NovelToon NovelToon
Kelabu Di Putih Abu Abu

Kelabu Di Putih Abu Abu

Status: tamat
Genre:Mata Batin / Horor / Tamat
Popularitas:120k
Nilai: 5
Nama Author: Sindi Oktaviani

Alandra Argantara, seorang remaja SMA yang terlahir dari keluarga sederhana. Namun nasib malang justru menimpa kedua orang tuanya hingga Alandra terpaksa menyandang status yatim piatu di usianya yang masih kecil.

Alandra tumbuh menjadi seorang remaja dengan hasil jerih payahnya sendiri. Hingga bisa bersekolah di SMA Favorit dengan mengandalkan beasiswa yang dia dapatkan.

Tanpa dukungan dari kedua orang tua bahkan kerabatnya pun dia juga tak tahu siapa. Alandra tumbuh menjadi sosok remaja yang dingin.

Akan tetapi siapa sangka di balik sifat dinginnya itu, dia adalah seorang indigo.

Sampai suatu ketika dia dipertemukan dengan seorang gadis yang tengah menjalani MOS ,dan kebetulan Alandra tak sengaja melihat dia salah memasuki ruangan ketika mengikuti salah satu acara MOS yaitu jurit malam.

Akankah Alandra akan membuka mata untuk membantu para arwah dengan penglihatan istimewanya?
Akankah gadis yang dia temui itu menjadi pembawa sinar terang atau justru sebaliknya bagi Alandra??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Sindi Oktaviani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31

Tiba-tiba saja ,Jery merasakan adanya aura negatif di sekitaran tempatnya berdiri. Jery merasa ada satu sosok yang sedang melihat dirinya dari dalam ruangan itu. Benar saja, saat Jery melihat ke arah jendela terlihat satu sosok berdiri mengintip dengan senyuman menyeringai menatapnya.

Deg,,

"Oh tidak!" Lirih Jery.

Di waktu yang sama, tepatnya di sisi Al. Dirinya tidak menyadari kalau dia telah terjebak di dalam ruangan laboratorium itu. Dia hanya fokus pada gadis yang membuatnya penasaran kenapa bisa masuk ke dalam sana.

"Hey!" panggil Al pada gadis itu yang terdiam membelakangi Al.

Gadis itu tidak menjawab dan hanya mematung saja. Al yang merasa janggal dengan itu pun memutuskan mendekati gadis itu. Namun tiba-tiba saja Al merasakan adanya aura negatif di sekitarannya. Mendadak dirinya merinding karena tekanan aura yang kuat. Al juga merasakan di dalam tempat itu juga terasa pengap, hingga tiba-tiba tercium aroma anyir di sekitaran sana.

Al menoleh ke segala arah untuk memastikan adakah sosok yang menampakkan wujudnya. Namun tidak ada sama sekali dan Al hanya merasakan tekanan aura negatif saja di sekitaran ruangan itu.

Entah kenapa Al merasa sangat yakin, kalau yang ada di depannya itu adalah salah satu murid. Bukan jelmaan hantu atau apapun itu.

Sampai akhirnya pandangan mata Al yang tadinya sempat menatap sekeliling. Kini dirinya di kejutkan dengan satu sosok yang langsung berdiri tepat di dekat gadis itu.

Tentu saja Al yang melihatnya terkejut, dirinya tidak menyangka kalau sosok dengan aura negatif itu muncul dengan tiba-tiba di depan gadis itu.

Makhluk tak kasat mata itu pun menyeringai pada Al. Seakan memberi tahu Al kalau dia akan merasuki jiwa gadis itu.

Al langsung saja menarik tangan gadis itu hingga jatuh ke dalam pelukannya. Sosok itu pun merasa kesal karena tidak bisa merasuki tubuh gadis itu. Sampai akhirnya dia memaksakan diri untuk masuk ke tubuh gadis itu saat masih ada di dalam dekapan Al. Sampai akhirnya sosok itu justru terpental seakan telah menabrak sebuah dinding. Hingga sosok itu akhirnya menghilang dari pandangan Al.

Beberapa menit sebelumnya saat Al masih menatap sosok itu tadi, dengan posisi memeluk gadis itu.

Sang gadis yang di peluk tampak linglung, dan dia begitu bingung dengan apa yang terjadi. Dan juga kenapa bisa dia bertemu dengan Al bahkan kini dia berada pada pelukan pria itu. Ya, tentu si gadis itu tahu siapa Al. Bahkan dia juga baru mengenal Al.

"Kak Al?" ucap sang gadis yang langsung membuat Al menatapnya.

Deg,,

Al terkejut karena mengetahui siapa yang kini ada dalam pelukannya. Al langsung membenarkan posisinya dan si gadis langsung berdiri sendiri.

"Gisel?" Ucap Al.

Ya, gadis itu yang tidak lain dan tak bukan adalah Gisel. Gadis itu sungguh penasaran dengan apa yang dia alami saat berada di sekitar laboratorium itu. Sampai akhirnya dia memutuskan untuk menyelidikinya.

Flashback on

Saat itu Gisel tengah duduk di kursi meja belajarnya. Dia sedang mengerjakan tugas sekolahnya. Namun saat dia sudah hampir menyelesaikannya, tampak Rose masuk ke dalam kamar saudara kembarnya itu.

Ceklek,,

Terdengar suara pintu yang di buka, namun Gisel sudah tahu kalau itu pasti saudara kembarnya yang datang.

"Ada apa, Ros?" tanya Gisel tanpa berbalik menatap Rose yang kini tengah berjalan mendekat dengan membawa buku di tangannya.

"Hehe, tahu aja lo kalau gue yang ke sini!" kata Rose sambil cengengesan, kini dia sudah duduk di samping Gisel.

Rose melihat tugas milik Gisel yang sudah hampir selesai ,"Wah, lo udah mau selesai? padahal gue mau tanya cara ngerjain yang ini gimana!" Ujar Rose sambil menunjuk salah satu soal.

Namun bukannya menjawab Gisel tampak melamun, dia memikirkan sesuatu yang tiba-tiba saja mengganggu pikirannya.

'Kenapa gue tiba-tiba kepikiran itu? Gue harus selidiki sendiri! Gue penasaran banget sama siapa yang ada di laboratorium IPA itu!' batun Gisel sambil meletakkan pena yang dia gunakan untuk menulis.

"Loh kenapa berhenti? itu masih kurang satu soal, Sel!" ucap Rose yang membuat Rose tersadar kalau di dekatnya ada Rose.

"Oh iya, gue lupa!" Langsung saja Gisel mengerjakan soal itu hingga selesai.

Rose heran melihat gelagat Gisel yang mencurigakan itu. Tidak seperti biasanya Gisel hilang fokus dengan tiba-tiba seperti itu.

"Dasar aneh!" gumam Rose.

"Lo nggak apa-apa kan? lo nggak kesambet kan, Sel?" tanya Rose memastikan.

Gisel menoleh, "Apaan sih? Ada-ada aja tahu nggak!" Ucap Gisel spontan.

'Gue nggak boleh bikin Rose curiga, Gur harus bikin alasan keluar nanti tanpa Rose perlu ikut gue!" batin Gisel kemudian menyelesaikan tugasnya.

"Gue udah selesai nih!" Ucap Gisel memberi tahu Rose tugas yang sudah dia selesaikan.

"Wih , sekarang lo ajarin gue!" ucap Rose memohon pada Gisel supaya di ajari salah satu soal yang dia tidak bisa.

"Lo lihat sendiri aja nih, udah gue kasih cara penyelesaiannya juga! Oh iya gue mau keluar bentar ke minimarket beli roti!!" Ujar Gisel yang mulai berdiri dari duduknya. Rose yang mendengar alasan Gisel pun tampak mengernyitkan alisnya bingung.

"Roti? di mansion ini kan ada, kenapa harus beli keluar?" tanya Rose penasaran.

"Masak lo nggak tahu sih apa yang gue maksud?" tanya Gisel yang berusaha meyakinkan Rose. Sampai akhirnya Rose paham akan roti apa yang di maksud oleh Gisel itu.

"Oh iya iya gue tahu!" jawab Rose dengan polosnya.

'Syukurlah Rose nggak curiga sama gue!" batin Gisel lega.

"Kalau gitu gue keluar dulu bentar, bye," Ucap Gisel seraya berjalan keluar kamar dengan melambaikan tangan pada Rose.

Rose pun juga hanya menjawabnya dengan anggukan saja. Sampai akhirnya Gisel sudah tidak terlihat lagi karena pintu kamarnya yang sudah tertutup. Baru Rose menyadari akan suatu hal, "Ngapain beli? kan di mansion juga ada banyak? Dasar Gisel aneh!" Gumam Rose sambil berpikir hingga akhirnya berusaha bodo amat dengan Gisel.

Di sisi Gisel yang sudah keluar dari mansion, "Gue pakai motor aja kali ya, biar cepat!" gumam Gisel ,dirinya langsung mengendarai sepeda motor miliknya.

Dengan mengendarai sepeda motor miliknya itu, Gisel pun menuju ke sekolah. Dia yang memang sudah kenal dengan satpam pun langsung saja di perbolehkan masuk, dengan alasan ingin mengambil buku yang ketinggalan di meja miliknya.

Satpam itu langsung saja percaya pada Gisel, karena memang satpam itu juga sudah tahu siapa Gisel itu.

Kini Gisel berjalan menuju ke arah ruang laboratorium IPA yang sudah tidak terpakai itu. Tentunya Gisel berjalan tanpa takut apapun, karena memang dia sebenarnya belum sepenuhnya tahu kalau dia memiliki indra keenam yang sudah terbuka setengah. Bahkan sudah mulai akan terbuka sepenuhnya.

Sampai akhirnya Gisel berada di depan pintu laboratorium itu. Dirinya memandang ke arah gembok tua yang tampaknya memang belum pernah di masuki setelah sekian tahun lamanya.

"Masuklah!" terdengar suara bisikan pada telinganya yang tiba-tiba membuat bulu kuduk Gisel meremang. Gisel pun memegang tengkuknya yang merasa merinding. Hingga pada detik berikutnya dia sudah tidak sadar akan apa yang terjadi pada dirinya.

Gisel seperti berada pada alam bawah sadarnya. Seperti orang yang tengah bermimpi ,"Gue ada di mana nih? perasaan gue tadi ada di laboratorium deh!" kata Gisel yang bingung dengan apa yang terjadi. Namun detik berikutnya tempat Gisel berpijak itu tampak berubah seperti di ruang laboratorium.

Sampai Gisel melihat pasangan yang pernah dia lihat pada mimpinya waktu kejadian MOS itu. Kejadian itu seperti berlanjut, dengan pasangan itu yang tampaknya bermesraan di laboratorium. Sampai terdengar derit pintu terbuka dan masuklah satu wanita ke dalam sana.

"KETERLALUAN!!!!!!" Jerit wanita yang baru saja masuk dan memergoki pasangan itu.

Tentu saja Gisel terkejut, namun bertepatan dengan itu. Dirinya seakan telah tersadar dari mimpinya dan kini sudah berada dalam dekapan Al.

Flashback off

JEREMY

1
Ajeng Sripungga
Luar biasa
Dtyas Aldric
di tunggu kelanjutan x di judul apa Thor ...
windy
lanjut
Melia
semangatttt
Melia
semangat
InddahFe
nextttttt
Fald
up yg banyak
Fald
up visual dong
Fald
next
olivia
nexttt
olivia
next
Echan
up up up
Echan
lanjut
Anggra
lanjut thorr
Anggra
up
cindy
fighting
cindy
kerasukan
Fa
kalungnya bagus
Fa
up
ilham
semangat thor
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!