Kisah cinta antara Fatimah, seorang gadis cantik yang periang dan ramah, dengan Arshaka, CEO muda tampan yang pendiam tetapi sangat menyayangi seluruh keluarganya. Dan juga kisah cinta sang kakak, Keinan dengan seorang dokter cantik yang memiliki nama yang hampir sama dengan dirinya, Keisha.
Berawal dari sama-sama saling menyukai secara diam-diam, sampai akhirnya Arshaka nekat mengajak Fatimah untuk menikah dengan dirinya, demi keselamatan Fatimah dan juga keluarganya yang lain.
Sementara Keinan yang merasa sedikit minder untuk mengejar cintanya, mengingat status sosial mereka berdua yang berbeda. Tetapi sang gadis justru terus berusaha untuk meyakinkan Keinan bahwa status sosial bukan halangan bagi mereka. Sampai akhirnya Keinan pun berusaha dengan keras untuk membuktikan kepantasan dirinya.
Bagaimanakah perjalanan kisah cinta kedua pasangan adik dan kakak ini? Apakah mereka akhirnya mampu untuk meraih kebahagiaan di dalam kehidupan pernikahan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Iin Nuryati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
31. Kebersamaan Yang Terganggu
Keesokan harinya, setelah selesai sarapan pagi, Rayyan, Arshaka, dan yang lainnya pun kemudian berangkat menuju ke sebuah hutan wisata kecil yang memiliki pemandangan yang sangat indah. Di tengah hutan wisata tersebut juga terdapat sebuah danau yang tidak terlalu besar.
Kesepuluh anak muda itu akan menghabiskan waktu mereka pada pagi hari ini dengan menikmati keindahan pemandangan alam di hutan wisata tersebut.
Sesampainya di hutan wisata tersebut, Rayyan, Arshaka, dan yang lainnya pun segera turun dari mobil mereka. Mereka kemudian berjalan menuju ke arah danau yang terdapat pada hutan wisata tersebut.
"Huaaa, pemandangannya indah banget," seru Fafa begitu sampai di dekat danau kecil itu.
"Iya, Fa. Pemandangannya indah banget ya. Udaranya juga sejuk banget," ucap Keisha membenarkan.
"Lo kenapa, Ar? Kok kayak nggak semangat gitu?" tanya Clarissa tiba-tiba ketika melihat Arnelle yang seperti sedang kelelahan itu.
Arnelle sedikit tersentak mendengar pertanyaan dari Clarissa itu. Apalagi sekarang yang lainnya juga langsung mengalihkan perhatian mereka ke arah Arnelle. Arnelle pun menjadi sedikit salah tingkah.
"Hah? Ah, enggak kok. Gue nggak pa-pa," jawab Arnelle.
"Lo sakit ya, Ar?" tanya Keisha juga.
"Enggak kok, Kei. Gue beneran nggak pa-pa kok," jawab Arnelle dengan tersenyum lebar, berusaha meyakinkan semua orang saat ini.
Di sebelah Arnelle, Rayyan justru terkikik kecil. Arnelle seketika memicingkan kedua matanya ke arah suaminya itu.
"Malah tertawa lagi. Semuanya ini kan gara-gara ulah dia semalem sampai gue jadi kelelahan dan kurang tidur kayak gini," gerutu Arnelle di dalam hatinya.
Arshaka diam-diam menyadari keanehan sikap Arnelle dan Rayyan tersebut. Ah, sepertinya Arshaka paham apa yang sudah terjadi sebenarnya pada pasangan suami istri itu.
"Udah. Ayo buruan digelar tikarnya. Kita istirahat sambil menikmati pemandangan alam yang indah ini bareng-bareng," kata Arshaka kemudian, sengaja untuk mengalihkan pembicaraan mereka.
"Iya, Bang," balas Keisha dan Clarissa bersamaan.
"Ini tikarnya. Ayo Bu Dokter kembaran, kita gelar tikarnya bareng," kata Keinan kemudian.
Keisha menganggukkan kepalanya sebagai jawaban. Keinan dan Keisha pun kemudian menggelar tikar piknik yang sudah mereka bawa sebelumnya dari villa tadi bersama-sama.
Setelah Keinan dan Keisha selesai menggelar tikar piknik tersebut, Fafa dan Jenni kemudian mulai menyusun bekal yang juga sudah mereka bawa dari villa tadi sebelum mereka berangkat.
Setelah itu kesepuluh anak muda tersebut pun kemudian mendudukkan diri mereka di atas tikar piknik tersebut. Mereka semua duduk bersama seraya menikmati keindahan pemandangan alam dan juga sejuknya udara pegunungan pada pagi hari ini di hutan wisata tersebut.
Rayyan, Arshaka, dan yang lainnya sedang mengobrol dan bercanda bersama saat ini. Sembari duduk di atas tikar piknik yang mereka gelar di dekat danau kecil di dalam hutan wisata tersebut.
"Tumben-tumbenan Lo, Ar, ngajakin kita semua liburan bareng-bareng gini? Maksud gue nggak cuma kita yang sepupu Lo aja tapi juga teman-teman suami Lo juga gitu," tanya Clarissa lugas, seperti biasanya.
Arnelle dan Keisha saling melempar pandangan untuk sesaat. Ya, memang untuk masalah Michelle, Mark, dan Claire kemarin itu tetap menjadi rahasia di antara mereka yang tau saja. Clarissa dan Arvin masih tidak tau tentang masalah itu.
Arnelle kemudian tersenyum canggung, berusaha untuk tidak memancing kecurigaan dari sepupu sekaligus teman baiknya yang memang suka ceplas-ceplos kalau ngomong itu.
"Hehe, ya nggak pa-pa dong, Cla. Kan seru kalau liburan bareng-bareng gini. Mumpung weekend juga. Dan biar gue juga bisa dekat sama teman-temannya Mas Rayyan. Begitu juga Mas Rayyan, biar dia juga bisa dekat sama sepupu-sepupu kesayangan gue ini. Dan lagi, dengan begini kan kita semua juga jadi makin akrab, nambah teman nambah saudara. Bahkan kayaknya ada bibit-bibit jodoh yang tersemai juga deh," jawab Arnelle panjang lebar yang diakhiri dengan godaan.
Ya, Arnelle bisa melihat bagaimana Keinan yang selalu berusaha mencari cara untuk bisa mendekati Keisha. Dan juga Arshaka yang sedang melakukan pendekatan kepada Fafa juga. Clarissa yang juga semakin dekat dengan Jonathan. Bahkan juga Arvin, yang biasanya sangat kaku terhadap cewek, juga terlihat selalu bisa berbincang dengan akrab bersama Jenni.
Rayyan mengulum senyum kecil mendengar alasan dan juga godaan yang dilontarkan oleh istrinya itu. Sementara Keinan, Keisha, bahkan juga Arshaka dan Clarissa pun terlihat sedikit tersentak mendengar godaan dari Arnelle itu tadi.
"Ya nggak usah diperjelas gitu juga kali, Ar," gerutu Keinan.
"Iya ish. Lo itu Ar, kalau ngomong kenapa suka bener gitu sih," celetuk Clarissa juga.
Dan ucapan Clarissa itu justru sukses membuat Arnelle tertawa dengan keras. Bahkan Rayyan dan yang lain pun juga ikut tertawa kecil.
"Hahahaha. Tuh kan, bener apa tebakan gue tadi. Diam-diam kalian semua juga seneng kan kita ajakin liburan bareng-bareng kayak gini. Secara nggak langsung gue sama Mas Rayyan udah ngasih kesempatan kan buat kalian biar bisa pedekate sama orang yang kalian suka. Iya enggak?" ucap Arnelle kemudian, merasa senang karena berhasil menggoda sepupu dan teman-temannya itu.
"Udah ah, Ar. Nggak asik, Lo. Mainnya langsung todong gitu. Lo juga kenapa diem aja sih, Kei? Bantuin gue kek," sewot Clarissa.
"Mau bantuin Lo apa? Orang dia sendiri aja juga gitu, diam-diam cari kesempatan biar bisa lebih dekat sama si Keinan juga," balas Arnelle yang sukses membuat Keisha dan Keinan seketika membulatkan kedua mata mereka masing-masing.
"Ar,,," tegur Keisha, merasa malu dan salah tingkah.
Arnelle kemudian beralih kepada Keisha dan Keinan yang rupanya juga sedang duduk bersebelahan itu.
"Hei kalian berdua, dengerin ya, kalian berdua tuh sebenarnya sama-sama saling suka kan? Ya udah, tinggal jadian aja langsung. Kenapa harus susah-susah masih cari kesempatan buat bisa dekat kayak gini sih? Ribet banget deh. Lo juga Kei, ah nama panggilan kalian berdua sama-sama 'Kei' sih, bingung kan jadinya yang dimaksud 'Kei' yang mana. Keinan, Lo itu kan cowok, gentle dikit dong. Kalau emang suka ya langsung ungkapin dong perasaan suka Lo itu ke Keisha. Keisha-nya juga biar jadi tau, ada kejelasan juga, dan nggak terus berharap kayak gini," cerocos Arnelle panjang lebar.
"Arnelle!" seru Keisha dan Keinan bersamaan.
"Apa? Mau protes? Orang gue cuma ngomongin apa adanya aja, sesuai dengan fakta yang ada loh ini," ucap Arnelle membela diri.
Tawa Rayyan kembali pecah.
"Hahahaha, udah ah. Sayang, kamu ini kalau ngomong suka nggak kontrol deh. Kasihan tuh Keinan sama Keisha jadi malu gitu. Tapi semua yang dibilang sama istri gue tadi emang bener juga sih, Kei. Lo buruan dong nyatain perasaan suka Lo itu sama Keisha, jangan cuma diem-dieman mulu. Awas keduluan sama orang lain. Entar nyesel Lo," kata Rayyan juga.
"Ah asem Lo, Ray. Sama aja Lo itu kayak istri Lo. Seneng bener sih godain gue sama Bu Dokter kembaran," sewot Keinan.
"Ambil sisi positifnya aja, Kak. Kak Keinan jadi cowok yang gercep dong. Kalau kakak emang suka sama Bu Dokter ya bilang aja langsung ke Bu Dokternya. Kelamaan tanpa kejelasan nanti kalau Bu Dokternya keburu diambil sama orang lain kakak nyesel sendiri loh," kata Fafa juga.
"Heh, ini lagi anak kecil. Nggak usah ikut-ikutan deh," sewot Keinan lagi.
Tetapi Fafa justru menjulurkan lidahnya sebagai balasan, meledek kakaknya itu. Sementara wajah Keisha sudah memerah saat ini karena terus-menerus digoda seperti itu. Dan lagi-lagi, tawa dan senyuman pun kembali pecah di antara kesepuluh anak muda tersebut.
Tiba-tiba saja,
"Arnelle! Clarissa!' teriak seorang gadis yang terdengar begitu senang.
Arnelle, Clarissa, dan yang lainnya pun kemudian langsung mengalihkan perhatian mereka semua ke arah datangnya suara gadis tadi. Dan ternyata disana ada Farhan ( kakak tingkat Arnelle dulu ) dan Julia, adik Farhan sekaligus teman kuliah Arnelle dan Clarissa dulu.
"Julia?" ucap Arnelle dan Clarissa bersamaan.
Arnelle dan Clarissa kemudian berdiri dari duduknya saat ini. Rayyan dan yang lain pun kemudian juga menyusul untuk berdiri. Julia langsung berlari menghampiri Arnelle dan Clarissa. Ketiganya kemudian saling berpelukan, melepaskan rasa rindu mereka karena memang sudah lama tidak bertemu.
Arshaka bisa melihat Rayyan yang sedang melirik sinis kepada Farhan yang berdiri di belakang Julia saat ini. Sepertinya ada sesuatu yang tidak beres sedang terjadi. Arshaka juga bisa melihat senyum bahagia di wajah Farhan yang tampak memiliki arti lain itu.
Arnelle, Clarissa, dan Julia kemudian melepaskan pelukan mereka bertiga. Ketiganya lalu saling menyapa dan bertanya kabar satu sama lain. Dan ketika Julia kemudian meminta untuk bergabung bersama dengan rombongan Arnelle dan yang lainnya saat ini, Arshaka semakin yakin kalau ada sesuatu yang tidak beres.
Bisa Arshaka lihat Rayyan yang terlihat tidak senang karena kebersamaan mereka kali ini menjadi terganggu. Juga Arnelle yang terlihat bingung hendak memperbolehkan atau tidak Farhan dan Julia bergabung dengan mereka saat ini.
Tetapi syukurlah, Rayyan bisa berpikir jernih dan mengambil keputusan dengan bijak. Rayyan akhirnya mengijinkan Farhan dan Julia untuk bergabung bersama dengan mereka bersepuluh saat ini. Arshaka tau benar kalau Rayyan sedang menjaga nama baik Arnelle di depan Farhan dan Julia sekarang.
ternyata papa dan opa nya Darren mengetahui semua apa yang di lakukan Darren dan apa yang Darren lakukan ke shila
Darren bener" gak ada otak ya bisa" nya acara keluarga shila saja dia sampai lupa dan dia lebih mentingin Evelyn
selamat buat kesya dan shila ya
wah wah shila sama Darren udah beneran menjadi suami istri kah ini