kendaraan tersebut menuju supermarket yang buka 24 jam. Setelah beberapa saat berkendara Rayden sudah tiba di depan supermarket itu.

Saat akan mengajak Ratih turun,  Rayden tersenyum karena mendapati gadis tersebut  tengah terlelap. 

"Tidur yang nyenyak calon istriku!" ucap Rayden mengelus kepala Ratih dengan sayang. Sebelum ia melangkah masuk ke dalam supermarket. 

1
Ayla Anindiyafarisa
aku mampir y thor
Aether
goblok malah balikan
Munawati Dewi
mn trusan ny
Munawati Dewi
man nh klanjutany
Kaniya Jaenes
masih penasaran, ada kaitannya sama novel kemarin - kemarin nggk ya
Anis Handayani
ntah kenapa aq sgt tdk suka karakter bagas yg lemot,bodoh,gak bs diandalkan plin plan.krg tehas dn krg greget
Ibuk'e Denia
aq suka MC wanita yang kuat dan tidak mudah di tindas
Munawati Dewi
yah kok begin sh kn lg seru2 ny ini
Nur Halisah
p
amalia gati subagio
bajingur tengik vs jalang songong, same munafiknya!!
Amalia Khaer
hy, Thor. aq reader barumu. bru part awal sdh bkin menggebu2.
Naraaulia: terimakasih kk, sudah berkenan mampir di buku aku🙏🙏🙏🙏
total 1 replies
Risy Risyda
suka ngan Ratih jadi perempuan jangan mau ditindas
good Author
AGOES TIE NAE 1
eh, tengah asyik baca habis pula
Aisyah
Bantai smua yg mmbuatmu sakit ratih
Aisyah
Snewen snewen dah km rayden, Ratih itu gk akn brtindak selagi tdk d usik, jd km diem aja deh rayden jngn bkin gedeg
d2h_verluthver
preman gadungan, langsung keok di tonjok Ratih🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
AGOES TIE NAE 1
aku kasih 2 bunga dek bontot
Aisyah
Apaan sih rayden ganggu aja deh,
Aisyah
Klo bs 2 part dong sehari
Naraaulia: Terimakasih kk sudah mampir di cerita saya. komen kk bisa membuatku tambah semangat lagi.
total 1 replies
Aisyah
Lanjut thor mkin seru nih
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!