NovelToon NovelToon
Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Calon Ratu Menjadi Budak Persembahan

Status: tamat
Genre:Harem / Pusaka Ajaib / Perperangan / Tamat
Popularitas:938.5k
Nilai: 4.9
Nama Author: lafratabassum

Gyan Aghaton, Raja Kerajaan Garamantian. Tampan, gagah dan kharismatik. Memiliki puluhan Selir. Namun Gyan memiliki kenangan buruk dengan wanita, membuatnya jijik saat bersentuhan dengan mereka. Suatu malam setelah pernikahan politiknya, sang Ratu sengaja memasukkan bubuk cinta pada makanan Raja. Lelaki itu mau tak mau harus menyalurkan nafsunya. Sayangnya bukan pada sang Ratu, namun pada budak pernikahan yang tak sengaja jatuh di pemandiannya.

Putri Valmira Aera dari kerajaan Mystick. Setelah di khianati suaminya dengan sepupunya, di segel kekuatannya. Kini hidupnya lebih malang lagi. Di kehilangan ingatannya dan harus menjadi budak persembahkan pernikahan. Tak hanya itu dia juga dipaksa raja untuk melayaninya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lafratabassum, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mencari Tau

Gyan baru saja masuk ke dalam istananya, Aden langsung menyusul untuk memberikan laporannya.

" yang mulia, mereka menemukan keberadaannya " ucap Aden, sejak semalam lelaki itu menunggu Rajanya keluar dari kamar selir. Nyatanya baru pagi ini bisa menemui.

" dimana mereka?" Gyan langsung ingin tau.

" di markas terdekat"

" baiklah, aku akan kesana nanti" Gyan perlu menyiapkan sesuatu, apalagi sebentar lagi pagi. Dia harus bergegas agar tidak menimbulkan kecurigaan.

Gyan masuk ke ruangan rahasia, dia mencari sebuah cicin untuk di pergunakan nanti. Baru setelah mengganti pakaian rakyat biasa, Gyan langsung pergi bersama dengan Aden. mereka menggunakan jalan khusus, memacu kuda dengan laju yang cepat.

Cahaya fajar menghiasai langit pagi saat kedua lelaki itu melewati gurun pasir, dengan memakai penutup wajah berwarna hitam, keduanya masuk ke sebuah gua tersembunyi. Tak ada yang tau jika jalan masuk gua yang tersembunyi itu menyimpan banyak sekali rahasia. Bagian dalam sangatlah luas dengan pencahayaan yang cukup.

" yang mulia" ucap kelompok bayangan yang sedari malam sudah menunggu kedatangan Raja Gyan.

" bagaimana perkembangannya?" tanya Gyan tanpa perlu berbasa-basi.

" kami sudah menemukan 2 titik lokasi keberadaan penyihir Osmond, sebagian sudah menyelidiki dan dalam beberapa hari kami akan segera memastikan" jelas ketua kelompok bayangan.

" dimana kedua titik itu?"

" satu di barat kerajaan Prysona dan satu lagi sepertinya mulai menyeberangi laut ke sebuah pulau"

Gyan mengangguk pelan, dia akan menunggu lagi.

" kami juga menemukan sesuatu saat menggeledah rumah penyihir itu" salah seorang maju dan membawa sebuah kotak. dan beberapa buku kuno. Diletakkannya buku itu di atas meja, Gyan melihat satu persatu barang tersebut.

" buku tentang pusaka, senjata dan ini...?" Gyan tertarik dengan benda kotak yang dia lihat.

" ini hanya replika, tidak ada energi sihir sama sekali" cuma Gyan, dia yakin. Dengan ini semua penyihir Osmond pasti sedang mencari sesuatu. Ini hal yang mencurigakan.

" kau bawa semua ini" ucap Gyan pada Aden, lelaki iti mengangguk dan segera memasukkannya ke dalam kain kemudian mengikatnya menjadi satu.

" kalian segeralah memastikan, jangan sampai kita terlampau jauh" pesan Gyan kemudian pergi dari markas.

Pancaran matahari bersinar terang, tak kala Gyan mendekati kerajaan, lelaki itu tidak menuju istananya, melainkan menuju istana Selir Agung. Meski keadaan Valmira terlihat tenang, namun bagi Gyan wanita itu masih membutuhkan perhatian.

" yang mulia" ucap Fleur menyambut kedatangan Raja.

" bagaimana keadaan Selir Alora?" tanya Gyan.

" Selir sudah di periksa oleh ahli obat, namun menolak untuk meminum ramuan nya bahkan menolak makan pagi." jawab Fleur, dia mengatakan hal yang sejak tadi dia cemaskan. Valmira tidak mau makan, apalagi ramuan yang sudah di siapkan. Wanita itu tidak mau keluar kamar dan membatasi siapapun yang masuk. Dia masih ketakutan dengan datangnya sesuatu yang mengerikan seperti kemarin.

"hem" Gyan berdehem dan berjalan masuk kamar.

Gyan bisa melihat Valmira yang duduk termenung menatap jendela namun dengan jarak yang jauh.

" kau sedang apa?" tanya Gyan membuat Valmira tersentak. Lelaki itu ikut duduk di samping Valmira. mereka berada di atas permadani empuk di samping ranjang.

" yang mulia" Valmira hanya mengatakannya, dia tidak berdiri untuk menyambut kedatangan Raja.

" kau sudah lebih baik?" tanya Gyan terus, meski pertanyaan sebelumnya tidak di jawab oleh Valmira.

" emm" Valmira tidak menjawab. Dia lupa dengan ucapannya semalam pada Gyan.

" ada yang kau sembunyikan?" Gyan mencerca Valmira pertanyaan demi pertanyaan. Valmira memutus tatapan mereka, wanita itu menunduk. Dia masih belum percaya dengan Raja. Selama ini hubungan mereka sebatas teman tidur di ranjang. Selebihnya Valmira tidak tau bagaimana sifat Raja.

" baiklah jika kau tak ingin mengatakannya" Gyan bersikap pasrah, padahal ini adalah salah satu strateginya untuk menarik simpati Valmira.

" apa yang mulia seorang penyihir?" tanya Valmira takut, Dia berniat mengatakan semuanya jika yang mulia bersedia menjawab pertanyaannya dengan jujur.

Gyan menatap kedua mata itu, mata yang terlihat takut tapi terlintas keberanian.

" iya," jawab Gyan singkat, menunggu reaksi yang akan Valmira berikan.

" penyihir keluarga apa?" lanjut Valmira.

" Reuben" Gyan menjawab dengan jujur, dia merasa jika wanita ini sedang mencari keamanan dengan pertanyaan itu.

" sepertinya semalam saya melihat benda sihir, apa itu mungkin, yang mulia?" tanya Valmira sekali lagi.

Gyan bukannya langsung menjawab, lelaki itu berdiri lalu mengendong tubuh Valmira dan meletakkannya di atas ranjang. Valmira hanya diam saja, sambil menunggu jawaban dari Gyan.

" mungkin saja" jawab Gyan, mereka duduk bersandar di kepala ranjang dengan Gyan menjadi tumpuan bahu Valmira.

" tapi bagaimana bisa? menurut buku hanya penyihir yang bisa melihat hal-hal berbau sihir" ungkap Valmira yang sampai saat ini masih heran.

" mungkin saja kau memiliki hal lain di tubuhmu yang tidak kau sadari" jawaban Gyan semakin membuat Valmira bingung. wanita itu menatap mata Gyan lama, dia ingin tau maksud dari ucapan Gyan.

" jangan kau fikirkan, sekarang kau harus lebih berhati-hati. dan percaya padaku"

" saya belum bisa percaya" ucap Valmira takut.

" pelan-pelan" jawab Gyan lembut.

" dan ini aku berikan cincin ini, sebagai bentuk perhatianku. Jangan kau lepaskan ya"lanjut Gyan kemudian memasangkan cincin perak bermata merah. Gyan berbohong jika cincin ini hanyalah bentuk perhatian, nyatanya cincin itu adalah salah satu benda pusaka keluarga Reuben yang bisa mendeteksi energi sihir manapun.

" indah sekali" ungkap Valmira, cincin itu sangat pas di jari tengahnya.

" aku ambilkan makan, kau harus mengisi perutmu biar tidak sakit" Gyan beranjak turun dan mengambil makanan di meja.

" nanti saja" tolak Valmira halus.

" tidak, aku akan menyuapimu" Gyan duduk dengan membawa piring ditangannya.

" akk" Gyan mengangkat sendok ke mulut Valmira. Meski enggan Valmira tak mau mengecewakan Raja Gyan. wanita itu dengan pelan membuka mulutnya dan mulai mengunyah.

Di kamar lainnya, saat ini putri Shana menyusun rencana untuk membuat Gyan mau menyentuhnya. Wanita itu sedang menulis surat khusus untuk pejabat kerajaan yang dirasa bisa di ajak bekerja sama.

" kirim secara rahasia, aku tak ingin ada sedikit saja kesalahan" ucap Shana kepada pelayannya. Meski masih membutuhkan waktu sampai Gyan bersedia, Shana tetap akan menunggu. Selama ada kesempatan, dia yakin bisa memberikan keturunan untuk Gyan.

" baik putri" jawab pelayan itu kemudian pergi. Shana menatap kepergian pelayan dengan senyum senang.

" tunggu saja, aku akan menjadi satu-satunya untukmu, Gyan" guman Shana penuh niat tersembunyi.

1
Anonim
Gg gv.
Annie Soe..
Babnya panjang tapi tetap seru & bikin penasaran endingnya..
Annie Soe..
Siapa keluarga & asal usul Falla thor ?
Bikin season 2 dong..
Annie Soe..
Ehm,,, ehm....
Annie Soe..
Ngenes banget bayangin kerajaan besar Garamantian yg begitu jaya kosong benar2 kosong & puncaknys hilang lenyap ditelan lautan pasir..
Annie Soe..
Awas Falla, nanti emrick cemburu ke kantata..
Annie Soe..
Di bikin film bagus niy,
Seruu, ada romance, action, & magic..
Annie Soe..
Hebaatt thor,,
Karya halu yg keren,
readers bisa masuk ke dlm cetita krn penggambaran yg detil/jelas,,
Lav yu thor, semangaatt..
Annie Soe..
So pasti valmira bisa lewatin dinding lsabirin, wong dia anaknya yg bikin perisai sihirnya..
Annie Soe..
Tambah seru, teka teki makin banyak..
Annie Soe..
Ya ampun kasihan banget valmiral lupa jalan balik ke kapal.
Mdh2an ga ketemu org jahat..
Annie Soe..
Keknya identitas alora mulai terbuka sedikit2..
Annie Soe..
Penyihir Arghi sdh datang??
Atau tidak di undang ??
Annie Soe..
Perhatian sekali yang mulia dgn selir agungnya..
Annie Soe..
yg mulia raja selalu modus klo ketemu Valmira..
Annie Soe..
Yg mulia raja Gyan bucin ke Valmira..
Hanya dgn Valmira yg mulia raja bisa merasakan ehm,, ehm...
Annie Soe..
Kau cerdik Valmira, kau buat 2 putri yg memusuhimu jadi membantu apa yg kau inginkan yaitu keluar dr istana.
Tapi yakin yg mulia raja gyan ga akan melepaskamu..
Nuraishah❤💚
👍🏻
MomRea
dari semalam dari bab 1 maraton baca novel ini karena cerita nya bagus.... semangat Thor..
MomRea
terjebak ya hehehe..😊
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!