Pria itu benar-benar tidak menyangka jika satu malam itu berhasil membuat Vior mengandung anaknya.
Pernikahan yang didasari atas kesalahan apakah akan bertahan lama?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ding-dong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ngidam lagi!
"Sabar Prince, sabar ini ujian. Semalam kamu udah nyoba lebih dari sekali, jadi jangan coba-coba paksa Vior buat ngulangin yang semalam," katanya menguatkan diri sendiri.
Selesai sarapan mereka pergi menuju rumah sakit untuk cek kandungan rutin sebulan sekali, oh tidak lebih tepatnya pada tanggal Prince memaksa untuk cek kandungan sebulan dua atau tiga kali, begitu memastikan tidak ada yang terjadi dengan bayi mereka setelah apa yang mereka lakukan semalaman, Prince mengajak Vior ke butik untuk mendapatkan pakaian yang Vior butuhkan.
Vior memang terlihat jauh lebih berisi dari dua bulan yang lalu, dua buah benda kenyal itu juga terlihat lebih besar, perut Vior pun membesar, tubuh sabar menunggu lima bulan lagi sampai bayi itu lahir.
"Maaf Pak, ini daerah khusus wanita, Bapak bisa menunggu di sana," langkah Prince dicegat oleh seorang karyawan di butik tersebut, pasalnya karena sibuk memperhatikan Vior, Prince tidak sadar jika di sekelilingnya sudah berisi pakaian wanita.
Merasa malu jika terlalu lama di sana, Prince memilih menunggu di luar dengan mempercayakan karyawan di butik tersebut untuk menjaga Vior.
Di dalam sana Vior sibuk dengan beberapa pakaian wanita yang disarankan oleh karyawan, cukup banyak yang dipilihkan tapi Vior memilih beberapa yang nyaman dia pakai dan tentunya pas untuk menuruti perkembangan tubuhnya yang semakin besar.
Sesekali Vior melirik ke arah Prince yang tengah sibuk bermain dengan ponselnya, beberapa pakaian lain dipilih oleh Vior, sesekali juga Prince memberikan penilaian dengan pilihan Vior. Cukup lama proses berbelanja tersebut berlangsung sampai Prince mulai jenuh, tapi ini demi Vior, Prince harus menahan kejenuhan, sambil menenteng tas belanja yang cukup besar dan banyak Prince memasukkan semua belanjaan Vior ke dalam bagasi.
"Ini terlalu banyak, aku tadi kan nggak milih sebanyak ini," ucap Vior.
"Udah nggak apa-apa, kalau kamu nggak suka tinggal buang aja," jawab Prince seenaknya, Vior memanyunkan bibir tanpa sepengetahuan ternyata Prince punya pilihan sendiri untuk pakaian yang Vior pakai nantinya.
Dan lihat... begitu banyak pakaian baru yang Vior memiliki sekarang.
Prince membukakan pintu Vior, menutup kembali setelah Vior masuk ke dalamnya, kendaraan beroda empat itu pun pergi dari area butik.
"Barang sebanyak itu pasti nguras uangnya Pak Prince," ucap Vior.
"Astaga Vior, suami kamu itu nggak semiskin itu ya, kalau kamu mau aku juga bakal beli butiknya, udah ya jangan diperdebatkan mengenai banyak atau sedikitnya baju yang aku belikan buat kamu," ucap Prince, dia tidak mau berdebat karena masalah seperti ini.
Kendaraan melaju pelan tapi Vior tanpa sengaja melihat pohon jambu yang berbuah lebat di pinggir jalan.
"STOP," pekiknya, hal itu tentu saja mengejutkan Prince sampai harus membuat dia menginjak rem dadakan.
"Astaga Vior kamu bikin aku jantungan," ucap Prince.
"Pak Prince aku mau itu pokoknya aku mau itu sekarang," katanya manja seperti anak yang berharap dibelikan permen.
Prince melihat arah yang ditunjuk Vior.
"Kita bisa beli nanti di depan," ucap Prince.
"Ihh nggak mau aku mau yang itu sekarang," dan Vior sudah hampir menangis karena permintaannya tidak dituruti.
Prince mengalah dia menepikan mobil untuk menghampiri pohon jambu biji yang terlihat besar-besar buahnya, celingukan mencari si pemilik buah agar tidak dianggap mencuri.
"Ihh cepetan petik aja satu," ucap Vior yang tidak sabaran dari dalam mobil dengan kaca terbuka.
Prince menatap satu buah jambu biji yang masak.
"Maaf ya aku nggak berniat mencuri, ini demi istri dan anak aku yang lagi pengen," Prince memberikan hormat pada buah jambu yang akan dia petik tanpa izin, Vior memutar bola matanya jengah melihat kelakuan Prince yang aneh menurutnya.
Akhirnya Prince kembali ke mobil dengan satu buah jambu yang dia petik tanpa izin, Vior terlihat girang dan langsung saja menggigit buah tersebut setelah merebutnya dari Prince.
"Ini belum dicuci Vior, jangan asal gigit nanti kumannya ikut kamu telan," ucap Prince.
"Justru karena itu kenikmatan memakan jambu yang harus kamu coba," jawab Vior dengan entengnya dan dengan rakus menghabiskan buah jambu seperti sedang memakan buah apel.
Prince hanya menghela napas karena tidak bisa menghentikan apa yang Vior lakukan sekarang.
makan tuu cinta, mamposss sekalian sorry thor aq kesel sama si prince
next Thor,,,