NovelToon NovelToon
One Night Stand With My Uncle

One Night Stand With My Uncle

Status: tamat
Genre:One Night Stand / Tamat
Popularitas:989.9k
Nilai: 4.9
Nama Author: Irma Kirana

(Sekuel TPAS) Novel berbawang 🔪🤧
Xander Sanderix seorang dokter genius dan tampan, harus mengalami patah hati saat ia mengetahui bahwa kekasihnya berselingkuh di hari anniversary mereka yang ketiga. Malam itu Xander yang berada di dalam pengaruh alkohol tak sengaja melakukan one night stand dengan keponakannya sendiri yaitu Zeevana Sanderix dan membuat gadis itu hamil.

Xander terpaksa menikahinya, meskipun hatinya masih ada untuk sang mantan. Hingga satu kesalahan satu malam lainnya membuat Zeevana meninggalkan ia selamanya, disaat itulah ia menyadari bahwa hatinya telah untuk wanita itu.

Akankah Zeevana memaafkan kesalahan Xander dan apakah mereka akan kembali bersama?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Irma Kirana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31. Dia anakku.

...🍀🍀🍀...

Para petugas kepolisian kala itu sudah mengetahui tentang Xander yang diduga kuat sebagai pelaku. Kedatangan petugas kepolisian menemui Xander adalah untuk meminta keterangan pada pria itu karena dia adalah orang yang membawa Zeevana dengan paksa ke dalam kamar hotel. Walaupun dia belum ditetapkan sebagai tersangkanya.

"Tuan Xander Dacosta, silahkan ikut kami untuk dimintai keterangan di kantor polisi!" ujar salah seorang anggota kepolisian pada Xander. Pria itu menatap semua pria berseragam polisi dengan tajam, tanpa rasa takut. Walau dalam hati ia merasa bersalah pada Zeevana karena telah melukainya.

"Silahkan pergi tuan Dacosta! Polisi sudah menjemput anda." kata Axel sembari tersenyum sinis.

"Kau juga harus pergi dari sini, aku tidak mau mau berada disisi istriku." ucap Xander dingin.

"Maafkan saya, tapi ada seseorang yang sudah mempercayakan Zee pada saya." kata Axel yang membuka darah emosi pria itu semakin naik. Ketika Xander hendak memukul Axel, tiba-tiba saja ia berhenti saat ada anak kecil yang menghampiri Axel.

"Jangan sakiti uncle Axelo!" hardik Aiden, lalu dia berdiri ditengah-tengah Xander dan Axel.

Ketika mata Xander bertemu pandang dengan anak laki-laki itu, dia merasakan hal aneh didalam hatinya. Dia merasa tidak asing juga saat melihat wajah anak laki-laki itu.

'Kenapa aku merasa aneh saat melihat anak ini? Wajahnya tidak asing' batin Xander seraya berjalan mendekat ke arah Aiden.

Aiden memicingkan mata saat melihat sosok pria dewasa yang tampan dan tampak akan memukul Axel. Dia menelisik pria itu dan melihat baik-baik ke dalam matanya, Aiden pun menyadari bahwa warna mata mereka sama. Tidak hanya itu, Aiden merasa bahwa wajah mereka mirip. Tapi siapa pria ini?

"Kau...kau anak yang tadi? Kau--kenapa kau--" Xander terbata-bata, ia bingung mau bertanya apa. Tapi dia tau bahwa anak laki-laki ini adalah anak yang tadi memanggil Zeevana dengan mommy.

"Pak polisi cepat bawa dia!" titah Axel pada polisi sebelum Xander berhasil mendekati Aiden lebih jauh. Entah kenapa ia jadi takut kalau mereka tau bahwa mereka adalah ayah dan anak.

Saat polisi itu bergerak akan memegang tangan Xander, Xander langsung meminta polisi untuk diam terlebih dahulu. "Tunggu pak! Saya pasti akan ikut ke kantor polisi, tunggulah sebentar!" ujar Xander dengan atensi yang tak terlepas dari Aiden.

Xander duduk jongkok di depan Aiden, dia melihat wajah anak itu dengan lekat. Xander membelai wajahnya. Ada rasa aneh lagi saat memegang kulitnya yang mulus dan mungil itu.

"Kau...siapa namamu nak?"

"Mommy bilang, aku tidak boleh sembarangan mengatakan namaku pada orang asing." ketus Aiden pada Xander, entah kenapa dia merasa tertusuk dengan kata-kata Aiden.

"Mommymu, dia Zeevana? Benar?" Xander mengganti pertanyaannya.

"Benar, dia mommyku...apa tuan kenal dengan mommyku? Apa mungkin--tuan adalah teman ibuku?" tanya Aiden polos.

"Aku adalah suami dari mommymu, son. Mungkinkah kau adalah--"

"Itu tidak benar Aiden, mommymu sudah bercerai dengannya dan dia adalah pria yang sudah membuat mommymu masuk rumah sakit." sanggah Axel dengan cepat memotong ucapan Xander.

'Ya Tuhan...kenapa aku bicara begini? Kenapa aku ingin Aiden membenci ayahnya sendiri?' batin Axel.

Rahang Aiden mengeras, terlihat wajahnya yang memerah. Ia teringat saat melihat sakitnya Zeevana tadi, pergelangan tangannya memar. Sungguh, Aiden sakit hati melihat mamanya seperti ini. "Jadi--kau adalah orangnya? Kau yang sudah melukai mommyku? Kau orang jahat! Aku benci padamu! Kau pantas di penjara!" teriak Aiden murka.

Xander terdiam, hatinya tersentak mendengar kata-kata benci keluar dari bibir Aiden. Perlahan air matanya luruh. "Tolong jangan bilang benci padaku," ucapnya sendu.

'Kenapa aku merasa aneh saat didekatnya? kenapa aku menangis?' batin Xander.

"Maaf pak! Anda tidak bisa berlama-lama disini, pembicaraan bapak dan anak bapak bisa dilakukan nanti setelah bapak dimintai keterangan." jelas polisi itu tegas.

Sontak saja kalimat si pak polisi itu membuat Aiden dan Xander tercengang. Apalagi Xander yang menang menyadari ada kemiripan diantara mereka.

'Apa dia anakku dan Zee? Tapi mana mungkin--anak kami saat itu sudah meninggal. Namun--dia sangat mirip denganku, aku pun merasa familiar dengannya' batin Xander yang mulai meyakini bahwa Aiden adalah putranya dan Zeevana, apalagi usia Aiden juga mungkin sama dengan anaknya yang keguguran saat itu.

"Dia bukan ayahku! Dia itu orang jahat!" seru Aiden.

"Aku ayahmu nak, aku yakin itu. Dan--ayah pasti akan kembali padamu. Tolong jaga ibumu dan sampaikan permintaan maaf dari ayahmu ini." Xander tersenyum tipis, ia membelai wajah Aiden. Anak itu sontak saja menghindar.

"Jangan sentuh aku! Kau bukan ayah ku!" seru Aiden menggebu.

"Jaga ibumu baik-baik, ayah akan segera kembali." kata Xander seraya mengusap kepala Aiden meski anak itu menghindar.

'Zee, apa yang sebenarnya kau lakukan? Kenapa kau menyembunyikan tentang anak kita? Kau berhutang banyak penjelasan padaku' batin Xander.

Xander pun dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan. Ia tak lupa meminta sekretaris yang untuk membawa seorang pengacara andal agar bisa membebaskan diri dengan cepat. Dia juga ingin melakukan tes DNA terhadap Aiden secara diam-diam untuk mengukuhkan bahwa anak laki-laki itu memang benar anak kandungnya.

...****...

1
Khairul Azam
cuek ketus abai masih meding. klo udah selungkuh dan sampai celup tak termaafkan
Hamimah Jamal
kok aku kek gaikhlas ya kalo beneran si tissu dah ngbunuh Zee dan xander😡😡
Hamimah Jamal
Alhamdulillah endnya Zee tetap bertahan dan masih hidup👍👍👍❤️❤️
Hamimah Jamal
waduuh siapakah wanita tsb si tissukah ?
Hamimah Jamal
ya Allah😭😭😭
Hamimah Jamal
bertahanlah Zee😭
Hamimah Jamal
tapi aku sedikit salut sama Xander meski dia pria normal selang bbrp terhitung cuman bbrp kali Xander bercinta
Hamimah Jamal
selamat ya Xander zeevana semoga kalian langgeng part kalian tetap banyak peminatnya meski telah bertaun"👍👍👍
Hamimah Jamal
semoga endnya Zee masih hidup
Hamimah Jamal
dasar gasadar diri bukane kamu dulu yg hianat pada Xander wanita bodoh
Hamimah Jamal
jantung aman ternyata kecelakaannya prank berganti kejutan terindah dlm hidup zee
Hamimah Jamal
hahhh jangankan kalian yg baca aja ikut fanas end gerah😄
Hamimah Jamal
benar kata Xander tembak dlmnya sangat dahsyat lgsg nyetak🔥🔥🔥
Hamimah Jamal
apa Zee hamil lagi
Hamimah Jamal
tissu mang enak dikerjai
Hamimah Jamal
kamu suka kan Xander dg perlakuan zee
Hamimah Jamal
untungnya Xander gasendiri pergi ke club itu ada 2 saksinya
Hamimah Jamal
semangat Xander dlm menaklukkan hati aiden
Hamimah Jamal
apa itu si tissu dan jangan loh jthor angan sampai anak perempuan itu anak dari Xander hasil dari khilafnya 😔😔
Yulvita Darnel
bagian akhir bikin nyesek..... tapi aku suka alur ceritanya ringan tidak berbelit-belit...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!