NovelToon NovelToon
Noda Dan Luka

Noda Dan Luka

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Single Mom / Hamil di luar nikah / Tamat
Popularitas:188.9k
Nilai: 5
Nama Author: Nita.P

Sebuah Noda di masa lalu membuat Vania harus menanggung semuanya sendiri saat pria yang membuat Noda dan Luka dalam hidupnya itu memilih untuk pergi dan meninggalkan tanggung jawabnya. Vania benar-benar banyak berkorban. Hingga dia harus pergi jauh dari kota tempat tinggalnya dulu.

Sagara Werden pergi ke luar kota untuk menyiapkan resepsi pernikahan dan istrinya yang sempat tertunda. Namun dia harus di kejutan ketik bertemu dengan Wanita di masa lalunya yang pergi dan menghilang dari hidupnya tanpa memberi dia alasan yang jelas.

"Kau telah membuat Noda dalam diriku dan luka yang masih membekas sampai sekarang" Vania

"Aku mencarimu selama ini, tapi kenapa kau pergi begitu saja tanp memberiku kabar apapun?"

Entah apa yang sebenarnya telah terjadi di masa lalu. Semua jawabannya ada di Noda dan Luka... Jangan lupa Like komen di setiap chapter.. dan berikan bintang rate 5

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nita.P, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 #Salah Sendiri Tidak Memakai Baju?!#

Gara menghela nafas pelan ketika dia masuk ke dalam kamar. Dia baru saja menyelesaikan makan siang bersama anak dan istrinya. Gara sedikit kefikiran tentang berita yang sedang menyebar saat ini. Mungkin Vania memang sudah mengetahuinya sejak awal. Tapi dia selalu mencoba untuk terlihat baik-baik saja.

Beruntung karena Vania yang selalu mengerti hingga Gevin pun tidak banyak lagi bertanya padanya ketika Vania sudah menjelaskan semuanya dengan cerita yang dia karang sendiri. Tentu bukan seperti cerita yang sebenarnya terjadi.

"Sayang, kamu gak pergi lagi?" Vania merasa heran ketika melihat Gara yang masuk ke dalam kamar dan tidak kembali bekerja. Karena biasanya Gara akan langsung kembali bekerja setelah makan siang.

Gara menghampiri Vania yang sedang melipat pakaian kering di atas tempat tidur. Gara duduk di pinggir tempat tidur dan tiba-tiba memeluk Vania dengan erat.

"Sayang, aku minta maaf karena tidak tahu soal kabar berita itu. Pasti kamu sangat kepikiran selama ini"

Vania tersenyum, dia mengelus kepala Gara yang berada di bahunya. "Tidak Sayang, kamu tidak salah apapun. Aku tidak papa"

"Maaf ya, karena aku belum bisa membuatmu bahagia?" Gara meraih tangan Vania yang sedikit kasar, mengecupnya dengan lembut.

"Apa maksudmu? Aku jelas sangar bahagia bersamamu"

"Tapi, tanganmu ini bahkan sudah banyak mengerjakan banyak pekerjaan rumah. Maaf karena aku belum bisa membuat kamu bahagia"

"Sayang, apaan si? Aku bahagia bersama kamu. Kalau soal membereskan pekerjaan rumah, memang sudah menjadi tugas aku sebagai istri. Lagian aku juga sudah terbiasa"

Gara memeluk Vania dengan erat, mengecup pipinya dengan lembut. "Terima kasih Sayang, karena sudah memberikan aku yang terbaik"

Vania hanya tersenyum mendengar itu, melanjutkan pekerjaannya yang sedang melipat pakaian. Mengerutkan keningnya ketika tangan Gara yang mengelus perutnya dengan lembut. "Sayang ngapain si? Geli tahu"

"Sayang, kapan kamu hamil lagi? Aku ingin mengganti masa-masa ketika Gevin berada dalam kandunaganmu. Aku ingin menemani masa kehamilanmu"

Vania terdiam mendengar ucapan suaminya itu, menghela nafas pelan lalu dia memegang tangan Gara yang berada di perutnya. "Mungkin jika Tuhan sudah memberikan, aku pasti hamil kok"

Gara mengangguk pelan, dia melepaskan pelukannya dengan memberikan kecupan di pipi istrinya itu. "Aku kembali bekerja ya"

"Iya Sayang, semangat bekerjanya"

Gara tersenyum dan mengangguk, dan dia kembali ke tempat kerjanya. Memeriksa apa sudah ada yang berlangganan pada jasa delivery miliknya ini atau belum. Padahal Gara sudah memberikan banyak diskon. Tapi ternyata masih belum ada yang mempercayai jasa delivery miliknya ini. Membuat Gara menjadi frustasi sendiri.

Gara semakin merasa bingung dan selalu ingin menyerah dengan usaha yang sedang dia mulai ini. Tapi mengingat perjuangannya untuk sampai disini hanya agar bisa bersama dengan Vania dan anaknya adalah suatu hal yang tidak mudah.

Vania tersenyum hangat ketika suaminya kembali dengan wajah lelah. Mengalungkan tangannya di leher Gara dengan manja. "Sayang, mau mandi dulu atau mandi dulu?"

Vania sengaja tidak menanyakan tentang keadaan pekerjaan Gara, karena dengan melihat wajah Gara yang lelah saja sudah sangat jelas bagi Vania jika suaminya itu sedang tidakbaik-baik saja dalam pekerjaannya saat ini.

Namun Vania sengaja tidak mengungkitnya karena memang dia tidak mau suaminya semakin pusing dan merasa terbebani dengan semua ini. Vania hanya mencoba untuk menjadi istri yang mendukung penuh apa yang dilakukan suaminya,  selagi dalam hal yang baik.

Cup..

Gara mengecup bibi istrinya, merasa rasa lelahnya langsung hilang ketika dia melihat senyum manja istrinya itu. "Aku akan mandi dulu, kau tunggu saja  disini. Tidak perlu menyiapkan air untuk aku mandi. Aku bisa sendiri"

"Baiklah, kalau begitu biar aku menyiapkan makan malam saja untuk kita"

######

Malam ini Gara terlihat lebih murung dari biasanya. Vania menghampirinya, dia naik ke atas tempat tidur dan memijat kaki suaminya itu.

"Sayang.." Gara yang sedang fokus pada layar laptop di depannya langsung terkejut ketika merasakan pijatan di kakinya itu.

"Biar aku pijat ya, biar kamu lebih rileks. Kasihan sekali suamiku ini, pasti lelah mengerjakan banyak hal hari ini"

Gara menutup layar laptop dan menyimpannya diatas nakas samping tempat tidur. "Sayang, kenapa kamu selalu  bersikap seolah aku adalah suami yang terbaik untuk kamu"

"Ya karena memang kamu adalah suami terbaik"

Karena bagi Vania bukan hanya tentang harta dan kekayaan yang berlimpah. Tapi juga kasih sayang dan ketulusan yang Vania inginkan ketika dia menjalin sebuah hubungan yang lebih serius.

Entah sejak kapan posisi keduanya malah terbalik sekarang, Gara meminta Vania untuk tiduran dan dia yang akan memijatnya. Dan Vania hanya menurut saja, dia tidur tengkurap di samping Gara.

"Kamu juga pasti lelah seharian ini mengerjakan banyak tugas rumah. Jadi sekarang biar aku yang memijatmu"

"Sayang, tidak usah. Aku tidak sakit badan kok, jadi tidak perlu di pijat segala"

"Sudah diam saja, sekarang buka bajumu!"

Hah.. Apa maksudnya meminta membuka baju? Ini hanya pijat biasa bukan spa.

"Tidak usah Sayang, pijat pundak aku saja"

Vania mulai merasakan sinyal bahaya yang lebih dari pijat memijat.

"Buka!"

Dan Gara yang tidak mau menyerah membuat Vania akhirnya tidak bisa menolak. Dia membuka baju tidurnya. Awalnya benar-benar hanya sebuah pijatan biasa. Tidak ada hal yang aneh dan mencurigakan.

Namun ketika Gara meminta Vania untuk berbalik semuanya benar-benar  berbeda. Meski Vania sempat menolak ketika Gara yang memintanya untuk berbalik sementara dirinya sedang dalam keadaan polos tanpa busana.

"Sayang kau mau apa?"

"Salah sendiri karena kamu tidak memakai baju"

Dan pada akhirnya semuanya dimulai dari kecupan di bibir.Berlanjut pada hal lain yang memang sudah biasa mereka lakukan hampir setiap malam.

######

"Pokoknya aku masih tidak rela Gara menceraikan aku"

Di tempat yang berbeda ada Yunita yang sedang merasa sangat kecewa dan marah ketika Gara yang menceraikannya dan memilih wanita bernama Vania.

"Lihat saja, aku tidak akan membiarkan kamu bahagia begitu saja diatas penderitaanku!"

Entah apa yang direncanakan oleh Yunita. Namun dia merasa sangat dikhianati dan kecewa pada Gara. Yunita benar-benar tidak bisa membiarkan Gara hidup dengan tenang. Sementara dirinya sedang terluka dan sangat tersakiti dengan semua ini.

Yunita mengambil ponselnya dan menghubungi seseorang.

"Temui aku di Restaurant xx, ada yang ingin  aku bicarakan"

Yunita langsung memutuskan sambungan teleponnya. Dia tersenyum melihat layar ponselnya sendiri yang masih terpasang foto dirinya da Gara disana.

"Lihatlah, aku yakin kamu tidak akan bertahan lama dengan kondisi ini Gara. Kamu akan kembali padaku dan meninggalkan wanita itu"

Bersambung

1
Jeni Safitri
Coba aja pala gara setuju dna menerima baik vania pasti todak akan kejadiankan, seharusnya papa gara begitu menyadari vania anak dr org yg dia bunuh krn merampok memyesali dna berbuat kebaikan utk vania
Jeni Safitri
Jangan" perampokkan yg terjadi di rumah vania dulu adalah papanya gara yg sengaja utk bunuh ortu vania krn persaingan bisnis
Jeni Safitri
Ck.. Knp gara ngak lgsg jatuhkan talak 3 ke yunita di depan ortu nya jadi mrk ngak bisa lg menghalangi proses perceraian di pengadilan
Indah Alifah
ssemua karya author seru lho
Nita.P: makasih loh udah mampir.. jangan lupa dukungannya ya..
total 1 replies
Indah Alifah
kdri awal rada2 berat konfliknya aku suka clbk yah👍
Surati
bagus 🙏🙏
Sumarni Tina
mantap nasehat kak Jenny
Suherni Erni
Perebut itu dirimu yunita..klu dibilang perempuan murah ya dirimu.menjijikkan
Sarah Andry Ani
knp tdk jujur sj si vania itu sm gara agar dis tdk tersiksa sendiri
Ida Widiawati
gavin dapat donor ginjal dari siapa ya...
Saira
Luar biasa☺
uyhull01
slmat atas klhiran nya Va,,
uyhull01
ta ampun Gar kmu ini ada ada aja masih sempet kah berpikir kjlasan masa depan🤣🤣🤣
uyhull01
slmat atas kehamilan kdua ya Va,
uyhull01
good job Va,,
Yuni Yanti
gara memang toop lanjut thooor
uyhull01
Va bnar apa kata Jenny ,
mungkin itu calon adik Gevin hadir,
uyhull01
Kmu ykin Va akn bercerai dgan Gara ??
uyhull01
Hahhh akibat ke egoisan mu Pa liat Gara sma Vania jd korban nya,
uyhull01
puas kah pa dri awal papa ingin mnghancurkan Vania dan Gara ??
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!