NovelToon NovelToon
Belenggu Dendam Alaska

Belenggu Dendam Alaska

Status: tamat
Genre:Mafia / Chicklit / Tamat
Popularitas:22k
Nilai: 5
Nama Author: Isma ismawati

Apa jadinya, jika seorang gadis kecil harus menyaksikan kematian kedua orang tua dan kedua saudaranya dengan cara mengenaskan.

Alaska Tania tumbuh menjadi gadis yang penuh dendam dan mengalami trauma yang mempengaruhi psikisnya.

Bisakah Alaska keluar dan lepas dari belenggu dendam masa lalu dan traumanya?

Dendam, air mata, masa lalu dan cinta menghiasai novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Isma ismawati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mike dan Riko

Bab 31

Alaska membuka matanya, rasa nyeri menjalar di seluruh wajah dan tubuhnya. Tampak wajah Andrew yang sedang tersenyum menatapnya.

"Andrew" panggil Alaska, berusaha untuk bangun.

"Jangan di paksa, istirahatlah Alaska!" Andrew menahan bahu Alaska.

"Bagaimana kalian bisa menyelamatkanku?" tanya Alaska, tampak wajahnya menahan sakit.

"Tidak perlu di tahan, jika itu memang sangat sakit" Andrew berkata dengan tatapan hangat, menimbulkan desiran aneh di hati Alaska. Namun, Alaska mencoba menepisnya.

"Pertanyaanku belum kamu jawab!" Alaska membalas dengan tatapan tajam.

Andrew menghela napas.

"Kucing kecil yang benar-benar susah untuk di taklukan!" gumam Andrew, membuat mata Alaska melotot dengan sempurna.

"Aku rasa penyiksaan yang di lakukan Mr Huong itu, membuatmu sedikit bod*h." Jawab Andrew sambil menggelengkan kepalanya.

"Kamu seperti bukan Alaska yang aku kenal!" Andrew beranjak dari tempat tidur, mengambil segelas air dan semangkok sup.

"Makanlah! setelah ini, kamu harus minum obat" Andrew menaruh gelas di atas meja yang berada di samping ranjang Alaska, dan kembali duduk di hadapan Alaska. Membantu Alaska untuk duduk di sandaran tempat tidur.

"Aku bisa makan sendiri!" tolak Alaska, saat satu sendok sup sudah hampir sampai di bibir tipisnya.

"Jangan keras kepala! ada waktunya kita membutuhkan bantuan orang lain! dan tidak selamanya kita bisa hidup sendiri!" ucap Andrew, dengan penuh penekanan.

"Iya, aku sadar, baru saja aku berhutang nyawa kepadamu.! Jangan lupa, jika kamu juga berhutang nyawa kepadaku!" tegas Alaska, mulai terpancing emosi.

Andrew mendengus kesal. Namun, dia berusaha menahannya.

"Aku tahu kamu adalah wanita yang kuat Alaska, tetapi aku mohon hargailah aku sebagai Lelaki yang berstatus suamimu" Andrew berkata dengan suara yang lebih lembut, menatap sendu Alaska.

"Izinkan aku untuk merawatmu beberapa hari ini Alaska" tatapan penuh harap Andrew, membuat Alasks terdiam beberapa saat.

"Tolong jangan bantah aku kali ini saja" Andrew berkata lagi, sambil menempelkan telunjuknya ke bibir tipis Alaska, saat Alaska membuka mulutnya ingin mengatakan sesuatu.

Alaska melepas jari telunjuk Andrew dari bibirnya.

"Baiklah, hanya dalam waktu tiga hari aku tidak membantahmu, dan mengizinkanmu untuk merawatku" Alaska berkata, sambil menghela napas.

Alaska berpikir, sepertinya dia memang butuh waktu beberapa hari memulihkan kondisi tubuhnya, karena dengan kesehatannya sekarang, tidak memungkinkan dia untuk membalas dendam.

Andrew tersenyum bahagia.

"Tapi ingat! jangan coba-coba mengambil kesempatan!" tegas Alaska.

"Tenang saja, kalaupun curi-curi kesempatan itu sesuatu yang halal untuk pasangan suami istri" perkataan Andrew membuat mata Alaska melotot.

"Becanda sayang" Andrew tertawa, sambil kembali memasukkan satu sendok sup ke mulut Alaska.

Setelah menghabiskan satu mangkuk sup, Andrew meminta Alaska untuk meminum obat dan vitamin. Sebenarnya Alaska ingin menolak, akan tetapi dia sudah berjanji untuk tidak membantah selama tiga hari.

"Istirahatlah!" ucap Andrew, sambil membenarkan selimut Alaska.

"Om Mike di mana sekarang?"

Pertanyaan Alaska membuat Andrew mengerutkan keningnya, ini pertama kali Alaska menanyakan keberadaan Mike.

"Apa kamu merindukannya?"

"Entahlah, perasaan aku tidak enak. Apa dia baik-baik saja?"

Andrew melihat ada kekhawatiran di wajah Alaska, terlihat segaris senyum di bibir Andrew.

"Aku pikir Om Mike baik-baik saja, dia Lelaki yang kuat dan penuh perhitungan dalam bertindak" ucap Andrew santai, padahal, jauh di lubuk hatinya, ada rasa khawatir. Karena, setelah keluar dari kediaman Mr Huong mereka belum ada komunikasi lagi.

"Tidurlah! jangan terlalu banyak berpikir! misi kita belum selesai!" Andrew berkata sambil mengacak puncak kepala Alaska.

Andrew segera beranjak dari tempat tidur.

"Andrew!" Alaska, memegang tangan Andrew yang hendak melangkah pergi.

Andrew terdiam menatap Alaska.

"Terimakasih!" ucap Alaska lembut, dengan wajah sedikit memerah.

Andrew tersenyum bahagia, dia mendekati Alaska dan mencium lembut keningnya.

"I love you my wife" bisik Andrew, membuat Alaska kembali merasakan desiran aneh di hatinya. Bahkan, dia merasakan dadanya berdegup kencang.

Kembali Andrew tersenyum, dan membelai lembut wajah Alaska.

*************

Mike menatap wajah Amira, mengelap wajah dan tubuh Amira dengan lembut dan penuh hati-hati. Baginya Amira adalah sesuatu yang sangat berharga.

"Maafkan aku Alaska, membawa Mamahmu bersembunyi, karena mereka sudah mengetahui tentang kita" ucap Mike pada diri sendiri. Terlihat kegusaran di wajahnya.

Setelah selesai mengganti pakaian Amira, Mike mencium lembut kening Amira, sebelum dia melangkah keluar.

Saat sudah berada di ruang tamu, tampak sahabat Mike yang bernama Riko yang berprofesi sebagai seorang Dokter, sedang duduk menunggunya.

"Apa rencanamu sekarang, Mike?" tanya Riko, saat Mike duduk di sampingnya.

"Sudah lebih dua belas tahun berlalu, belum ada tanda kemajuan sedikit pun terhadap Amira" ucap Riko lagi.

"Aku berpikir, masih ada harapan untuk mewujudkan mimpi itu!" Mike berkata, dengan penuh harapan.

Riko menghela napas, sejak Amira koma, kata-kata itu yang selalu terucap dari mulut Mike.

"Aku masih takut memberitahu Alaska kenyataan yang sebenarnya!" ucap Mike lagi, sambil menarik napas kasar.

"Aku sangat takut, jika Alaska menyalahkan aku dengan semua kenyataan yang sudah terjadi dan menghancurkan hidupnya!" Mike mengusap kasar wajahnya.

"Ini semua sudah takdir, dan bukan kehendakmu! berhentilah menyalahkan diri sendiri!" Riko sudah tidak tahan melihat sikap sahabatnya, yang selalu menyalahkan diri sendiri.

"Kejadian malam tragis itu, membuat Alaska tumbuh menjadi gadis yang penuh dengan trauma! bahkan, kejadian pembantaian itu sampai masuk ke alam mimpinya!" Mike berkata, sambil mengacak kasar rambutnya.

"Kamu tahu Rik, bahkan, di waktu-waktu tertentu bayang-bayang kejadian itu datang kembali, membuatnya histeris dan mengamuk!"

"Kamu pikir aku tidak tersiksa melihatnya seperti itu? setiap saat dia harus mengkonsumsi obat penenang!" terdengar suara Mike yang sudah mulai parau.

"Kemarin, hampir saja aku kehilangan Alaska, bajingan itu sudah menyiksa dan hampir membunuhnya!" Mike kembali berkata, dengan kilatan amarah dan wajah yang memerah.

Riko hanya bisa menghela napas.

"Apa kamu tetap membantu Alaska untuk menghabisi mereka semua?" tanya Riko, yang selalu mengkhawatirkan keadaan Mike.

"Aku akan membantunya, dan setelah mereka semua menerima pembalasan, aku akan mengungkapkan tabir yang selama ini tersembunyi" Mike berkata dengan penuh keyakinan.

Riko mengangguk mendengar perkataan Mike.

"Aku titip Amira, tolong jaga dia untuk kami!" Mike menatap nanar Riko.

"Tidak perlu khawatir, selama dua belas tahun, Amira aman di tanganku! aku berharap semua cepat selasai, dan Amira segera sadar kembali" Riko menepuk pelan pundak Mike.

"Terimakasih atas bantuannya selama ini Rik" ucap Mike sambil tersenyum.

"Kita sahabat, keluargaku banyak berhutang budi kepada keluargamu"

"Jangan pernah membicarakan masa lalu, kebaikanmu menjaga dan merawat Amira selama dua belas tahun, tidak bisa terbayar oleh apapun!" ucap Mike merangkul pundak Riko.

Riko tersenyum, akan tetapi tetlihat senyum Riko yang mengandung arti.

"Maafkan aku Mike, membuat batinmu tersiksa selama ini!" ucap Riko di dalam hati.

Terdengar nada dering telepon dari ponsel Mike. Dia mengerutkan keningnya menatap nomor di layar ponselnya.

"Bi Sumi" gumam Mike, sambil menekan tombol hijau. Dia sengaja menggunakan loud speaker, agar Riko bisa mendengar pembicaraan mereka. Karena dia yakin, kalau yang sedang menelponnya bukanlah Bi Sumi.

"Hallo Bi" ucap Mike.

"H-halo Tuan" terdengar suara Bi Sumi seperti orang ketakutan.

Mike dan Riko pun saling tatap.

*************

Apa yang terjadi dengan Bi Sumi?

Apa yang di sembunyikan Riko dari Mike?

Apakah Alaska sudah mulai jatuh cinta kepada Andrew, tanpa di sadarinya?

Jangan lewatkan bab selanjutny🤗

Maaf ya di bab ini tidak ada cerita actionnya🙏

Semoga alur dan akhir cerita ini buat greget kalian yang baca.

Jangan lewatkan novel terbaruku, baru masuk bab 2👇

1
𝕤𝕒𝕗𝕒𝕟𝕒𝕙_🖤
Luar biasa
Isma Ismawati: Terima kasih, Kakak 😍🙏
total 1 replies
Susana
Ya, Allah, tega bener. 🤧🤧
Isma Ismawati: Iya, Akak sadis.
total 1 replies
Deca Acid
cerita nya bagus . menarik lanjut kan ka
Isma Ismawati: Sudah tamat kak ceritanya. Terima kasih sudah hadirnya 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
maaf thorr,awal2 aku suka sm kisahnya,tp semenjak ada si pengecut wilson aku jd males,bisa di katakan alaska bukan si wanita tangguh lg,,, maaf thorr ngk lanjutin lg bacanya,,, tp ttp 💪💪💪💪💪
Isma Ismawati: Iya kak gpp, terima kasih sudah hadir 🙏
total 1 replies
Mega Mkf
aku suka smp di BAB ini thorrr,,, darah harus di bayar dgn darah nyawa pun sama,itu manusiawi,hanya org2 munafix aja yg katanya lebih baik memaafkan atau merelakan,,,, lanjut,,,💪💪💪💪👍👍👍👍👍
Isma Ismawati: Terima kasih kakak 🙏
total 1 replies
Ma Em
lanjut thor bagus ceritanya, saya suka. Semangat
Isma Ismawati: ini sudah tamat akak🙏🥰
total 1 replies
titie soraida
Akhirnya antara sedih dan bahagia
Divina Puspita
Wah akhir yg bikin penasaran
semangat karya barunya kak
titie soraida
Semangat kk
Sinaga wulan
Hah setiap alaska bertidak balas dendam aku pun ikut jantungan thor cuma takut ke bongkar dah 😔😔😩😩
Isma Ismawati: Sama kak😁🤭
total 1 replies
Sinaga wulan
lanjut thorrr
Isma Ismawati: Asyiap🥰
total 1 replies
Sinaga wulan
kereenn lah cerita nya
Isma Ismawati: Terimakasih banyak kakak🙏
total 1 replies
AdindaRa
Hai kak. Aku mampir lagi 😘
Isma Ismawati: Terimakasih akakku cantik 😘😍
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kk
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut thor
titie soraida
semakin seru kakak
Eni pua
satu mawar untuk kaka🥰
Isma Ismawati: Terimakasih kakakku🥰🥰🤗
total 1 replies
titie soraida
lanjut
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
Divina Puspita
lanjut kak
Isma Ismawati: Siap kak🙏
total 1 replies
titie soraida
lanjut dong thor
Isma Ismawati: Siap kk
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!