Dua sahabat antara Davit dan Ari ,mereka dari SMA dan kuliah selalu bersama,tapi saat mereka sudah bekerja dan menikah keduanya tidak saling berkomunikasi lagi,karena kesibukan masing masing.
Sampai suatu hari Ari bertemu Davit di mal,Davit lalu mengajaknya main ke rumahnya,Davit pun mengenalkan Desi istrinya.
Karena Ari sering main ke rumah Davit,terjadilah hal yang tidak baik,rupanya Ari menyukai Desi istri Davit.
Akan kah Desi juga menyukai Ari ,dan Ari apa akan tega menghancurkan rumah tangga Davit sahabatnya sendiri,,kita lanjut baca ajak yukk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon tuti yuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sari Sering Melirik
Sekitar jam 11 siang Ari mengajak lanjut jalan,Ari mau mengajak makan siang dulu.
"Sayang kita makan siang dulu di tempat makan langganan kita yah,,di pecak belut "sambil mengambil tangan Sari lalu di genggam dan di ciumnya,karena Sari dari tadi tumben banyak diam.
"Iya mas,,terserah mas aja,Sari ikut,"Ari tersenyum lalu melepaskan tangan Sari.
Di mobil ternyata Dede tidur di pangkuan Desi,"Mba kalau cape biar di pindah aja ke sini sama saya,"
"Ngga kok Desi ngga cape,biar di sini aja,Dede nyenyak banget Bobonya,kasihan kalau nanti di pindah takut bangun,"
"Iya sih,mAAF ya Mba jadi repotin,"
"Ngga kok,,"Ari melihat kesepion atas kepalanya,untuk sekilas mata keduanya bertemu.
Mobil sudah terparkir,lalu semuanya turun,Dede yang masih tidur Ari yang menggendongnya.
Tempat rumah makanya lesehan dan seperti gubug gubug gitu, jadi Dede bisa di tidurkan di lantai ,karena setiap satu gubug buat satu meja.
"Sayang kamu mau pesan apa aja,?"tanya Ari sambil melihat ke buku menu.
Desi dan Sari juga sama sedang melihat buku menu,dan keduanya menjawab bersama karena Ari suka memangil keduanya sayang.
"Aku pecak belut Mas,"
"Desi ikan bakar Mas,"
Sari melihat ke Desi dan Desi menutup mulutnya,"Maaf tadi Desi reflek karena lihat sepertinya ini ikan bakarnya enak,"Sari tersenyum tipis.
"Ya sudah ngga papa,,sayang tolong tulis sin dong,Mas juga mau pecak belutnya tapi yang pedas yah,,"Ari sambil menyodorkan buku non untuk menulis pesanan.
Desi merasa ngga enak banget lalu diam dan menunduk sambil melihat menu lainya.
"Mba Desi mau apa lagi,mau ikan bakar aja,?"tanya Sari.
"Iya ikan bakar aja,sama es jeruk ya mba,"Sari menjawab iya.
Makanan tidak lama sudah datang ,ketiganya makan bersama,Sari terus saja melirik ke Ari dan Desi,keduanya yang tau Sari sedang memperhatikan mereka,mereka makan biasa aja dan sibuk dengan makanan.
"Sayang,,Mas pengin coba punyamu,,aaa,,mas suapin,,"Ari membuka mulutnya untuk minta di suapi.
Sari pun menyuapinya,"Enak Yang punyamu tapi ngga pedas,,ini punya Mas cobain,,"Ari lalu menyuapi Sari.
"Enakk,,?"
"Pedes banget sih Mas,,"Ari langsung mengambilkan minum.
"Ini minumlah,,"Sari langsung minum.
Ari mengusap keringat Sari di keningnya dengan tisu,Ari melakukanya biar Sari sedikit lupa dengan yang kejadian tadi.
"Maaf ya Sayang,,Kamu jadi kepedasan gini,"kata Ari.
"Ngga papa Mas,,"
Ketiganya lanjut makan,Dede yang belum bangun Ari memesan untuk di bungkus,agar nanti di mobil Dedek bisa di suapi.
Desi mengambil kameranya untuk memfoto keindahan rumah makanya,karena dekat sawah yang padinya sudah mulai menguning.
"Mba Sari,,kita foto yuk,buat kenang kenangan,"
"Ngga ah,,saya kurang pede,,"
"Ngga papa ayo ,"Desi mendekati Sari lalu memberikan kameranya pada Ari agar Ari memfotonya.
"Lihat Mba,,bagus kan hasilnya,"Desi melihatkan hasil fotonya.
"Siapa dulu yang ambil foto,,"Ari dengan pedenya bilang.
"Gayamu Mas,,"kata Sari.
"Sudah yuk kita lanjut jalan,biar sampai tempat tujuan kita bisa sedikit lama,"
"Iya ayo Mas,,"Ari memberikan dompetnya pada Sari agar sari membayar,karena Ari mau menggendong anaknya lagi.
Sampai di mobil Sari yang mengendong anaknya di depan,karena Sari mau menyuapi Dedek.
Dedek benar bangun dan Sari menyuapinya,Desi di belakang rupanya sedang telfonan dengan Davit.
"Iya Mas,Desi lagi jalan jalan sama Mas Ari dan Istrinya,,Mas juga hati hati di sana yah,,"
"Ya sudah,,Love You Mas,,"Telfon pun mati,Sari di depan dengar semua yang di katakan Desi dengan suaminya.
"Semoga dugaan ku salah ya Tuhan,,"kata Sari dalam hatinya.
Jangan lupa like komentar dan votenya terimakasih...
kelihatan sekali dari novel buatannya
"kan novel lain banyak juga yang istri selingkuh, jadi authornya semua tukang selingkuh dink"?
makai pakai otak
ini aku jelaskan
*novelis sejati saat membuat konflik istri atau pemeran utama wanita selingkuh, dia akan melaknat perselingkuhan itu, membuat istri dapat balasan setimpal, menyesal, menderita, berjuang dapat kesempatan, dan suami tegas tidak mudah memaafkan
dan ini
*novelis tukang selingkuh, tidak bermoral, dia membuat novel pemeran utama atau istri selingkuh tapi dia membela dan membenarkan perbuatan itu dan semudah itu dimaafkan, ini jelas karya wanita murahan tidak bermoral