Desri Winandra, gadis yang dibayar menikahi lelaki lumpuh untuk melunasi hutang-hutang biaya pengobatan almarhum ayahnya.
Ternyata lelaki lumpuh itu Arkhan Ghani, dia tak lain CEO di perusahaan tempatnya bekerja. Lelaki yang selama dua tahunan ini dia kagumi. Lelaki yang begitu dingin dan seolah bersikap tidak menyukainya.
Dibalik kisah hidupnya yang penuh lika-liku dan penderitaan yang selalu datang bertubi-tubi, Desri memiliki sikap tegas, baik, tulus dan penyayang.
Di dalam kisah mereka, kalian juga akan tertarik dengan beberapa karakter pendukung lainnya yang menjadi lakon utama pada diri mereka masing-masing. Terutama sang pengawal tampannya keluarga Arkhan.
Mampukah Desri melalui penderitaan yang bertubi-tubi menghampirinya?
Dapatkah dia memikat hati Arkhan yang dikaguminya selama dua tahun itu?
Selamat membaca...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon radetsa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
MERENGEK
Selepas pertemuannya dengan pak Riko Regarto sang pengacara terbaik itu, Desri tidak pernah lagi menampakkan wajahnya di Ghani Group. Dia juga tidak pernah kembali ke rumah mewah kediaman Ghani.
Wiwit semakin bingung melihat putrinya, namun dia tak ingin lagi mempertanyakan hal itu. Dia tahu itu hanya akan menambah luka di hati putrinya saja.
***
Di kediaman Arkhan Ghani.
Semenjak Desri masuk ke kamarnya beberapa hari yang lalu, Arkhan telah banyak berubah. Dia tak pernah lagi merepotkan mamanya. Apa-apa dilakukannya sendiri. Arkhan terlihat lebih ramah dari semenjak kecelakaan.
Bahkan Arkhan telah mau masuk ke ruang kerjanya. Dia membuka keadaan perusahaannya melalui laptopnya itu.
Betapa terkejutnya dia. Keadaan perusahaannya yang memburuk dan kacau semenjak dia kecelakaan, dengan cepat teratasi oleh Desri.
Di kamar arkhan
Tok...Tok...Tok...
Ketukan kecil terdengar dari pintu kamar Arkhan. Dia hanya menoleh karna pintu kamarnya itu memang tidak pernah dikuncinya lagi.
Pintu kamarnya terbuka dari luar. Yuni mendongakkan kepalanya mengintip ke dalam.
"Kenapa, Yun??" Seru Arkhan dari tempat tidurnya.
"Kakak, boleh Yuni masuk?" Pintanya manja.
"Tidak boleh!" Sahut Arkhan bergurau dan menampakkan senyumnya.
"Iih kakak ini..." Gerutu Yuni. Tangannya masih bergelayut di gagang pintu kamar Arkhan.
Arkhan tertawa kecil dibuatnya. Dia menepuk-nepuk kasur sampingnya, mengisyaratkan agar adik semata wayangnya itu segera mendekat kearahnya.
Yuni berlari kecil dan menghamburkan tubuhnya ke dalam dada arkhan.
"Eh...eh..eh... Kakak cuma nyuruh kamu duduk disini ya..." Decak Arkhan sambil mengelus rambut adiknya yang halus itu. " Kenapa, Sayang??? Kok jadi manja gini??" Tanya Arkhan sambil mendongakkan kepala adiknya ke arah wajahnya.
"Yuni kangen kak Des, Kakak." Rengeknya lirih.
Arkhan terdiam sejenak. Kakak beberapa hari ini juga memikirkannya, sayang...~ Gumam Arkhan hanya di dalam hatinya saja.
"Kakaaak..." Panggil Yuni setengah berteriak dan sedikit menggoncang tubuh Arkhan.
"Iya, Sayang... kakak tau itu... Terus Kakak bisa apa?" Tanya Arkhan berlagak tidak peduli.
"Kakak jemput kak Desri nyaaa..." Pinta Yuni merengek.
Mendengar permintaan adiknya itu, sontak saja membuat Arkhan sedikit terkejut.
Tapi dia terlihat tidak tega sama adik dan mamanya. Mereka seakan kehilangan semangat semenjak Desri tidak pulang ke rumah mewah itu.
"Iya, besok kakak jemput." Bujuk Arkhan menenangkan Yuni.
"Tidak mau... Maunya Yuni sekarang, Kaak..." Rengek Yuni lagi.
Kali ini mata Yuni sudah mulai berkaca-kaca.
"Tapi, kan ini sudah malam, Dek..." Elak Arkhan menenangkan Yuni.
"Belum... Masih pukul sembilan belas dua lima pun..." Sergah Yuni lagi.
"Hmmm..." Arkhan menarik napasnya dan membuangnya kembali.
"Ya sudah, Kakak kesana sekarang..." Putus Arkhan tampak tidak tega melihat adiknya.
Baru saja kakaknya mengatakan itu, Yuni sudah langsung tersenyum girang.
"Beneran, Kak???" Tanyanya kegirangan.
"Kalau tidak??" Arkhan mempermainkan adiknya yang terlihat lucu jika merengut seperti itu.
Yuni mengerucutkan bibirnya dan mengembung kan pipinya yang tidak terlalu chubby itu. Terlihat saja dia sedang merajuk.
"Iya... Iya... Kakak akan kesana... Tapi kakak tidak janji bawa kak Desri mu kembali ya..." Ucap Arkhan sambil memencet kedua pipi adiknya itu dengan tangan kanannya.
"Yuni Ikuuuutt..." Seru Yuni kegirangan.
Baru saja Arkhan hendak menjawab, tiba-tiba Nur yang sedari tadi menguping masuk menghampiri putra-putrinya itu.
"Tidak usah, Sayaaang... Kamu temani Mama saja di rumah." Cegat Nur cepat.
"Tapi, Ma..." Belum Yuni melanjutkan rengekannya, Nur telah mengedip-ngedip kan matanya mengisyaratkan sesuatu. Yuni segera paham maksud mamanya itu.
"Ya udah deh... Tapi usahain kak Desri mau balik lagi kesini ya, Kak." Pintanya seraya berharap penuh pada Arkhan.
"Tapi nggak apa-apa loh kamu ikut..." Kata Arkhan.
"Nggak usah, Nak... Kamu saja ditemani Endro..." Seru Nur lagi.
"Ya udah deh, Ma... Tapi, ingat ya... Kakak nggak janji bisa bujuk Desri kesini..." Ucapnya penuh penekanan sambil mencubit pelan hidung adiknya itu.
Yuni mangut-mangut seakan paham ucapan kakaknya.
"Ya sudah, Yun... kamu panggil Endro, biar Mama bantu kakak kamu siap-siap..." Pinta Nur yang segera di-iyakan oleh Yuni.
.
.
.
.
.
dulu iparku anemia , bukan amnesia biasa ada jenisnya jg , selalu operasi melahirkan anaknya ... Alhamdulillah selamat .
semoga ada keajaiban untuk Desri .
kasihan klo Desrinya metong .
perempuan utama baik begitu.
sementara ayah arkhan bisa aja sengaja di celakai jg , sama halnya seperti arkhan.
jodoh Yuni siapa ya .
rival atau Endro
kasihan jg si Endro .
apa maksudnya dengan mentari yang sama?🤔
enakan melawak aja ndro jangan ganti profesi🤭😁
kakak ipar idaman
menantu idaman.